• Beranda
  • Pemasangan Iklan
  • Kontak
  • Bagi Beritamu!
  • Tentang Kami
Friday, July 17, 2026
  • Login
BaleBengong.id
  • Liputan Mendalam
  • Berita Utama
  • Opini
  • Travel
  • Lingkungan
  • Sosok
  • Budaya
  • Sosial
  • Teknologi
  • Gaya Hidup
  • Arsip
No Result
View All Result
  • Liputan Mendalam
  • Berita Utama
  • Opini
  • Travel
  • Lingkungan
  • Sosok
  • Budaya
  • Sosial
  • Teknologi
  • Gaya Hidup
  • Arsip
No Result
View All Result
BaleBengong
No Result
View All Result
Home Budaya

Belajar Kepemimpinan dari Megoak-Goakan

Diyana Putra by Diyana Putra
2 October 2025
in Budaya, Opini
1
0
Sumber ilustrasi: Wikibooks.org

Pada fenomena banjir di Bali kemarin, sentimen publik negatif atas statemen dari Gubernur Bali Wayan Koster perihal bencana ekologis itu. Tidak lama kemudian, muncul polemik tentang iuran bertarif ASN untuk korban banjir. Meskipun pemerintah menegaskan bahwa bantuan bersifat sukarela, adanya patokan nominal dan persepsi wajib menimbulkan keraguan publik. 

Dua peristiwa ini sebenarnya mengajarkan hal yang sama, banjir sebagai ujian ekologis dan iuran ASN sebagai ujian etis sama-sama menegaskan betapa pentingnya kita membaca kembali nilai kepemimpinan.

Di tengah riuh kritik itu, saya berkesempatan hadir pada peresmian Institut Agama Hindu Negeri Mpu Kuturan pada Sabtu, 20 September 2025, bertepatan dengan tumpek landep. Ada hal unik dalam seremoni kali ini. Biasanya acara menyambut Menteri di Bali identik dengan tarian, tetapi kali ini selain tari juga ditampilkan permainan tradisional Megoak-Goakan.

Permainan ini dimainkan oleh anak anak hingga remaja. Ini merupakan permainan berkelompok. Dalam permainan, barisan dibentuk seperti ular panjang, dengan satu orang di depan berperan sebagai kepala (pemimpin). Barisan anggota yang mengular saling berpegangan erat menjaga keutuhan barisan. Kemudian, 1 orang lawan/musuh mencari atau berusaha menangkap anggota barisan yang ada diujung/ekor agar selamat. Ketika musuh bergerak, kepala sigap menghalau. Barisan mengikuti pergerakan kepala, menjaga agar ekor tetap selamat. Kepala dan barisan saling menjaga, saling melengkapi.

Mari kita membaca nilai kepemimpinan dalam permainan ini

Kepala ini harus lincah, cerdas, dan mampu membaca strategi lawan. Kepala goak tidak hanya menggerakkan barisan ke kanan/kiri, tetapi harus punya strategi jangka pendek (menghindar) sekaligus visi jangka panjang (bagaimana memenangkan permainan). Ini menunjukkan nilai kepemimpinan sebagai pelindung, pengarah, dan penjaga integritas kelompok. Seorang pemimpin diuji dalam keputusan cepat dan kebijakan yang berpihak pada keselamatan bersama, bukan hanya dirinya. kepemimpinan adalah melayani dan melindungi, bukan sekadar memerintah.

Nilai kepemimpinan dalam Megoak-Goakan adalah kepemimpinan yang protektif, strategis, kolektif, dan bertanggung jawab terhadap anggotanya. Pemimpin ideal digambarkan bukan sebagai sosok dominan yang meninggalkan yang lemah, tetapi sebagai pengarah yang menjaga keselamatan bersama melalui koordinasi dan strategi.

Mengutip dari Subakdi (2025)1 Prinsip kepemimpinan kolektif menekankan bahwa kekuatan seorang pemimpin hanya bermakna ketika ia didukung oleh partisipasi dan solidaritas masyarakat. Tanpa dukungan itu, kepemimpinan akan kehilangan legitimasi. Dalam permainan ini, Walaupun kepala goak yang memimpin, kekuatan kelompok sejatinya ada pada kebersamaan. Anggota lain ikut menopang, menyalurkan energi, dan bergerak serempak. Satu kesalahan kecil bisa membuat ekor tertangkap. Maka keberhasilan kelompok tidak hanya ditentukan oleh kekuatan fisik, tetapi oleh kekompakan mengikuti arahan pemimpin dan kesediaan untuk saling menjaga.

