• Beranda
  • Pemasangan Iklan
  • Kontak
  • Bagi Beritamu!
  • Tentang Kami
Sunday, March 15, 2026
  • Login
BaleBengong.id
  • Liputan Mendalam
  • Berita Utama
  • Opini
  • Travel
  • Lingkungan
  • Sosok
  • Budaya
  • Sosial
  • Teknologi
  • Gaya Hidup
  • Arsip
No Result
View All Result
  • Liputan Mendalam
  • Berita Utama
  • Opini
  • Travel
  • Lingkungan
  • Sosok
  • Budaya
  • Sosial
  • Teknologi
  • Gaya Hidup
  • Arsip
No Result
View All Result
BaleBengong
No Result
View All Result
Home Berita Utama

Lima Hal Unik dari Festival Lovina

Redaksi BaleBengong by Redaksi BaleBengong
17 September 2016
in Berita Utama, Kabar Baru, Travel
0
0

DSC09860

Festival di Bali makin banyak tapi terlihat seragam. 

Akibatnya, menemukan keunikan dari sebuah festival yang dihelat pemerintah daerah mungkin makin sulit. Ada semacam perasaan gak keren kalau tak mengikuti tren. Bahasa Balinya, milu-milu tuwung. Latah.

Misalnya kreasi busana serba wah dan heboh di Jember Fashion Carnival kini banyak ditiru atau halusnya diadopsi banyak daerah untuk ditampilkan saat parade. Walau festivalnya tak terkait fashion halnya Jember yang digagas oleh seorang penata busana.

Nah, untuk Festival Lovina, sebuah kawasan wisata relatif kecil di Buleleng, Bali Utara ini berikut adalah yang bisa dicatat sebagai sebuah hal yang menarik dan mendapat lampu sorot (highlight) di event pada 10-14 September ini.

Berikut adalah lima hal unik dari Festival Lovina.

Perlombaan Sampi Gerumbungan
Perlombaan sampi gerumbungan salah satu keunikan di Festival Lovina. Foto Luh De Suriyani.

Sampi Grumbungan

Grumbungan ini istilah kalung sapi, berukuran besar di Buleleng. Sejumlah daerah lain menyebut dengan nama berbeda. Nah grumbungan ini adalah salah satu aksesoris yang dinilai dalam panggung catwalk para sapi pembajak sawah ini.

Tahun ini ada 12 pasang sapi yang berlaga dalam kompetisi model ini. Para pemilik dan peternak menyiapkan aksesoris, melatih cara berjalan sapi, serta ekornya dengan sebaik-baiknya. Kok ekor? Ketika sesi pemanasan jelang lomba, pemilik dan keluarga para sapi sibuk menekan ekor agar berdiri.

Kadang menyemprotkan air ke lubang anusnya. “Agar dia tenang dan ekornya berdiri saat parade,” seru salah seorang pemiliknya.

Ekor berdiri memang salah satu petanda sapi yang elegan. Kepala mendongak, kaki berjalan dengan cara mengangkat tinggi lutut, dan grumbungan berbunyi nyaring. Demikian, sejumlah indikator penilaian juri. Mereka diadu penampilan, perilaku menuruti pemilik ketika berjalan di area lomba. Bukan adu cepat seperti lomba-lomba pacuan seperti Karapan Sapi (Madura), Paju Jawi (Sumatera Barat), dan Makepung di Jembrana, Bali Barat.

Tak ayal ketika ada sapi yang lari kencang ke sana ke mari, penonton dan pemiliknya panik. Lalu terdengar tawa bersahutan. Sapi Grumbungan ini oleh panitia disebut sebagai upaya menghargai jasa sapi usai membajak sawah. Agar tak hanya dipacu dalam lumpur saja tapi diperlakukan lebih bersih dengan memandikan dan memanjakannya. Hehe…

Gebogan lumba-lumba hanya ada Festival Lovina.
Gebogan lumba-lumba hanya ada Festival Lovina.

Gebogan Lumba-lumba

Gebogan di Bali berupa rangkaian bunga, kue, buah, dan lainnya yang diatur meninggi dalam sebuah wadah. Dihias dengan janur atau hasil bumi lainnya agar terlihat indah dan estetis.

Nah, warga Desa Banyualit di Festival Lovina punya cara unik. Mereka merangkai aneka bunga berbentuk seekor lumba-lumba. Mamalia lucu yang dilindungi ini adalah maskot objek wisata Lovina. Habitat lumba-lumba menyukai pesisirnya untuk tinggal dan berkembang biak. Dolphin watching di tengah laut ini menjadi atraksi utama dan memberi penghasilan besar untuk daerah.

Gebogan lumba-lumba ini dijunjung oleh salah seorang perempuan di lokasi Festival Lovina yang ditandai sebuah patung lumba-lumba. Jadilah konstruksi betob berpadu dengan konstruksi bunga dalam parade pembukaannya.

DSC09785

Sunset di Panggung

Panitia membuat panggung di sekitar pantai dengan tata desain sederhana serba terbuka. Bermain konstruksi font LOVINA sebagai latar dan berkas cahaya mentari yang akan tenggelam adalah kombinasi hiasan alam yang indah.

