• Beranda
  • Pemasangan Iklan
  • Kontak
  • Bagi Beritamu!
  • Tentang Kami
Friday, January 16, 2026
  • Login
BaleBengong.id
  • Liputan Mendalam
  • Berita Utama
  • Opini
  • Travel
  • Lingkungan
  • Sosok
  • Budaya
  • Sosial
  • Teknologi
  • Gaya Hidup
  • Arsip
No Result
View All Result
  • Liputan Mendalam
  • Berita Utama
  • Opini
  • Travel
  • Lingkungan
  • Sosok
  • Budaya
  • Sosial
  • Teknologi
  • Gaya Hidup
  • Arsip
No Result
View All Result
BaleBengong
No Result
View All Result
Home Budaya

Upaya Penyelamatan Jenis Tanaman Melalui Hutan Yadnya

Komang Yuko by Komang Yuko
26 April 2024
in Budaya, Kabar Baru, Lingkungan
0
0
Hutan Yadnya yang berada di dekat parkiran motor Monkey Forest. Foto oleh: Yuko Utami

Mandala Suci Wenara Wana atau lebih akrab di telinga dengan sebutan Monkey Forest, ternyata menyimpan sudut hutan bernama Hutan Yadnya. Lokasinya berada di seberang lobi Monkey Forest. Apabila dari parkiran motor Monkey Forest, hanya tinggal jalan kaki selama kurang lebih 5 menit. Lalu di sisi kiri akan terlihat plang bertuliskan Hutan Yadnya. 

Masyarakat Desa Adat Padangtegal menginisiasi adanya hutan ini. Saat memasuki kawasan Hutan Yadnya, ada berbagai jenis tanaman yang berfungsi untuk pelengkap maupun sarana utama upakara di Bali. “Tumbuh-tumbuhan sekarang banyak yang langka padahal kita perlu, makanya kita bikin Hutan Yadnya disini,” ujar Made Karsana

Terdapat hampir 200 jenis tanaman yang hidup di Hutan Yadnya. “Ada itu dulu orang katanya sudah keliling cari tanaman untuk kebutuhan yadnya, sampai ke kebun raya dan ternyata ketemunya di sini,” ujarnya. Meskipun ratusan jenis tanaman ada di Hutan Yadnya, tetapi ada beberapa tanaman yang tidak dimiliki. 

Sehingga, pencarian tanaman harus ke kabupaten lain seperti di Karangasem dan Buleleng. Pada tahun 2018, Desa Adat Padangtegal melangsungkan Upacara Maliga Lajur dan ngaben massal. Tanaman bernama padang kasna ditemukan di Karangasem. Sedangkan buah kambiloko ditemukan di wilayah Pulaki, Buleleng. 

Buku catatan nama-nama tanaman di Hutan Yadnya. Foto oleh: Yuko Utami

Pada masa kini, lelaki yang kala itu (20/04) mengenakan pakaian adat madya mengungkapkan banyak tanaman keperluan upacara yang mulai langka. Ia mencontohkan pohon nutu yang sudah jarang ditemui. Pohon nutu biasanya dipakai dalam rangkaian upacara ngaben di pedaging tukon. 

Pohon nutu yang dibutuhkan tahun 2018 itu akhirnya ditemukan di Mengwi, Badung dan Desa Bangkian Sidem, Gianyar. Satu bulan sebelum banten (sesajen umat Hindu di Bali) dibuat, para penjaga Hutan Yadnya ditugaskan mencari tanaman yang tidak ada di kawasan hutan tanaman banten dan obat ini.

Sambil menunjukkan beberapa tanaman, Karsanas menjelaskan Hutan Yadnya mendukung pemberian bibit tanaman bagi yang membutuhkan. Begitu pula sebaliknya, Hutan Yadnya juga menerima bibit bagi siapapun yang ingin memberi. 

