• Beranda
  • Pemasangan Iklan
  • Kontak
  • Bagi Beritamu!
  • Tentang Kami
Wednesday, January 14, 2026
  • Login
BaleBengong.id
  • Liputan Mendalam
  • Berita Utama
  • Opini
  • Travel
  • Lingkungan
  • Sosok
  • Budaya
  • Sosial
  • Teknologi
  • Gaya Hidup
  • Arsip
No Result
View All Result
  • Liputan Mendalam
  • Berita Utama
  • Opini
  • Travel
  • Lingkungan
  • Sosok
  • Budaya
  • Sosial
  • Teknologi
  • Gaya Hidup
  • Arsip
No Result
View All Result
BaleBengong
No Result
View All Result
Home Kabar Baru

Klub Menulis Musik bersama Made Adnyana: Sisi Lain Dunia Musik

Felixrio Prabowo by Felixrio Prabowo
13 September 2023
in Kabar Baru, Musik
0
0
Made Adnyana (ketiga dari kiri) berfoto bersama peserta Klub Menulis Musik di kantor BaleBengong, 8 September 2023. (Foto: Felixrio Prabowo)

Setelah sekian lama, Bale Bengong mengadakan kembali Klub Menulis Musik pada 8 September 2023 di kantor BaleBengong. Kelas ini difasilitasi oleh Made Adnyana, jurnalis dan penulis buku musik, diikuti peserta dari berbagai kalangan.

Setibanya di kantor BaleBengong, Made Adnyana membuka obrolan tentang rilis pers (press release), memberi gambaran soal pers hari ini menyikapi banyaknya rilis pers yang bertebaran. Kemudian melihat kurangnya pendokumentasian dan pengarsipan dari musisi Bali terhadap karyanya sendiri, yang sebenarnya adalah ruang untuk pembangunan manusia, peradaban, kebudayaan di Bali hari ini. Bali (seharusnya) tidak lagi melulu soal kebudayaan tradisional.

Jurnalis yang sudah menyukai musik sejak masa kecilnya di Tabanan ini pun mengatakan, syarat utama menulis musik adalah menyukai musik. Tidak menyukai musik pun sebenarnya akan tetap bisa membuat sebuah tulisan mengenai musik, tapi keluarannya akan tidak lebih dalam dibanding yang menyukai musik.

Kemudian suka menonton pertunjukan musik. Namun hal ini tidak menjadi syarat utama karena persoalan harga, dan tersedianya pilihan cara menonton yang lebih murah. Bukan hal yang paling aksesibel tentunya. Terlebih ada perbedaan tentang festival nasional dan lokal dari segi harga dan animo.

Syarat terakhir, tentu saja rasa penasaran yang tinggi. Penulis musik harus mau mengenali berbagai genre musik. Misal, kita suka musik rock, tapi untuk menulis musik, kemampuan untuk membuat ulasan tentang dangdut atau k-pop adalah wajib hukumnya, terlebih musik adalah media yang bisa lebur ke semua lapisan kehidupan seperti ekonomi, sosial budaya, politik, dan lain sebagainya.

https://opac.perpusnas.go.id/DetailOpac.aspx?id=1315264 Kene Keto Musik Bali adalah buku Adnyana yang mengulas berbagai dimensi musik dan musisi Bali, diterbitkan pada 2020. Disebutkan lagu pop Bali sudah mulai berubah, makin terbuka mengarah pada tren tren musik tertentu. Interaksi budaya, terjadinya pembaur an seni dalam nuansa lagu pop Bali tak bisa dielakkan. Namun harus diakui pula, sebagian besar lebih cenderung mengarah pada selera pasar, komersialisasi.

Dalam presentasinya, Made Adnyana memaparkan bahwa jenis dan bentuk ulasan musik bisa berupa ulasan karya musik, pertunjukan, atau profil musisi secara keseluruhan. Bisa juga membahas mengenai tren musik, jika ingin berbicara lebih luas. Kembali pada kemampuan setiap penulis, hasil-hasil dari pencarian tersebut bisa menjadi ulasan elementer; yakni tulisan hasil dari mendengarkan dan mengkaji karya musik dan berhenti di tataran musiknya saja, atau ulasan mendalam; ulasan yang juga mengaitkan karya musik dengan ruang-ruang di sekelilingnya, seperti isu terkini, perubahan zaman, atau apapun di luar alasan teknis produksi musik.

