• Beranda
  • Pemasangan Iklan
  • Kontak
  • Bagi Beritamu!
  • Tentang Kami
Saturday, July 18, 2026
  • Login
BaleBengong.id
  • Liputan Mendalam
  • Berita Utama
  • Opini
  • Travel
  • Lingkungan
  • Sosok
  • Budaya
  • Sosial
  • Teknologi
  • Gaya Hidup
  • Arsip
No Result
View All Result
  • Liputan Mendalam
  • Berita Utama
  • Opini
  • Travel
  • Lingkungan
  • Sosok
  • Budaya
  • Sosial
  • Teknologi
  • Gaya Hidup
  • Arsip
No Result
View All Result
BaleBengong
No Result
View All Result
Home Berita Utama

Sambil Membersihkan juga Mendaftar Sampah Pantai

Herdian Armandhani by Herdian Armandhani
22 February 2018
in Berita Utama, Lingkungan
0
1
Aksi bersih pantai Komunitas Earth Hour Bali di Pantai Kelan, Tuban untuk memperingati Hari Peduli Sampah Nasional pada 18 Februari 2018. Foto Herdian Armandhani.

Lalu, apa jenis sampah paling banyak di pantai?

Momen hari Peduli Sampah Nasional yang jatuh pada 21 Februari 2018 dimanfaatkan dengan baik oleh Komunitas EH Bali untuk kegiatan membersihkan pantai. Kegiatan bertema “Coastal Beach Clean Up” dilakukan di Pantai Kelan, persis di sebelah selatan Bandara Internasional I Ngurah Rai pada Minggu, 18 Februari 2018 lalu.

Dalam aksi selama lima jam, dari pukul 6 WITA sampai 11 WITA ini, Komunitas Earth Hour Bali menggandeng Komunitas Marine Buddies Denpasar dan Komunitas Debris Guard Udayana.

Selain untuk membersihkan pantai dari sampah, kegiatan ini juga untuk mengidentifikasi dan mendata jenis-jenis sampah. Metode yang digunakan adalah metode CSIRO Australia Coastal Survey. Melalui metode ini dapat diketahui jenis sampah plastik yang dimanfaatkan kembali sehingga dapat diketahui sampah plastik yang memiliki nilai ekonomis (ecobrick).

Sampah plastik di Pantai Kelan, Tuban mencapai 63 persen dari semua sampah yang didaftar Komunitas EH Bali. Foto Herdian Armandhani.

Hasil survei di Pantai Kelan menunjukan jenis sampah plastik sangat mendominasi yaitu dengan persentase terbanyak yakni 63 persen. Sedangkan jenis sampah kaca dan foam menempati urutan kedua dengan persentase 15 persen.

Posisi ketiga ditempati sampah jenis bahan karet (rubber), kain (cloth), dan kertas dengan persentase 2%. Sisanya sebanyak 1% berupa sampah berbahan kayu dan logam (metal). Sedotan menjadi sampah jenis plastik yang sering ditemukan saat survei di Pantai Kelan.

Para relawan dan anggota masing-masing komunitas yang ikut andil berkontribusi diajak mensosialisasikan gerakan peduli sampah. Caranya dengan bersama-sama mengambil gambar foto dan mengirim gambar jenis sampah plastik yang peserta aksi temukan di Pantai Kelan.

Kemudian para peserta dapat membuat hastag #NYAMPAHDITIMELINE. Sosial media yang bisa dipilih oleh peserta bisa di Instagram, Line, Facebook, maupun Twitter.

Banyaknya sampah plastik di laut menyebabkan banyaknya biota laut yang mati dan tercemar toksin yang ada pada plastik. #NyampahDiTimeline pic.twitter.com/1nX63fbqOB

— Earth Hour Indonesia (@EHindonesia) February 21, 2018

View this post on Instagram

A post shared by Official Earth Hour Indonesia ???????? (@ehindonesia)

 

Menurut Sutan Tantowi Dermawan, Koordinator EH Bali, kegiatan ini sangat bermanfaat. Selain untuk mengampanyekan agar tidak membuang sampah sembarangan, peserta aksi juga bisa secara langsung belajar tentang jenis-jenis sampah yang paling banyak di pesisir pantai.