Inilah pelajaran sederhana tapi relevan: di era industrialis dan serba digital, manusia makin sibuk bekerja dan mengejar target. Justru di saat seperti ini, kita butuh kepemimpinan yang melindungi yang lemah dan mengarahkan semua pada kebaikan bersama. Jangan biarkan teknologi dan modernitas menggerus sisi kemanusiaan kita. Saatnya kita kembali belajar dari akar budaya: pemimpin sejati bukanlah yang berkuasa di atas, melainkan yang mampu berjalan bersama, menjaga harmoni, dan memastikan tak ada seorang pun yang tertinggal di belakang.

1 Subakdi, S. (2025). Kepemimpinan Nusantara: Integrasi Nilai Lokal dalam Praktik Kepemimpinan Kontemporer. Jurnal Riset Rumpun Ilmu Sosial, Politik dan Humaniora, 4(1), 834-849.

Tags: banjir balimegoak-goakanOpini
Liputan Mendalam BaleBengong.ID
Diyana Putra

Diyana Putra

Pencinta cerita, alam dan layar

Related Posts

Memperjelas Persepsi Risiko Berwisata ke Bali

Rahasia di Bawah Gunung Agung: Ketika Batu Lava Membongkar Identitas Asli Pulau Bali

6 July 2026
Renungan untuk Hari Disabilitas

Kenapa Jalur Disabilitas tidak untuk Semua Ragam Disabilitas? 

30 June 2026
Abrasi yang tak Pernah Henti di Pantai Kuta

Gemerlap Pariwisata dan Kemegahan Ritual Bertemu Krisis Ketenteraman Batin

23 June 2026
Upaya Generasi Muda Tamblingan  Membentengi Alas Mertajati dari Eksploitasi

Berpikir Holistik Membangun Bali: Perspektif Pancakosha dan Peta Kesadaran Hawkins

20 June 2026
Wisata di Denpasar, Tiga Tempat Menarik dalam Satu Area

Refleksi Aksi For HATI Bali 2026 dalam Menjaga Masa Depan Bali

8 June 2026
Mai Memunyi!

Mai Memunyi!

30 May 2026
Next Post
Kata Warga Ubud tentang Kemacetan dan Fasilitas Publik

Kata Warga Ubud tentang Kemacetan dan Fasilitas Publik

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Temukan Kami

Kelas Literasi BaleBengong
Melali Melali Melali
Seberapa Aman Perilaku Digitalmu? Seberapa Aman Perilaku Digitalmu? Seberapa Aman Perilaku Digitalmu?

Kabar Terbaru

AMSI Minta Majelis Hakim Nyatakan Gugatan tidak dapat Diterima atas Kasus Perdata 4 Media

AMSI Minta Majelis Hakim Nyatakan Gugatan tidak dapat Diterima atas Kasus Perdata 4 Media

16 July 2026
Kitab yang Ditulis Alam: Membaca The Sacred Text of Padma Karya Sumino dan Sarah Kasuhardi

Kitab yang Ditulis Alam: Membaca The Sacred Text of Padma Karya Sumino dan Sarah Kasuhardi

16 July 2026
Konservasi Kawasan Pura dan Budidaya melalui Bambuloka dari Yayasan Bambu Lestari

Konservasi Kawasan Pura dan Budidaya melalui Bambuloka dari Yayasan Bambu Lestari

16 July 2026
Keamanan Holistik Jadi Kunci Perlindungan Kelompok Rentan

Keamanan Holistik Jadi Kunci Perlindungan Kelompok Rentan

15 July 2026
BaleBengong

© 2024 BaleBengong Media Warga Berbagi Cerita. Web hosted by BOC Indonesia

Informasi Tambahan

  • Iklan
  • Peringatan
  • Kontributor
  • Bagi Beritamu!
  • Tanya Jawab
  • Panduan Logo

Temukan Kami

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Liputan Mendalam
  • Berita Utama
  • Opini
  • Travel
  • Lingkungan
  • Sosok
  • Budaya
  • Sosial
  • Teknologi
  • Gaya Hidup
  • Arsip

© 2024 BaleBengong Media Warga Berbagi Cerita. Web hosted by BOC Indonesia