Membuat sebuah ulasan, pada dasarnya adalah memberikan penjelasan atau komentar. Bisa juga memberi tafsiran atau mempelajari. Namun, ulasan ini sifatnya subjektif, karena tergantung latar belakang tiap penulisnya. Mengulas musik memang kadang berat, tapi itulah salah satu cara untuk melatih daya kritis terhadap apa yang kita dengar. Bisa dengan memberikan pengetahun baru, atau memberikan komentar lugas. Satu siasatnya adalah rajin membuka Kamus Besar Bahasa Indonesia untuk memperkaya perbendaharaan kata.

Made Adnyana memberi pengingat bahwa meskipun kita tertarik terhadap suatu musik, fokus harus tetap dijaga karena terlalu banyak informasi pun akan membuat pembaca bingung. Yang seharusnya potensial menjadi banyak tulisan, malah jadi membosankan.

Kita tentu bisa melakukan konfirmasi untuk meyakinkan hati kita soal apa yang ingin kita tafsir, seperti Andaikan Kau Datang milik Koes Plus yang ternyata soal kebimbangan hati Yon Koeswoyo setelah ditinggal tur konser ke luar negeri selama 3,5 tahun oleh Dara Puspita. Susy Nander, sang drummer, saat itu adalah pacarnya.

Banyak hal yang disorot dari setiap hasil tulisan peserta. Diksi, pemilihan judul, detail informasi, jadi perhatiannya. Juga soal penafsiran. Tidak ada yang salah karena pengalaman, latar belakang, pengetahuan tiap pembaca berbeda-beda yang tentu akan menghasilkan hal berbeda terlepas pesan yang sesungguhnya ingin disampaikan oleh musisi. The writer’s dead, lagi-lagi.

kampungbet
Tags: BaliBudayaMade AdnyanaMusik
Liputan Mendalam BaleBengong.ID
Felixrio Prabowo

Felixrio Prabowo

Kadang motret, kadang dengerin musik. Tapi lebih sering bernafas.

Related Posts

Ruang Sipil di Bali di Bawah Tekanan: Ketika Kritik Dianggap Ancaman

Ruang Sipil di Bali di Bawah Tekanan: Ketika Kritik Dianggap Ancaman

5 January 2026
Siaga Banjir! Panduan Praktis untuk Warga Bali di Musim Hujan Ekstrem

Siaga Banjir! Panduan Praktis untuk Warga Bali di Musim Hujan Ekstrem

16 December 2025
Energi Terbarukan di Pulau Bali Hanya Bagus di Atas Kertas, tapi Kenapa Sulit Terwujud

Energi Terbarukan di Pulau Bali Hanya Bagus di Atas Kertas, tapi Kenapa Sulit Terwujud

26 November 2025
Pulau Surga yang Kehilangan Harmoni

Pulau Surga yang Kehilangan Harmoni

16 November 2025
Inilah Panduan Nyepi Tanpa Internet Tahun Ini

Tersingkir di Tanah Sendiri

12 November 2025
Memanen Air Hujan dan Biogas, Teknologi Tepat Guna bagi Petani Bali yang Terabaikan

Ketimpangan Sumber Daya di Balik Krisis Air Tanah Bali

12 November 2025
Next Post

Gerasa Bali, Rumah Aman Korban TPPO

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Temukan Kami

Kelas Literasi BaleBengong
Melali Melali Melali
Seberapa Aman Perilaku Digitalmu? Seberapa Aman Perilaku Digitalmu? Seberapa Aman Perilaku Digitalmu?

Kabar Terbaru

Para Perempuan Petani yang Perjuangkan Hak Tanah

Desa Bukan Ruang Kosong: Membaca Koperasi Merah Putih dari Bali

13 January 2026
Canggu: Puisi dan Kisah Perjalanan

Ubud vs Canggu sebagai Metafora Konflik Internal Diri

12 January 2026
Memulai Kawasan Rendah Emisi di Bali

Memulai Kawasan Rendah Emisi di Bali

11 January 2026
Subak kini Hanya Dilihat sebagai Objek Wisata bukan Sosio Ekologis

Subak kini Hanya Dilihat sebagai Objek Wisata bukan Sosio Ekologis

10 January 2026
BaleBengong

© 2024 BaleBengong Media Warga Berbagi Cerita. Web hosted by BOC Indonesia

Informasi Tambahan

  • Iklan
  • Peringatan
  • Kontributor
  • Bagi Beritamu!
  • Tanya Jawab
  • Panduan Logo

Temukan Kami

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Liputan Mendalam
  • Berita Utama
  • Opini
  • Travel
  • Lingkungan
  • Sosok
  • Budaya
  • Sosial
  • Teknologi
  • Gaya Hidup
  • Arsip

© 2024 BaleBengong Media Warga Berbagi Cerita. Web hosted by BOC Indonesia