• Beranda
  • Pemasangan Iklan
  • Kontak
  • Bagi Beritamu!
  • Tentang Kami
Wednesday, June 17, 2026
  • Login
BaleBengong.id
  • Liputan Mendalam
  • Berita Utama
  • Opini
  • Travel
  • Lingkungan
  • Sosok
  • Budaya
  • Sosial
  • Teknologi
  • Gaya Hidup
  • Arsip
No Result
View All Result
  • Liputan Mendalam
  • Berita Utama
  • Opini
  • Travel
  • Lingkungan
  • Sosok
  • Budaya
  • Sosial
  • Teknologi
  • Gaya Hidup
  • Arsip
No Result
View All Result
BaleBengong
No Result
View All Result
Home Budaya

Komunitas Badan Gila Menggila

Luh De Suriyani by Luh De Suriyani
29 June 2010
in Budaya, Kabar Baru, Travel
0
1

Teks dan Foto Luh De Suriyani

Pria Perancis memimpin 13 seniman Bali dalam seni musik tubuh eksentrik. Ratusan pasang mata penonton dibuat takjub dengan seni olah tubuh Komunitas Badan Gila (Kobagi) ini.

Gregoire Gensse, pria Perancis yang biasa dipanggil Made Bagus Greg oleh rekan-rekannya, ini masuk ke tengah panggung dengan telanjang dada. Ia memakai kamen yang kancutnya (ujungnya) ditarik ke selangkangannya. Seperti seniman cak. Ia menepuk-nepukkan dadanya yang putih pucat dengan kedua belah tapak tangannya. Dadanya langsung berwarna merah. Namun ia tak berhenti, irama tepukan tangannya makin rancak dan berenergi.

Semenit kemudian, 13 rekannya memasuki panggung dan membentuk lingkaran. Melodi tepukkan tangan di dada makin menguat. Tak hanya menepuk di dada, juga paha, pipi, mulut, dan rahang. Sejumlah penonton di halaman terpekik seperti merasakan perihnya jika ditepuk di bagian mulut dan pipi berulang-ulang.

Tapi buat Kobagi, pukulan ke bagian tubuh ini adalah irama utama yang telah dilatih sejak Januari lalu. Tangan, kaki, paha, mulut, dan dada sebagai alat musiknya. Energi tubuh adalah elemen utama dalam seni pertunjukkan unik ini. Seniman Kobagi juga menari. Seperti tarian Cak yang termasyur itu namun memasukkan unsur komedi dan berlangsung interaktif. Misalnya mengajak penonton mengikuti tepukan untuk menciptakan harmoni tertentu.

Tepukan di rahang dan mulut menciptakan melodi seperti ayam berkokok sehingga membuat penonton riang. Anak-anak kecil pun dibuat maju ke bibir panggung dan menyaksikan pertunjukkan ini sambil tertawa dan mencoba mengikuti gerakan seniman olah tubuh Kobagi ini.

Kobagi adalah salah satu kelompok seni musik yang tampil dalam Fete de la Musique, festival musik yang dihelat Alliance Francaise, lembaga kebudayaan Perancis di Bali, Sabtu pekan lalu di Denpasar. Beragam pertunjukkan musik dan teater dipertunjukkan di depan publik. Selain itu ada Komunitas Hip-Hop Bali, dan musikalisasi puisi.

“Kekuatan badan dan tepukan adalah kunci pertunjukkan kami,” ujar Greg, pria asal Lyon, Perancis yang telah menetap di Bali sejak 2007 ini.  Ikhwal perjumpaan seni cak dan musik badan ini adalah ketika Greg dan I Wayan Sutapa, pimpinan Kelompok Cak Gen di Tegalalang, Gianyar bertemu ketika mentas di Perancis pada 2007 lalu. Di Perancis dan Yunani, Cak Gen mementaskan cak berlakon Ramayana, seperti kerap dipentaskan sebagai tontonan turis di Bali.

“Greg memperlihatkan pada kami bahwa Kecak bisa ditambah dengan elemen lain seperti musik tubuh itu, jadi tak cuma menari dan membunyikan “cak…cak.. pung” saja,” ujar Sutapa, yang tubuhnya bercucuran peluh usai tampil.

