• Beranda
  • Pemasangan Iklan
  • Kontak
  • Bagi Beritamu!
  • Tentang Kami
Saturday, December 13, 2025
  • Login
BaleBengong.id
  • Liputan Mendalam
  • Berita Utama
  • Opini
  • Travel
  • Lingkungan
  • Sosok
  • Budaya
  • Sosial
  • Teknologi
  • Gaya Hidup
  • Arsip
No Result
View All Result
  • Liputan Mendalam
  • Berita Utama
  • Opini
  • Travel
  • Lingkungan
  • Sosok
  • Budaya
  • Sosial
  • Teknologi
  • Gaya Hidup
  • Arsip
No Result
View All Result
BaleBengong
No Result
View All Result
Home Lingkungan

Walhi Desak Buka Masterplan Perluasan Bandara

Walhi Bali by Walhi Bali
20 November 2019
in Lingkungan
0 0
0

Dalam rapat konsultasi publik, Angkasa Pura tak hadir sementara Pelindo berkelit.

Rabu 20 November 2019 Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) melaksanakan Konsultasi Publik mengenai penyusunan Rancangan Peraturan Presiden Rencana Zonasi Kawasan Strategis Nasional Kawasan Perkotaan Denpasar, Badung, Gianyar dan Tabanan (Ranperpres RZ KSN Sarbagita). Acara ini dilaksanakan di kantor Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Provinsi Bali.

Pihak yang terlibat adalah dinas-dinas pemerintahan terkait, Badan Usaha Milik Negara (BUMN), dan lembaga swadaya masyarakat (LSM). WALHI Bali salah satu LSM hadir pada konsultasi publik tersebut. Konsultasi Publik tersebut dipimpin oleh Suraji selaku Kasi KSN Kementerian Kelautan dan Perikanan.

I Made Juli Untung Pratama, Direktur Eksekutif WALHI Bali yang menghadiri acara konsultasi publik tersebut, memberikan tanggapan terhadap Ranperpres RZ KSN Sarbagita. Untung Pratama menyampaikan penetapan Teluk Benoa sebagai Kawasan Konservasi Maritim wajib dikawal hingga Ranperpres tersebut disahkan menjadi Perpres.

“Status Teluk Benoa sebagai Kawasan Konservasi Maritim wajib dikawal dan dipastikan hingga Ranperpres tersebut disahkan menjadi Perpres,” tegasnya.

Lebih lanjut, Untung juga memprotes Ranperpres RZ KSN Sarbagita yang memberikan peruntukan ruang untuk Tambang Pasir laut di Perairan Badung, Reklamasi untuk pengembangan Bandara Ngurah Rai dan reklamasi untuk penhembangan Pelabuhan Benoa. Untung mendesak agar ketiga proyek tersebut tidak diakomodir dalam Ranperpres RZ KSN Sarbagita.

“WALHI Bali mendesak agar peruntukan ruang untuk tambang pasir laut, Reklamasi untuk perluasan Bandara Ngurah Rai dan Pelabuhan Benoa dihapus dari Ranperpres RZ KSN Sarbagita,” tegasnya.

Pada konsultasi publik tersebut, Untung juga menyampaikan bahwa pihak Pelindo III dan Angkasa Pura harus membuka masterplan rencana pembangunannya. Lebih lanjut Made Juli menjelaskan selama ini Pelindo III dan Angkasa Pura I tidak pernah mau terbuka terhadap masterplannya hingga mengurug laut.

“Dalam konsultasi publik ini, saya minta pimpinan rapat untuk memberikan waktu kepada pihak Pelindo III dan Angkasa Pura I. Menjelaskan dalam forum ini, rencana apa yang sebenarnya mau dibangun di lahan reklamasi tersebut,” ujarnya.

Saat pimpinan rapat menanyakan kehadiran Angkasa Pura I, pihak Angkasa Pura I yang sudah diundang hadir pada konsultasi publik ternyata mangkir tanpa alasan.

