• Beranda
  • Pemasangan Iklan
  • Kontak
  • Bagi Beritamu!
  • Tentang Kami
Friday, May 1, 2026
  • Login
BaleBengong.id
  • Liputan Mendalam
  • Berita Utama
  • Opini
  • Travel
  • Lingkungan
  • Sosok
  • Budaya
  • Sosial
  • Teknologi
  • Gaya Hidup
  • Arsip
No Result
View All Result
  • Liputan Mendalam
  • Berita Utama
  • Opini
  • Travel
  • Lingkungan
  • Sosok
  • Budaya
  • Sosial
  • Teknologi
  • Gaya Hidup
  • Arsip
No Result
View All Result
BaleBengong
No Result
View All Result
Home Berita Utama

Ketika Warga, Aktivis dan Musisi Tolak Reklamasi

Luh De Suriyani by Luh De Suriyani
3 October 2013
in Berita Utama, Kabar Baru, Lingkungan
0
0

punker
Semakin banyak anak muda ikut aksi bali tolak reklamasi.

Belasan anak muda bergaya punker terlihat mencolok di kumpulan massa aksi ForBALI, forum rakyat Bali tolak reklamasi, Selasa kemarin. Kali ini aksi dilakukan di dalam kantor DPRD Bali di Denpasar.

Anak-anak punk ini bernyanyi lagu Bali tolak Reklamasi dengan iringan musik suling dan gitar akustik dari sejumlah band muda popular. Sedikitnya 150-an orang terlibat dalam aksi penolakan rencana reklamasi di Teluk Benoa ini. Sebagian besar anak muda dari berbagai latar belakang. Ada mahasiswa, seniman, dan lainnya.

Mereka minta anggota Dewan mendengarkan orasi mereka dan menjawab tudingan beberapa anggota dewan yang menyebut aksi penolakan ini ingin menyerang Gubernur secara pribadi. “Kami sekarang di kantor DPRD menjawab tuduhan salah itu. DPRD dan Gubernur adalah dua pihak punya peran dalam izin reklamasi ini,” seru Pande Taman, mahasiswa Universitas Udayana (Unud).

Setidaknya sudah tiga kali ForBali menggelar unjuk rasa sebulan terakhir ini. Sebelumnya selalu di depan kantor Gubernur Bali.

sabar

Ada banyak orasi dari sejumlah pihak yang ingin menyampaikan opininya tentang silang sengkarut kebijakan pemberian izin pengelolaan dan pemanfaatan Teluk Benoa ini. Salah satunya Gusti Putu Herniwati, perempuan difabel dari Bangli.

“Jika sudah dimiliki pribadi, bagaimana kami bisa menikmati tanah sendiri,” katanya.

I Wayan Suardana, motor ForBALI mengajak anak muda yang ikut demo menjadi generasi yang berani mengkritisi pembangunan yang merusak lingkungan. “Kalau pun kita kalah dan reklamasi terjadi, ingatlah ada gerakan yang pernah menolak reklamasi ini,” katanya menyemangati.

Kadek Duarsa, humas Gerakan Masyarakat Benoa Tolak Reklamasi membacakan surat keputusan Sabha Desa Desa Pekraman Tanjung Benoa pada Gubernur dan DPRD yang menolak segala upaya untuk melanjutkan reklamasi. Surat hasil keputusan rapat 13 Agustus lalu ini ditandatangani sejumlah tetua banjar di Kelurahan Benoa yang diketuai I Wayan Dibia Adnyana.

musisi

Landasan
Pada 26 Desember 2012 Gubernur Bali mengeluarkan Surat Keputusan nomor 2138/02-CL/HK/2012 tentang Rencana Pemanfaatan dan Pengembangan Kawasan Perairan Teluk Benoa kepada PT. Tirta Wahana Bali Internasional (TWBI).

Keluarnya SK ini tidak terlepas dari peran Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Universitas Udayana (LPPM Unud), yang mengeluarkan kajian tentang daerah penyangga tsunami. Kajian ini menjadi landasan yang dipergunakan Gubernur Bali untuk memberikan SK tersebut kepada PT. TWBI guna melakukan reklamasi di Teluk Benoa seluas 838 hektar.

Setelah itu rencana Reklamasi Teluk Benoa kemudian hangat dibicarakan di berbagai media massa dan oleh berbagai lapisan masyarakat. Masyarakat dan media mempertanyakan ada apa di balik SK yang dibuat “diam-diam” ini. Dalam dokumen resmi, pemerintah menyebut reklamasi ini untuk mencegah tsunami di Bali Selatan dan mengurangi alih fungsi lahan sawah sehingga perlu ada pulau baru untuk akomodasi wisata.

