• Beranda
  • Pemasangan Iklan
  • Kontak
  • Bagi Beritamu!
  • Tentang Kami
Wednesday, December 10, 2025
  • Login
BaleBengong.id
  • Liputan Mendalam
  • Berita Utama
  • Opini
  • Travel
  • Lingkungan
  • Sosok
  • Budaya
  • Sosial
  • Teknologi
  • Gaya Hidup
  • Arsip
No Result
View All Result
  • Liputan Mendalam
  • Berita Utama
  • Opini
  • Travel
  • Lingkungan
  • Sosok
  • Budaya
  • Sosial
  • Teknologi
  • Gaya Hidup
  • Arsip
No Result
View All Result
BaleBengong
No Result
View All Result
Home Berita Utama

Mengenal Sukreni Gadis Bali di Festival Lovina

Luh De Suriyani by Luh De Suriyani
11 September 2016
in Berita Utama, Kabar Baru
0 0
1
Pembukaan Lovina Festival di Lovina, Buleleng Sabtu kemarin. Foto Luh De Suriyani.
Pembukaan Lovina Festival di Lovina, Buleleng Sabtu kemarin. Foto Luh De Suriyani.

Sebuah novel berjudul Sukreni Gadis Bali dipajang dalam lemari kaca.

Buku itu ada di sebuah stan Festival Lovina, di pantai legam di Bali utara. Buku itu begitu populer. Karya bangsawan dan sastrawan Anak Agung Panji Tisna asal Buleleng yang menciptakan kata “Lovina” pada 1950-an.

Festival Lovina mengingatkan memori sejarah kata Lovina menjadi kawasan wisata. Ada yang menyebut berasal dari kata love-ina (Indonesia) dan lov-ina (ibu, pertiwi).

Nama ini, kabarnya sempat minta diganti oleh Gubernur Ida Bagus Mantra karena berbahasa Inggris. Almarhum Mantra yang meletakkan konsep wisata seni budaya ini sangat menyintai istilah lokal.

Ia meminta nama guest house yang dibuat Panji Tisna lalu dikelola saudaranya itu tetap bernama Tasik Madu, nama aslinya. Bukan diganti menjadi Lovina. Namun nama ini kadung kesohor.

Inilah yang membuat nama Lovina dilekatkan di kawasan pantai di Bali Utara itu.

Sejumlah karya Pandji Tisna, sastrawan terkenal Buleleng, ikut dipamerkan dalam Festival Lovina. Foto Luh De Suriyani.
Sejumlah karya Pandji Tisna, sastrawan terkenal Buleleng, ikut dipamerkan dalam Festival Lovina. Foto Luh De Suriyani.

Cinta Berlabuh

Ikhwal istilah “love” ini beralasan. Setalah kerap keliling dunia, Panji Tisna malah merasa makin menyintai tanah kelahirannya. Di Lovina, cintanya berlabuh.

Nothing but love and peace.

Where there is faith, there is hope.

Where there is hope, there is love.

Where there is love, there is peace.

Peace throughout the world.

Tasik Madu (sea of honey).

Lovina, 1973.

Demikian kata-kata mutiara yang digemari bangsawan kelahiran 1908 ini. Pada 1944 ia menggantikan ayahnya Anak Agung Putu Djelantik menjadi Raja Buleleng. Tapi dia minta berhenti pada 1947 kemudian berkarier politik sebagai anggota DPR sementara dan DPR.

Mengikuti Festival Lovina pun menjadi waktu untuk mengingat dan mengenal Djelantik dengan lebih dekat.

Festival Lovina dihelat di pusat kawasan wisata. Lokasi patung lumba-lumba yang jadi maskot kawasan ini. Sejumlah pejabat Kementerian Pariwisata RI dan pemerintah daerah hadir pada pembukaan Sabtu kemarin.

Bupati Buleleng Agus Suradnyana berharap terus ada penataan obyek wisata. Ia menyapa beberapa turis di sela-sela pembukaan festival yang dihelat 10-14 September ini. Bertanya apakah menginap di Buleleng dan berniat menjelajahi apa saja.

Sebuah panggung ditata cukup apik di atas pasir dengan ornamen simpel berupa huruf-huruf membentuk kata LOVINA. Suasana matahari terbenam berpadu dengan panggung terbuka ini.

Festival Lovina berbeda dengan festival lain karena parade budaya menjadi pembuka dan seremonial pembukaan di akhir. Ratusan warga sejumlah desa di kawasan ini yang mengisi parade mendapat perhatian besar karena menjadi mata acara pertama. Misalnya parade desa Kalibukbuk, Tuadmungga, dan Banyualit.

Suasana matahari tenggelam di Pantai Lovina. Foto Luh De Suriyani.
Suasana matahari tenggelam di Pantai Lovina. Foto Luh De Suriyani.

Parade

Ada parade gebogan atau rangkaian bunga dan buah dari Desa Kalibukbuk. Ada juga dramatari Cetik Gringsing tentang asal mula desa Banyualit, salah satu desa sekitar Lovina. Kolaborasi remaja dan orang tua memainkan sendratari. Dibuka dengan parade gebogan bunga dengan pola huruf merangkai nama desa dan sebuah rangkaian bunga berbentuk lumba-lumba menandakan kebanggan pada hewan lucu ini.

