• Beranda
  • Pemasangan Iklan
  • Kontak
  • Bagi Beritamu!
  • Tentang Kami
Tuesday, January 13, 2026
  • Login
BaleBengong.id
  • Liputan Mendalam
  • Berita Utama
  • Opini
  • Travel
  • Lingkungan
  • Sosok
  • Budaya
  • Sosial
  • Teknologi
  • Gaya Hidup
  • Arsip
No Result
View All Result
  • Liputan Mendalam
  • Berita Utama
  • Opini
  • Travel
  • Lingkungan
  • Sosok
  • Budaya
  • Sosial
  • Teknologi
  • Gaya Hidup
  • Arsip
No Result
View All Result
BaleBengong
No Result
View All Result
Home Kabar Baru

Bhinneka Tunggal Ika dalam Sanur Mostly Jazz Festival

Redaksi BaleBengong by Redaksi BaleBengong
12 July 2017
in Kabar Baru, Musik
0
0

Sanur akan menggelar festival jazz sambil menyambut matahari terbit.

Gelaran pertama, festival Jazz bernuansa atmosfir pantai menjadi pembicaraan hangat di kalangan musisi dan penikmat musik jazz tanah air. Mengangkat tema Bhinneka Tunggal Ika, Sanur Mostly Jazz Festival ini sekaligus ingin menebarkan vibrasi pentingnya persatuan dalam keberbedaan.

Griya Santrian Group dan Sanggar Musik Indra Lesmana secara resmi telah menentukan bakal digelarnya Sanur Mostly Jazz Festival yakni 14-16 Juli 2017 di Pantai Griya Santrian Hotel, Sanur, Bali. Sejumlah musisi yang bakal mengisi dua panggung selama dua malam dan dini hari itu di antaranya Balawan, Dewa Budjana Zentuary, Indra Lesmana Surya Sewana, Idang Rasjidi, Ito Kurdhi Chemistry, Koko Harsoe Trio.

Selain itu ada Mergie Segers, Nancy Ponto, Nesia Ardi, Oele Pattiselano Trio, Sandhy Sondoro, Sandy Winarta Trio, Tohpati, Yuri Mahatma Quartet. Sejumlah musisi muda juga akan meramaikan ajang musik yang bakal dijadikan agenda tahunan itu.

Festival ini diprakarsai tiga pribadi yang memiliki kepedulian terhadap perkembangan jazz di Bali yakni musisi Indra Lesmana dan istri, Hon Lesmana, serta pengusaha muda pariwisata Ida Bagus Gde Sidharta Putra atau Gusde.

Ada hal menarik dari Sanur Mostly Jazz Festival, yakni selain sebagai selebrasi atas kehadiran Sanur Mostly Jazz yang telah eksis dengan 48 kali tampilannya di Griya Santrian Hotel, juga ingin memberikan kesempatan kepada bakat-bakat muda yang lain untuk dapat juga perform, serta adanya kolaborasi lintas seni yang dapat membangun kreativitas baru melalui musik jazz.

Sanur Mostly Jazz Festival ingin meletakkan perhelatan musik ini sebagai bagian dari karakter desa dan masyarakat Sanur yang terbuka dan egaliter. Oleh karena itu pertunjukan musik ini tetap dikemas dalam panggung di tepi pantai.

Kekuatan magis maupun ekologis pantai yang telah mengilhami keberadaan Sanur Mostly Jazz juga akan dijadikan spirit dalam pelaksanaan festival. Untuk itu, di pelaksanaan festival ini penghormatan terhadap alam maupun aksi lingkungan hidup menjadi bagian penting yang tak terpisahkan.

Indra Lesmana mengatakan Sanur Mostly Jazz Festival secara garis besar program pengemasannya berupa “Creative Music and art Festival”. Artinya, festival ini menyediakan ruang kreatif bagi para seniman lintas dimensi, baik tradisional maupun modern yang nantinya diharapkan akan melahirkan karya-karya inovatif.

Sedangkan sebagai daya tarik utama, Sanur Mostly Jazz Festival akan menggelar tampilan musik jazz pada waktu dini hari atau menyambut matahari terbit. Program ini menurut Indra diakui baru pertama kali dihelat selama ia mengikuti festival jazz di banyak tempat.

Lebih jauh menurut Indra, Sanur dikenal banyak orang, bahkan mendiang Perdana Menteri India Nehru mengatakan bahwa indahnya paginya dunia itu di Sanur atau “Sanur morning of the world”.

Untuk itu kata Indra, ia sengaja menyiapkan konsep jazz “Surya Sewana” dalam menyambut paginya dunia dari Sanur melalui musik Jazz. Diakui oleh Indra konsep garapan Surya Sewana mengadopsi bagaimana kegiatan para sulinggih atau Pendeta Agama Hindu di Bali yang selalu mendoakan alam jagad seisinya ketika terbitnya matahari agar penuh kedamaian dan keberkahan.

