• Beranda
  • Pemasangan Iklan
  • Kontak
  • Bagi Beritamu!
  • Tentang Kami
Wednesday, April 29, 2026
  • Login
BaleBengong.id
  • Liputan Mendalam
  • Berita Utama
  • Opini
  • Travel
  • Lingkungan
  • Sosok
  • Budaya
  • Sosial
  • Teknologi
  • Gaya Hidup
  • Arsip
No Result
View All Result
  • Liputan Mendalam
  • Berita Utama
  • Opini
  • Travel
  • Lingkungan
  • Sosok
  • Budaya
  • Sosial
  • Teknologi
  • Gaya Hidup
  • Arsip
No Result
View All Result
BaleBengong
No Result
View All Result
Home Berita Utama

Arsitek pun Bisa Jadi Bonek

Riri Prabandari by Riri Prabandari
7 May 2011
in Berita Utama, Kabar Baru
0
1
Sebagai desainer, mereka selalu memberikan hasil sebaik mungkin pada klien. Foto Architect Under Big 3.

Bermodal nekat dan jaringan, dua arsitek muda membangun studionya sendiri.

Mereka membagi pengalamannya dalam diskusi bulanan Architect Under Big 3 Jumat malam kemarin. Kali ini I Gst. Ag. Ngr. Widianingrat, akrab dipanggil Jung Yat, dan Made Sugiantara, lebih akrab dipanggil Sugi. Mereka berbagi cerita tentang pengalaman ketika memutuskan membentuk studio desain lansekap dan arsitektur sendiri.

Hujan lebat mengguyur kota Denpasar sejak sore hari. Namun, hal tersebut tidak mengurangi antusiasme peserta yang datang. Tampak di antara audien ada Pepe Giuseppe. Mereka tetap bersemangat ketika menyimak presentasi dan video yang disajikan oleh Jung Yat dan Sugi.

Keputusan membangun studio desain sendiri berawal dari sebuah proyek proposal arsitektur lansekap di antara “fase kevakuman” mereka. Dengan modal kenekatan dan ilmu selama bekerja pada konsultan arsitektur dan lansekap lain, akhirnya pada tahun 2010 mereka memutuskan untuk membentuk studio desain lansekap dan arsitektur sendiri. Mereka mendirikannya bersama seorang teman.

Mereka serasa bonek alias bondo (modal) nekat. Berbekal kenekatan dan koneksi yang mereka miliki, studio ini akhirnya berjalan. Namun, pada perjalanannya tetap terdapat kerikil-kerikil tajam yang menjadi hambatan selama berkarya. Sampai saat ini mereka sudah menghasilkan beberapa karya baik masih berupa proposal maupun yang sudah terbangun.

Presentasi yang dilanjutkan dengan sesi diskusi berlangsung hangat. Delapan peserta antusias mengajukan pertanyaan.

Diskusi diawali ketika salah seorang audien bertanya strategi Jung Yat dan Sugi untuk bertahan dan bisa menarik klien. Pertanyaan ini dijawab dengan bijak oleh Jung Yat dan Sugi.

Sebagai desainer, mereka harus selalu memberikan hasil sebaik mungkin untuk diperlihatkan kepada klien. Ketika memberikan hasil terbaik maka pilihan hasilnya adalah proyek tersebut berhasil atau gagal. “Namun, ketika kita tidak mencoba maka hasil yang didapatkan pasti hanya gagal,” ujar mereka.

Prinsip tersebut selalu mereka gunakan dalam proses mendesain; selalu memberikan yang terbaik.

Rossi Irawan turut bertanya. “Bagaimana pengertian sebuah desain lansekap dan apa saja lingkup kerja desain lansekap serta pesan apa yang ingin disampaikan dalam desain kepada klien?” tanya salah satu presenter pada Architects Under Big 3 #9 ini.

Menurut Jung Yat dan Sugi, pengertian lansekap bagi mereka berdua adalah pekerjaan yang meliputi softscape dan hardscape. Lighting merupakan salah satu elemen di dalamnya. Untuk pesan yang ingin mereka sampaikan, saat ini mereka masih dalam proses pencarian jati diri sehingga masih belum dapat menemukan pesan atau benang merah dari desain-desain mereka tersebut.

