• Beranda
  • Pemasangan Iklan
  • Kontak
  • Bagi Beritamu!
  • Tentang Kami
Tuesday, September 15, 2026
  • Login
BaleBengong.id
  • Liputan Mendalam
  • Berita Utama
  • Opini
  • Travel
  • Lingkungan
  • Sosok
  • Budaya
  • Sosial
  • Teknologi
  • Gaya Hidup
  • Arsip
No Result
View All Result
  • Liputan Mendalam
  • Berita Utama
  • Opini
  • Travel
  • Lingkungan
  • Sosok
  • Budaya
  • Sosial
  • Teknologi
  • Gaya Hidup
  • Arsip
No Result
View All Result
BaleBengong
No Result
View All Result
Home Berita Utama

Sambil Membersihkan juga Mendaftar Sampah Pantai

Herdian Armandhani by Herdian Armandhani
22 February 2018
in Berita Utama, Lingkungan
0
1
Aksi bersih pantai Komunitas Earth Hour Bali di Pantai Kelan, Tuban untuk memperingati Hari Peduli Sampah Nasional pada 18 Februari 2018. Foto Herdian Armandhani.

Lalu, apa jenis sampah paling banyak di pantai?

Momen hari Peduli Sampah Nasional yang jatuh pada 21 Februari 2018 dimanfaatkan dengan baik oleh Komunitas EH Bali untuk kegiatan membersihkan pantai. Kegiatan bertema “Coastal Beach Clean Up” dilakukan di Pantai Kelan, persis di sebelah selatan Bandara Internasional I Ngurah Rai pada Minggu, 18 Februari 2018 lalu.

Dalam aksi selama lima jam, dari pukul 6 WITA sampai 11 WITA ini, Komunitas Earth Hour Bali menggandeng Komunitas Marine Buddies Denpasar dan Komunitas Debris Guard Udayana.

Selain untuk membersihkan pantai dari sampah, kegiatan ini juga untuk mengidentifikasi dan mendata jenis-jenis sampah. Metode yang digunakan adalah metode CSIRO Australia Coastal Survey. Melalui metode ini dapat diketahui jenis sampah plastik yang dimanfaatkan kembali sehingga dapat diketahui sampah plastik yang memiliki nilai ekonomis (ecobrick).

Sampah plastik di Pantai Kelan, Tuban mencapai 63 persen dari semua sampah yang didaftar Komunitas EH Bali. Foto Herdian Armandhani.

Hasil survei di Pantai Kelan menunjukan jenis sampah plastik sangat mendominasi yaitu dengan persentase terbanyak yakni 63 persen. Sedangkan jenis sampah kaca dan foam menempati urutan kedua dengan persentase 15 persen.

Posisi ketiga ditempati sampah jenis bahan karet (rubber), kain (cloth), dan kertas dengan persentase 2%. Sisanya sebanyak 1% berupa sampah berbahan kayu dan logam (metal). Sedotan menjadi sampah jenis plastik yang sering ditemukan saat survei di Pantai Kelan.

Para relawan dan anggota masing-masing komunitas yang ikut andil berkontribusi diajak mensosialisasikan gerakan peduli sampah. Caranya dengan bersama-sama mengambil gambar foto dan mengirim gambar jenis sampah plastik yang peserta aksi temukan di Pantai Kelan.

Kemudian para peserta dapat membuat hastag #NYAMPAHDITIMELINE. Sosial media yang bisa dipilih oleh peserta bisa di Instagram, Line, Facebook, maupun Twitter.

Banyaknya sampah plastik di laut menyebabkan banyaknya biota laut yang mati dan tercemar toksin yang ada pada plastik. #NyampahDiTimeline pic.twitter.com/1nX63fbqOB

— Earth Hour Indonesia (@EHindonesia) February 21, 2018

View this post on Instagram

A post shared by Official Earth Hour Indonesia ???????? (@ehindonesia)

 

Menurut Sutan Tantowi Dermawan, Koordinator EH Bali, kegiatan ini sangat bermanfaat. Selain untuk mengampanyekan agar tidak membuang sampah sembarangan, peserta aksi juga bisa secara langsung belajar tentang jenis-jenis sampah yang paling banyak di pesisir pantai.

