• Beranda
  • Pemasangan Iklan
  • Kontak
  • Bagi Beritamu!
  • Tentang Kami
Tuesday, June 9, 2026
  • Login
BaleBengong.id
  • Liputan Mendalam
  • Berita Utama
  • Opini
  • Travel
  • Lingkungan
  • Sosok
  • Budaya
  • Sosial
  • Teknologi
  • Gaya Hidup
  • Arsip
No Result
View All Result
  • Liputan Mendalam
  • Berita Utama
  • Opini
  • Travel
  • Lingkungan
  • Sosok
  • Budaya
  • Sosial
  • Teknologi
  • Gaya Hidup
  • Arsip
No Result
View All Result
BaleBengong
No Result
View All Result
Home Berita Utama

Serunya Wisata Air di Desa Gumbrih

Eka Juni Artawan by Eka Juni Artawan
4 August 2012
in Berita Utama, Travel
0
2

Bosan berwisata di Bali Selatan?

Maka, berwisatalah ke Bali Barat. Jembrana, kabupaten paling barat di Bali memiliki banyak tempat wisata. Salah satu yang terbaru adalah wisata air di Desa Gumbrih, Kecamatan Pekutatan. Lokasinya sekitar 2 jam perjalanan dari Denpasar.

Impian Gede Sudarma menyulap muara sungai (bene) Desa Gumbrih, Jembrana menjadi obyek wisata perahu (jukung) tradisional akhirnya terwujud.

Pada hari purnama kemarin, seluruh sarana dan fasilitas diupacarai secara Hindu. Sore itu cuaca sangat cerah. Ibu-ibu berpakaian adat madya dari sekehe (kelompok) jukung sibuk mempersiapan jajanan tradisional untuk disajikan kepada pejabat daerah, camat, serta undangan lainnya yang hadir dalam peresmian Obyek Wisata Tirta Lestari.

Kelompok laki-laki tidak kalah sibuk. Mereka mengutak-atik perangkat jukung yang akan ditumpangi bupati ketika acara peresmian berlangsung. Beberapa masyarakat juga mencoba merasakan serunya naik jukung berkeliling muara sungai. Undangan yang hadir terlihat tidak sabar dan penasaran untuk menikmati serunya berkeliling menyusuri muara.

“Mumpung masih gratis,” kata seorang bocah SMP yang mengaku memperoleh informasi Wisata Air ini dari gurunya.

Sesuai surat sambutan yang diketik dua halaman disebutkan bahwa Bupati dan Wakil Bupati selaku tamu kehormatan akan turut hadir dalam acara peresmian. Seluruh acara diatur panitia sedemikian rupa agar semua berlangsung lancar dan aman. Tak ketinggalan, sejumlah  mahasiswa dari Universitas Udayana yang kebetulan melakukan KKN di desa Gumbrih juga hadir.

Alunanan musik tradisional jegog khas Jembrana terus membahana dari pengeras suara yang diikatkan pada pohon menghadap ke arah laut. Satu persatu tamu undangan datang menggunakan kendaraan roda empat ataupun roda dua. Ada yang berplat merah dan ada pula yang menggunakan kendaraan pribadi. Beberapa perwakilan dari pengusaha vila juga hadir sambil membawa turis asing.

Kehadiran para pedagang bermotor pun silih berganti datang memanfaatkan momen tersebut untuk mencari untung. Lahan kosong yang dulunya akan dijadikan pasar hewan kini serentak ramai.

Tidak jauh dari lokasi, sejumlah polisi berpakaian rompi hijau kontras tengah bersiaga mengatur jalur lintasan Denpasar – Gilimanuk.  Mereka mengamankan pengunjung yang menyeberang jalan. Hal ini membuat beberapa pengguna jalan terkecoh. Mereka menyangka ada razia gabungan. Tak sedikit pengendara yang berbalik arah. Bahkan ada yang sengaja kembali ke rumahnya untuk mengambil helm.

Matahari semakin sejuk. Salah seorang warga membawa informasi dari panitia. Bupati beserta wakilnya batal hadir lantaran masih menghadiri kegiatan di Pura Jagadnatha, Jembrana. Gede Sudarma yang sedianya akan membacakan sambutan terlihat kelimpungan sembari moncorat-coret surat sambutan yang akan dibacakannya dalam sampul putih. Petugas MC pun demikian, mencoret serta mengganti yang tidak perlu dibaca.

Lantunan jegog mendadak terhenti. Suara merdu dari seorang perempuan terdengar sesaat setelah mobil Avanza warna “tasak mangis“ memasuki tempat kegiatan. Dari dalam mobil keluar Camat Pekutatan menggunakan busana ke pura.

Di hadapan perwakilan pejabat Pemkab, Camat Pekutatan, Kapolsek Pekutatan, Kepala Desa Gumbrih, mahasiswa dan masyarakat, Gede Sudarma membacakan sambutannya.

“Latar belakang terwujudnya kelompok ini berawal dari sebuah gagasan. Bahwasannya sungai yang selama ini nyaris tak terurus, jika dikelola dengan sumber daya manusia dapat memberikan suatu berkah kepada lingkungan masyarakat. Maka terbentuklah kelompok dengan beranggotakan 36 orang. Dengan swadaya mengumpulkan sumber dana melalui iuran terkumpulah dana Rp 15 juta yang selanjutnya dijadikan modal membeli jukung tradisional sebanyak lima buah,“ kurang lebih seperti itulah dikatakannya dalam pidato sambutan.

Ramboo
Usai sambutan, kami pun naik jukung sambil mengarungi muara sungai. Air relatif tenang, sepi, dan bersih dari sampah plastik. Saya terbawa sensasi dalam sebuah tayangan film Ramboo yang mengambil syuting di sungai Mekong, Vietnam. Alur sungai yang berkelok dan jenis tanaman di kawasan lingkungan ini sangat menakjubkan.

