• Beranda
  • Pemasangan Iklan
  • Kontak
  • Bagi Beritamu!
  • Tentang Kami
Monday, January 19, 2026
  • Login
BaleBengong.id
  • Liputan Mendalam
  • Berita Utama
  • Opini
  • Travel
  • Lingkungan
  • Sosok
  • Budaya
  • Sosial
  • Teknologi
  • Gaya Hidup
  • Arsip
No Result
View All Result
  • Liputan Mendalam
  • Berita Utama
  • Opini
  • Travel
  • Lingkungan
  • Sosok
  • Budaya
  • Sosial
  • Teknologi
  • Gaya Hidup
  • Arsip
No Result
View All Result
BaleBengong
No Result
View All Result
Home Berita Utama

Unik, Tradisi Nikah Massal di Desa Pengotan

Didi Suprapta by Didi Suprapta
23 March 2018
in Berita Utama, Budaya, Galeri
0
0

Hujan deras dan angin mengguyur tak menghalangi warga berdatangan ke Desa Pengotan.

Kamis, 22 Maret 2018 kemarin, warga berdatangan dari semua penjuru desa. Mereka terfokus di Pura Penataran Agung, Desa Pekraman Pengotan, Kecamatan Bangli, Kabupaten Bangli. Hari itu, Sasih Kadasa (bulan ke sepuluh) dalam sistem penanggalan Saka, adalah waktu di mana warga Desa Pengotan melangsungkan nganten (pernikahan) secara massal. Selain di Sasih Kedasa, prosesi ini juga dilangsungkan pada Sasih Kapat (bulan keempat).

Ada 21 pasang pengantin melangsungkan upacara pada hari tersebut. Jumlah ini tidak tentu, tergantung dari berapa banyak warga yang menikah dalam kurun waktu itu. Kadang lebih dari jumlah ini, kadangkala kurang.

Di tingkat desa, prosesi ini dimulai dengan sangkep anten yang dilaksanakan oleh prajuru Desa Pekraman Pengotan. Tujuannya untuk memberitahukan kepada warga tentang upacara ini. Proses berikutnya adalah memotong sapi sebagai sarana utama dalam upacara ini. Selain sapi, penganten juga menyerahkan sari putih (nasi peserah) sebagai pelengkap mengikuti upacara dan akan digunakan untuk membuat kawas.

Bila tahap ini telah selesai, maka penganten dipanggil dari masing-masing rumahnya. Mereka diantarkan oleh sanak keluarga ke sisi kelod pura (sisi selatan) untuk melangsungkan upacara mekalan-kalan (upacara pembersihan) agar bisa memasuki areal utama pura bale agung.

Di areal pura bale agung, penganten mendapatkan akte perkawinan (proses ini sebenarnya proses administrasi dan kedinasan tapi digabung dalam ritual). Selanjutnya pengantin naik ke bale nganten yang berada di sisi timur pura bale agung. Pengantin pria dan wanita duduk terpisah. Penganten pria duduk di sebelah selatan dan penganten wanita di sisi utara.

Di bale nganten ini mereka memakan sirih, sebagai simbol sah telah diterima menjadi warga desa pekraman. Sirih adalah petenget (simbol) bahwa mereka telah ikut menanggung suka duka dalam lingkungan desa mereka.

Prosesi selanjutnya adalah mepamit di sanggar agung lalu menaikkan damar kurung (lampu kurung) sebagai simbol memohon sinar suci dari Sang Pencipta. Sampai di sini, prosesi di pura bale agung telah selesai, namun dalam beberapa hari para penganten ini harus mebrata. Salah satu brata atau pantangan yang cukup unik di sini, warga desa yang ada di sebelah barat jalan tidak boleh menyeberang ke timur jalan. Begitu juga sebaliknya. [b]

Tulisan ini juga dimuat di Melalay.com







Tags: BangliBudaya
Liputan Mendalam BaleBengong.ID
Didi Suprapta

Didi Suprapta

Didi Suprapta. Akrab dipanggil Didi atau Dek Didi. Lahir di Songan, sebuah desa di pedalaman Kintamani tepatnya pinggiran Danau Batur. Mempunyai minat besar pada blogging dan pemanfaatan internet sebagai media promosi untuk menggantikan model promosi konvesional. Dapat dijumpai di blognya: http://www.ikads.com

Related Posts

Inilah Panduan Nyepi Tanpa Internet Tahun Ini

Tersingkir di Tanah Sendiri

12 November 2025
Sanggah Kemulan Bermakna Unik dari Susunan Bambu di Desa Pedawa

Sanggah Kemulan Bermakna Unik dari Susunan Bambu di Desa Pedawa

25 July 2025
Budaya Ngayah Makin Langah

Budaya Ngayah Makin Langah

13 June 2025
Emas Hitam Kintamani: Anak Muda dan Masa Depan Pertanian

Emas Hitam Kintamani: Anak Muda dan Masa Depan Pertanian

10 June 2025

Bali Hampir Habis, Semenjana dan Tergantikan

4 January 2025
Lebih dari Sekadar Wastra, Ragam Ekspresi di Roman Muka

Lebih dari Sekadar Wastra, Ragam Ekspresi di Roman Muka

22 July 2024
Next Post
Ini Lho Para Penggerak Kepedulian pada Sampah

Ini Lho Para Penggerak Kepedulian pada Sampah

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Temukan Kami

Kelas Literasi BaleBengong
Melali Melali Melali
Seberapa Aman Perilaku Digitalmu? Seberapa Aman Perilaku Digitalmu? Seberapa Aman Perilaku Digitalmu?

Kabar Terbaru

Siwaratri sebagai Ruang Kontemplasi Menghadapi Krisis Batin Kehidupan Modern

18 January 2026
Petani Batur Datangi Kementerian Kehutanan dan Kementerian Investasi

Petani Batur Datangi Kementerian Kehutanan dan Kementerian Investasi

17 January 2026
Gender dan Kesetaraan Performatif di Bali

Gender dan Kesetaraan Performatif di Bali

17 January 2026
Literasi Digital dan Pencegahan Cyberbullying bagi Pelajar di Denpasar

Literasi Digital dan Pencegahan Cyberbullying bagi Pelajar di Denpasar

16 January 2026
BaleBengong

© 2024 BaleBengong Media Warga Berbagi Cerita. Web hosted by BOC Indonesia

Informasi Tambahan

  • Iklan
  • Peringatan
  • Kontributor
  • Bagi Beritamu!
  • Tanya Jawab
  • Panduan Logo

Temukan Kami

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Liputan Mendalam
  • Berita Utama
  • Opini
  • Travel
  • Lingkungan
  • Sosok
  • Budaya
  • Sosial
  • Teknologi
  • Gaya Hidup
  • Arsip

© 2024 BaleBengong Media Warga Berbagi Cerita. Web hosted by BOC Indonesia