• Beranda
  • Pemasangan Iklan
  • Kontak
  • Bagi Beritamu!
  • Tentang Kami
Saturday, October 24, 2026
  • Login
BaleBengong.id
  • Liputan Mendalam
  • Berita Utama
  • Opini
  • Travel
  • Lingkungan
  • Sosok
  • Budaya
  • Sosial
  • Teknologi
  • Gaya Hidup
  • Arsip
No Result
View All Result
  • Liputan Mendalam
  • Berita Utama
  • Opini
  • Travel
  • Lingkungan
  • Sosok
  • Budaya
  • Sosial
  • Teknologi
  • Gaya Hidup
  • Arsip
No Result
View All Result
BaleBengong
No Result
View All Result
Home Kabar Baru

Waspadai Revisi RTRWP Bali

Luh De Suriyani by Luh De Suriyani
29 November 2011
in Kabar Baru, Lingkungan
0
2

Saat ini DPRD Bali sedang berusaha melakukan revisi Rencana Tata Ruang dan Wilayah Provinsi Bali. Setelah dicek oleh para aktivis lingkungan, ternyata banyak materi baru yang ingin diubah oleh anggota dewan.

Berikut ini adalah DRAFT RTRWP tersebut beserta poin-poin yang akan diubah oleh DPRD Bali. Atas nama pariwisata, alam Bali terus dieksploitasi. Revisi RTRWP ini merupakan salah satunya.

Silakan unduh DRAFT RTRWP tersebut di Draft RTRWP Bali, baca, dan berikan catatan Anda di sini.

Tags: LingkunganPerdaRTRWP Bali
Liputan Mendalam BaleBengong.ID
Luh De Suriyani

Luh De Suriyani

Ibu dua anak lelaki, tinggal di pinggiran Denpasar Utara. Anak dagang soto karangasem ini alumni Pers Mahasiswa Akademika dan Fakultas Ekonomi Universitas Udayana. Pernah jadi pemimpin redaksi media advokasi HIV/AIDS dan narkoba Kulkul. Menulis lepas untuk Mongabay.

Related Posts

Konservasi Ruang Airtanah Berbasis Ruang Kesakralan: Sebuah Kontemplasi Eco-Sosial-Religius di Bali

Infrastruktur Komputasi vs. Neraca Air: Mengukur Jejak Ekologis Data Center di Bali

12 October 2026
Upaya Generasi Muda Tamblingan  Membentengi Alas Mertajati dari Eksploitasi

Ada Dapur Raksasa di Bawah Danau-danau di Bedugul

27 September 2026
Bali dan Banjir: Apakah Kita Serius Menata Kota?

Kesalahpahaman dalam Penganggaran Mitigasi Bencana di Bali

25 September 2026
Agama Tirta, Bagaimana jika Ritual Tanpa Air?

Agama Tirta, Bagaimana jika Ritual Tanpa Air?

22 September 2026
IDRiM 2026 Bahas Bencana Dunia: Bali Cuma Tuan Rumah atau Ikut Cari Solusi?

IDRiM 2026 Bahas Bencana Dunia: Bali Cuma Tuan Rumah atau Ikut Cari Solusi?

12 September 2026
Jejak Gunung Api Bawah Laut: Menelusuri Lava Bantal Ponjok Batu, Kisah Geologi di Bali Utara

Jejak Gunung Api Bawah Laut: Menelusuri Lava Bantal Ponjok Batu, Kisah Geologi di Bali Utara

12 August 2026
Next Post
Dialog Dini Hari Luncurkan Single Pelangi

Dialog Dini Hari Luncurkan Single Pelangi

Comments 2

  1. I Ketut Puspa Adnyana says:
    15 years ago

    Supaya tidak salah menilai saya perlu memperkenalkan diri. Dalam rangka menulis Disertasi (promosi tahun 2003 :Cum Laude di UGM), saya meneliti Tata Ruang di Kota Denpasar sejak tahun 1999 sampai dengan akhir maret 2003, dengan judul “Persepsi Masyarakat Adat Bali Terhadap Perubahan Tata Ruang Studi Kasus Padangsambian Denpasar”. Dalam disertasi ini saya membedakan tata ruang menjadi dua, yaitu:(1) Tata Ruang Moder (TRM, buatan pemerintah) dan (2) Tata Ruang Tradisional Bali (TRTB, ditata berdasarkan Kebudayaan Bali).Penerapan TRM mengakibatkan merosotnya TRTB, secara psikologis ini menyakitkan perasaan masyarakat adat Bali. Saya igin mempresentasikan hasil penelitian di DPRD Bali, tapi karena terlambat 30 menit akibat perbedaan waktu, saya tidak diterima akhirnya acara batal. Saya sudah membaca secara seksama Perda Nomor 16 Tahun 2009 dan telah juga membandingkan dengan Draft Perubahan PERDA tersebut. Intinya : Perda Asli lebih KUAT daripada draft perda perubahan. Saya heran, mestinya Draft Perubahan lebih berdayaguna, ini koq terbalik. Saran saya : tidak perlu ada perubahan perda, tetapi yang perlu menetapkan PERATURAN GUBERNUR BALI dan KEPUTUSAN GUBERNUR BALI. Saya tidak pernah bertanya : Bapak Gubernur Bali ada dimana? Ada di Investor atau ada di masyarakat adat Bali? Jangan khawatir masih banyak “ORANG BALI TULEN” yang siaga membela Bali. Apa yang ada akan terus ada apa yang tidak ada akan terus tidak ada. Bali ada maka akan terus ada.

