• Beranda
  • Pemasangan Iklan
  • Kontak
  • Bagi Beritamu!
  • Tentang Kami
Tuesday, August 4, 2026
  • Login
BaleBengong.id
  • Liputan Mendalam
  • Berita Utama
  • Opini
  • Travel
  • Lingkungan
  • Sosok
  • Budaya
  • Sosial
  • Teknologi
  • Gaya Hidup
  • Arsip
No Result
View All Result
  • Liputan Mendalam
  • Berita Utama
  • Opini
  • Travel
  • Lingkungan
  • Sosok
  • Budaya
  • Sosial
  • Teknologi
  • Gaya Hidup
  • Arsip
No Result
View All Result
BaleBengong
No Result
View All Result
Home Kabar Baru

Merayakan Kebebasan Berekspresi di Tengah Represi Digital

Combine RI by Combine RI
4 August 2026
in Kabar Baru, Teknologi
0
0
Jagongan Hak Digital. Foto: Instagram SAFEnet

Mengusung tema “Unmute Your Rights”, festival Jagongan Hak Digital (JHD) secara resmi mengumumkan penyelenggaraan festival yang akan berlangsung pada 1-2 Agustu 2026, bertempat di Lodji Paris, Yogyakarta.

Unmute Your Rights diambil dari metafora sederhana di dunia digital: tombol mute. Selama ini, kesadaran akan hak-hak digital seolah berada dalam mode senyap (muted). Festival ini hadir untuk menekan tombol “Unmute”, mengaktifkan kembali kesadaran, suara, dan keberanian warga digital dalam menuntut ruang siber yang aman, adil, dan berdaulat. