• Beranda
  • Pemasangan Iklan
  • Kontak
  • Bagi Beritamu!
  • Tentang Kami
Wednesday, January 14, 2026
  • Login
BaleBengong.id
  • Liputan Mendalam
  • Berita Utama
  • Opini
  • Travel
  • Lingkungan
  • Sosok
  • Budaya
  • Sosial
  • Teknologi
  • Gaya Hidup
  • Arsip
No Result
View All Result
  • Liputan Mendalam
  • Berita Utama
  • Opini
  • Travel
  • Lingkungan
  • Sosok
  • Budaya
  • Sosial
  • Teknologi
  • Gaya Hidup
  • Arsip
No Result
View All Result
BaleBengong
No Result
View All Result
Home Kabar Baru

Mahasiswa FISIP Unud Belajar Fair Trade

Kadek Lisa Ismiandewi by Kadek Lisa Ismiandewi
23 April 2012
in Kabar Baru, Pendidikan, Politik
0
0
Fair trade menekankan pada keadilan antara penjual dan pembeli. Foto ilustrasi Anton Muhajir.

Selasa pekan lalu kantor FFTI  penuh sesak oleh mahasiswa Hubungan Internasional, FISIP Unud.

Mereka “pindah tempat kuliah” sementara ke lantai 2 kantor Federasi Fair Trade Indonesia (FFTI), mengikuti Fair Trade Lunch, sebuah kegiatan rutin yang diadakan FFTI untuk memperkenalkan perdagangan berkeadilan (fair trade).

Acara diawali dengan pengantar globalisasi yang disampaikan Idin Fasisaka, dosen Hubungan Internasional Fakultas Ilmu Sosial dan Politik (FISIP) Universitas Udayana (Unud). Idin memaparkan bahwa perkembangan dunia makin lama makin mencair di mana antara negara satu dengan lainnya hampir tidak ada batasan. Hal ini biasa disebut liquidity. Tiga konsep globalisasi yang ditekankan di sini adalah transnationality, globality dan gaseousness.

Globalisasi terjadi hampir di semua aspek kehidupan. Salah satunya adalah ekonomi, khususnya perdagangan. Isu yang hangat dibicarakan adalah bahwa praktik perdagangan bebas (free trade) selama ini memunculkan ketimpangan antara Negara kaya dan Negara miskin. Dari keprihatinan ketimpangan ekonomi tersebut, muncul gerakan fair trade yang mengutamakan dialog, keterbukaan dan saling menghormati antara konsumen dan produsen, mengutamakan hak-hak produsen di Negara berkembang.

Presentasi kemudian dilanjutkan dengan membahas fair trade dari pengertian, prinsip, dan praktiknya di tingkat lokal sampai global. Pematerinya Agung Alit, selaku Sekretaris Jenderal FFTI.

Menurut Gung Alit, fair trade harus dipahami dalam dua aspek, yaitu sebagai gerakan dan sebagai sebuah model bisnis. Dalam realisasinya, memadukan keduanya (sosial dan bisnis) tidak mudah dan merupakan tantangan tersendiri bagi para fair trader. Tapi komitmen untuk menghapus ‘unfairness’ dalam perdagangan menjadi motivasi utama dan mampu menyatukan gerakan fair trader di seluruh dunia melalui organisasi payung World Fair Trade Organization (WFTO).

Penjelasan teroritis dari Idin dan pemaparan praktis dari Gung Alit selaku praktisi fair trade ternyata mampu memancing rasa ingin tahu para mahasiswa. Banyak pertanyaan kritis muncul. Misalnya, “Bagaimana membuat fair trade menjadi tren sehingga bisa berjuang melawan kapitalis?”, “Bagaimana memaksimalkan produk lokal fair trade untuk menyaingi waralaba?”, “Apa prinsip fair trade yang paling sulit diterapkan?”, dan seterusnya.

Pertanyaan lain, misalnya, kenapa barang-barang fair trade relative lebih mahal, bagaimana upaya memasukkan fair trade dalam kebijakan, apakah fair trade berdampak pada China Asean free trade area, dan masih banyak lagi pertanyaan kritis mahasiswa.

Satu pembelajaran yang dipesankan Idin kepada mahasiswa HI setelah berdiskusi selama 2 jam adalah para mahasiswa perlu menumbuhkan culture of fairness, harus berani keluar dari zona nyaman dan mengkritisi unfairness yang terjadi.

Kami di FFTI, merasa senang sekali karena mahasiswa sangat antusias mengikuti acara ini. Pertanyaan-pertanyaan yang muncul menjadi refleksi dan masukan bagi kami untuk lebih mensosialisasikan fair trade di kalangan yang lebih luas.

