• Beranda
  • Pemasangan Iklan
  • Kontak
  • Bagi Beritamu!
  • Tentang Kami
Wednesday, April 29, 2026
  • Login
BaleBengong.id
  • Liputan Mendalam
  • Berita Utama
  • Opini
  • Travel
  • Lingkungan
  • Sosok
  • Budaya
  • Sosial
  • Teknologi
  • Gaya Hidup
  • Arsip
No Result
View All Result
  • Liputan Mendalam
  • Berita Utama
  • Opini
  • Travel
  • Lingkungan
  • Sosok
  • Budaya
  • Sosial
  • Teknologi
  • Gaya Hidup
  • Arsip
No Result
View All Result
BaleBengong
No Result
View All Result
Home Gaya Hidup Musik

Shankar: Album Eksklusif tentang Kemanusiaan

Juniantari by Juniantari
18 March 2019
in Musik
0
0


Album dari Shankar berjudul Under the Human State hanya diproduksi dalam bentuk CD.

Kemanusiaan selalu menarik untuk diperbincangkan.

Begitu pula, ketika diramu menjadi karya, ia memiliki keunikan tersendiri. Namun, sayangnya, berbicara kemanusiaan hanya terlintas begitu saja. Hal inilah yang menggugah Shankar, band rock di Denpasar untuk berkarya mengisi dunia permusikan.

Band yang terbentuk dari perkumpulan di masa putih abu-abu ini akhirnya menetaskan sebuah album mini berjudul “Under The Human State” pada 13 Maret 2019 lalu. Terdiri dari empat lagu, band ini mengangkat topik bernuansa kemanusiaan. Melalui EP ini, Shankar menceritakan kondisi manusia yang berada di bawah batas normal.

“Di EP ini juga menceritakan tentang di bawah kondisi manusia, ada hal-hal buruk manusia yang justru mempengaruhi setan untuk mengontrol menjadi lebih liar lagi,” jelas Didit, sang vokalis.

Dalam EP pertamanya, Shankar menyelipkan “Last Stand” sebagai lagu pembuka. Menceritakan tentang sikap serakah dan dominasi yang ada dalam diri manusia untuk menjadi puncak manusia. Lagu kedua berjudul “Darkest Haunt”, menceritakan mengenai perang tanpa akhir yang dapat menghantui manusia.

Selanjutnya, disisipkan pula single yang telah dirilis akhir Februari 2019 bertajuk “Savior of The Death”. Lagu ini mengisahkan seseorang yang berhasil lepas dan bangkit dari kegagalan yang akan menghancurkan hidupnya. EP ini ditutup dengan lagu yang mengisahkan seseorang bekerja keras untuk mengubah roda kehidupannya. Kisah ini dibalut dalam judul lagu “Beyond The Light”.

Era 1970-an

Shankar terdiri dari empat personel, yaitu Adit (vocal & gitar), Gus Adi (gitar), Aditya (Bass) dan Yoga (drum). Band ini memiliki ciri khas pada aliran musiknya memadukan musik doom di dalam materi-materinya. Dengan mengusung genre stoner rock, band ini mengadopsi karakteristik musik tahun 70-an dan 80-an.

Tak hanya mengalir pada genrenya, pada rilis EP pertamanya ini, Shankar juga menerapkan gaya era 70-an dalam produksinya. Ya, Shankar memproduksi karyanya dalam bentuk album fisik.

Di tengah era serba online, Shankar masih mendistribusikan karyanya secara eksklusif melalui CD. Mereka mengaku sadar akan hanya ada sedikit peminatnya, bahkan sekarang CD player pun sangat susah ditemukan.

“Namun, justru itulah yang akan menjadi rasa penasaran para pendengar untuk mencoba CD player lama mereka kembali. Jadi memang eksklusif bagi pendengar yang membeli CD saja yang bisa mendengarkan,” ungkap Didit ketika dihubungi via WhatsApps.

Di balik keberhasilannya merilis album ini, Shankar telah terbentuk sejak tahun 2016. Pemilihan nama band Shankar juga dipercaya memiliki arti sebagai pembawa kebahagiaan dalam bahasa Sansekerta.

Shankar sendiri mendapatkan panggung pertama kalinya pada tahun 2017, yang sekaligus disahkan secara resmi. Adapun yang menjadi ciri khas Shankar sejak terbentuk yaitu mengusung nilai-nilai kemanusiaan yang dituangkan dalam lirik-lirik karyanya.

“Kami memilih ini karena ingin menyampaikan hal yang terdekat dari kita, yaitu diri kita, manusia dan hal ini banyak yang tidak disadari oleh kita sendiri,” ungkap Didit. [b]

Tags: DenpasarMusik
Liputan Mendalam BaleBengong.ID
Juniantari

Juniantari

aku juga ada di akun instagram @juniyours

Related Posts

Sampah Plastik Ancam Padang Lamun Bali

Sampah Plastik Ancam Padang Lamun Bali

22 April 2026
Bencana Sunyi: Penurunan Muka Tanah Akibat Eksploitasi Airtanah di Bali

Bencana Sunyi: Penurunan Muka Tanah Akibat Eksploitasi Airtanah di Bali

20 April 2026
Banjar Saraswati Mengurai yang Tersisa, Menyemai yang Bermakna

Banjar Saraswati Mengurai yang Tersisa, Menyemai yang Bermakna

7 April 2026
Sidang Perdana Aktivis karena Konten Medsos

Sidang Perdana Aktivis karena Konten Medsos

26 March 2026
Ruang Healing di Pesisir yang Berubah

Mendamaikan Nyepi dan Takbiran di Bali 2026

16 March 2026
Inilah Panduan Nyepi Tanpa Internet Tahun Ini

Tersingkir di Tanah Sendiri

12 November 2025
Next Post
Mengungkap Sisi Lain Bali lewat Seni Video

Mengungkap Sisi Lain Bali lewat Seni Video

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Temukan Kami

Kelas Literasi BaleBengong
Melali Melali Melali
Seberapa Aman Perilaku Digitalmu? Seberapa Aman Perilaku Digitalmu? Seberapa Aman Perilaku Digitalmu?

Kabar Terbaru

IAGI Bali Selidiki Lereng Kritis di Lokapaksa Ancam Puluhan Warga

IAGI Bali Selidiki Lereng Kritis di Lokapaksa Ancam Puluhan Warga

29 April 2026
Alasan Koster soal Regulasi Sampah tidak Optimal

Alasan Koster soal Regulasi Sampah tidak Optimal

29 April 2026
Aksi Kemanusiaan AMSI Bali

Aksi Kemanusiaan AMSI Bali

28 April 2026
[Matan Ai] Bali dan Pembusukan Pembangunan

Menjinakkan Suara Kritis Kampus

28 April 2026
BaleBengong

© 2024 BaleBengong Media Warga Berbagi Cerita. Web hosted by BOC Indonesia

Informasi Tambahan

  • Iklan
  • Peringatan
  • Kontributor
  • Bagi Beritamu!
  • Tanya Jawab
  • Panduan Logo

Temukan Kami

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Liputan Mendalam
  • Berita Utama
  • Opini
  • Travel
  • Lingkungan
  • Sosok
  • Budaya
  • Sosial
  • Teknologi
  • Gaya Hidup
  • Arsip

© 2024 BaleBengong Media Warga Berbagi Cerita. Web hosted by BOC Indonesia