Penanya lain lebih banyak bertanya bagaimana cara mereka untuk meyakinkan klien, bagaimana caranya tentang teknologi bahan dan cara mereka mempertahankan idealisme mereka kepada klien.

Pertanyaan-pertanyaan tersebut dijawab bergantian antara Jung Yat dan Sugi.

Mereka mendapatkan info-info mengenai teknologi dari internet. Kadang-kadang mereka mendapatkan info tersebut dari klien maupun pihak-pihak lain. Dalam mempertahankan idealisme terhadap klien, tidak sepenuhnya mereka berdiri pada idealisme mereka karena tetap harus memahami keinginan klien.

Membentuk sebuah studio arsitektur, lansekap maupun keduanya merupakan hal yang mudah namun juga sulit. Butuh keberanian, kenekatan dalam memulai langkah pertama sebagai arsitek independen.

Dalam setahun pertamanya Jung Yat dan Sugi sudah dapat menunjukan eksistensinya di dunia arsitektur dan lansekap. Perlahan namun pasti mereka berdua sudah mulai menapaki fase lebih stabil. [b]

Tags: ArsitekturAUB3DiskusiKomunitas
Liputan Mendalam BaleBengong.ID
Riri Prabandari

Riri Prabandari

Mulanya seni sebagai hobi, kemudian jatuh cinta sedalam-dalamnya sehingga memutuskan untuk melanjutkan pendidikan di Institut Seni Indonesia Yogyakarta. Setelah berhasil lulus sampai sekarang masih setia di jalurnya dengan bekecimpung di lahan manajemen seni dan budaya.

Related Posts

Sampah Plastik Ancam Padang Lamun Bali

Sampah Plastik Ancam Padang Lamun Bali

22 April 2026
Mendata Bencana Banjir dengan Crowdsourcing

Mendata Bencana Banjir dengan Crowdsourcing

17 September 2025
Jajan Asik dan Murah di Pasar Badung

Renovasi Pasar Tradisional Bali: Identitas yang Terkubur di Balik Keseragaman Desain

22 August 2025
Aksi Bali Mengkritisi Kebijakan Bias Gender dan Tolak RUU TNI

Gerakan Kesadaran Neurodiversitas untuk Keberagaman dan Melawan Stigma

21 June 2025
Gemuruh di Bali Utara: Hulutara, Irama Utara, Beluluk (Bagian 1)

Gemuruh di Bali Utara: Hulutara, Irama Utara, Beluluk (Bagian 1)

4 September 2023
Menyambut Kelinci Air di Benoa

Menyambut Kelinci Air di Benoa

24 January 2023
Next Post
Suntikan Semangat Media Arus Utama

Suntikan Semangat Media Arus Utama

Comments 1

  1. Riri Prabandari says:
    15 years ago

    jung yat, sugi & sasta! cihui banget 😀

    Reply

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Temukan Kami

Kelas Literasi BaleBengong
Melali Melali Melali
Seberapa Aman Perilaku Digitalmu? Seberapa Aman Perilaku Digitalmu? Seberapa Aman Perilaku Digitalmu?

Kabar Terbaru

IAGI Bali Selidiki Lereng Kritis di Lokapaksa Ancam Puluhan Warga

IAGI Bali Selidiki Lereng Kritis di Lokapaksa Ancam Puluhan Warga

29 April 2026
Alasan Koster soal Regulasi Sampah tidak Optimal

Alasan Koster soal Regulasi Sampah tidak Optimal

29 April 2026
Aksi Kemanusiaan AMSI Bali

Aksi Kemanusiaan AMSI Bali

28 April 2026
[Matan Ai] Bali dan Pembusukan Pembangunan

Menjinakkan Suara Kritis Kampus

28 April 2026
BaleBengong

© 2024 BaleBengong Media Warga Berbagi Cerita. Web hosted by BOC Indonesia

Informasi Tambahan

  • Iklan
  • Peringatan
  • Kontributor
  • Bagi Beritamu!
  • Tanya Jawab
  • Panduan Logo

Temukan Kami

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Liputan Mendalam
  • Berita Utama
  • Opini
  • Travel
  • Lingkungan
  • Sosok
  • Budaya
  • Sosial
  • Teknologi
  • Gaya Hidup
  • Arsip

© 2024 BaleBengong Media Warga Berbagi Cerita. Web hosted by BOC Indonesia