• Beranda
  • Pemasangan Iklan
  • Kontak
  • Bagi Beritamu!
  • Tentang Kami
Thursday, July 2, 2026
  • Login
BaleBengong.id
  • Liputan Mendalam
  • Berita Utama
  • Opini
  • Travel
  • Lingkungan
  • Sosok
  • Budaya
  • Sosial
  • Teknologi
  • Gaya Hidup
  • Arsip
No Result
View All Result
  • Liputan Mendalam
  • Berita Utama
  • Opini
  • Travel
  • Lingkungan
  • Sosok
  • Budaya
  • Sosial
  • Teknologi
  • Gaya Hidup
  • Arsip
No Result
View All Result
BaleBengong
No Result
View All Result
Home Kabar Baru

Ruang Unmute Hak Digital

Lidwina Hana by Lidwina Hana
2 July 2026
in Kabar Baru, Pendidikan
0
0

Sebagian dari rutinitas harian kita kini telah berpindah ke dalam kotak-kotak kecil di layar gawai. Saat berjumpa secara daring, kita terbiasa melihat lingkaran dengan garis diagonal yang menyilang ikon mikrofon, tanda bahwa suara kita sedang diredam, alias mute. Di dalam ruang rapat virtual, tombol itu bisa diklik kapan saja sesuai kemauan, mute dan unmute.

Di ruang siber, tombol mute dapat diaplikasikan secara paksa, tanpa bisa kita unmute kembali sesuka hati. Muncul keresahan karena kebebasan berekspresi dibatasi, hak-hak digital dibungkam. Kita dipaksa untuk diam.

Untuk merayakan dan mengingat bahwa hak digital perlu dijaga, diperjuangkan, dan dilindungi, Southeast Asia Freedom of Expression Network (SAFEnet) berkolaborasi dengan Combine Resource Institution menghadirkan Jagongan Hak Digital 2026. 

Jagongan Hak Digital merupakan gelaran kolaboratif kelompok masyarakat sipil, komunitas, pegiat dan peminat media rakyat, praktisi teknologi informasi, hingga masyarakat umum dalam bentuk lokakarya, pelatihan, pameran, pemutaran film, dan pertunjukan seni. 

Mengusung tema Unmute Your Rights, kegiatan ini dirancang sebagai ruang aman bagi komunitas, pegiat, praktisi, dan masyarakat umum untuk meng-unmute hak digital.

Mundur setahun ke belakang, SAFEnet bersama Combine sukses menggelar Jagongan Hak Digital di Jakarta. Tahun ini, Jagongan Hak Digital 2026 akan digelar di Yogyakarta pada 1–2 Agustus 2026.

Bagi komunitas atau organisasi yang ingin berkolaborasi, Jagongan Hak Digital 2026 membuka ruang untuk diskusi maupun workshop. Sesi diskusi akan mempertemukan berbagai perspektif dalam membedah isu fenomena maupun kebijakan kompleks yang dikemas secara populer. Organisasi Masyarakat Sipil (OMS) jaringan diundang untuk mengusulkan metode, topik, deskripsi, narasumber, hingga kebutuhan logistiknya, dengan bentuk yang beragam mulai dari diskusi panel, roundtable, hingga Focus Group Discussion (FGD). 

Sementara sesi workshop didesain secara peer-to-peer learning. Di sesi ini, penyelenggara menyediakan fasilitator bukan sekadar untuk mengajar, melainkan memandu peserta agar saling berbagi pengalaman mengenai instrumentasi dan pengembangan tools demi pemenuhan hak digital serta perjuangan demokrasi. Harapannya, peserta bisa pulang dengan keterampilan praktis yang siap diterapkan di komunitas masing-masing.

Sesi dapat berangkat dari empat pilar tema utama, yaitu Demokrasi di Ruang Digital, Inklusi dan Kesetaraan di Ruang Digital, Privasi dan Keamanan Digital, serta Akses dan Infrastruktur Digital. 

“Menggunakan sistem open session, kami ingin menyediakan wadah bagi komunitas dan organisasi untuk saling urun daya dan berkolaborasi dalam menyuarakan hak digital. Menariknya, ruang kolaborasi ini juga dilengkapi dengan artivisme lewat instalasi dan penampilan seni, serta booth komunitas yang berfungsi sebagai ruang temu masyarakat sipil. Isu yang dibawa pun sangat diverse, mulai dari hak digital, disabilitas, lingkungan, hingga demokrasi. Lewat ruang temu ini, kita bisa melihat bagaimana semua isu tersebut sebenarnya saling beririsan dan berkelindan satu sama lain,” jelas Balqis Zakiyyah, Project Officer & Legal Analyst, SAFEnet.