Mamalia ini jadi maskot sekaligus modal utama kawasan wisata ini. Memberi dampak pada ribuan warga seperti nelayan pengangkut turis untuk melihat habitat lumba-lumba di tengah laut, pemilik dan pekerja hotel, restoran, dan lainnya.

Selain itu ada sejumlah stan edukasi seperti konservasi penyu yang tukiknya dirawat di Pantai Penimbangan. Juga kerajinan lokal seperti anyaman bambu, kuliner, dan lainnya.

Malam hari, suasana pantai berubah menjadi tempat piknik romatik. Pemilik stan kuliner menggelar bean bag berwarna warni, meja kursi antik dengan cahaya lilin.

Festival Lovina juga menyediakan 1000 tusuk sate ikan sebagai kampanye gemar makan ikan dan gunungan buah lokal untuk warga secara gratis. Ada buah anggur hitam khas Kecamatan Banjar yang legit.

Sejumlah musisi tampil di malam pertama Lovina Festival. Foto Luh De Suriyani.
Sejumlah musisi tampil di malam pertama Lovina Festival. Foto Luh De Suriyani.

Selama lima hari, sejumlah atraksi budaya yang dihelat adalah Yoga Asana, Lovina Cycling Tour, FGD Wisata Bahari, Sampi Gerumbungan, tari-tarian, Jegod Bumbung, Lovina Beach Cleaning, gong wanita, bondres, band, parade megangsing, gender wayang anak, angklung.

Hari terakhir ada diskusi terfokus tentang pengelolaan wisata lumba-lumba, BMX, freestyle, extreme reader. Lalu malam penutupan diisi cak sekolah Bali Mandara dan band. [b]

Tags: bali utarafestival lovinalovinalovina festivalwisata lovina
Liputan Mendalam BaleBengong.ID
Luh De Suriyani

Luh De Suriyani

Ibu dua anak lelaki, tinggal di pinggiran Denpasar Utara. Anak dagang soto karangasem ini alumni Pers Mahasiswa Akademika dan Fakultas Ekonomi Universitas Udayana. Pernah jadi pemimpin redaksi media advokasi HIV/AIDS dan narkoba Kulkul. Menulis lepas untuk Mongabay.

Related Posts

Pembersihan Sampah di Bawah Laut Bali Utara

Pembersihan Sampah di Bawah Laut Bali Utara

31 December 2024
Cerita Pandemi dari Lovina yang Sunyi

Cerita Pandemi dari Lovina yang Sunyi

20 January 2021
Siasat Warga Lovina di Tengah Corona

Siasat Warga Lovina di Tengah Corona

18 January 2021
Tempat Meditasi yang Selfie-able di BrahmaVihara Arama

Tempat Meditasi yang Selfie-able di BrahmaVihara Arama

19 September 2016
Lima Hal Unik dari Festival Lovina

Lima Hal Unik dari Festival Lovina

17 September 2016
Mengadu Gemulai Sapi saat Sampi Gerumbungan

Mengadu Gemulai Sapi saat Sampi Gerumbungan

13 September 2016
Next Post
Bali Bergerak: Parade Budaya Tolak Reklamasi

Kenapa Saya Menolak Reklamasi Teluk Benoa

Comments 1

  1. Sekolah Kapal Pesiar Yogyakarta says:
    9 years ago

    bali memang luar biasa

    Reply

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Temukan Kami

Kelas Literasi BaleBengong
Melali Melali Melali
Seberapa Aman Perilaku Digitalmu? Seberapa Aman Perilaku Digitalmu? Seberapa Aman Perilaku Digitalmu?

Kabar Terbaru

MDPI Galang Dana Lewat Cerita Nelayan Kecil

MDPI Galang Dana Lewat Cerita Nelayan Kecil

10 December 2025
Aksi Protes Pemilik Sawah di Jatiluwih Pasang Seng dan Plastik

Konflik Pertanahan di Bali: Ketimpangan Petani Gurem dan Properti

10 December 2025
Aksi Protes Pemilik Sawah di Jatiluwih Pasang Seng dan Plastik

Aksi Protes Pemilik Sawah di Jatiluwih Pasang Seng dan Plastik

9 December 2025
Tujuh Langkah Mitigasi Jika Gunung Agung Erupsi

Media Sosial yang Berisik, Kita yang Beraksi

9 December 2025
BaleBengong

© 2024 BaleBengong Media Warga Berbagi Cerita. Web hosted by BOC Indonesia

Informasi Tambahan

  • Iklan
  • Peringatan
  • Kontributor
  • Bagi Beritamu!
  • Tanya Jawab
  • Panduan Logo

Temukan Kami

Welcome Back!

Sign In with Facebook
OR

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Liputan Mendalam
  • Berita Utama
  • Opini
  • Travel
  • Lingkungan
  • Sosok
  • Budaya
  • Sosial
  • Teknologi
  • Gaya Hidup
  • Arsip

© 2024 BaleBengong Media Warga Berbagi Cerita. Web hosted by BOC Indonesia