• Beranda
  • Pemasangan Iklan
  • Kontak
  • Bagi Beritamu!
  • Tentang Kami
Monday, January 19, 2026
  • Login
BaleBengong.id
  • Liputan Mendalam
  • Berita Utama
  • Opini
  • Travel
  • Lingkungan
  • Sosok
  • Budaya
  • Sosial
  • Teknologi
  • Gaya Hidup
  • Arsip
No Result
View All Result
  • Liputan Mendalam
  • Berita Utama
  • Opini
  • Travel
  • Lingkungan
  • Sosok
  • Budaya
  • Sosial
  • Teknologi
  • Gaya Hidup
  • Arsip
No Result
View All Result
BaleBengong
No Result
View All Result
Home Gaya Hidup Musik

Shankar: Album Eksklusif tentang Kemanusiaan

Juniantari by Juniantari
18 March 2019
in Musik
0
0


Album dari Shankar berjudul Under the Human State hanya diproduksi dalam bentuk CD.

Kemanusiaan selalu menarik untuk diperbincangkan.

Begitu pula, ketika diramu menjadi karya, ia memiliki keunikan tersendiri. Namun, sayangnya, berbicara kemanusiaan hanya terlintas begitu saja. Hal inilah yang menggugah Shankar, band rock di Denpasar untuk berkarya mengisi dunia permusikan.

Band yang terbentuk dari perkumpulan di masa putih abu-abu ini akhirnya menetaskan sebuah album mini berjudul “Under The Human State” pada 13 Maret 2019 lalu. Terdiri dari empat lagu, band ini mengangkat topik bernuansa kemanusiaan. Melalui EP ini, Shankar menceritakan kondisi manusia yang berada di bawah batas normal.

“Di EP ini juga menceritakan tentang di bawah kondisi manusia, ada hal-hal buruk manusia yang justru mempengaruhi setan untuk mengontrol menjadi lebih liar lagi,” jelas Didit, sang vokalis.

Dalam EP pertamanya, Shankar menyelipkan “Last Stand” sebagai lagu pembuka. Menceritakan tentang sikap serakah dan dominasi yang ada dalam diri manusia untuk menjadi puncak manusia. Lagu kedua berjudul “Darkest Haunt”, menceritakan mengenai perang tanpa akhir yang dapat menghantui manusia.

Selanjutnya, disisipkan pula single yang telah dirilis akhir Februari 2019 bertajuk “Savior of The Death”. Lagu ini mengisahkan seseorang yang berhasil lepas dan bangkit dari kegagalan yang akan menghancurkan hidupnya. EP ini ditutup dengan lagu yang mengisahkan seseorang bekerja keras untuk mengubah roda kehidupannya. Kisah ini dibalut dalam judul lagu “Beyond The Light”.

Era 1970-an

Shankar terdiri dari empat personel, yaitu Adit (vocal & gitar), Gus Adi (gitar), Aditya (Bass) dan Yoga (drum). Band ini memiliki ciri khas pada aliran musiknya memadukan musik doom di dalam materi-materinya. Dengan mengusung genre stoner rock, band ini mengadopsi karakteristik musik tahun 70-an dan 80-an.

Tak hanya mengalir pada genrenya, pada rilis EP pertamanya ini, Shankar juga menerapkan gaya era 70-an dalam produksinya. Ya, Shankar memproduksi karyanya dalam bentuk album fisik.

Di tengah era serba online, Shankar masih mendistribusikan karyanya secara eksklusif melalui CD. Mereka mengaku sadar akan hanya ada sedikit peminatnya, bahkan sekarang CD player pun sangat susah ditemukan.

“Namun, justru itulah yang akan menjadi rasa penasaran para pendengar untuk mencoba CD player lama mereka kembali. Jadi memang eksklusif bagi pendengar yang membeli CD saja yang bisa mendengarkan,” ungkap Didit ketika dihubungi via WhatsApps.

Di balik keberhasilannya merilis album ini, Shankar telah terbentuk sejak tahun 2016. Pemilihan nama band Shankar juga dipercaya memiliki arti sebagai pembawa kebahagiaan dalam bahasa Sansekerta.

Shankar sendiri mendapatkan panggung pertama kalinya pada tahun 2017, yang sekaligus disahkan secara resmi. Adapun yang menjadi ciri khas Shankar sejak terbentuk yaitu mengusung nilai-nilai kemanusiaan yang dituangkan dalam lirik-lirik karyanya.

“Kami memilih ini karena ingin menyampaikan hal yang terdekat dari kita, yaitu diri kita, manusia dan hal ini banyak yang tidak disadari oleh kita sendiri,” ungkap Didit. [b]

Tags: DenpasarMusik
Liputan Mendalam BaleBengong.ID
Juniantari

Juniantari

aku juga ada di akun instagram @juniyours

Related Posts

Inilah Panduan Nyepi Tanpa Internet Tahun Ini

Tersingkir di Tanah Sendiri

12 November 2025
Ketimpangan Ruang dan Kelas di Pasar Badung

Ketimpangan Ruang dan Kelas di Pasar Badung

21 October 2025

Ancaman Kesehatan Pasca Banjir di Bali

8 October 2025
Mengelola Dana Darurat Banjir Bali: Antara Potensi dan Transparansi

Mengelola Dana Darurat Banjir Bali: Antara Potensi dan Transparansi

20 September 2025
Mendata Bencana Banjir dengan Crowdsourcing

Mendata Bencana Banjir dengan Crowdsourcing

17 September 2025
Sandrayati - arise*

Sandrayati Rilis ‘Arise’, Single Jelang Album Baru ‘INHABIT’

3 August 2025
Next Post
Mengungkap Sisi Lain Bali lewat Seni Video

Mengungkap Sisi Lain Bali lewat Seni Video

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Temukan Kami

Kelas Literasi BaleBengong
Melali Melali Melali
Seberapa Aman Perilaku Digitalmu? Seberapa Aman Perilaku Digitalmu? Seberapa Aman Perilaku Digitalmu?

Kabar Terbaru

Siwaratri sebagai Ruang Kontemplasi Menghadapi Krisis Batin Kehidupan Modern

18 January 2026
Petani Batur Datangi Kementerian Kehutanan dan Kementerian Investasi

Petani Batur Datangi Kementerian Kehutanan dan Kementerian Investasi

17 January 2026
Gender dan Kesetaraan Performatif di Bali

Gender dan Kesetaraan Performatif di Bali

17 January 2026
Literasi Digital dan Pencegahan Cyberbullying bagi Pelajar di Denpasar

Literasi Digital dan Pencegahan Cyberbullying bagi Pelajar di Denpasar

16 January 2026
BaleBengong

© 2024 BaleBengong Media Warga Berbagi Cerita. Web hosted by BOC Indonesia

Informasi Tambahan

  • Iklan
  • Peringatan
  • Kontributor
  • Bagi Beritamu!
  • Tanya Jawab
  • Panduan Logo

Temukan Kami

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Liputan Mendalam
  • Berita Utama
  • Opini
  • Travel
  • Lingkungan
  • Sosok
  • Budaya
  • Sosial
  • Teknologi
  • Gaya Hidup
  • Arsip

© 2024 BaleBengong Media Warga Berbagi Cerita. Web hosted by BOC Indonesia