Delapan bulan kemudian, tepatnya 2 September 2013, Rapat Senat Universitas Udayana menilai hasil kajian LPPM Unud tentang Rencana Pemanfaatan dan Pengembangan Kawasan Perairan Teluk Benoa, dan menyatakan bahwa Teluk Benoa tidak layak untuk direklamasi.

Dua minggu sebelumnya, pada 16 Agustus 2013, Gubernur Bali mencabut SK 2138/02-CL/HK/2012. Pencabutan ini tidak serta merta berarti reklamasi Teluk Benoa berakhir. Pada hari yang sama Gubernur Bali menerbitkan SK nomor 1727/01-B/HK/2013 tentang Izin Studi Kelayakan Rencana Pengembangan dan Pengelolaan Wilayah Perairan Teluk Benoa.

Penolakan terhadap rencana reklamasi Teluk Benoa pun terus bergelora, melintas komunitas dan usia. [b]

Foto-foto dari website ForBali.

Tags: KomunitasLingkunganLSMTeluk Benoa
Liputan Mendalam BaleBengong.ID
Luh De Suriyani

Luh De Suriyani

Ibu dua anak lelaki, tinggal di pinggiran Denpasar Utara. Anak dagang soto karangasem ini alumni Pers Mahasiswa Akademika dan Fakultas Ekonomi Universitas Udayana. Pernah jadi pemimpin redaksi media advokasi HIV/AIDS dan narkoba Kulkul. Menulis lepas untuk Mongabay.

Related Posts

Generasi Muda Bali Mewarisi Utang dan Krisis Lingkungan

Generasi Muda Bali Mewarisi Utang dan Krisis Lingkungan

1 May 2026
IAGI Bali Selidiki Lereng Kritis di Lokapaksa Ancam Puluhan Warga

IAGI Bali Selidiki Lereng Kritis di Lokapaksa Ancam Puluhan Warga

29 April 2026
Sampah Plastik Ancam Padang Lamun Bali

Sampah Plastik Ancam Padang Lamun Bali

22 April 2026
Compost Bag Dipilih sebagai Solusi Pengolahan Sampah Organik Rumah Tangga

Pemkot Denpasar Rencanakan Distribusi 176 Ribu Compost Bag pada 2026

19 April 2026
Banjar Saraswati Mengurai yang Tersisa, Menyemai yang Bermakna

Banjar Saraswati Mengurai yang Tersisa, Menyemai yang Bermakna

7 April 2026
Patahan Tektonik dan Keyakinan: Jembatan Jawa–Bali bukan Solusi

Patahan Tektonik dan Keyakinan: Jembatan Jawa–Bali bukan Solusi

24 March 2026
Next Post
Serunya Belajar Bersama Cacing Tanah

Serunya Belajar Bersama Cacing Tanah

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Temukan Kami

Kelas Literasi BaleBengong
Melali Melali Melali
Seberapa Aman Perilaku Digitalmu? Seberapa Aman Perilaku Digitalmu? Seberapa Aman Perilaku Digitalmu?

Kabar Terbaru

Aku Dede, Ini Ceritaku dengan Difabel Sensorik Netra

Refleksi Hari Buruh Bagi Orang dengan Disabilitas Netra 

1 May 2026
Generasi Muda Bali Mewarisi Utang dan Krisis Lingkungan

Generasi Muda Bali Mewarisi Utang dan Krisis Lingkungan

1 May 2026
Aksi Hari Buruh Masih Menyoroti Ketidakadilan bagi Pekerja Pariwisata

Aksi Hari Buruh Masih Menyoroti Ketidakadilan bagi Pekerja Pariwisata

1 May 2026
Keluh Kesah Sampah Rumah Tangga dari Pasar Badung

Keluh Kesah Sampah Rumah Tangga dari Pasar Badung

30 April 2026
BaleBengong

© 2024 BaleBengong Media Warga Berbagi Cerita. Web hosted by BOC Indonesia

Informasi Tambahan

  • Iklan
  • Peringatan
  • Kontributor
  • Bagi Beritamu!
  • Tanya Jawab
  • Panduan Logo

Temukan Kami

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Liputan Mendalam
  • Berita Utama
  • Opini
  • Travel
  • Lingkungan
  • Sosok
  • Budaya
  • Sosial
  • Teknologi
  • Gaya Hidup
  • Arsip

© 2024 BaleBengong Media Warga Berbagi Cerita. Web hosted by BOC Indonesia