“Ternyata sampah dominan yang kami temui adalah sampah plastik. Hal ini juga bisa dipakai data untuk perusahaan utamanya yang bergerak di sektor pariwisata agar lebih memikirkan kemasan-kemasan makanan maupun minuman yang lebih ramah lingkungan,” ungkap Sutan.

Ia menambahkan menurut penelitian, Negara Indonesia merupakan Negara penyumbang terbesar kedua untuk sampah plastik setelah RRC.

“Mari bersama-sama menjadi agen pelopor untuk mengurangi sampah plastik sejak dini. Perlu diingat sampah plastik tidak bisa hancur apabila terkubur dalam tanah dan perlu waktu puluhan tahun agar bisa hancur,” tegasnya. [b]

Tags: BadungEH BaliKomunitasLingkunganSampah
Liputan Mendalam BaleBengong.ID
Herdian Armandhani

Herdian Armandhani

Blogger, Citizen Journalist, Traveller.

Related Posts

Membaca Series Nature Crime Mongabay: Seberapa Jahat Manusia kepada Alam?

Membaca Series Nature Crime Mongabay: Seberapa Jahat Manusia kepada Alam?

17 July 2026
Menelusuri Asal Muasal Sumber Air Empat Danau Vulkanik Di Bali

Menelusuri Asal Muasal Sumber Air Empat Danau Vulkanik Di Bali

22 June 2026
Ngobrolin Krisis Iklim Bersama Climate Freask dan Kenapa Bali Perlu Versi Lokalnya

Ngobrolin Krisis Iklim Bersama Climate Freask dan Kenapa Bali Perlu Versi Lokalnya

15 June 2026
Siapa yang Peduli Hilangnya Mataair dan Bulakan di Kota Denpasar?

Siapa yang Peduli Hilangnya Mataair dan Bulakan di Kota Denpasar?

11 June 2026
Abrasi yang tak Pernah Henti di Pantai Kuta

Hilangnya Pesisir Bali: Memahami Akar Krisis Abrasi dan Jalan Keluarnya

4 June 2026
Mai Memunyi!

Mai Memunyi!

30 May 2026
Next Post
Begini Lho Cara Minum Wine yang Benar

Begini Lho Cara Minum Wine yang Benar

Comments 1

  1. El siregar says:
    8 years ago

    Kemanakah sampah pergi?
    Jika ke laut, akhirnya ke pantai.
    Sampah plastik meluap sampai jauh, akhirnya ke Kuta.
    Mau apa kita?
    What can you do?

    Reply

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Temukan Kami

Kelas Literasi BaleBengong
Melali Melali Melali
Seberapa Aman Perilaku Digitalmu? Seberapa Aman Perilaku Digitalmu? Seberapa Aman Perilaku Digitalmu?

Kabar Terbaru

Membaca Series Nature Crime Mongabay: Seberapa Jahat Manusia kepada Alam?

Membaca Series Nature Crime Mongabay: Seberapa Jahat Manusia kepada Alam?

17 July 2026
AMSI Minta Majelis Hakim Nyatakan Gugatan tidak dapat Diterima atas Kasus Perdata 4 Media

AMSI Minta Majelis Hakim Nyatakan Gugatan tidak dapat Diterima atas Kasus Perdata 4 Media

16 July 2026
Kitab yang Ditulis Alam: Membaca The Sacred Text of Padma Karya Sumino dan Sarah Kasuhardi

Kitab yang Ditulis Alam: Membaca The Sacred Text of Padma Karya Sumino dan Sarah Kasuhardi

16 July 2026
Konservasi Kawasan Pura dan Budidaya melalui Bambuloka dari Yayasan Bambu Lestari

Konservasi Kawasan Pura dan Budidaya melalui Bambuloka dari Yayasan Bambu Lestari

16 July 2026
BaleBengong

© 2024 BaleBengong Media Warga Berbagi Cerita. Web hosted by BOC Indonesia

Informasi Tambahan

  • Iklan
  • Peringatan
  • Kontributor
  • Bagi Beritamu!
  • Tanya Jawab
  • Panduan Logo

Temukan Kami

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Liputan Mendalam
  • Berita Utama
  • Opini
  • Travel
  • Lingkungan
  • Sosok
  • Budaya
  • Sosial
  • Teknologi
  • Gaya Hidup
  • Arsip

© 2024 BaleBengong Media Warga Berbagi Cerita. Web hosted by BOC Indonesia