Ketika matahari meninggalkan jejak cahaya jingganya di kaki langit, berganti dengan pemandangan kapal yacht dan siluet masyarakat yang menikmati Festival Lovina. Menenangkan.

DSC09807

Parade Jukung Menebar Ikan di Laut

Biasanya jukung atau perahu tradisional ini dilombakan dalam festival pesisir lain. Sementara di Lovina, nelayan dan jukungnya tampil cantik bersolek dengan aksesoris untuk membawa bibit-bibit ikan ke tengah laut.

Panitia mempersilakan warga naik jukung gratis untuk ikut menebar benih ikan agar bawah laut Lovina makin cantik dengan aneka fauna lautnya. Ikan dan terumbu karang adalah pasangan yang dicari pengunjung saat snorkeling di kawasan yang relatif dangkal ini.

Sebuah jukung juga terlihat indah sekali karena mengangkut penari dan pemain gamelan sebagai penyemangat saat kampanye gerakan konservasi ini.

DSC09708

Senam Jiwa Membuka Festival

Isu kesehatan jarang mendapat tempat dalam festival. Apalagi menjadi menu pembuka. Festival Lovina tahun ini membuka perhelatan 4 hari eventnya (11-14 September 2016) dengan senam jiwa dan raga Orhiba.

Ribuan orang aneka umur bergabung bersama melatih tangan, kaki, nafas, dan pikirannya dalam olahraga fisik dan jiwa ini di pantai. Saking membludaknya mereka sampai melakukannya di sela-sela tenda stan-stan pameran kerajiban dan taman.

Ada sejumlah hal unik lain seperti adu gangsing yang dilestarikan sebagai permainan tradisional rakyat dan jejak sejarah penemu kata Lovina, penulis dan penyair AA Pandji Tisna di empat hari festival yang didukung Kementrian Pariwisata ini. [b]

Tags: Balidolphin lovinafestival lovinapesona indonesiawisata di bali
Liputan Mendalam BaleBengong.ID
Redaksi BaleBengong

Redaksi BaleBengong

Menerima semua informasi tentang Bali. Teks, foto, video, atau apa saja yang bisa dibagi kepada warga. Untuk berkirim informasi silakan email ke kabar@balebengong.id

Related Posts

Salah Kaprah Mitologi Dewi Danu dalam Pemuliaan Air

Salah Kaprah Mitologi Dewi Danu dalam Pemuliaan Air

27 February 2026
Potensi Panas Ekstrem di Bali: Apakah Pulau ini Sudah Bersiasat Meredamnya?

Potensi Panas Ekstrem di Bali: Apakah Pulau ini Sudah Bersiasat Meredamnya?

18 February 2026
Udara Bersih saat G20, setelah itu Polusi kembali

Udara Bersih saat G20, setelah itu Polusi kembali

11 February 2026
Tebe Modern hingga Inovasi Sumur Resapan untuk Menghadapi Banjir

Tebe Modern hingga Inovasi Sumur Resapan untuk Menghadapi Banjir

15 January 2026
Canggu: Puisi dan Kisah Perjalanan

Ubud vs Canggu sebagai Metafora Konflik Internal Diri

12 January 2026
Ruang Sipil di Bali di Bawah Tekanan: Ketika Kritik Dianggap Ancaman

Ruang Sipil di Bali di Bawah Tekanan: Ketika Kritik Dianggap Ancaman

5 January 2026
Next Post
Selain Taksu, Bali tak Memiliki Apa-apa lagi

Selain Taksu, Bali tak Memiliki Apa-apa lagi

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Temukan Kami

Kelas Literasi BaleBengong
Melali Melali Melali
Seberapa Aman Perilaku Digitalmu? Seberapa Aman Perilaku Digitalmu? Seberapa Aman Perilaku Digitalmu?

Kabar Terbaru

Benteng Terakhir Ruang Terbuka Hijau Kota adalah Kuburan

Benteng Terakhir Ruang Terbuka Hijau Kota adalah Kuburan

11 March 2026
Hapera Bali Buka Posko Pengaduan Tunjangan Hari Raya

Hapera Bali Buka Posko Pengaduan Tunjangan Hari Raya

10 March 2026
Rekomendasi Wisata Kano di Mangrove Tepi Kota Denpasar

Rekomendasi Wisata Kano di Mangrove Tepi Kota Denpasar

8 March 2026

Dinamika Nyepi di Bali: Imbas Tawur hingga Kesepakatan Nasional

8 March 2026
BaleBengong

© 2024 BaleBengong Media Warga Berbagi Cerita. Web hosted by BOC Indonesia

Informasi Tambahan

  • Iklan
  • Peringatan
  • Kontributor
  • Bagi Beritamu!
  • Tanya Jawab
  • Panduan Logo

Temukan Kami

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Liputan Mendalam
  • Berita Utama
  • Opini
  • Travel
  • Lingkungan
  • Sosok
  • Budaya
  • Sosial
  • Teknologi
  • Gaya Hidup
  • Arsip

© 2024 BaleBengong Media Warga Berbagi Cerita. Web hosted by BOC Indonesia