• Beranda
  • Pemasangan Iklan
  • Kontak
  • Bagi Beritamu!
  • Tentang Kami
Monday, October 12, 2026
  • Login
BaleBengong.id
  • Liputan Mendalam
  • Berita Utama
  • Opini
  • Travel
  • Lingkungan
  • Sosok
  • Budaya
  • Sosial
  • Teknologi
  • Gaya Hidup
  • Arsip
No Result
View All Result
  • Liputan Mendalam
  • Berita Utama
  • Opini
  • Travel
  • Lingkungan
  • Sosok
  • Budaya
  • Sosial
  • Teknologi
  • Gaya Hidup
  • Arsip
No Result
View All Result
BaleBengong
No Result
View All Result
Home Berita Utama

Sambil Membersihkan juga Mendaftar Sampah Pantai

Herdian Armandhani by Herdian Armandhani
22 February 2018
in Berita Utama, Lingkungan
0
1
Aksi bersih pantai Komunitas Earth Hour Bali di Pantai Kelan, Tuban untuk memperingati Hari Peduli Sampah Nasional pada 18 Februari 2018. Foto Herdian Armandhani.

Lalu, apa jenis sampah paling banyak di pantai?

Momen hari Peduli Sampah Nasional yang jatuh pada 21 Februari 2018 dimanfaatkan dengan baik oleh Komunitas EH Bali untuk kegiatan membersihkan pantai. Kegiatan bertema “Coastal Beach Clean Up” dilakukan di Pantai Kelan, persis di sebelah selatan Bandara Internasional I Ngurah Rai pada Minggu, 18 Februari 2018 lalu.

Dalam aksi selama lima jam, dari pukul 6 WITA sampai 11 WITA ini, Komunitas Earth Hour Bali menggandeng Komunitas Marine Buddies Denpasar dan Komunitas Debris Guard Udayana.

Selain untuk membersihkan pantai dari sampah, kegiatan ini juga untuk mengidentifikasi dan mendata jenis-jenis sampah. Metode yang digunakan adalah metode CSIRO Australia Coastal Survey. Melalui metode ini dapat diketahui jenis sampah plastik yang dimanfaatkan kembali sehingga dapat diketahui sampah plastik yang memiliki nilai ekonomis (ecobrick).

Sampah plastik di Pantai Kelan, Tuban mencapai 63 persen dari semua sampah yang didaftar Komunitas EH Bali. Foto Herdian Armandhani.

Hasil survei di Pantai Kelan menunjukan jenis sampah plastik sangat mendominasi yaitu dengan persentase terbanyak yakni 63 persen. Sedangkan jenis sampah kaca dan foam menempati urutan kedua dengan persentase 15 persen.

Posisi ketiga ditempati sampah jenis bahan karet (rubber), kain (cloth), dan kertas dengan persentase 2%. Sisanya sebanyak 1% berupa sampah berbahan kayu dan logam (metal). Sedotan menjadi sampah jenis plastik yang sering ditemukan saat survei di Pantai Kelan.

Para relawan dan anggota masing-masing komunitas yang ikut andil berkontribusi diajak mensosialisasikan gerakan peduli sampah. Caranya dengan bersama-sama mengambil gambar foto dan mengirim gambar jenis sampah plastik yang peserta aksi temukan di Pantai Kelan.

Kemudian para peserta dapat membuat hastag #NYAMPAHDITIMELINE. Sosial media yang bisa dipilih oleh peserta bisa di Instagram, Line, Facebook, maupun Twitter.

Banyaknya sampah plastik di laut menyebabkan banyaknya biota laut yang mati dan tercemar toksin yang ada pada plastik. #NyampahDiTimeline pic.twitter.com/1nX63fbqOB

— Earth Hour Indonesia (@EHindonesia) February 21, 2018

View this post on Instagram

A post shared by Official Earth Hour Indonesia ???????? (@ehindonesia)

 

Menurut Sutan Tantowi Dermawan, Koordinator EH Bali, kegiatan ini sangat bermanfaat. Selain untuk mengampanyekan agar tidak membuang sampah sembarangan, peserta aksi juga bisa secara langsung belajar tentang jenis-jenis sampah yang paling banyak di pesisir pantai.

