• Beranda
  • Pemasangan Iklan
  • Kontak
  • Bagi Beritamu!
  • Tentang Kami
Tuesday, January 20, 2026
  • Login
BaleBengong.id
  • Liputan Mendalam
  • Berita Utama
  • Opini
  • Travel
  • Lingkungan
  • Sosok
  • Budaya
  • Sosial
  • Teknologi
  • Gaya Hidup
  • Arsip
No Result
View All Result
  • Liputan Mendalam
  • Berita Utama
  • Opini
  • Travel
  • Lingkungan
  • Sosok
  • Budaya
  • Sosial
  • Teknologi
  • Gaya Hidup
  • Arsip
No Result
View All Result
BaleBengong
No Result
View All Result
Home Lingkungan

Akibat Banjir Bah, Tanaman Gebang Rusak Parah

Made Selamat by Made Selamat
7 February 2019
in Lingkungan
0
0


Petani menunjukkan tamanan gebang yang rusak di Desa Dukuh, Karangasem, Bali. Foto Made Selamat.

Tingginya curah hujan membuat petani gebang pusing.

Bagaimana tidak. Tanaman gebang yang mereka tanam sejak 2017 dengan susah payah kini rata dengan material pasir. Guyuran air hujan yang cukup deras menghanyutkan hampir 60 persen tanaman gebang milik Kelompok Darma Kerti.

Hujan turun deras pada Rabu, 5 Februari 2019, di Banjar Dinas Bahel, Desa Dukuh, Kecamatan Kubu Karangasem. Tanaman gebang yang dikembangkan Conservation International (CI) Indonesia Bali bekerja sama dengan kelompok Tani Darma Kerti itu sebenarnya segera siap panen.

Ketua Kelompok Nengah Darma mengatakan tanaman gebang tersebut rencananya akan dipanen dalam beberapa bulan ke depan. “Tyang tidak nyangka tanaman gebang yang kami tanam rata dengan pasir,” ucap Darma seraya memandangi tanaman gebangnya.

Menurut Darma sebelumnya memang terjadi hujan cukup deras di Dukuh dan sekitarnya. Tanaman gebang yang ditanam petani memang berada dekat dengan sungai tetapi lokasinya cukup tinggi kira-kira 50 cm.

“Tyang tidak menduga, bahwa aliran air hujan sampai melebar ke tanaman gebang,” sambungnya.

Darma juga mengatakan tempat yang dipakai lahan menanam gebang sebelumnya belum pernah dialiri air pada saat musim hujan. Air melewati aliran lain di sebelah timur yang sering dilalui air bah setiap musin hujan.
?
Namun, begitulah bencana. Kita tidak bisa menafsirkannya. Kapan akan terjadi kita tidak bisa menduganya. Meskipun sudah mengantisipasi dampaknya.

Lahan tanaman gebang ini seluas 2 hektar yang dikelola secara kelompok dengan jumlah anggota 28 orang. Lokasinya di atas lahan milik I Nengah Parianta dengan pembebasan lahan sukarela untuk kelompok. Akibat hanyut dan rusaknya tanaman gebang ini ditaksir kerugian mencapai puluhan jutaan rupiah.

Tanaman gebang yang dikembangkan Kelompok Tani Darma Kerti ini merupakan salah satu bahan yang digunakan untuk pembuatan rambut rangda serta hiasan penjor yang dikirim sampai ke Denpasar.

Selain itu, tanaman gebang ini juga mempunyai nilai jual cukup tinggi untuk menghasilkan rupiah karena dapat meningkatkan perekonomian warga setempat. Tidak hanya itu, tanaman gebang juga sering diperkenalkan dalam ajang kegiatan Festival di Tulamben beberapa tahun lalu.

Satu buah bibit gebang dengan kualitas bagus yang akan ditanam bisa mencapai Rp 5.000 per bibit baru. Tanaman gebang ini juga tidak membutuhkan perawatan yang khusus karena bisa tumbuh di daerah kering artinya tidak membutuhkan cukup air.

Tanaman gebang yang tumbuh besar akan membutuhkan waktu kurang lebih dua atau tiga tahun untuk siap panen. Setelah panen pertama tanaman gebang akan bisa dipanen kembali setahun dua kali ataupun setahun sekali.