Sementara Gusde yang juga ketua umum Sanur Village Festival mengatakan festival ini kehadirannya bersinergis dengan pelaksanaan Sanur Village Festival 9-13 Agustus mendatang. Secara tematik pun Sanur Mostly Jazz Festival sama, dan bisa dikatakan pula bahwa Sanur Mostly Jazz Festival adalah program pembuka atau selamat datang di Sanur Village Festival 2017.

Lebih lanjut menurut Gusde, masyarakat pecinta dan penikmat musik jazz setidaknya akan mendapat sajian porsi yang lebih dari program musik dan pagelaran seni di panggung SVF. Melalui Sanur Mostly Jazz Festival diharapkan dapat membumikan kembali makna Bhinneka Tunggal Ika.

“Kita sangat paham kondisi negeri saat ini, dengan musik jazz semoga pula dapat mendekatkan serta merekatkan persatuan, persaudaraan, cinta dan kasih sayang sesama anak bangsa,” tambahnya.

Mewarisi semangat jazz yang kreatif, interaktif, dan kolaboratif, Gusde berharap momen musikal ini menghadirkan optimisme terhadap perubahan yang lebih baik melalui perspektif musik. Seperti halnya improvisasi dalam jazz, festival ini berambisi bisa menginspirasi kehidupan bukan hanya lingkup sosial yang kecil, melainkan menjangkau yang lebih luas: rakyat, bangsa dan negara.

“Kami berharap festival jazz ini melengkapi sejumlah aktivitas yang telah ada dan memberikan sumbangsih untuk mendatangkan sebanyak mungkin peminat jazz dari berbagai penjuru dunia ke Bali,” tambah Ketua Badan Promosi Pariwisata Daerah (BPPD) Kota Denpasar tersebut.

Untuk jadwal dan info silahkan ke official website : www.sanurmostlyjazz.com
Facebook : sanurmostlyjazzfestival
Instagram : @mostlyjazzbali
Twitter : @mostlyjazzbali
Email: info@sanurmostlyjazz.com

Tags: AgendaMusikSanur
Liputan Mendalam BaleBengong.ID
Redaksi BaleBengong

Redaksi BaleBengong

Menerima semua informasi tentang Bali. Teks, foto, video, atau apa saja yang bisa dibagi kepada warga. Untuk berkirim informasi silakan email ke kabar@balebengong.id

Related Posts

“Pesuan Kebisan Ragane” Api Jengah Pemuda Intaran Sanur

“Pesuan Kebisan Ragane” Api Jengah Pemuda Intaran Sanur

10 October 2025
Sanur Masih Belajar Ramah pada Kaki dan Roda 

Sanur Masih Belajar Ramah pada Kaki dan Roda 

9 October 2025

Mempertahankan, Sebaik-Baiknya Cara Mereka untuk Melawan

29 September 2025
Dilema Subak Intaran di Antara Gempuran Sampah Plastik

Dilema Subak Intaran di Antara Gempuran Sampah Plastik

26 September 2025
Pantai: Ruang Hidup yang Mengubah Hidup Bu Tude

Pantai: Ruang Hidup yang Mengubah Hidup Bu Tude

25 September 2025
Sanur Masa Depan dari Warga Sanur

Anak Muda Sanur dalam Penguatan Identitas Adat, Pariwisata, dan Ekonomi Lokal di Bali

23 September 2025
Next Post
Bubarkan Pansus Hak Angket, Dukung KPK!

Bubarkan Pansus Hak Angket, Dukung KPK!

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Temukan Kami

Kelas Literasi BaleBengong
Melali Melali Melali
Seberapa Aman Perilaku Digitalmu? Seberapa Aman Perilaku Digitalmu? Seberapa Aman Perilaku Digitalmu?

Kabar Terbaru

Subak kini Hanya Dilihat sebagai Objek Wisata bukan Sosio Ekologis

Subak kini Hanya Dilihat sebagai Objek Wisata bukan Sosio Ekologis

10 January 2026
Demokrasi di Ujung Tanduk: Penangkapan Aktivis dan Normalisasi Represi

Demokrasi di Ujung Tanduk: Penangkapan Aktivis dan Normalisasi Represi

10 January 2026
[Matan Ai] Bali dan Pembusukan Pembangunan

Keresahan dalam Selimut Rust en Orde

9 January 2026
Menelusuri DAS Tukad Badung, Sungai Tengah Kota yang Terbengkalai

Tumpang Tindih Tata Kelola Air di Bali

9 January 2026
BaleBengong

© 2024 BaleBengong Media Warga Berbagi Cerita. Web hosted by BOC Indonesia

Informasi Tambahan

  • Iklan
  • Peringatan
  • Kontributor
  • Bagi Beritamu!
  • Tanya Jawab
  • Panduan Logo

Temukan Kami

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Liputan Mendalam
  • Berita Utama
  • Opini
  • Travel
  • Lingkungan
  • Sosok
  • Budaya
  • Sosial
  • Teknologi
  • Gaya Hidup
  • Arsip

© 2024 BaleBengong Media Warga Berbagi Cerita. Web hosted by BOC Indonesia