• Beranda
  • Pemasangan Iklan
  • Kontak
  • Bagi Beritamu!
  • Tentang Kami
Thursday, April 30, 2026
  • Login
BaleBengong.id
  • Liputan Mendalam
  • Berita Utama
  • Opini
  • Travel
  • Lingkungan
  • Sosok
  • Budaya
  • Sosial
  • Teknologi
  • Gaya Hidup
  • Arsip
No Result
View All Result
  • Liputan Mendalam
  • Berita Utama
  • Opini
  • Travel
  • Lingkungan
  • Sosok
  • Budaya
  • Sosial
  • Teknologi
  • Gaya Hidup
  • Arsip
No Result
View All Result
BaleBengong
No Result
View All Result
Home Gaya Hidup Agenda

TANTRI, Kekuatan Sebuah Dongeng

Astarini Ditha by Astarini Ditha
27 September 2011
in Agenda, Buku, Kabar Baru
0
1

Julukan sebagai Kampus Pewahyu Rakyat kerap ditautkan pada Fakultas Sastra Universitas Udayana.

Bagi institusi pendidikan yang mengajarkan ilmu sastra, bahasa dan budaya, itu adalah tujuan. Kampus ini telah berdiri selama 53 tahun, di bulan September tahun ini. Separuh abad, waktu yang cukup lama untuk menempa diri. Memberi sumbangsih pemikiran di antaranya lewat sejumlah diskusi dan seminar yang bernapaskan khasanah lokal.

Selasa pekan lalu di auditorium kampus sastra Jalan Pulau Nias, lima orang duduk mengepalai forum. Satu di antaranya adalah moderator. Empat sisanya adalah narasumber. Mereka, para pembicara tersebut tengah membahas Cerita Tantri di Bal dari berbagai perspektif: peran dan nilainya sebagai karya sastra modern dan klasik, ikonografi, dan seni pertunjukkan.

Masing-masing, I Nyoman Darma Putra, I Nyoman Suarka, Kadek Suartaya, dan I Wayan Redig. Terkecuali Kadek Suartaya yang dosen Institut Seni Indonesia (ISI) Denpasar, ketiganya merupakan dosen di Fakultas Sastra Unud.

Cerita Tantri atau Satua Ni Diah Tantri menceritakan tentang tingkah laku para binatang yang didongengkan oleh Ni Diah Tantri pada Raja Patali Nagantun, Prabu Eswaryadala. Ia merupakan cerita berbingkai yang berjalin. Sebagai dongeng, ia kaya akan ajaran moral. Mengajarkan manusia dengan perumpaan langsung tentang hubungan sebab akibat sifat-sifat para binatang dan tokoh dalam cerita.

Bagi Wayan Suarka, Tantri memuat juga nilai ketuhanan, kemanusiaan, kecerdasan, kepedulian, kejujuran dan keadilan, gotong royong, dan kekokohan diri. Ada sejumlah motif yang menggerakkan cerita tantri. Dan motif-motif itu, mengutip Wayan Geria, merupakan implementasi dari filosofi maguru satwa berguru pada binatang, yang terkristalisasi ke dalam nilai-nilai yang dijadikan pedoman oleh suatu masyarakat yang hidup dalam sebuah dunia kehidupan yang dinamakan “dunia tantri”.

Tantri, dalam makalah Wayan Redig berkaitan dengan kata Tantra. Tantra ini memiliki beberapa mulai dari perkakas tenun, karya sastra yang membicarakan masalah doktrin agama, huruf-huruf mistik, metafisik, filsafat dan mantra hingga tentara. Kata Tantra ini berkaitan dengan ajaran agama, dan ajaran ini digubah ke dalam bentuk ceritra. Ceritra yang dikenal dengan cerita Tantri.

Ereksi
Potret sebabak relief muncul dalam materi presentasi Wayan Redig. “Ini agak porno,” katanya berguyon.

Benar saja, relief itu memuat adegan perempuan duduk bersimpuh bersama lelakinya. Lelaki itu telanjang dengan alat kelamin ereksi. Relief lain berisi adegan, sepasang burung saling berhadapan dengan memagut seekor kura-kura. Adegan ini terdapat dalam cerita Tantri.

Oleh masyarakat Bali, cerita Tantri diterjemahkan juga ke dalam bentuk seni pertunjukkan. Cerita Tantri, dalam materi Kadek Suartaya bahkan dipergunakan dalam drama tari Gambuh, teater tua yang lazimnya memakai cerita Panji atau Malat.

