• Beranda
  • Pemasangan Iklan
  • Kontak
  • Bagi Beritamu!
  • Tentang Kami
Thursday, August 27, 2026
  • Login
BaleBengong.id
  • Liputan Mendalam
  • Berita Utama
  • Opini
  • Travel
  • Lingkungan
  • Sosok
  • Budaya
  • Sosial
  • Teknologi
  • Gaya Hidup
  • Arsip
No Result
View All Result
  • Liputan Mendalam
  • Berita Utama
  • Opini
  • Travel
  • Lingkungan
  • Sosok
  • Budaya
  • Sosial
  • Teknologi
  • Gaya Hidup
  • Arsip
No Result
View All Result
BaleBengong
No Result
View All Result
Home Gaya Hidup Agenda

Anak Muda Peduli Mengheningkan Bumi

Maryo Kempes by Maryo Kempes
1 March 2010
in Agenda, Kabar Baru, Lingkungan
0
0

Teks dan Foto Fransiska Kusumadewi

Tahun 2010 merupakan tahun ketiga Hari Hening Sedunia atau World Silent Day (WSD) dilaksanakan. Berbagai aksi dipersiapkan menjelang 21 Maret 2010 nanti. Tahun ini aksi lebih fokus dalam penggalangan tanda tangan. Penggerak utama aksi menggalang tanda tangan ini adalah Tim Pemuda WSD. Mereka terdiri dari relawan muda yang berasal dari Sahabat Walhi Bali dan mahasiswa Universitas Udayana, Bali.

Beberapa teman dari daerah lain seperti Jakarta dan Bandung maupun negara lain seperti Nepal, Australia dan Jerman juga ikut membantu mengampanyekan WSD dan menggalang tanda tangan di lingkungannya. Tim kampanye di Bali melaksanakan agenda aksi sejak 13 Februari lalu hingga 14 Maret 2010 nanti. Selain penggalangan tanda tangan, kelompok relawan muda ini juga melakukan aksi reli sepeda sekaligus pembersihan sungai pada 20 Maret mendatang.

Aksi mengkampanyekan WSD diawali dengan penggalangan tanda tangan di Art Centre, pada 13 Februari 2010 oleh Tim Muda KBPI yang terdiri atas 19 orang pada saat itu. Tim muda Kolaborasi Bali untuk Perubahan Iklim (KBPI) bekerja sama dengan Komunitas Sunda di Bali yang melaksanakan acara Pamanahan Mini Carnival. Penggalangan yang sekaligus ajakan untuk merayakan WSD di tempat tersebut cukup sukses. Tercatat 407 tanda tangan dari para tamu memenuhi form tanda tangan WSD.

Aksi berikutnya terjadi di Denpasar Junction pada 15-21 Februari 2010. Acara ini bekerja sama dengan Himpunan Mahasiswa Jurusan Desain Komunikasi Visual (DKV), Fakultas Seni Rupa dan Desain, Institut Seni Indonesia (ISI) Denpasar. Pada beberapa hari sebelum tanggal 20 Februari, pengunjung yang datang tidak terlalu ramai. Mereka yang menandatangani form dukungan WSD kira-kira 50 orang per hari. Tetapi pada tanggal 20 dan 21 satu Februari, yang merupakan hari penutupan, pengunjung sangat ramai. Mayoritas adalah para remaja dan usia muda.

Tak dapat dipungkiri, keramaian di Denpasar Junction kali itu karena Mahasiswa DKV menghadirkan berbagai grup band indie, termasuk Superman Is Dead (SID). Tim KBPI banyak mendapat keuntungan dalam acara tersebut. Terkumpul 1550 tanda tangan dukungan. Hal yang menyenangkan, SID juga ikut mengkampanyekan WSD di atas panggung dan disaksikan pengunjung yang histeris. Ketiga personil SID itu pun sempat mengatakan dukungan yang tinggi akan gerakan WSD dan siap membantu tim kampanye WSD jika diperlukan.

Pada hari Saraswati, 27 Februari 2010 lalu, tim relawan muda memanfaatkan hari tersebut dengan bergeriliya secara ’brak to brak’(-sebutan dari salah satu relawan untuk menyebut pendekatan secara oral) di lapangan Puputan, tepatnya di depan Pura Jagatnatha, Denpasar. Penerangan yang kurang tidak menghalangi niat kami untuk bekerja demi Bumi ini walau hanya ada delapan relawan. Dibantu dengan sinar dari telepon genggam masing-masing, relawan kami bergeriliya.

