• Beranda
  • Pemasangan Iklan
  • Kontak
  • Bagi Beritamu!
  • Tentang Kami
Tuesday, January 13, 2026
  • Login
BaleBengong.id
  • Liputan Mendalam
  • Berita Utama
  • Opini
  • Travel
  • Lingkungan
  • Sosok
  • Budaya
  • Sosial
  • Teknologi
  • Gaya Hidup
  • Arsip
No Result
View All Result
  • Liputan Mendalam
  • Berita Utama
  • Opini
  • Travel
  • Lingkungan
  • Sosok
  • Budaya
  • Sosial
  • Teknologi
  • Gaya Hidup
  • Arsip
No Result
View All Result
BaleBengong
No Result
View All Result
Home Gaya Hidup Agenda

Temple Ceremony, Berdoa untuk Perdamaian Dunia

Anton Muhajir by Anton Muhajir
11 September 2008
in Agenda, Kabar Baru
0
1

Sumber Press Release

Berdoa adalah saat di mana manusia berkomunikasi dengan Pencipta. Berdoa adalah kegiatan pribadi yang tak mengenal bahasa, suku, bangsa dan agama sekalipun. Inilah yang terjadi pada acara off court Commonwealth Bank Tennis Classic 2008 di Nusa Dua, Bali. Sedikitnya tujuh petenis melakukan sermoni doa di Pura Taman Sari, Hotel Grand Hyatt Nusa Dua, Bali, Kamis (11/9).

Adapun ketujuh petenis yang turut dalam acara ini. Sikha Uberoi, Vania King, Francesca Schiavone, Patty Schnyder, Alla Kudryavtseva, Marta Domachowska dan Vasilisa Bardina, tampak anggun dengan kebaya Bali, sebelum mengikuti prosesi. Dengan dipimpin Director F&B Grand Hyatt Philippe Mauron, ketujuh petenis kelas dunia memasuki Pura Taman Sari.

Pimpinan pada upacara itu adalah Pemangku Jro Made Rebit, melakukan Sembahyang (Muspa) dengan lima tahapan. Tujuan dari semua itu adalah memohon kepada Ida Sang Hyang Widhi Wasa agar diberikan keselamatan dan dikabulkan segala permohonan. Kendati para petenis memiliki agama dan kepercayaan masing-masing, mereka pun mengikuti prosesi dengan baik. Walau harus tidak nyaman bersimpuh dan kegerahan karena panas mentari, mereka cukup khusyuk mengikutinya.

Usai melakukan sembahyang tadi, satu-persatu petenis dipercikkan air suci (Tirta) dan bije (beras). Semua itu merupakan simbolisasi dari kebesaran Sang Maha Pencipta atau Ida Sang Hyang Widhi Wasa.

Mengomentari seromoni ini, Schiavone mengatakan, doa adalah bahasa universal kepada Tuhan. Apapun prosesinya, tetapi tetap satu tujuan yakni kepada Yang Maha Kuasa. Dirinya mengaku berdoa dengan agamannya sendiri untuk kedamaian dunia. Dirinya enggan berdoa untuk kemenangan. Sebab kemenangan maupun kekalahan adalah lebih banyak dipengaruhi dari kemampuan dirinya sendiri. Hal yang sama dikatakan Uberoi yang dalam doanya meminta perdamaian dan kehidupan di dunia ini menjadi lebih baik. [b]

Tags: AgamaBudayaNusa DuaOlaharagaTennisToleransi
Liputan Mendalam BaleBengong.ID
Anton Muhajir

Anton Muhajir

Jurnalis lepas, blogger, editor, dan nyambi tukang kompor. Menulis lepas di media arus utama ataupun media komunitas sambil sesekali terlibat dalam literasi media dan gerakan hak-hak digital.

Related Posts

Inilah Panduan Nyepi Tanpa Internet Tahun Ini

Tersingkir di Tanah Sendiri

12 November 2025
Sanggah Kemulan Bermakna Unik dari Susunan Bambu di Desa Pedawa

Sanggah Kemulan Bermakna Unik dari Susunan Bambu di Desa Pedawa

25 July 2025
Budaya Ngayah Makin Langah

Budaya Ngayah Makin Langah

13 June 2025

Bali Hampir Habis, Semenjana dan Tergantikan

4 January 2025
Lebih dari Sekadar Wastra, Ragam Ekspresi di Roman Muka

Lebih dari Sekadar Wastra, Ragam Ekspresi di Roman Muka

22 July 2024
Napak Tilas Konflik Tanah Desa Adat Bugbug

Napak Tilas Konflik Tanah Desa Adat Bugbug

23 October 2023
Next Post

Klungkung Susun Kawasan Konservasi Laut Nusa Penida

Comments 1

  1. Rahmad Tri Cahyono says:
    15 years ago

    Kami sekelompok anak muda yang tergabung dalam sebuah Group band yang bernama Dupa band dari kota Kediri Jawa Timur sangat prihatin dengan kondisi Umat yang selalu di warnai Kekerasan,amuk massa, dan peperangan. Sebagai wujud kepedulian, Kami mengajak dan menghimbau kepada seluruh umat untuk mencintai perdamaian lewat sebuah karya lagu yang kami ciptakan berjudul “Cinta Damai” dan “Peace Love”. Kami juga membentuk komunitas di Facebook dengan akun “Gerakan Damailah Negeriku” agar semua Umat bisa mendengarkan lagu perdamaian kami di akun tersebut. Dukungan semua pihak sangat diperlukan agar kedamaian bisa terwujud. Terimakasih

    Reply

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Temukan Kami

Kelas Literasi BaleBengong
Melali Melali Melali
Seberapa Aman Perilaku Digitalmu? Seberapa Aman Perilaku Digitalmu? Seberapa Aman Perilaku Digitalmu?

Kabar Terbaru

Subak kini Hanya Dilihat sebagai Objek Wisata bukan Sosio Ekologis

Subak kini Hanya Dilihat sebagai Objek Wisata bukan Sosio Ekologis

10 January 2026
Demokrasi di Ujung Tanduk: Penangkapan Aktivis dan Normalisasi Represi

Demokrasi di Ujung Tanduk: Penangkapan Aktivis dan Normalisasi Represi

10 January 2026
[Matan Ai] Bali dan Pembusukan Pembangunan

Keresahan dalam Selimut Rust en Orde

9 January 2026
Menelusuri DAS Tukad Badung, Sungai Tengah Kota yang Terbengkalai

Tumpang Tindih Tata Kelola Air di Bali

9 January 2026
BaleBengong

© 2024 BaleBengong Media Warga Berbagi Cerita. Web hosted by BOC Indonesia

Informasi Tambahan

  • Iklan
  • Peringatan
  • Kontributor
  • Bagi Beritamu!
  • Tanya Jawab
  • Panduan Logo

Temukan Kami

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Liputan Mendalam
  • Berita Utama
  • Opini
  • Travel
  • Lingkungan
  • Sosok
  • Budaya
  • Sosial
  • Teknologi
  • Gaya Hidup
  • Arsip

© 2024 BaleBengong Media Warga Berbagi Cerita. Web hosted by BOC Indonesia