• Beranda
  • Pemasangan Iklan
  • Kontak
  • Bagi Beritamu!
  • Tentang Kami
Tuesday, June 9, 2026
  • Login
BaleBengong.id
  • Liputan Mendalam
  • Berita Utama
  • Opini
  • Travel
  • Lingkungan
  • Sosok
  • Budaya
  • Sosial
  • Teknologi
  • Gaya Hidup
  • Arsip
No Result
View All Result
  • Liputan Mendalam
  • Berita Utama
  • Opini
  • Travel
  • Lingkungan
  • Sosok
  • Budaya
  • Sosial
  • Teknologi
  • Gaya Hidup
  • Arsip
No Result
View All Result
BaleBengong
No Result
View All Result
Home Lingkungan

Walhi Desak Buka Masterplan Perluasan Bandara

Walhi Bali by Walhi Bali
20 November 2019
in Lingkungan
0
0

Dalam rapat konsultasi publik, Angkasa Pura tak hadir sementara Pelindo berkelit.

Rabu 20 November 2019 Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) melaksanakan Konsultasi Publik mengenai penyusunan Rancangan Peraturan Presiden Rencana Zonasi Kawasan Strategis Nasional Kawasan Perkotaan Denpasar, Badung, Gianyar dan Tabanan (Ranperpres RZ KSN Sarbagita). Acara ini dilaksanakan di kantor Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Provinsi Bali.

Pihak yang terlibat adalah dinas-dinas pemerintahan terkait, Badan Usaha Milik Negara (BUMN), dan lembaga swadaya masyarakat (LSM). WALHI Bali salah satu LSM hadir pada konsultasi publik tersebut. Konsultasi Publik tersebut dipimpin oleh Suraji selaku Kasi KSN Kementerian Kelautan dan Perikanan.

I Made Juli Untung Pratama, Direktur Eksekutif WALHI Bali yang menghadiri acara konsultasi publik tersebut, memberikan tanggapan terhadap Ranperpres RZ KSN Sarbagita. Untung Pratama menyampaikan penetapan Teluk Benoa sebagai Kawasan Konservasi Maritim wajib dikawal hingga Ranperpres tersebut disahkan menjadi Perpres.

“Status Teluk Benoa sebagai Kawasan Konservasi Maritim wajib dikawal dan dipastikan hingga Ranperpres tersebut disahkan menjadi Perpres,” tegasnya.

Lebih lanjut, Untung juga memprotes Ranperpres RZ KSN Sarbagita yang memberikan peruntukan ruang untuk Tambang Pasir laut di Perairan Badung, Reklamasi untuk pengembangan Bandara Ngurah Rai dan reklamasi untuk penhembangan Pelabuhan Benoa. Untung mendesak agar ketiga proyek tersebut tidak diakomodir dalam Ranperpres RZ KSN Sarbagita.

“WALHI Bali mendesak agar peruntukan ruang untuk tambang pasir laut, Reklamasi untuk perluasan Bandara Ngurah Rai dan Pelabuhan Benoa dihapus dari Ranperpres RZ KSN Sarbagita,” tegasnya.

Pada konsultasi publik tersebut, Untung juga menyampaikan bahwa pihak Pelindo III dan Angkasa Pura harus membuka masterplan rencana pembangunannya. Lebih lanjut Made Juli menjelaskan selama ini Pelindo III dan Angkasa Pura I tidak pernah mau terbuka terhadap masterplannya hingga mengurug laut.

“Dalam konsultasi publik ini, saya minta pimpinan rapat untuk memberikan waktu kepada pihak Pelindo III dan Angkasa Pura I. Menjelaskan dalam forum ini, rencana apa yang sebenarnya mau dibangun di lahan reklamasi tersebut,” ujarnya.

Saat pimpinan rapat menanyakan kehadiran Angkasa Pura I, pihak Angkasa Pura I yang sudah diundang hadir pada konsultasi publik ternyata mangkir tanpa alasan.

Pihak Pelindo III diwakili oleh Wayan Wardika selaku Staf dari Pelindo III. Ia juga memohon maaf karena atasan Pelindo III tidak bsa hadir karena sedang ada kegiatan di Surabaya. Terkait permintaan WALHI Bali, staf Pelindo III tersebut menjawab bahwa itu (masterplan) bukan ranah dari Pelindo III.

“Bukan ranah kami, karena Pelindo operator saja. Mohon maaf,” ujarnya.

Dalam Konsultasi Publik tersebut, Made Juli juga menyerahkan nota protes sebagai bentuk sikap WALHI Bali terhadap Ranperpres RZ KSN Sarbagita. Surat tersebut diterima langsung oleh pimpinan rapat Konsultasi Publik. [b]

kampungbet
Tags: Lingkungan
Liputan Mendalam BaleBengong.ID
Walhi Bali

Walhi Bali

Related Posts

Abrasi yang tak Pernah Henti di Pantai Kuta

Hilangnya Pesisir Bali: Memahami Akar Krisis Abrasi dan Jalan Keluarnya

4 June 2026
Mai Memunyi!

Mai Memunyi!

30 May 2026

Mall Baru akan Bermunculan, Warga Bali Khawatir Ruang Hidup Kian Sesak

27 May 2026
Merestorasi Mindset Ekologis di Bali: Belajar Dari Geguritan Selampah Laku Karya Ida Pedanda Made Sidemen

Merestorasi Mindset Ekologis di Bali: Belajar Dari Geguritan Selampah Laku Karya Ida Pedanda Made Sidemen

26 May 2026
Rekapitulasi Dampak Banjir 24 Februari 2026 di 76 Titik Kejadian

Kota Denpasar Memiliki Banyak Air Hujan tapi Kehilangan Kemampuan Menyimpan

21 May 2026
Danau Yeh Malet: Jejak Gunungapi Maar Purba di Karangasem

Danau Yeh Malet: Jejak Gunungapi Maar Purba di Karangasem

18 May 2026
Next Post
Film Berdaulat, Menjaga Kenangan Penuh Keseimbangan

Film Berdaulat, Menjaga Kenangan Penuh Keseimbangan

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Temukan Kami

Kelas Literasi BaleBengong
Melali Melali Melali
Seberapa Aman Perilaku Digitalmu? Seberapa Aman Perilaku Digitalmu? Seberapa Aman Perilaku Digitalmu?

Kabar Terbaru

Wisata di Denpasar, Tiga Tempat Menarik dalam Satu Area

Refleksi Aksi For HATI Bali 2026 dalam Menjaga Masa Depan Bali

8 June 2026
Risiko Kesehatan ketika Marak Pembakaran Sampah Terbuka

Hindari Penggunaan Bahan Ini dalam Banten

8 June 2026
Gersang Dahulu, Tanam Bambu Kemudian. Air pun Mengalir

Gersang Dahulu, Tanam Bambu Kemudian. Air pun Mengalir

7 June 2026

Menepi Sejenak di Serayu Pottery Ubud 

6 June 2026
BaleBengong

© 2024 BaleBengong Media Warga Berbagi Cerita. Web hosted by BOC Indonesia

Informasi Tambahan

  • Iklan
  • Peringatan
  • Kontributor
  • Bagi Beritamu!
  • Tanya Jawab
  • Panduan Logo

Temukan Kami

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Liputan Mendalam
  • Berita Utama
  • Opini
  • Travel
  • Lingkungan
  • Sosok
  • Budaya
  • Sosial
  • Teknologi
  • Gaya Hidup
  • Arsip

© 2024 BaleBengong Media Warga Berbagi Cerita. Web hosted by BOC Indonesia