• Beranda
  • Pemasangan Iklan
  • Kontak
  • Bagi Beritamu!
  • Tentang Kami
Sunday, January 18, 2026
  • Login
BaleBengong.id
  • Liputan Mendalam
  • Berita Utama
  • Opini
  • Travel
  • Lingkungan
  • Sosok
  • Budaya
  • Sosial
  • Teknologi
  • Gaya Hidup
  • Arsip
No Result
View All Result
  • Liputan Mendalam
  • Berita Utama
  • Opini
  • Travel
  • Lingkungan
  • Sosok
  • Budaya
  • Sosial
  • Teknologi
  • Gaya Hidup
  • Arsip
No Result
View All Result
BaleBengong
No Result
View All Result
Home Kabar Baru

Berkunjung ke Museum Sejarah Alam di Paris

Fadlik Al Iman by Fadlik Al Iman
13 December 2015
in Kabar Baru, Travel
0
0
Museum of Natural History Paris. Foto Wikimedia.
Museum of Natural History Paris. Foto Wikimedia.

Cerita perjalanan oleh-oleh dari tim BaleBengong.

Kami mendapat kesempatan mengikuti Konferensi Parapihak terkait Perubahan Iklim (COP) ke-21 di Paris pada 5-12 Desember. Selain meliput COP 21, tentu saja kami juga jalan-jalan.

Kali ini saya berkunjung ke Paris Natural History Museum. Kunjungan ke museum ini merupakan bagian dari upaya untuk mengenal capung, serangga yang menjadi objek liputan mendalam kami terkait perubahan iklim.

Topik liputan kami memang tentang bagaimana dampak perubahan iklim terhadap populasi. Karena itulah, saya pun berkunjung ke Museum Sejarah Alamd di Paris untuk melihat bagaimana museum ini memamerkan aneka serangga termasuk capung.

Perjalanan ke sudut sudut kota Paris, Perancis sangat mudah. Kita bisa menelusuri dengan menggunakan sarana publik berupa Metro atau bus. Biayanya berkisar antara € 7 sampai 11.

Jika Anda berkunjung ke Paris terutama dengan keluarga, Anda bisa menghampiri salah satu museum yang menjelaskan tentang kehidupan liar ini. Paris Natural History Museum ini buka dari pukul 10 pagi hingga 6 malam. Dia terbuka untuk umum dan tutup pada Selasa.

Museum utama terletak di Paris, Perancis, di tepi kiri Sungai Seine yang membelah kota.

Museum ini didirikan selama revolusi Perancis. Dia diresmikan pada 10 Juni 1793. Mulanya dokter kerrajaan menyarankan agar area ini ditanami obat-obatan untuk kerajaan. Proklamasi kerajaan anak-raja Louis XV pada 1718 kemudian mengalihkan fungsi murninya dan diganti sebagai taman Raja yang memiliki fokus sebagai sejarah alam.

Saya menghabiskan kocek € 9 untuk memasuki museum ini. Jika Anda memasuki tempat untuk anak-anak di lantai dua, maka Anda dikenakan € 2 lagi. Di sana tersedia media pembelajaran untuk anak serta fasilitator anak.

Museum mengoleksi kerangka Dinosaurus, burung raksasa sampai koleksi serangga. Sebagian koleksi itu berukuran raksasa. Contoh koleksi kupu-kupu saja panjangnya mencapai 40 cm.

Serangga yang menjadi koleksi antara lain induk kecoa, belalang, jangkrik serta capung yang telah punah. Museum ini menyimpan ratusan spesimen serangga yang telah punah.

Michel, salah satu tamu yang gemar mengamati capung, mengatakan bahwa selain predator ada permasalahan cuaca dan asupan makanan yang mempengaruhi perkembangan capung di satu tempat. Kehidupan paling rentan adalah ketika capung menjadi nimfa, maka ikan-ikan akan menjadi predatornya di air.

