• Beranda
  • Pemasangan Iklan
  • Kontak
  • Bagi Beritamu!
  • Tentang Kami
Saturday, January 17, 2026
  • Login
BaleBengong.id
  • Liputan Mendalam
  • Berita Utama
  • Opini
  • Travel
  • Lingkungan
  • Sosok
  • Budaya
  • Sosial
  • Teknologi
  • Gaya Hidup
  • Arsip
No Result
View All Result
  • Liputan Mendalam
  • Berita Utama
  • Opini
  • Travel
  • Lingkungan
  • Sosok
  • Budaya
  • Sosial
  • Teknologi
  • Gaya Hidup
  • Arsip
No Result
View All Result
BaleBengong
No Result
View All Result
Home Esai

Aku Sawah: Ruang Hidup yang Diperebutkan

Gita Andari by Gita Andari
8 December 2025
in Esai, Kabar Baru
0
0
Beauty woman posing in the rise, nature bali (Freepik/sergeycauselove)

Karena aku sawah.
Dan selama aku ada, kehidupan masih mungkin tumbuh.

Aku ingin memperkenalkan diri, meski manusia jarang benar-benar mendengarkan tanah yang diinjaknya. Namaku tidak pernah jauh dari lumpur, air, dan sesuatu yang kalian sebut “padi”. Kalian memanggilku sawah. Ruang yang basah, hijau, lengang, dan tampak sederhana. Kini aku sering dianggap latar belakang foto, tempat singgah sesaat.

Aku bukan ruang kosong.
Aku adalah tubuh yang tidak pernah berhenti bekerja.
Hari ini, sebelum aku benar-benar hilang dari peta dan ingatan, aku ingin bercerita dari sudutku. Sudut di mana aku selalu menanggung akibat pilihan manusia.

Inilah aku: sawah, ruang hidup yang sedang diperebutkan.

Betapa seringnya aku mendengar manusia menyebutku “Indah. Estetik. Instagramable.”

Aku tersenyum getir.

Ketika kalian hanya datang untuk memotretku, apakah kalian benar-benar mencintaiku, atau hanya sedang mengoleksi kemasan dari sebuah keindahan yang tidak kalian rawat?

Orang-orang sering bilang aku diperebutkan oleh petani, pengembang, pejabat, atau investor.

Satu melihat tanah sebagai tubuh yang memberi makan.
Satu melihat tanah sebagai aset yang bisa dipindah-tangankan.

Satu menanam benih untuk masa depan.
Satu menanam beton untuk keuntungan hari ini.

Dalam peperangan dua cara pandang itu, aku menjadi korban. Setiap kali beton menutup permukaanku, siklus hidup terhenti: air tak lagi meresap, tanah tak lagi bernapas, akar tak lagi tumbuh, suhu mengeras, burung dan capung pergi.

Kehidupan mundur selangkah demi selangkah. Dan dengan setiap langkah itu, aku kehilangan diriku sendiri.

Manusia membutuhkan air, tetapi menutup sumber air.
Manusia membutuhkan udara sejuk, tetapi menebang penjaga kesegaran itu.
Manusia membutuhkan pangan, tetapi menghancurkan tempat lahirnya.


Ada prinsip sederhana yang kutemukan dari perjalanan panjangku, bahwa segala yang hidup membutuhkan ruang.

Padi membutuhkan ruang untuk mengakar.
Air membutuhkan ruang untuk mengalir.
Burung dan hewan-hewan membutuhkan ruang untuk mencari makan.
Petani membutuhkan ruang untuk bekerja.

Tetapi ruang, bagi manusia, justru menjadi medan perang.
Semakin kalian menginginkannya, semakin kalian saling salip.

Aku tidak merasa memiliki siapa pun. Aku hanya ingin memberi ruang kepada semua yang kecil, yang rapuh, yang lelah, yang mencari rumah, yang mencari makan, juga yang mencari ketenangan.

Tetapi ruang yang kuberi makin lama makin dipersempit.

