• Beranda
  • Pemasangan Iklan
  • Kontak
  • Bagi Beritamu!
  • Tentang Kami
Tuesday, April 28, 2026
  • Login
BaleBengong.id
  • Liputan Mendalam
  • Berita Utama
  • Opini
  • Travel
  • Lingkungan
  • Sosok
  • Budaya
  • Sosial
  • Teknologi
  • Gaya Hidup
  • Arsip
No Result
View All Result
  • Liputan Mendalam
  • Berita Utama
  • Opini
  • Travel
  • Lingkungan
  • Sosok
  • Budaya
  • Sosial
  • Teknologi
  • Gaya Hidup
  • Arsip
No Result
View All Result
BaleBengong
No Result
View All Result
Home Kabar Baru Kabar

Inilah Tiga Tempat Surga Belanja di Pulau Dewata

Anastasia Milenia by Anastasia Milenia
5 June 2019
in Kabar
0
0

(pict : aspairandasparendiy)

Belanja adalah salah satu agenda wajib turis ketika melancong ke Bali.

Pilihan tempatnya pun beragam. Namun, tidak lengkap rasanya jika tidak mengunjungi pasar tradisional di Bali yang menjual berbagai souvenir khas Bali. Selain harga terjangkau, pasar-pasar ini juga menawarkan beragam pilihan.

Menurut I Komang Sastrawan, guide asal Karangasem, ketiga tempat berburu souvenir yang paling  dikenal dan sering dikunjungi oleh wisatawan adalah sebagai berikut:

  1. Pasar Kumbasari

Letaknya di jantung Kota Denpasar membuat pasar ini menjadi pilihan para wisatawan yang ingin berbelanja buah tangan khas Bali, tetapi tidak memiliki banyak waktu untuk berkeliling. Waktu yang dibutuhkan untuk ke pasar ini hanya sekitar 45 menit dari Bandara Internasional Ngurah Rai.

Pasar ini memiliki beragam pilihan suvenir yang bisa dibawa pulang. Baju, aksesoris, lukisan, patung, dan ornamen-ornamen tradisional lengkap tersedia di pasar seni yang terletak di jalan Gajah Mada, Denpasar ini.

2. Pasar Seni Ubud

Belum ke Bali namanya kalau belum mengunjungi Ubud, Kabupaten Gianyar. Desa ini merupakan kawasan pariwisata yang dikenal memiliki daya tarik wisata lengkap.

Pasar tradisional Ubud merupakan salah satu pelengkap keanekaragaman Bali sebagai lokasi wisata yang terkenal sampai ke mancanegara. Di tempat ini banyak pedagang yang menjajakan barang-barang seni dan kerajinan khas Bali semacam sendal khas Bali, Baju Bali, sarung pantai, tikar, lukisan, patung, cermin unik sampai gantungan kunci.

Barang-barang yang ditawarkannya terbilang berkualitas, tetapi harganya cukup terjangkau.

Ari Devita, pelancong asal Surabaya, sudah tiga kali ke Bali. Bagi Ari pasar tradisional menjadi agenda wajib yang harus dikunjungi. “Paling excited kalo ke Pasar Ubud. Lokasinya enak sekalian jalan-jalan,” katanya.

“Dan memang lengkap banget suvenir yang bisa aku bawa pulang. Cantik-cantik semua bikin kalap,” lanjutnya.

Lokasi pasar seni tradisional Ubud sangat strategis, berada di depan Puri Saren Ubud, tepatnya di Jalan Raya Ubud No 35. Jarak tempuh yang harus dilewati dari Bandara Internasional Ngurah Rai adalah sekitar 1,5 jam.

3. Pasar Seni Sukawati

Pasar ini adalah pasar seni paling terkenal di Bali. Sudah menjadi rahasia umum kalau pasar seni Sukawati adalah surga dari berbagai suvenir dan kerajinan tangan yang sangat unik. Pasar seni ini terkenal menjual pakaian dan kerajinan tradisional dengan harga sangat murah.

Sukawati merupakan pusatnya kerajinan seni di Bali. Karena itu harga dari kerajinan seni seperti lukisan, pakaian, dan cinderamata lainnya relatif lebih murah daripada di tempat lain.

Pasar ini terletak di Desa Sukawati, Kabupaten Gianyar. Jarak tempuh dengan berkendara sekitar 1 jam dari Bandara Internasional Ngurah Rai.

“Walaupun pusat perbelanjaan di Bali banyak banget, tapi pasar seni tradisional adalah yang paling wajib didatangi,” kata salah satu wisatawan asal Jakarta, Nedia Farah. Menurut Farah pasar tradisonal adalah tempat terbaik untuk membeli buah tangan khas asal daerah yang dikunjungi. [b]

Tags: DenpasarGianyarTraveling
Liputan Mendalam BaleBengong.ID
Anastasia Milenia

Anastasia Milenia

Mahasiswa jurusan Ilmu Komunikasi Fakultas Ilmu Sosial dan Politik Universitas Udayana

Related Posts

Sampah Plastik Ancam Padang Lamun Bali

Sampah Plastik Ancam Padang Lamun Bali

22 April 2026
Bencana Sunyi: Penurunan Muka Tanah Akibat Eksploitasi Airtanah di Bali

Bencana Sunyi: Penurunan Muka Tanah Akibat Eksploitasi Airtanah di Bali

20 April 2026
Banjar Saraswati Mengurai yang Tersisa, Menyemai yang Bermakna

Banjar Saraswati Mengurai yang Tersisa, Menyemai yang Bermakna

7 April 2026
Sidang Perdana Aktivis karena Konten Medsos

Sidang Perdana Aktivis karena Konten Medsos

26 March 2026
Ruang Healing di Pesisir yang Berubah

Mendamaikan Nyepi dan Takbiran di Bali 2026

16 March 2026
Inilah Panduan Nyepi Tanpa Internet Tahun Ini

Tersingkir di Tanah Sendiri

12 November 2025
Next Post
“Juru Ukur Tanah” yang Mengoleksi Sepatu Mahal

“Juru Ukur Tanah” yang Mengoleksi Sepatu Mahal

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Temukan Kami

Kelas Literasi BaleBengong
Melali Melali Melali
Seberapa Aman Perilaku Digitalmu? Seberapa Aman Perilaku Digitalmu? Seberapa Aman Perilaku Digitalmu?

Kabar Terbaru

Aksi Kemanusiaan AMSI Bali

Aksi Kemanusiaan AMSI Bali

28 April 2026
[Matan Ai] Bali dan Pembusukan Pembangunan

Menjinakkan Suara Kritis Kampus

28 April 2026
Waste to Energy bukan Solusi Utama Penanganan Sampah

Waste to Energy bukan Solusi Utama Penanganan Sampah

27 April 2026
Kuningan: Sajian Nasi Kuning dan Kebiasaan Identik Lainnya

Keadilan bagi Guru dan Wajib Belajar 13 Tahun

27 April 2026
BaleBengong

© 2024 BaleBengong Media Warga Berbagi Cerita. Web hosted by BOC Indonesia

Informasi Tambahan

  • Iklan
  • Peringatan
  • Kontributor
  • Bagi Beritamu!
  • Tanya Jawab
  • Panduan Logo

Temukan Kami

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Liputan Mendalam
  • Berita Utama
  • Opini
  • Travel
  • Lingkungan
  • Sosok
  • Budaya
  • Sosial
  • Teknologi
  • Gaya Hidup
  • Arsip

© 2024 BaleBengong Media Warga Berbagi Cerita. Web hosted by BOC Indonesia