“Ternyata sampah dominan yang kami temui adalah sampah plastik. Hal ini juga bisa dipakai data untuk perusahaan utamanya yang bergerak di sektor pariwisata agar lebih memikirkan kemasan-kemasan makanan maupun minuman yang lebih ramah lingkungan,” ungkap Sutan.

Ia menambahkan menurut penelitian, Negara Indonesia merupakan Negara penyumbang terbesar kedua untuk sampah plastik setelah RRC.

“Mari bersama-sama menjadi agen pelopor untuk mengurangi sampah plastik sejak dini. Perlu diingat sampah plastik tidak bisa hancur apabila terkubur dalam tanah dan perlu waktu puluhan tahun agar bisa hancur,” tegasnya. [b]

Tags: BadungEH BaliKomunitasLingkunganSampah
Liputan Mendalam BaleBengong.ID
Herdian Armandhani

Herdian Armandhani

Blogger, Citizen Journalist, Traveller.

Related Posts

Konservasi Ruang Airtanah Berbasis Ruang Kesakralan: Sebuah Kontemplasi Eco-Sosial-Religius di Bali

Infrastruktur Komputasi vs. Neraca Air: Mengukur Jejak Ekologis Data Center di Bali

12 October 2026
Upaya Generasi Muda Tamblingan  Membentengi Alas Mertajati dari Eksploitasi

Ada Dapur Raksasa di Bawah Danau-danau di Bedugul

27 September 2026
Bali dan Banjir: Apakah Kita Serius Menata Kota?

Kesalahpahaman dalam Penganggaran Mitigasi Bencana di Bali

25 September 2026
Agama Tirta, Bagaimana jika Ritual Tanpa Air?

Agama Tirta, Bagaimana jika Ritual Tanpa Air?

22 September 2026
IDRiM 2026 Bahas Bencana Dunia: Bali Cuma Tuan Rumah atau Ikut Cari Solusi?

IDRiM 2026 Bahas Bencana Dunia: Bali Cuma Tuan Rumah atau Ikut Cari Solusi?

12 September 2026
Jejak Gunung Api Bawah Laut: Menelusuri Lava Bantal Ponjok Batu, Kisah Geologi di Bali Utara

Jejak Gunung Api Bawah Laut: Menelusuri Lava Bantal Ponjok Batu, Kisah Geologi di Bali Utara

12 August 2026
Next Post
Begini Lho Cara Minum Wine yang Benar

Begini Lho Cara Minum Wine yang Benar

Comments 1

  1. El siregar says:
    9 years ago

    Kemanakah sampah pergi?
    Jika ke laut, akhirnya ke pantai.
    Sampah plastik meluap sampai jauh, akhirnya ke Kuta.
    Mau apa kita?
    What can you do?

    Reply

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Temukan Kami

Kelas Literasi BaleBengong
Melali Melali Melali
Seberapa Aman Perilaku Digitalmu? Seberapa Aman Perilaku Digitalmu? Seberapa Aman Perilaku Digitalmu?

Kabar Terbaru

Konservasi Ruang Airtanah Berbasis Ruang Kesakralan: Sebuah Kontemplasi Eco-Sosial-Religius di Bali

Infrastruktur Komputasi vs. Neraca Air: Mengukur Jejak Ekologis Data Center di Bali

12 October 2026
Private: [Indepth Report] The Last Dragonfly

China, Tibet, dan Bali: Ketika Pembangunan Kehilangan Mata Ketiga

12 October 2026
Keberanian Memimpin Diri, Menguasai Ruang Hidup Sendiri

Keberanian Memimpin Diri, Menguasai Ruang Hidup Sendiri

11 October 2026
JANGAR Membaca Masa Depan melalui Raja Pasir

JANGAR Membaca Masa Depan melalui Raja Pasir

10 October 2026
BaleBengong

© 2024 BaleBengong Media Warga Berbagi Cerita. Web hosted by BOC Indonesia

Informasi Tambahan

  • Iklan
  • Peringatan
  • Kontributor
  • Bagi Beritamu!
  • Tanya Jawab
  • Panduan Logo

Temukan Kami

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Liputan Mendalam
  • Berita Utama
  • Opini
  • Travel
  • Lingkungan
  • Sosok
  • Budaya
  • Sosial
  • Teknologi
  • Gaya Hidup
  • Arsip

© 2024 BaleBengong Media Warga Berbagi Cerita. Web hosted by BOC Indonesia