Tidak ketinggalan, komitmen mutlak diperlukan dari pengusul dan seluruh kolaborator untuk menciptakan ruang yang aman, inklusif, dan bebas dari segala bentuk kekerasan, diskriminasi, pelecehan, maupun ujaran kebencian, baik secara fisik, verbal, seksual, maupun digital.

Open submission Jagongan Hak Digital 2026 telah dibuka sejak tanggal 22 Juni hingga 6 Juli 2026, yang kemudian dilanjutkan dengan proses penilaian oleh tim kurator. Sesi terpilih akan diumumkan pada 10 Juli 2026.

Menurut Balqis, “selain menjadi ruang kolaborasi dan wadah mengekspresikan diri, forum ini juga menjadi tempat untuk berdiskusi, memetakan hambatan, serta melihat apa saja yang sebenarnya kita hadapi saat ini di ruang digital. Teman-teman dari isu gender, lingkungan, maupun disabilitas, misalnya, pasti punya hambatan tersendiri ketika menyuarakan isunya di ruang digital. Di sini kita bakal bahas bersama untuk mencari tahu apa yang bisa kita lakukan bersama sebagai masyarakat sipil dalam memperjuangkan hak-hak tersebut.”

“Siapa pun bisa hadir ke Jagongan Hak Digital 2026. Untuk teman-teman yang bisa ke Jogja, ayo datang ke Jogja tanggal 1 dan 2 nanti, sekalian main-main dan liburan di sana,” ajak Balqis.

Tags: hak digitaljagongan hak digitalKebebasan Berekspresisafenet
Liputan Mendalam BaleBengong.ID
Lidwina Hana

Lidwina Hana

Related Posts

Universitas Udayana Sepakat Ajukan Pembatalan Perjanjian Kerja Sama ke Kodam IX/Udayana

Dinamika Kebebasan Berekspresi dan Akademik di Universitas Udayana

2 May 2025
Ancaman Kebebasan Berpendapat dalam KUHP Baru

Ancaman Kebebasan Berpendapat dalam KUHP Baru

20 January 2023
Malam AJW 2022: Merebut Ruang Digital untuk Rayakan Kebebasan Berekspresi Warga

Merebut Ruang Digital, Merayakan Ruang Aman

22 July 2022
SAFEnet Luncurkan Platform Aduan Pelanggaran Hak-Hak Digital

SAFEnet Luncurkan Platform Aduan Pelanggaran Hak-Hak Digital

25 January 2022
Jangan Gunakan UU ITE Membungkam Kebebasan

Jangan Gunakan UU ITE Membungkam Kebebasan

19 August 2016
Next Post
Saksi Ahli Prof Dewa Palguna dan Ahmad Sofian di Sidang Tomy: Partisipasi Publik dan Kritik pada Negara Penting bukan Ujaran Kebencian

Saksi Ahli Prof Dewa Palguna dan Ahmad Sofian di Sidang Tomy: Partisipasi Publik dan Kritik pada Negara Penting bukan Ujaran Kebencian

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Temukan Kami

Kelas Literasi BaleBengong
Melali Melali Melali
Seberapa Aman Perilaku Digitalmu? Seberapa Aman Perilaku Digitalmu? Seberapa Aman Perilaku Digitalmu?

Kabar Terbaru

Saksi Ahli Prof Dewa Palguna dan Ahmad Sofian di Sidang Tomy: Partisipasi Publik dan Kritik pada Negara Penting bukan Ujaran Kebencian

Saksi Ahli Prof Dewa Palguna dan Ahmad Sofian di Sidang Tomy: Partisipasi Publik dan Kritik pada Negara Penting bukan Ujaran Kebencian

2 July 2026
Ruang Unmute Hak Digital

Ruang Unmute Hak Digital

2 July 2026
Nasib Budaya Bali di Tengah Perkembangan Hunian Vertikal

Nasib Budaya Bali di Tengah Perkembangan Hunian Vertikal

1 July 2026
Mau ke Mana Pemulung, Tukang Pilah tak Bergaji di TPA Suwung

Mau ke Mana Pemulung, Tukang Pilah tak Bergaji di TPA Suwung

1 July 2026
BaleBengong

© 2024 BaleBengong Media Warga Berbagi Cerita. Web hosted by BOC Indonesia

Informasi Tambahan

  • Iklan
  • Peringatan
  • Kontributor
  • Bagi Beritamu!
  • Tanya Jawab
  • Panduan Logo

Temukan Kami

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Liputan Mendalam
  • Berita Utama
  • Opini
  • Travel
  • Lingkungan
  • Sosok
  • Budaya
  • Sosial
  • Teknologi
  • Gaya Hidup
  • Arsip

© 2024 BaleBengong Media Warga Berbagi Cerita. Web hosted by BOC Indonesia