Panjang trek yang dilalui oleh pengunjung jukung panjangnya sekitar 1,5 Km. Menggunakan jukung bermesin membutuhkan waktu rata-rata 20 menit sampai kembali ke tempat semula. Sepanjang perjalanan pengunjung akan melihat tanaman buyuk, tanaman waru, ladang kelapa milik warga. Selain itu dikawasan lingkungan tak jarang muncul beberapa hewan, seperti burung, biawak, ikan air payau, dan ular.

Jika ingin suasana lebih hening dan romantik, pengunjung dapat menyewa jukung tanpa mesin berukuran kecil. Yang bisa didengar hanyalah suara air dari gerak dayung perahu. Suasana seperti ini biasanya akan terasa lengkap sambil ditemani kicauan burung yang terbang bebas. Dan, jangan kaget, sepanjang alur yang dilintasi kerap kali menemui orang memancing ikan dari balik rerimbunan. Beberapa dari mereka akan menyapa anda dengan senyuman atau lambaian tangan.

Muara sungai ini merupakan kawasan sungai yang cukup dalam. Dia memiliki bagian hulu dari Desa Pangyangan sampai berujung mentok tepat berbatasan dengan laut yang terhalang gundukan pasir tebal berwarna hitam. Dengan demikian airnya selalu tenang dan tak berarus. Bagi yang tidak menguasai renang tidak usah khawatir, karena pihak penyelenggara menyediakan jaket pelampung sebanyak 10 biji bantuan dari dinas kelautan, Kabupaten Jembrana.

Untuk dapat menikmati wahana ini, pengunjung akan dilayani kapan saja dan buka setiap hari. Karena dua orang akan di tugaskan secara bergantian untuk selalu stand bye di tempat lokasi.

Anda berminat untuk mencoba sensasi berlayar menggunakan jukung mengarungi lautan luas? Siapkan saja kocek Rp 5.000 per orang. Karena pihak penyelenggara masih memberlakukan harga promo. Sebagai pusat layanan informasi dapat menghubungi ke nomor hotline 085 739 936 313. [b]

Tags: JembranaPariwisataTravel
Liputan Mendalam BaleBengong.ID
Eka Juni Artawan

Eka Juni Artawan

? Being me on mine,... ? Always try to the best and better to do first,... while the result is the next business. ? Devoted to the work to achieve a prosperous future and independence.

Related Posts

Pulau Wisata ini Ditutup Sementara untuk Perbaikan Kualitas Lingkungan  akibat Overtourism

Pulau Wisata ini Ditutup Sementara untuk Perbaikan Kualitas Lingkungan akibat Overtourism

8 April 2026
UMKM Terseok-Seok Hadapi Penataan di Pantai Sanur

Inilah Proyek Investasi Daerah Bali

23 August 2025
Menimbang Program Ecobrick di Sekolah Jembrana

Menimbang Program Ecobrick di Sekolah Jembrana

13 June 2025

Bali Hampir Habis, Semenjana dan Tergantikan

4 January 2025
Cerita Rasa

Cerita Rasa Festival: Rintisan Festival Desa di Jembrana

6 August 2022
Menilik Hotel Ramah Lingkungan Mana Earthly Paradise

Menilik Hotel Ramah Lingkungan Mana Earthly Paradise

1 July 2021
Next Post
Komisi III DPRD: Pembangunan Tol Menyalahi AMDAL

Komisi III DPRD: Pembangunan Tol Menyalahi AMDAL

Comments 2

  1. Anton Muhajir says:
    14 years ago

    jadi, ini rutenya ke arah laut atau di sungai yg di dalam hutan? sepertinya asyik kalau sekali2 nyoba ke sana. tapi kamu jd pemandunya ya, ka. 🙂

    Reply
  2. Eka Juni Artawan says:
    14 years ago

    boleh bos, asal pengunjungnya menguasaai renang…karena jika saya sbg guide, tidak punya tehnik dasr renang, hanya gaya bebas, sebebas bebasnya 🙂

    Reply

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Temukan Kami

Kelas Literasi BaleBengong
Melali Melali Melali
Seberapa Aman Perilaku Digitalmu? Seberapa Aman Perilaku Digitalmu? Seberapa Aman Perilaku Digitalmu?

Kabar Terbaru

Wisata di Denpasar, Tiga Tempat Menarik dalam Satu Area

Refleksi Aksi For HATI Bali 2026 dalam Menjaga Masa Depan Bali

8 June 2026
Risiko Kesehatan ketika Marak Pembakaran Sampah Terbuka

Hindari Penggunaan Bahan Ini dalam Banten

8 June 2026
Gersang Dahulu, Tanam Bambu Kemudian. Air pun Mengalir

Gersang Dahulu, Tanam Bambu Kemudian. Air pun Mengalir

7 June 2026

Menepi Sejenak di Serayu Pottery Ubud 

6 June 2026
BaleBengong

© 2024 BaleBengong Media Warga Berbagi Cerita. Web hosted by BOC Indonesia

Informasi Tambahan

  • Iklan
  • Peringatan
  • Kontributor
  • Bagi Beritamu!
  • Tanya Jawab
  • Panduan Logo

Temukan Kami

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Liputan Mendalam
  • Berita Utama
  • Opini
  • Travel
  • Lingkungan
  • Sosok
  • Budaya
  • Sosial
  • Teknologi
  • Gaya Hidup
  • Arsip

© 2024 BaleBengong Media Warga Berbagi Cerita. Web hosted by BOC Indonesia