• Beranda
  • Pemasangan Iklan
  • Kontak
  • Bagi Beritamu!
  • Tentang Kami
Monday, May 25, 2026
  • Login
BaleBengong.id
  • Liputan Mendalam
  • Berita Utama
  • Opini
  • Travel
  • Lingkungan
  • Sosok
  • Budaya
  • Sosial
  • Teknologi
  • Gaya Hidup
  • Arsip
No Result
View All Result
  • Liputan Mendalam
  • Berita Utama
  • Opini
  • Travel
  • Lingkungan
  • Sosok
  • Budaya
  • Sosial
  • Teknologi
  • Gaya Hidup
  • Arsip
No Result
View All Result
BaleBengong
No Result
View All Result
Home Gaya Hidup Agenda

Panggung Seni Budaya, Panggung Kehidupan Ayu Laksmi

Anton Muhajir by Anton Muhajir
6 July 2010
in Agenda, Kabar Baru, Sosok
0
0

Teks dan Foto Wendra Wijaya

Bermula senyap, suara menggema kemudian menyusup keheningan. Dengan teratai di tangan kanannya, seorang perempuan tertunduk, khusyuk.

Dari bibirnya, mengalun lembut Gayatri Mantram. Perlahan, lalu mendadak dilafalkan dengan ritmis semakin cepat.

Demikianlah, Ayu Laksmi membuka music show Gempita Gianyar III dengan memindahkan nilai-nilai spiritualitas ke atas panggung di Lapangan Astina Ubud, Gianyar pekan lalu. Ini dapatlah diterima sebagai bentuk penghormatan terhadap local genius yang (masih) dipegang teguh masyarakat Bali. Ayu mendaraskan doa serta pujian-pujian bagi Tuhan dan semesta kehidupan.

Bagi Ayu Laksmi, sebuah wilayah memiliki kearifan lokal masing-masing. Karena itu, dia berusaha menggali kearifan tersebut. “Saya yakin, banyak yang dapat kita gali dari bumi,” katanya.

Maka, Ayu pun berupaya menggali dan menerjemahkan kearifan lokal yang dikandung Bali sebagai tanah leluhurnya dengan kidung kontemporer khasnya sebagai representasi. Dia lalu menyanyikan lagu Gangga karya Dewa Budjana yang diawali kidung Tirtha karyanya sendiri. Dia juga berduet dengan penyanyi muda Gita Gutawa dalam lagu Putri Cening Ayu.

Pada prinsipnya, Ayu Laksmi selalu berusaha menempatkan kerja sebagai bagian dari doanya. Maka ia sangat antusias melihat perkembangan musik di Bali yang telah membuka ruang demikian besar bagi pentas musik dengan spirit seni budaya. Apalagi, saat ini panggung seni budaya telah dikemas menjadi sebuah pertunjukan yang dapat diterima berbagai kalangan. Dengan kemasan yang menarik, kolaborasi tersebut juga telah memberi kesempatan dan porsi yang sama terhadap seniman kontemporer dan tradisi.

“Saya gembira ruang pentas seni budaya sudah banyak digemari. Sekarang saya sudah menemukan komunitas panggung,” kata Ayu.

Pentas itu dikemas secara profesional oleh orang penata panggung terkemuka Indonesia, Jay Subiakto. Gempita Gianyar itu salah satu contoh kecil saja. “Ini sungguh perkembangan sangat positif mengingat rumor yang berkembang menyatakan pentas seni budaya lebih sering diapresiasi di luar negeri daripada di negeri sendiri,” tegasnya. Ayu mengaku sebelumnya ia selalu kesulitan menemukan panggung untuk pertunjukannya.

Sulitnya Ayu Laksmi menemukan panggung seni budaya diamini Oleg Sancabachtiar, salah seorang art director. Menurutnya, sangatlah sulit “menemukan” Ayu Laksmi dalam panggung yang sebenarnya, yakni panggung seni budaya. “Saya rela jauh-jauh datang dari Jakarta hanya untuk menyaksikan show Ayu Laksmi,” jelasnya.

Beberapa penonton dan jurnalis yang sempat menyaksikan pertunjukan tersebut sepakat menyatakan Ayu Laksmi telah berhasil memindahkan nilai-nilai spiritualitas ke atas panggung pertunjukan. Ini tak lepas dari performance-nya yang teaterikal di dalam upayanya menerjemahkan makna lagu yang dilantunkan.