Pihak Pelindo III diwakili oleh Wayan Wardika selaku Staf dari Pelindo III. Ia juga memohon maaf karena atasan Pelindo III tidak bsa hadir karena sedang ada kegiatan di Surabaya. Terkait permintaan WALHI Bali, staf Pelindo III tersebut menjawab bahwa itu (masterplan) bukan ranah dari Pelindo III.

“Bukan ranah kami, karena Pelindo operator saja. Mohon maaf,” ujarnya.

Dalam Konsultasi Publik tersebut, Made Juli juga menyerahkan nota protes sebagai bentuk sikap WALHI Bali terhadap Ranperpres RZ KSN Sarbagita. Surat tersebut diterima langsung oleh pimpinan rapat Konsultasi Publik. [b]

kampungbet
Tags: Lingkungan
Liputan Mendalam BaleBengong.ID
Walhi Bali

Walhi Bali

Related Posts

Energi Terbarukan di Pulau Bali Hanya Bagus di Atas Kertas, tapi Kenapa Sulit Terwujud

Energi Terbarukan di Pulau Bali Hanya Bagus di Atas Kertas, tapi Kenapa Sulit Terwujud

26 November 2025
Pulau Surga yang Kehilangan Harmoni

Pulau Surga yang Kehilangan Harmoni

16 November 2025
Inilah Panduan Nyepi Tanpa Internet Tahun Ini

Tersingkir di Tanah Sendiri

12 November 2025
Memanen Air Hujan dan Biogas, Teknologi Tepat Guna bagi Petani Bali yang Terabaikan

Ketimpangan Sumber Daya di Balik Krisis Air Tanah Bali

12 November 2025
Ketika Pulau Menghangat: Urban Heat Island di Pulau Bali

Ketika Pulau Menghangat: Urban Heat Island di Pulau Bali

3 November 2025
Adakah Sistem Peringatan Dini Banjir di Bali? Ini Simulasinya

Adakah Sistem Peringatan Dini Banjir di Bali? Ini Simulasinya

18 October 2025
Next Post
Film Berdaulat, Menjaga Kenangan Penuh Keseimbangan

Film Berdaulat, Menjaga Kenangan Penuh Keseimbangan

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Temukan Kami

Kelas Literasi BaleBengong
Melali Melali Melali
Seberapa Aman Perilaku Digitalmu? Seberapa Aman Perilaku Digitalmu? Seberapa Aman Perilaku Digitalmu?

Kabar Terbaru

Memperjuangkan Bali Bebas Macet: Catatan Akhir Tahun demi Transportasi Berkelanjutan di Bali

Memperjuangkan Bali Bebas Macet: Catatan Akhir Tahun demi Transportasi Berkelanjutan di Bali

13 December 2025

Konsep Lascarya dan Nasmita Memudar di Tren Berbusana Adat ke Pura

13 December 2025
Suara Perempuan di Festival Film Kemanusiaan 2025

Suara Perempuan di Festival Film Kemanusiaan 2025

12 December 2025
Aksi Protes Pemilik Sawah di Jatiluwih Pasang Seng dan Plastik

Pemetaan Lokasi Sidak Pansus TRAP

12 December 2025
BaleBengong

© 2024 BaleBengong Media Warga Berbagi Cerita. Web hosted by BOC Indonesia

Informasi Tambahan

  • Iklan
  • Peringatan
  • Kontributor
  • Bagi Beritamu!
  • Tanya Jawab
  • Panduan Logo

Temukan Kami

Welcome Back!

Sign In with Facebook
OR

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Liputan Mendalam
  • Berita Utama
  • Opini
  • Travel
  • Lingkungan
  • Sosok
  • Budaya
  • Sosial
  • Teknologi
  • Gaya Hidup
  • Arsip

© 2024 BaleBengong Media Warga Berbagi Cerita. Web hosted by BOC Indonesia