• Beranda
  • Pemasangan Iklan
  • Kontak
  • Bagi Beritamu!
  • Tentang Kami
Sunday, January 18, 2026
  • Login
BaleBengong.id
  • Liputan Mendalam
  • Berita Utama
  • Opini
  • Travel
  • Lingkungan
  • Sosok
  • Budaya
  • Sosial
  • Teknologi
  • Gaya Hidup
  • Arsip
No Result
View All Result
  • Liputan Mendalam
  • Berita Utama
  • Opini
  • Travel
  • Lingkungan
  • Sosok
  • Budaya
  • Sosial
  • Teknologi
  • Gaya Hidup
  • Arsip
No Result
View All Result
BaleBengong
No Result
View All Result
Home Gaya Hidup Agenda

Apresiasi Puisi Johann Wolfgang von Goethe

Anton Muhajir by Anton Muhajir
2 March 2010
in Agenda, Budaya, Kabar Baru
0
1

Teks Dikirim Komunitas Sahaja, Foto Ilustrasi Internet

Yang kenal diri juga sang lain
Di sini pun kan menyadari:
Timur dan Barat berpilin
Tak terceraikan lagi.

Sajak terkenal ini, yang ditulis oleh Johann Wolfgang von Goethe pada tahun 1826, menunjukkan bahwa pujangga Jerman terbesar itu sangat sadar akan pentingnya dialog antarbudaya. Dan Goethe sendiri, melalui karya dan tindakannya, telah menjadikan dirinya jembatan antara Barat dan Timur. Terutama hubungan Goethe dengan agama Islam merupakan sebuah fenomena menakjubkan dalam kehidupannya. Sejak muda ia menaruh minat terhadap Islam, dan rasa hormat dan kagum terhadap agama itu dapat disaksikan dalam tulisannya, terutama dalam kumpulan puisi Diwan Barat-Timur yang dianggap salah satu dari mahakaryanya.

Pada tahun 2007 untuk pertama kali terbit sebuah kumpulan puisi Goethe yang diterjemahkan ke bahasa Indonesia. Buku berjudul „Satu dan Segalanya“ itu merupakan jilid IV dari Seri Puisi Jerman yang dieditori oleh kedua penerjemahnya, yaitu Berthold Damshäuser dan Agus R. Sarjono.

Goethe-Institut Jakarta pada tahun 2007 dan 2008 telah menyelenggarakan berbagai acara pembacaan dan diskusi puisi Goethe yang melibatkan Agus R. Sarjono dan Berthold Damshäuser.

Pada tahun ini, Goethe-Institut Jakarta bersama Komunitas Sahaja dan Unit Kegiatan Mahasiswa Udayana Scientific Club (USC) juga akan menyelenggarakan acara serupa yakni pada Kamis, 4 Maret 2010, pukul 18.00 wita, bertempat di Auditorium Widya Sabha, Fakultas Kedokteran Universitas Udayana, Jalan Jenderal Sudirman
Denpasar

“Pada acara tersebut akan tampil Berthold Damshäuser sebagai narasumber dalam diskusi puisi Goethe serta hadir penyair Warih Wisatsana dilibatkan sebagai moderator. Di samping itu, penyair Bali Tan Lioe Ie, akan membacakan berbagai Dithyrambos Dionysos, puisi Friedrich Nietzsche yang berkaitan erat dengan bukunya „Demikian Sabda Zarathustra“. Jadi kami akan sangat senang apabila kawan-kawan turut hadir dalam acara tersebut,” papar Ni Ketut Sudiani, koordinator program.

Berthold Damshäuser lahir di Wanne-Eickel/Jerman pada tahun 1957. Sejak 1986 ia mengajar bahasa dan sastra Indonesia di Institut für Orient- und Asienwissenschaften (Lembaga Kajian Asia) di Universitas Bonn. Ia pemimpin redaksi “Orientierungen“ –sebuah jurnal tentang kebudayaan-kebudayaan Asia–, penerjemah puisi Jerman ke bahasa Indonesia dan puisi Indonesia ke bahasa Jerman, penyunting antologi puisi Indonesia dan Jerman. Ia juga salah seorang pendiri Komisi Jerman-Indonesia untuk Bahasa dan Sastra. [b]

Foto diambil dari sini.

Tags: AgendaBudayaDenpasarJaringanPuisiSastraSosok
Liputan Mendalam BaleBengong.ID
Anton Muhajir

Anton Muhajir

Jurnalis lepas, blogger, editor, dan nyambi tukang kompor. Menulis lepas di media arus utama ataupun media komunitas sambil sesekali terlibat dalam literasi media dan gerakan hak-hak digital.

Related Posts

Inilah Panduan Nyepi Tanpa Internet Tahun Ini

Tersingkir di Tanah Sendiri

12 November 2025
Telinga yang Tidak Dijual di Pasar Saham: Perempuan Antara Karir dan Domestik

Telinga yang Tidak Dijual di Pasar Saham: Perempuan Antara Karir dan Domestik

23 October 2025
Ketimpangan Ruang dan Kelas di Pasar Badung

Ketimpangan Ruang dan Kelas di Pasar Badung

21 October 2025

Ancaman Kesehatan Pasca Banjir di Bali

8 October 2025
Mengelola Dana Darurat Banjir Bali: Antara Potensi dan Transparansi

Mengelola Dana Darurat Banjir Bali: Antara Potensi dan Transparansi

20 September 2025
Mendata Bencana Banjir dengan Crowdsourcing

Mendata Bencana Banjir dengan Crowdsourcing

17 September 2025
Next Post
Keluarga Kecil di Sel Nomor 9

Keluarga Kecil di Sel Nomor 9

Comments 1

  1. iwan says:
    16 years ago

    nice photo bro bisa gak gw ambil photo wolfnya untuk koleksi ya , tengkiu before and after

    Reply

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Temukan Kami

Kelas Literasi BaleBengong
Melali Melali Melali
Seberapa Aman Perilaku Digitalmu? Seberapa Aman Perilaku Digitalmu? Seberapa Aman Perilaku Digitalmu?

Kabar Terbaru

Siwaratri sebagai Ruang Kontemplasi Menghadapi Krisis Batin Kehidupan Modern

18 January 2026
Petani Batur Datangi Kementerian Kehutanan dan Kementerian Investasi

Petani Batur Datangi Kementerian Kehutanan dan Kementerian Investasi

17 January 2026
Gender dan Kesetaraan Performatif di Bali

Gender dan Kesetaraan Performatif di Bali

17 January 2026
Literasi Digital dan Pencegahan Cyberbullying bagi Pelajar di Denpasar

Literasi Digital dan Pencegahan Cyberbullying bagi Pelajar di Denpasar

16 January 2026
BaleBengong

© 2024 BaleBengong Media Warga Berbagi Cerita. Web hosted by BOC Indonesia

Informasi Tambahan

  • Iklan
  • Peringatan
  • Kontributor
  • Bagi Beritamu!
  • Tanya Jawab
  • Panduan Logo

Temukan Kami

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Liputan Mendalam
  • Berita Utama
  • Opini
  • Travel
  • Lingkungan
  • Sosok
  • Budaya
  • Sosial
  • Teknologi
  • Gaya Hidup
  • Arsip

© 2024 BaleBengong Media Warga Berbagi Cerita. Web hosted by BOC Indonesia