“Ayu Laksmi tak bisa dipisahkan dari teratai, dupa, dan magis. Semua itu sudah menjadi semacam identitas yang melekat kuat dalam dirinya. Ia selalu metaksu dalam setiap performance-nya,” kata Rumpoko Budi Nugroho.

Sementara itu, dalam waktu dekat, tepatnya Rabu (7/7) malam, Ayu Laksmi akan menjadi guest star Balawan and Batuan Ethnic Fusion dalam Pentas Kesenian Bali (PKB) di panggung budaya Art Centre. Ini adalah kali pertama ia tampil dalam acara tersebut, setelah penantiannya selama bertahun-tahun.

“Itu pun karena saya diajak Balawan. Mudah-mudahan di tahun-tahun mendatang, saya bisa tampil lagi di panggung paling akbar di Bali itu,” ujarnya. [b]

Tags: Ayu LaksmiBaliBudayaGianyarSeniSosok
Liputan Mendalam BaleBengong.ID
Anton Muhajir

Anton Muhajir

Jurnalis lepas, blogger, editor, dan nyambi tukang kompor. Menulis lepas di media arus utama ataupun media komunitas sambil sesekali terlibat dalam literasi media dan gerakan hak-hak digital.

Related Posts

Rekapitulasi Dampak Banjir 24 Februari 2026 di 76 Titik Kejadian

Kota Denpasar Memiliki Banyak Air Hujan tapi Kehilangan Kemampuan Menyimpan

21 May 2026
Danau Yeh Malet: Jejak Gunungapi Maar Purba di Karangasem

Danau Yeh Malet: Jejak Gunungapi Maar Purba di Karangasem

18 May 2026
Sekolah untuk Siapa? Ilusi Meritokrasi dalam Pendidikan Indonesia

Sekolah untuk Siapa? Ilusi Meritokrasi dalam Pendidikan Indonesia

14 May 2026
Mengadopsi AI untuk Membangun Peringatan Dini Bencana

Mengadopsi AI untuk Membangun Peringatan Dini Bencana

9 May 2026
Ketika Letusan Batur Lima Kali Lipat dari Gunung Agung: Bali Pernah Kosong dari Manusia?

Ketika Letusan Batur Lima Kali Lipat dari Gunung Agung: Bali Pernah Kosong dari Manusia?

3 May 2026
Generasi Muda Bali Mewarisi Utang dan Krisis Lingkungan

Generasi Muda Bali Mewarisi Utang dan Krisis Lingkungan

1 May 2026
Next Post

Kelas Menulis Jurnalisme Warga Angkatan IV

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Temukan Kami

Kelas Literasi BaleBengong
Melali Melali Melali
Seberapa Aman Perilaku Digitalmu? Seberapa Aman Perilaku Digitalmu? Seberapa Aman Perilaku Digitalmu?

Kabar Terbaru

Ubud Food Festival 2026, Petani dan Nelayan sebagai Penjaga Warisan Pangan

Ubud Food Festival 2026, Petani dan Nelayan sebagai Penjaga Warisan Pangan

24 May 2026
Melampaui Orgy Posmodernisme di Bali: Pembacaan Buku Tri Hita Bencana

Melampaui Orgy Posmodernisme di Bali: Pembacaan Buku Tri Hita Bencana

23 May 2026
Aksi Kamisan Bali ke-66: Refleksi dari Pembunuhan Munir dan Marsinah

Aksi Kamisan Bali ke-66: Refleksi dari Pembunuhan Munir dan Marsinah

22 May 2026
Rekapitulasi Dampak Banjir 24 Februari 2026 di 76 Titik Kejadian

Kota Denpasar Memiliki Banyak Air Hujan tapi Kehilangan Kemampuan Menyimpan

21 May 2026
BaleBengong

© 2024 BaleBengong Media Warga Berbagi Cerita. Web hosted by BOC Indonesia

Informasi Tambahan

  • Iklan
  • Peringatan
  • Kontributor
  • Bagi Beritamu!
  • Tanya Jawab
  • Panduan Logo

Temukan Kami

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Liputan Mendalam
  • Berita Utama
  • Opini
  • Travel
  • Lingkungan
  • Sosok
  • Budaya
  • Sosial
  • Teknologi
  • Gaya Hidup
  • Arsip

© 2024 BaleBengong Media Warga Berbagi Cerita. Web hosted by BOC Indonesia