Tertunda Empat Tahun, SOB pun Merilis Videoklip “Rise To The End”

Suhu ekstrem di Bali hingga mencapai 35 derajat Celcius.

Menurut Balai Meteorolgi, Geofisika dan Klimatologi (BMKG) Bali inilah suhu terpanas tertinggi dalam 30 tahun belakangan di Bali. Secara ilmiah suhu tinggi ini disebabkan oleh Bali memasuki peralihan musim kemarau ke musim hujan.

Video Klip “Rise To The End” disutradarai oleh: Erick Est

Faktor lain adalah posisi matahari saat ini berada di selatan garis Khatulistiwa. Akibatnya, intensitas cahaya matahari lebih banyak sampai ke permukaan bumi. Perubahan Iklim juga menjadi faktor utama kondisi ini. Ada pergeseran umur cuaca yang sangat ekstrem terjadi.

Scared Of Bums berpikir bahwa kondisi sekarang ini adalah kondisi yang tepat untuk meluncurkan video klip “Rise To The End”. Album ini secara visual menampilkan kondisi-kondisi alam yang sudah semakin berubah.

Taman Nasional Baluran dan Gunung Bromo adalah lokasi menjadi pilihan Erick Est untuk shooting video klip “Rise To The End”. Keduanya bercerita secara surealis menghadirkan kontradiksi antara mimpi dan realita menjadi nyata dalam visual yang memperlihatkan objek nyata dalam keadaan yang tidak mungkin terjadi, seperti dalam mimpi atau alam bawah sadar manusia.

Lagu “Rise To The End” adalah single dari album kedua “Let’s Turn On Fire” yang dirilis pada tahun 2013. “Rise To The End sendiri mengandung arti untuk tidak pernah menyerah, mempertahankan apa yg kita yakini sampai akhir,” ujar Gede Putra Budi Noviyana, drummer Scared Of Bums yang lebih akrab dipanggil Nova.

Banyak pengalaman menarik ketika pengambilan gambar video klip ini. Semisal di Taman Nasional Baluran kamera drone sempat jatuh dan kemudian diperingati penjaga pos Taman Nasional Baluran untuk menjaga ketenangan banteng liar penghuni Taman Nasional.

Tidak Turun Pamor

Putu Eka Janantha atau sering dipanggil Bocare vokalis Scared Of Bums mengatakan dia dikerjain Erick Est, ketika adegan badan dikubur sampai leher di gurun pasir Gunung Bromo. Proses shooting sempat tertunda satu hari karena hujan angin di lokasi sampai menerbangkan tenda crew di lokasi. Tim produksi dan personil benar-benar diuji secara fisik dan mental ketika proses pembuatan video.

Rilis video klip “Rise To The End” di kanal YouTube ini adalah sebagai jembatan penghubung antara album kedua dan dan album terbaru Scared Of Bums berikutnya yang bertajuk “Delay” yang akan segera dirilis akhir tahun ini.

Album “Delay” akan diawali dengan perilisan single pertama yang berjudul sama dengan album yaitu “Delay” yang rencananya dirilis dalam dua pekan kedepan. Single ini nantinya akan dapat dinikmati di semua kanal musik digital terpopuler.

Jarak enam tahun dari album terakhir Scared Of Bums tidak membuat band ini turun pamor. Penggemar Scare Of Bums yang sering disebut “5013mc” (Scared Of Bums Mos Pit Crew) selalu membludak memenuhi festival-festival musik dengan kapasitas penonton ribuan.

Penampilan terakhir Scared Of Bums di acara Carnival Of Rock yang diselenggarakan Pemerintah Provinsi Bali di Panggung Terbuka Ardha Candra, 06 November 2019 silam memberikan kesempatan band ini untuk menyuarakan perjuangan “Bali Tolak Reklamasi” di hadapan Pemerintah Provinsi Bali dengan membawakan lagu “Kepalkan Tangan Kiri”.

Momen ini juga direspon oleh penonton dari Desa Adat/Pakraman Sumerta dengan membawa atribut ForBali ke atas panggung. Ini menunjukan kalau band ini berada di koridor mendukung Pemerintah Provinsi Bali ketika bicara tentang memajukan industri kreatif generasi milenial akan tetapi tetap konsisten mengawal isu-isu sosial di Bali. [b]