Begitu banyak orang yang sembahyang, ditambah terdapat pula pementasan tari bali dan bondres yang mengundang banyak orang untuk diam dan menyaksikan acara tersebut. Aksi terpaksa kami lakukan dengan ’brak to brak’ mengunjungi orang per orang atau beberapa kelompok yang sedang duduk bersama. Kelu terasa pada bibir kami semua tapi tak menghentikan kami untuk berusaha, hingga hujan yang agak deras turun dan menghentikkan kami. Tercatat 374 tanda tangan dukungan yang kita dapat. Usaha yang cukup berhasil hari itu.

Minggu ini, yakni tanggal 6 Maret 2010 kami akan aksi di sekitar Kuta (Ground Zero, Pantai Kuta dan Centro). Semoga aksi berikut ini akan membuahkan banyak dukungan tanda tangan. Hingga saat ini tanda tangan dukungan yang terkumpul ada 5.809. Perjalanan yang mungkin agak panjang untuk memenuhi persyaratan 10.000.000 tanda tangan agar WSD dapat diakui secara internasional. Tetapi kami percaya dengan semangat dan keinginan kami yang besar angka itu pasti akan tercapai.

Dan, jangan lupa melaksanakan heningnya pada 21 Maret mendatang. Hanya empat jam dari pukul 10 pagi hingga 2 sore tanpa listrik dan kendaraan bermotor. Sangat sederhana, tapi itu sudah berarti banyak untuk bumi kita. [b]

Tags: AgendaBaliJaringanLingkunganLSMNGOWorld Silent Day
Liputan Mendalam BaleBengong.ID
Maryo Kempes

Maryo Kempes

Sumaryo sering dipanggil Maryo Kempes asli Jawa, lahir dan besar di Lampung dan sekarang tinggal di Denpasar, Bali. Sibuk kuliah dan menjadi volunter Sahabat Walhi Bali. Mari bersama kita wujudkan lingkungan yang berkeadilan dan berkelanjutan untuk masa depan yang lebih baik.. Go Greens.

Related Posts

Understanding the “Sulfur Burst” Phenomenon in Lake Batur and its Root Causes

Understanding the “Sulfur Burst” Phenomenon in Lake Batur and its Root Causes

12 August 2026
Jejak Gunung Api Bawah Laut: Menelusuri Lava Bantal Ponjok Batu, Kisah Geologi di Bali Utara

Jejak Gunung Api Bawah Laut: Menelusuri Lava Bantal Ponjok Batu, Kisah Geologi di Bali Utara

12 August 2026

Mengenal Trend Asia, Penggerak Advokasi Energi dan Lingkungan

27 July 2026
Memahami Fenomena “Semburan Belerang” di Danau Batur dan akar masalahnya

Memahami Fenomena “Semburan Belerang” di Danau Batur dan akar masalahnya

26 July 2026
Lelaki yang Berdiri 150 Meter dari Kawah: Mengenang Stehn dan Letusan Batur 1926

Lelaki yang Berdiri 150 Meter dari Kawah: Mengenang Stehn dan Letusan Batur 1926

20 July 2026
Membaca Series Nature Crime Mongabay: Seberapa Jahat Manusia kepada Alam?

Membaca Series Nature Crime Mongabay: Seberapa Jahat Manusia kepada Alam?

17 July 2026
Next Post

Apresiasi Puisi Johann Wolfgang von Goethe

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Temukan Kami

Kelas Literasi BaleBengong
Melali Melali Melali
Seberapa Aman Perilaku Digitalmu? Seberapa Aman Perilaku Digitalmu? Seberapa Aman Perilaku Digitalmu?

Kabar Terbaru

Warisan Budaya Kolonial Dulu dan Kini

Warisan Budaya Kolonial Dulu dan Kini

27 August 2026
Kembali ke Akar di Gema Kemerdekaan Legian Kelod 2026

Kembali ke Akar di Gema Kemerdekaan Legian Kelod 2026

27 August 2026
Pengorbanan Atas Nama Pariwisata di Kintamani

Nasib Warga di Balik Alih Fungsi Lahan Kawasan Kintamani

26 August 2026
Kadishub Bali: Pembiayaan TMD Sudah Tidak Ada, Kami Masih Negoisasi

Alih-Alih Bangun Jalan, Pemerintah Harusnya Serius Mengurus Transportasi Umum

26 August 2026
BaleBengong

© 2024 BaleBengong Media Warga Berbagi Cerita. Web hosted by BOC Indonesia

Informasi Tambahan

  • Iklan
  • Peringatan
  • Kontributor
  • Bagi Beritamu!
  • Tanya Jawab
  • Panduan Logo

Temukan Kami

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Liputan Mendalam
  • Berita Utama
  • Opini
  • Travel
  • Lingkungan
  • Sosok
  • Budaya
  • Sosial
  • Teknologi
  • Gaya Hidup
  • Arsip

© 2024 BaleBengong Media Warga Berbagi Cerita. Web hosted by BOC Indonesia