Tidak ada pungutan yang dikenakan bagi yang meminta tanaman di Hutan Yadnya. Bagi yang beragama Hindu dapat menghaturkan canang dan sesari seikhlasnya. 

Beberapa tanaman yang dipetik untuk upacara. Foto oleh: Yuko Utami

Sayangnya, nama-nama tanaman belum terarsipkan dengan layak. Para petugas yang rata-rata berusia lanjut berinisiatif mencatatnya di buku tulis besar. Mereka membuat tabel dengan klasifikasi dasar berupa nama tanaman dan kelompok bantennya. Selain tanaman, ada beberapa hewan yang dipelihara dalam Hutan Yadnya seperti sapi, bebek dan ayam.

Ada 12 orang warga Desa Adat Padangtegal yang secara sukarela menjaga Hutan Yadnya. Mereka membagi tugas, per hari ada dua orang yang berjaga. Karsana menuturkan, saat ini belum ada anak muda Padangtegal yang tertarik menjaga Hutan Yadnya. 

Adakah Hutan Yadnya di desamu?

kampungbet
Tags: hutan balihutan yadnyamonkey forestritual bali
Liputan Mendalam BaleBengong.ID
Komang Yuko

Komang Yuko

Related Posts

Banjir Besar Tahun Ini Memicu Kritik Warga akan Tata Kelola Kota dan Sampah

Banjir Bandang Bali: Ketika Krisis Kebijakan Daerah Bertemu Krisis Iklim

18 September 2025
Mengharapkan Perubahan Ubud dari Warga dan Pemerintah

Mengharapkan Perubahan Ubud dari Warga dan Pemerintah

15 September 2025
Desa Padangtegal  Berdaya dari Mengelola Hutan Wenara

Desa Padangtegal  Berdaya dari Mengelola Hutan Wenara

5 May 2024
Seandainya Sentral Parkir Terpadu Ubud Optimal

Seandainya Sentral Parkir Terpadu Ubud Optimal

12 July 2022
Berperang dengan Tipat Bantal di Kapal

Berperang dengan Tipat Bantal di Kapal

8 October 2009
Next Post
Perempuan Bidang Perikanan Mendorong Kemajuan dalam Konservasi Laut

Perempuan Bidang Perikanan Mendorong Kemajuan dalam Konservasi Laut

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Temukan Kami

Kelas Literasi BaleBengong
Melali Melali Melali
Seberapa Aman Perilaku Digitalmu? Seberapa Aman Perilaku Digitalmu? Seberapa Aman Perilaku Digitalmu?

Kabar Terbaru

Literasi Digital dan Pencegahan Cyberbullying bagi Pelajar di Denpasar

Literasi Digital dan Pencegahan Cyberbullying bagi Pelajar di Denpasar

16 January 2026
Rekam Jejak 41 Tahun TPA Suwung: Berulang kali Hendak Ditutup, PSEL Gagal

Rekam Jejak 41 Tahun TPA Suwung: Berulang kali Hendak Ditutup, PSEL Gagal

16 January 2026
Tebe Modern hingga Inovasi Sumur Resapan untuk Menghadapi Banjir

Tebe Modern hingga Inovasi Sumur Resapan untuk Menghadapi Banjir

15 January 2026
Refleksi Gastro Kolonialisme dari Monyet Milenial

Refleksi Gastro Kolonialisme dari Monyet Milenial

14 January 2026
BaleBengong

© 2024 BaleBengong Media Warga Berbagi Cerita. Web hosted by BOC Indonesia

Informasi Tambahan

  • Iklan
  • Peringatan
  • Kontributor
  • Bagi Beritamu!
  • Tanya Jawab
  • Panduan Logo

Temukan Kami

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Liputan Mendalam
  • Berita Utama
  • Opini
  • Travel
  • Lingkungan
  • Sosok
  • Budaya
  • Sosial
  • Teknologi
  • Gaya Hidup
  • Arsip

© 2024 BaleBengong Media Warga Berbagi Cerita. Web hosted by BOC Indonesia