Greg sendiri hijrah ke Bali untuk belajar seni Bali di Gianyar di sejumlah kelompok seni. Tak lupa ia mulai melanjutkan ide Kobagi itu dengan membuat komposisi suara dan tarian sejak Januari 2010. Tahun ini, Kobagi tampil akhir pekan lalu di Pesta Kesenian Bali.

Sutapa dan rekannya di Cak Gen, kini malah lebih senang tampil dengan Kobagi ini. “Rasanya lebih bebas dan gembira. Walau tubuh merah-merah,” ujarnya disambut tawa rekannya.

Untuk melatih ketahanan tubuh, Sutapa yang alumni Sekolah Seni Indonesia (ISI) Denpasar jurusan Karawitan ini mengatakan hanya perlu latihan pernafasan. Tak heran, Kobagi ibarat latihan otot, nafas, dan insting agar harmonisasi tepukan bisa selaras. [b]

Tags: Balicak genKobagiKomunitas Badan GilaPerancisseniman bali
Liputan Mendalam BaleBengong.ID
Luh De Suriyani

Luh De Suriyani

Ibu dua anak lelaki, tinggal di pinggiran Denpasar Utara. Anak dagang soto karangasem ini alumni Pers Mahasiswa Akademika dan Fakultas Ekonomi Universitas Udayana. Pernah jadi pemimpin redaksi media advokasi HIV/AIDS dan narkoba Kulkul. Menulis lepas untuk Mongabay.

Related Posts

Ngobrolin Krisis Iklim Bersama Climate Freask dan Kenapa Bali Perlu Versi Lokalnya

Ngobrolin Krisis Iklim Bersama Climate Freask dan Kenapa Bali Perlu Versi Lokalnya

15 June 2026
Siapa yang Peduli Hilangnya Mataair dan Bulakan di Kota Denpasar?

Siapa yang Peduli Hilangnya Mataair dan Bulakan di Kota Denpasar?

11 June 2026
Abrasi yang tak Pernah Henti di Pantai Kuta

Hilangnya Pesisir Bali: Memahami Akar Krisis Abrasi dan Jalan Keluarnya

4 June 2026
Mai Memunyi!

Mai Memunyi!

30 May 2026
Merestorasi Mindset Ekologis di Bali: Belajar Dari Geguritan Selampah Laku Karya Ida Pedanda Made Sidemen

Merestorasi Mindset Ekologis di Bali: Belajar Dari Geguritan Selampah Laku Karya Ida Pedanda Made Sidemen

26 May 2026
Rekapitulasi Dampak Banjir 24 Februari 2026 di 76 Titik Kejadian

Kota Denpasar Memiliki Banyak Air Hujan tapi Kehilangan Kemampuan Menyimpan

21 May 2026
Next Post

Bermodal Seribu Rupiah Menonton Jabulani

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Temukan Kami

Kelas Literasi BaleBengong
Melali Melali Melali
Seberapa Aman Perilaku Digitalmu? Seberapa Aman Perilaku Digitalmu? Seberapa Aman Perilaku Digitalmu?

Kabar Terbaru

Peluncuran Repositori untuk Memperkuat Pengelolaan Laut di Enam Negara

Peluncuran Repositori untuk Memperkuat Pengelolaan Laut di Enam Negara

17 June 2026
matan AI

Kearifan Lokal yang Mulai Ringkih

16 June 2026
Penuangan Eco Enzym di Sungai Taman Lumintang

Penuangan Eco Enzym di Sungai Taman Lumintang

15 June 2026
Ngobrolin Krisis Iklim Bersama Climate Freask dan Kenapa Bali Perlu Versi Lokalnya

Ngobrolin Krisis Iklim Bersama Climate Freask dan Kenapa Bali Perlu Versi Lokalnya

15 June 2026
BaleBengong

© 2024 BaleBengong Media Warga Berbagi Cerita. Web hosted by BOC Indonesia

Informasi Tambahan

  • Iklan
  • Peringatan
  • Kontributor
  • Bagi Beritamu!
  • Tanya Jawab
  • Panduan Logo

Temukan Kami

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Liputan Mendalam
  • Berita Utama
  • Opini
  • Travel
  • Lingkungan
  • Sosok
  • Budaya
  • Sosial
  • Teknologi
  • Gaya Hidup
  • Arsip

© 2024 BaleBengong Media Warga Berbagi Cerita. Web hosted by BOC Indonesia