Aku tidak ingin dipuja.
Aku tidak peduli dijadikan ikon.
Aku tidak ingin dijadikan destinasi yang dipercantik hanya untuk mata yang rakus.

Aku hanya ingin dibiarkan hidup sebagai tanah.
Sebagai sawah.
Sebagai ruang yang bisa bekerja tanpa harus membuktikan keindahannya setiap detik.

Biarkan aku tumbuh.
Biarkan akar-akar kecil merayap di tubuhku.
Biarkan air menyelinap ke sela-selaku.
Biarkan burung-burung, capung, kaki petani, kembali setiap pagi.

Tubuhku adalah Buku yang Bisa Kalian Baca.

Jika kalian ingin memaknai dunia, mulailah dari tanah yang kalian injak.
Jika kalian ingin memahami proses, ingatlah bahwa hidup dimulai dari benih.

Karena aku sawah.
Dan selama aku ada, kehidupan masih mungkin tumbuh.

Pada akhirnya jika aku buku yang tidak lagi dibaca. Maka aku akan menghilang. Begitu pula benih dan tanah. 

Tags: esaisawah di bali
Liputan Mendalam BaleBengong.ID
Gita Andari

Gita Andari

Related Posts

Subak kini Hanya Dilihat sebagai Objek Wisata bukan Sosio Ekologis

Subak kini Hanya Dilihat sebagai Objek Wisata bukan Sosio Ekologis

10 January 2026
Herbalova, Pendokumentasian Tanaman Obat dari Imaji Anak-anak

Mengapa Laki-Laki Lebih Mudah Menangis karena Sepakbola daripada Cinta?

4 January 2026
Hibah itu Dana Publik, Digunakan sebagai Modal Pilgub?

Hibah itu Dana Publik, Digunakan sebagai Modal Pilgub?

13 August 2024
Pantai di Bali Bisa Saja Dibuka Lagi, tetapi…

Percayalah, Dunia Tak Akan Lagi Sama setelah Pandemi Ini

8 July 2020
Rasisme, Emon dan Tertawalah Sebelum Dilarang

Rasisme, Emon dan Tertawalah Sebelum Dilarang

22 June 2020
Warisan Puisi Gugatan dari Putu Vivi Lestari

Puisi untuk Melawan Kuatnya Patriarki

28 December 2019
Next Post
Limbah Makanan Mencemari Sampai Jauh

Limbah Makanan Mencemari Sampai Jauh

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Temukan Kami

Kelas Literasi BaleBengong
Melali Melali Melali
Seberapa Aman Perilaku Digitalmu? Seberapa Aman Perilaku Digitalmu? Seberapa Aman Perilaku Digitalmu?

Kabar Terbaru

Literasi Digital dan Pencegahan Cyberbullying bagi Pelajar di Denpasar

Literasi Digital dan Pencegahan Cyberbullying bagi Pelajar di Denpasar

16 January 2026
Rekam Jejak 41 Tahun TPA Suwung: Berulang kali Hendak Ditutup, PSEL Gagal

Rekam Jejak 41 Tahun TPA Suwung: Berulang kali Hendak Ditutup, PSEL Gagal

16 January 2026
Tebe Modern hingga Inovasi Sumur Resapan untuk Menghadapi Banjir

Tebe Modern hingga Inovasi Sumur Resapan untuk Menghadapi Banjir

15 January 2026
Refleksi Gastro Kolonialisme dari Monyet Milenial

Refleksi Gastro Kolonialisme dari Monyet Milenial

14 January 2026
BaleBengong

© 2024 BaleBengong Media Warga Berbagi Cerita. Web hosted by BOC Indonesia

Informasi Tambahan

  • Iklan
  • Peringatan
  • Kontributor
  • Bagi Beritamu!
  • Tanya Jawab
  • Panduan Logo

Temukan Kami

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Liputan Mendalam
  • Berita Utama
  • Opini
  • Travel
  • Lingkungan
  • Sosok
  • Budaya
  • Sosial
  • Teknologi
  • Gaya Hidup
  • Arsip

© 2024 BaleBengong Media Warga Berbagi Cerita. Web hosted by BOC Indonesia