• Beranda
  • Pemasangan Iklan
  • Kontak
  • Bagi Beritamu!
  • Tentang Kami
Thursday, May 21, 2026
  • Login
BaleBengong.id
  • Liputan Mendalam
  • Berita Utama
  • Opini
  • Travel
  • Lingkungan
  • Sosok
  • Budaya
  • Sosial
  • Teknologi
  • Gaya Hidup
  • Arsip
No Result
View All Result
  • Liputan Mendalam
  • Berita Utama
  • Opini
  • Travel
  • Lingkungan
  • Sosok
  • Budaya
  • Sosial
  • Teknologi
  • Gaya Hidup
  • Arsip
No Result
View All Result
BaleBengong
No Result
View All Result
Home Gaya Hidup Agenda

Apresiasi Puisi Johann Wolfgang von Goethe

Anton Muhajir by Anton Muhajir
2 March 2010
in Agenda, Budaya, Kabar Baru
0
1

Teks Dikirim Komunitas Sahaja, Foto Ilustrasi Internet

Yang kenal diri juga sang lain
Di sini pun kan menyadari:
Timur dan Barat berpilin
Tak terceraikan lagi.

Sajak terkenal ini, yang ditulis oleh Johann Wolfgang von Goethe pada tahun 1826, menunjukkan bahwa pujangga Jerman terbesar itu sangat sadar akan pentingnya dialog antarbudaya. Dan Goethe sendiri, melalui karya dan tindakannya, telah menjadikan dirinya jembatan antara Barat dan Timur. Terutama hubungan Goethe dengan agama Islam merupakan sebuah fenomena menakjubkan dalam kehidupannya. Sejak muda ia menaruh minat terhadap Islam, dan rasa hormat dan kagum terhadap agama itu dapat disaksikan dalam tulisannya, terutama dalam kumpulan puisi Diwan Barat-Timur yang dianggap salah satu dari mahakaryanya.

Pada tahun 2007 untuk pertama kali terbit sebuah kumpulan puisi Goethe yang diterjemahkan ke bahasa Indonesia. Buku berjudul „Satu dan Segalanya“ itu merupakan jilid IV dari Seri Puisi Jerman yang dieditori oleh kedua penerjemahnya, yaitu Berthold Damshäuser dan Agus R. Sarjono.

Goethe-Institut Jakarta pada tahun 2007 dan 2008 telah menyelenggarakan berbagai acara pembacaan dan diskusi puisi Goethe yang melibatkan Agus R. Sarjono dan Berthold Damshäuser.

Pada tahun ini, Goethe-Institut Jakarta bersama Komunitas Sahaja dan Unit Kegiatan Mahasiswa Udayana Scientific Club (USC) juga akan menyelenggarakan acara serupa yakni pada Kamis, 4 Maret 2010, pukul 18.00 wita, bertempat di Auditorium Widya Sabha, Fakultas Kedokteran Universitas Udayana, Jalan Jenderal Sudirman
Denpasar

“Pada acara tersebut akan tampil Berthold Damshäuser sebagai narasumber dalam diskusi puisi Goethe serta hadir penyair Warih Wisatsana dilibatkan sebagai moderator. Di samping itu, penyair Bali Tan Lioe Ie, akan membacakan berbagai Dithyrambos Dionysos, puisi Friedrich Nietzsche yang berkaitan erat dengan bukunya „Demikian Sabda Zarathustra“. Jadi kami akan sangat senang apabila kawan-kawan turut hadir dalam acara tersebut,” papar Ni Ketut Sudiani, koordinator program.

Berthold Damshäuser lahir di Wanne-Eickel/Jerman pada tahun 1957. Sejak 1986 ia mengajar bahasa dan sastra Indonesia di Institut für Orient- und Asienwissenschaften (Lembaga Kajian Asia) di Universitas Bonn. Ia pemimpin redaksi “Orientierungen“ –sebuah jurnal tentang kebudayaan-kebudayaan Asia–, penerjemah puisi Jerman ke bahasa Indonesia dan puisi Indonesia ke bahasa Jerman, penyunting antologi puisi Indonesia dan Jerman. Ia juga salah seorang pendiri Komisi Jerman-Indonesia untuk Bahasa dan Sastra. [b]

Foto diambil dari sini.

Tags: AgendaBudayaDenpasarJaringanPuisiSastraSosok
Liputan Mendalam BaleBengong.ID
Anton Muhajir

Anton Muhajir

Jurnalis lepas, blogger, editor, dan nyambi tukang kompor. Menulis lepas di media arus utama ataupun media komunitas sambil sesekali terlibat dalam literasi media dan gerakan hak-hak digital.

Related Posts

Rekapitulasi Dampak Banjir 24 Februari 2026 di 76 Titik Kejadian

Kota Denpasar Memiliki Banyak Air Hujan tapi Kehilangan Kemampuan Menyimpan

21 May 2026
Membaca di Ruang Publik jadi Aktivitas Sosial

Membaca di Ruang Publik jadi Aktivitas Sosial

15 May 2026
Sekolah untuk Siapa? Ilusi Meritokrasi dalam Pendidikan Indonesia

Sekolah untuk Siapa? Ilusi Meritokrasi dalam Pendidikan Indonesia

14 May 2026
Sampah Plastik Ancam Padang Lamun Bali

Sampah Plastik Ancam Padang Lamun Bali

22 April 2026
Bencana Sunyi: Penurunan Muka Tanah Akibat Eksploitasi Airtanah di Bali

Bencana Sunyi: Penurunan Muka Tanah Akibat Eksploitasi Airtanah di Bali

20 April 2026
Banjar Saraswati Mengurai yang Tersisa, Menyemai yang Bermakna

Banjar Saraswati Mengurai yang Tersisa, Menyemai yang Bermakna

7 April 2026
Next Post
Keluarga Kecil di Sel Nomor 9

Keluarga Kecil di Sel Nomor 9

Comments 1

  1. iwan says:
    16 years ago

    nice photo bro bisa gak gw ambil photo wolfnya untuk koleksi ya , tengkiu before and after

    Reply

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Temukan Kami

Kelas Literasi BaleBengong
Melali Melali Melali
Seberapa Aman Perilaku Digitalmu? Seberapa Aman Perilaku Digitalmu? Seberapa Aman Perilaku Digitalmu?

Kabar Terbaru

Rekapitulasi Dampak Banjir 24 Februari 2026 di 76 Titik Kejadian

Kota Denpasar Memiliki Banyak Air Hujan tapi Kehilangan Kemampuan Menyimpan

21 May 2026
Ruang Healing di Pesisir yang Berubah

Membangkitkan Lima Lapisan Kesadaran Diri

21 May 2026
Bahasa yang Dibentuk Merek Dagang

Bahasa yang Dibentuk Merek Dagang

20 May 2026

Tiga Chef Muda Bali Bicara Tantangan Pangan Lokal

19 May 2026
BaleBengong

© 2024 BaleBengong Media Warga Berbagi Cerita. Web hosted by BOC Indonesia

Informasi Tambahan

  • Iklan
  • Peringatan
  • Kontributor
  • Bagi Beritamu!
  • Tanya Jawab
  • Panduan Logo

Temukan Kami

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Liputan Mendalam
  • Berita Utama
  • Opini
  • Travel
  • Lingkungan
  • Sosok
  • Budaya
  • Sosial
  • Teknologi
  • Gaya Hidup
  • Arsip

© 2024 BaleBengong Media Warga Berbagi Cerita. Web hosted by BOC Indonesia