“Ternyata sampah dominan yang kami temui adalah sampah plastik. Hal ini juga bisa dipakai data untuk perusahaan utamanya yang bergerak di sektor pariwisata agar lebih memikirkan kemasan-kemasan makanan maupun minuman yang lebih ramah lingkungan,” ungkap Sutan.

Ia menambahkan menurut penelitian, Negara Indonesia merupakan Negara penyumbang terbesar kedua untuk sampah plastik setelah RRC.

“Mari bersama-sama menjadi agen pelopor untuk mengurangi sampah plastik sejak dini. Perlu diingat sampah plastik tidak bisa hancur apabila terkubur dalam tanah dan perlu waktu puluhan tahun agar bisa hancur,” tegasnya. [b]

Tags: BadungEH BaliKomunitasLingkunganSampah
Liputan Mendalam BaleBengong.ID
Herdian Armandhani

Herdian Armandhani

Blogger, Citizen Journalist, Traveller.

Related Posts

IDRiM 2026 Bahas Bencana Dunia: Bali Cuma Tuan Rumah atau Ikut Cari Solusi?

IDRiM 2026 Bahas Bencana Dunia: Bali Cuma Tuan Rumah atau Ikut Cari Solusi?

12 September 2026
Jejak Gunung Api Bawah Laut: Menelusuri Lava Bantal Ponjok Batu, Kisah Geologi di Bali Utara

Jejak Gunung Api Bawah Laut: Menelusuri Lava Bantal Ponjok Batu, Kisah Geologi di Bali Utara

12 August 2026

Mengenal Trend Asia, Penggerak Advokasi Energi dan Lingkungan

27 July 2026
Memahami Fenomena “Semburan Belerang” di Danau Batur dan akar masalahnya

Memahami Fenomena “Semburan Belerang” di Danau Batur dan akar masalahnya

26 July 2026
Membaca Series Nature Crime Mongabay: Seberapa Jahat Manusia kepada Alam?

Membaca Series Nature Crime Mongabay: Seberapa Jahat Manusia kepada Alam?

17 July 2026
Menelusuri Asal Muasal Sumber Air Empat Danau Vulkanik Di Bali

Menelusuri Asal Muasal Sumber Air Empat Danau Vulkanik Di Bali

22 June 2026
Next Post
Begini Lho Cara Minum Wine yang Benar

Begini Lho Cara Minum Wine yang Benar

Comments 1

  1. El siregar says:
    9 years ago

    Kemanakah sampah pergi?
    Jika ke laut, akhirnya ke pantai.
    Sampah plastik meluap sampai jauh, akhirnya ke Kuta.
    Mau apa kita?
    What can you do?

    Reply

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Temukan Kami

Kelas Literasi BaleBengong
Melali Melali Melali
Seberapa Aman Perilaku Digitalmu? Seberapa Aman Perilaku Digitalmu? Seberapa Aman Perilaku Digitalmu?

Kabar Terbaru

Ajakan Wisata Laut Berkelanjutan di Blue Future Forum 2026

Ajakan Wisata Laut Berkelanjutan di Blue Future Forum 2026

15 September 2026
Apakah Tradisi Megibung akan Tergantikan dengan Prasmanan?

Apakah Tradisi Megibung akan Tergantikan dengan Prasmanan?

14 September 2026
Solidaritas Jurnalis Bali Panjatkan Doa untuk 5 Pewarta dan Kru Kapal yang Hilang Meliput Erupsi Anak Krakatau

Solidaritas Jurnalis Bali Panjatkan Doa untuk 5 Pewarta dan Kru Kapal yang Hilang Meliput Erupsi Anak Krakatau

14 September 2026
Nelayan Kusamba Bisa Jadi Tinggal Kenangan

Nelayan Kusamba Bisa Jadi Tinggal Kenangan

13 September 2026
BaleBengong

© 2024 BaleBengong Media Warga Berbagi Cerita. Web hosted by BOC Indonesia

Informasi Tambahan

  • Iklan
  • Peringatan
  • Kontributor
  • Bagi Beritamu!
  • Tanya Jawab
  • Panduan Logo

Temukan Kami

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Liputan Mendalam
  • Berita Utama
  • Opini
  • Travel
  • Lingkungan
  • Sosok
  • Budaya
  • Sosial
  • Teknologi
  • Gaya Hidup
  • Arsip

© 2024 BaleBengong Media Warga Berbagi Cerita. Web hosted by BOC Indonesia