Kami berharap kerja sama FFTI dengan akademisi bisa terus berlanjut, sehingga fair trade bisa lebih dikenal di kalangan mahasiswa, dosen, dan stakeholder universitas lainnya, karena sejatinya Fair Trade bisa diterapkan di segala bidang, tidak terkecuali bidang pendidikan.

Tags: DenpasarFair TradeLSMPendidikan
Liputan Mendalam BaleBengong.ID
Kadek Lisa Ismiandewi

Kadek Lisa Ismiandewi

Pekerjaan utama sebagai ibu rumah tangga. Senin sampe Jumat, nine to six, bekerja di Forum Fair Trade Indonesia. Sekali seminggu, juga mengajar di Jurusan Hubungan Itnternasional (HI) UNUD. Lulus dari HI UNPAD, Bandung, pernah bekerja di Discovery Kartika Plaza Hotel. Tapi ternyata lebih tertarik dengan tawaran menjadi volunteer di Yayasan IDEP, sampai akhirnya belajar ber-NGO selama dua tahun disana. Lalu pindah ke Third World Network untuk belajar riset, dan memperluas jaringan dan informasi mengenai NGO di Bali. Kemudian ditugaskan menjadi Koordinator Sekretariat Kolaborasi Bali untuk Perubahan Iklim. Karena semakin tertarik dengan Manajemen NGO, maka memutuskan belok arah melanjutkan pendidikan magister ke Manajemen Sumber Daya Manusia,UNUD. Memiliki disiplin ilmu yang berbeda ini, saat ini cukup memberi bekal untuk mengamati dan berkecimpung di dunia NGO di Bali, walaupun sedang mencari peluang untuk bisa memperdalam ilmu alias melanjutkan pendidikan lagi. Tertarik dengan isu-isu lingkungan dan sosial, dan berusaha menyeimbangkan aplikasi teori yang dipelajari di kampus dengan praktek / isu yang berkembang di lapangan.

Related Posts

Serbuan Konten AI: Ketika Membedakan Asli dan Palsu itu Melelahkan

Kontroversi Jasa Joki Tugas Kuliah

26 November 2025
Inilah Panduan Nyepi Tanpa Internet Tahun Ini

Tersingkir di Tanah Sendiri

12 November 2025
Ketimpangan Ruang dan Kelas di Pasar Badung

Ketimpangan Ruang dan Kelas di Pasar Badung

21 October 2025

Ancaman Kesehatan Pasca Banjir di Bali

8 October 2025
Mengelola Dana Darurat Banjir Bali: Antara Potensi dan Transparansi

Mengelola Dana Darurat Banjir Bali: Antara Potensi dan Transparansi

20 September 2025
Mendata Bencana Banjir dengan Crowdsourcing

Mendata Bencana Banjir dengan Crowdsourcing

17 September 2025
Next Post
Belajar dan Berbagi di Rumah Belajar Akasa

Belajar dan Berbagi di Rumah Belajar Akasa

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Temukan Kami

Kelas Literasi BaleBengong
Melali Melali Melali
Seberapa Aman Perilaku Digitalmu? Seberapa Aman Perilaku Digitalmu? Seberapa Aman Perilaku Digitalmu?

Kabar Terbaru

Para Perempuan Petani yang Perjuangkan Hak Tanah

Desa Bukan Ruang Kosong: Membaca Koperasi Merah Putih dari Bali

13 January 2026
Canggu: Puisi dan Kisah Perjalanan

Ubud vs Canggu sebagai Metafora Konflik Internal Diri

12 January 2026
Memulai Kawasan Rendah Emisi di Bali

Memulai Kawasan Rendah Emisi di Bali

11 January 2026
Subak kini Hanya Dilihat sebagai Objek Wisata bukan Sosio Ekologis

Subak kini Hanya Dilihat sebagai Objek Wisata bukan Sosio Ekologis

10 January 2026
BaleBengong

© 2024 BaleBengong Media Warga Berbagi Cerita. Web hosted by BOC Indonesia

Informasi Tambahan

  • Iklan
  • Peringatan
  • Kontributor
  • Bagi Beritamu!
  • Tanya Jawab
  • Panduan Logo

Temukan Kami

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Liputan Mendalam
  • Berita Utama
  • Opini
  • Travel
  • Lingkungan
  • Sosok
  • Budaya
  • Sosial
  • Teknologi
  • Gaya Hidup
  • Arsip

© 2024 BaleBengong Media Warga Berbagi Cerita. Web hosted by BOC Indonesia