Tantri juga dipentaskan dalam pewayangan. Pada tahun 1984 dalam I Wayan Wija, menciptakan wayang kulit yang dinamainya Wayang Tantri. Sama seperti naskah besar seperti Ramayana, Mahabharata, Calon Arang, Panji dan sebagainya, Cerita Tantri juga mendapat tempat yang sama di dunia pertunjukkan Bali.

Antara sastra tradisional dan modern saling berutang-budi. Itu yang disampaikan Darma Putra, ketika menyandingkan novel Cok Sawitri; Tantri Perempuan yang bercerita (2011) dengan karya prosa Made Pasek; Carita Tantri. Darma Putra juga sempat membahas ideologi sang penulis. Persoalan marginalisasi perempuan, ideologi feminis dilekatkan dalam karya-karya Cok Sawitri yang tokoh sentralnya perempuan; janda dari Jirah dan Tantri ini.

Meski Tantri ini berupa teks atau dongeng lisan yang turun temurun, banyak yang percaya ia mengandung tuah, kekuatan seorang perempuan. Tantri, seperti ditulis Darma Putra memang tak bisa mencegah tawuran, bentrok antarwarga desa dan penyakit sosial. Akan tetapi hanya orang dungu yang tidak bisa mengambil pelajaran dari kias-kias dalam cerita tantri. [b]

Tags: AgendaBukuDenpasarDiskusi
Liputan Mendalam BaleBengong.ID
Astarini Ditha

Astarini Ditha

Related Posts

Sampah Plastik Ancam Padang Lamun Bali

Sampah Plastik Ancam Padang Lamun Bali

22 April 2026
Bencana Sunyi: Penurunan Muka Tanah Akibat Eksploitasi Airtanah di Bali

Bencana Sunyi: Penurunan Muka Tanah Akibat Eksploitasi Airtanah di Bali

20 April 2026
Banjar Saraswati Mengurai yang Tersisa, Menyemai yang Bermakna

Banjar Saraswati Mengurai yang Tersisa, Menyemai yang Bermakna

7 April 2026
Sidang Perdana Aktivis karena Konten Medsos

Sidang Perdana Aktivis karena Konten Medsos

26 March 2026
Ruang Healing di Pesisir yang Berubah

Mendamaikan Nyepi dan Takbiran di Bali 2026

16 March 2026
Inilah Panduan Nyepi Tanpa Internet Tahun Ini

Tersingkir di Tanah Sendiri

12 November 2025
Next Post
Mural, Suara Protes di Jalanan

Mural, Suara Protes di Jalanan

Comments 1

  1. Sanjaya says:
    13 years ago

    ini seminarnya kapan? kenapa saya tidak dengar ya ….

    Reply

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Temukan Kami

Kelas Literasi BaleBengong
Melali Melali Melali
Seberapa Aman Perilaku Digitalmu? Seberapa Aman Perilaku Digitalmu? Seberapa Aman Perilaku Digitalmu?

Kabar Terbaru

IAGI Bali Selidiki Lereng Kritis di Lokapaksa Ancam Puluhan Warga

IAGI Bali Selidiki Lereng Kritis di Lokapaksa Ancam Puluhan Warga

29 April 2026
Alasan Koster soal Regulasi Sampah tidak Optimal

Alasan Koster soal Regulasi Sampah tidak Optimal

29 April 2026
Aksi Kemanusiaan AMSI Bali

Aksi Kemanusiaan AMSI Bali

28 April 2026
[Matan Ai] Bali dan Pembusukan Pembangunan

Menjinakkan Suara Kritis Kampus

28 April 2026
BaleBengong

© 2024 BaleBengong Media Warga Berbagi Cerita. Web hosted by BOC Indonesia

Informasi Tambahan

  • Iklan
  • Peringatan
  • Kontributor
  • Bagi Beritamu!
  • Tanya Jawab
  • Panduan Logo

Temukan Kami

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Liputan Mendalam
  • Berita Utama
  • Opini
  • Travel
  • Lingkungan
  • Sosok
  • Budaya
  • Sosial
  • Teknologi
  • Gaya Hidup
  • Arsip

© 2024 BaleBengong Media Warga Berbagi Cerita. Web hosted by BOC Indonesia