Museum ini juga memampang urutan beda ukuran dari satu jenis capung. Seperti diketahui bahwa capung mengalami tiga tahap pergantian, dimulai dari telur, nimfa kemudian menjadi capung dewasa.

Untuk serangga ini kita bisa menjenguknya di Pusat Museum di lantai tiga.

Capung adalah predator serangga yang memakan serangga kecil seperti lalat, nyamuk, lalat buah serta serangga kecil lainnya. Mereka biasanya hidup dekat kolam, danau, rawa gambut, sungai bahkan di daerah genangan banjir.

Awal berkembangnya ketika seekor induk meletakkan telurnya pada tumbuhan di dekat perairan yang terjaga kualitas airnya, kemudian capung menjadi nimfa yang hidup. Ketika usia nimfa sudah cukup maka nimfa akan naik dan berganti menjadi capung muda. Dari sini cerita awal capung terbang terlihat.

Menelusuri museum ini tidak cukum hanya satu, dua hingga tiga jam. Semua data data dipampangkan dengan sangat apik, dari audio gemuruh, rauman singa hingga detail kehidupan makhluk kecil di dalam lautan. Para pengunjung banyak yang membawa anak dan keluarga mereka, belajar bersma dalam suasana yang nyaman. [b]

Tags: COP21ParisPendidikan
Liputan Mendalam BaleBengong.ID
Fadlik Al Iman

Fadlik Al Iman

Pegiat lingkungan di Yayasan Alam Indonesia Lestari (LINI) Bali.

Related Posts

Serbuan Konten AI: Ketika Membedakan Asli dan Palsu itu Melelahkan

Kontroversi Jasa Joki Tugas Kuliah

26 November 2025

Produktif Berkarya selama Magang di BaleBengong

15 May 2021
SMK Penerbangan Cakra Nusantara Ikuti Program Kepala Sekolah CEO

SMK Penerbangan Cakra Nusantara Ikuti Program Kepala Sekolah CEO

31 December 2020
Ujian Skripsi Takkan Pernah Sama Lagi

Ujian Skripsi Takkan Pernah Sama Lagi

12 July 2020
Pentingkah Belajar dari Rumah di Masa Pandemi?

Pentingkah Belajar dari Rumah di Masa Pandemi?

7 June 2020
Mainkan Peran, Kita Hentikan Lawan

Mainkan Peran, Kita Hentikan Lawan

5 June 2020
Next Post
Pariwisata Medis, Siapkah Kita sebagai Pemandu?

Pariwisata Medis, Siapkah Kita sebagai Pemandu?

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Temukan Kami

Kelas Literasi BaleBengong
Melali Melali Melali
Seberapa Aman Perilaku Digitalmu? Seberapa Aman Perilaku Digitalmu? Seberapa Aman Perilaku Digitalmu?

Kabar Terbaru

Siwaratri sebagai Ruang Kontemplasi Menghadapi Krisis Batin Kehidupan Modern

18 January 2026
Petani Batur Datangi Kementerian Kehutanan dan Kementerian Investasi

Petani Batur Datangi Kementerian Kehutanan dan Kementerian Investasi

17 January 2026
Gender dan Kesetaraan Performatif di Bali

Gender dan Kesetaraan Performatif di Bali

17 January 2026
Literasi Digital dan Pencegahan Cyberbullying bagi Pelajar di Denpasar

Literasi Digital dan Pencegahan Cyberbullying bagi Pelajar di Denpasar

16 January 2026
BaleBengong

© 2024 BaleBengong Media Warga Berbagi Cerita. Web hosted by BOC Indonesia

Informasi Tambahan

  • Iklan
  • Peringatan
  • Kontributor
  • Bagi Beritamu!
  • Tanya Jawab
  • Panduan Logo

Temukan Kami

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Liputan Mendalam
  • Berita Utama
  • Opini
  • Travel
  • Lingkungan
  • Sosok
  • Budaya
  • Sosial
  • Teknologi
  • Gaya Hidup
  • Arsip

© 2024 BaleBengong Media Warga Berbagi Cerita. Web hosted by BOC Indonesia