Staf CI Indonesia melihat lokasi kebun tanaman gebang yang rusak. Foto Made Selamat.

Sementara itu, di lokasi sama, staf CI Indonesia Adi Mahardika tampak terlihat mondar-mandir sesekali menghela napas melihat tanaman gebang yang dikelola oleh kelompok Tani Darma Kerti rata dengan tanah saat mengecek lokasi tanaman gebang Rabu kemarin.

“Memang benar laporan dari Pak Nyoman Darma kemarin sore. Beliau menghubungi kami via telepon bahwa tanaman gebangnya rata dengan material pasir dan beberapa lokasi hanyut akibat tingginya curah hujan kemarin siang,” ujarnya.

Beliau juga tetap mendorong warga kelompok Darma Kerti untuk konsisten menanam gebang. “Mungkin nanti tetap dikembangkan dengan lokasi berada di lahan yang lebih tinggi,” sambungnya. [b]

Tags: KarangasemLingkungan
Liputan Mendalam BaleBengong.ID
Made Selamat

Made Selamat

Pengajar. Warga Desa Tulamben, Kecamatan Kubu, Karangasem, Bali.

Related Posts

Tebe Modern hingga Inovasi Sumur Resapan untuk Menghadapi Banjir

Tebe Modern hingga Inovasi Sumur Resapan untuk Menghadapi Banjir

15 January 2026
Krisis Sampah di Bali: Contoh Baik di Desa Ada, kenapa Pemerintah Pilih Bakar Sampah?

Krisis Sampah di Bali: Contoh Baik di Desa Ada, kenapa Pemerintah Pilih Bakar Sampah?

30 December 2025
Kemah Manja di Bali Jungle Camping Padangan

Terasering Subak sebagai Mitigasi Banjir Berbasis Lanskap

22 December 2025
Siaga Banjir! Panduan Praktis untuk Warga Bali di Musim Hujan Ekstrem

Siaga Banjir! Panduan Praktis untuk Warga Bali di Musim Hujan Ekstrem

16 December 2025
Energi Terbarukan di Pulau Bali Hanya Bagus di Atas Kertas, tapi Kenapa Sulit Terwujud

Energi Terbarukan di Pulau Bali Hanya Bagus di Atas Kertas, tapi Kenapa Sulit Terwujud

26 November 2025
Pulau Surga yang Kehilangan Harmoni

Pulau Surga yang Kehilangan Harmoni

16 November 2025
Next Post
Ini Lho Hari Valentine versi Bali

Ini Lho Hari Valentine versi Bali

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Temukan Kami

Kelas Literasi BaleBengong
Melali Melali Melali
Seberapa Aman Perilaku Digitalmu? Seberapa Aman Perilaku Digitalmu? Seberapa Aman Perilaku Digitalmu?

Kabar Terbaru

Permasalahan Petani Hutan di Bali

Permasalahan Petani Hutan di Bali

19 January 2026
Mandaragiri: Saat Leluhur Membaca Bahasa Bumi

Mandaragiri: Saat Leluhur Membaca Bahasa Bumi

19 January 2026

Siwaratri sebagai Ruang Kontemplasi Menghadapi Krisis Batin Kehidupan Modern

18 January 2026
Petani Batur Datangi Kementerian Kehutanan dan Kementerian Investasi

Petani Batur Datangi Kementerian Kehutanan dan Kementerian Investasi

17 January 2026
BaleBengong

© 2024 BaleBengong Media Warga Berbagi Cerita. Web hosted by BOC Indonesia

Informasi Tambahan

  • Iklan
  • Peringatan
  • Kontributor
  • Bagi Beritamu!
  • Tanya Jawab
  • Panduan Logo

Temukan Kami

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Liputan Mendalam
  • Berita Utama
  • Opini
  • Travel
  • Lingkungan
  • Sosok
  • Budaya
  • Sosial
  • Teknologi
  • Gaya Hidup
  • Arsip

© 2024 BaleBengong Media Warga Berbagi Cerita. Web hosted by BOC Indonesia