    Reply
  2. I Ketut Puspa Adnyana says:
    15 years ago

    Supaya tidak salah menilai saya perlu memperkenalkan diri. Dalam rangka menulis Disertasi (promosi tahun 2003 :Cum Laude di UGM), saya meneliti Tata Ruang di Kota Denpasar sejak tahun 1999 sampai dengan akhir maret 2003, dengan judul “Persepsi Masyarakat Adat Bali Terhadap Perubahan Tata Ruang Studi Kasus Padangsambian Denpasar”. Dalam disertasi ini saya membedakan tata ruang menjadi dua, yaitu:(1) Tata Ruang Moder (TRM, buatan pemerintah) dan (2) Tata Ruang Tradisional Bali (TRTB, ditata berdasarkan Kebudayaan Bali).Penerapan TRM mengakibatkan merosotnya TRTB, secara psikologis ini menyakitkan perasaan masyarakat adat Bali. Saya igin mempresentasikan hasil penelitian di DPRD Bali, tapi karena terlambat 30 menit akibat perbedaan waktu, saya tidak diterima akhirnya acara batal. Saya sudah membaca secara seksama Perda Nomor 16 Tahun 2009 dan telah juga membandingkan dengan Draft Perubahan PERDA tersebut. Intinya : Perda Asli lebih KUAT daripada draft perda perubahan. Saya heran, mestinya Draft Perubahan lebih berdayaguna, ini koq terbalik. Saran saya : tidak perlu ada perubahan perda, tetapi yang perlu menetapkan PERATURAN GUBERNUR BALI dan KEPUTUSAN GUBERNUR BALI. Saya tidak pernah bertanya : Bapak Gubernur Bali ada dimana? Ada di Investor atau ada di masyarakat adat Bali? Jangan khawatir masih banyak “ORANG BALI TULEN” yang siaga membela Bali. Apa yang ada akan terus ada apa yang tidak ada akan terus tidak ada. Bali ada maka akan terus ada.

    Reply

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Temukan Kami

Kelas Literasi BaleBengong
Melali Melali Melali
Seberapa Aman Perilaku Digitalmu? Seberapa Aman Perilaku Digitalmu? Seberapa Aman Perilaku Digitalmu?

Kabar Terbaru

Memediasi Hak Asuh Anak dalam Pernikahan Patrilineal

Mempertanyakan Penangkapan Transpuan oleh Satpol PP Badung

23 October 2026
Transisi ke Kendaraan Listrik di tengah Kelangkaan BBM adalah Wacana Kapitalistik?

Transisi ke Kendaraan Listrik di tengah Kelangkaan BBM adalah Wacana Kapitalistik?

23 October 2026
Sanur Intaran Menata Kawasan ke Zona Biru, Hijau, dan Kuning untuk Mengurangi Emisi

Sanur Intaran Menata Kawasan ke Zona Biru, Hijau, dan Kuning untuk Mengurangi Emisi

22 October 2026
Di Balik Diagnosis Skizofrenia, Ada Manusia yang Ingin Dipahami

Di Balik Diagnosis Skizofrenia, Ada Manusia yang Ingin Dipahami

22 October 2026
BaleBengong

© 2024 BaleBengong Media Warga Berbagi Cerita. Web hosted by BOC Indonesia

Informasi Tambahan

  • Iklan
  • Peringatan
  • Kontributor
  • Bagi Beritamu!
  • Tanya Jawab
  • Panduan Logo

Temukan Kami

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Liputan Mendalam
  • Berita Utama
  • Opini
  • Travel
  • Lingkungan
  • Sosok
  • Budaya
  • Sosial
  • Teknologi
  • Gaya Hidup
  • Arsip

© 2024 BaleBengong Media Warga Berbagi Cerita. Web hosted by BOC Indonesia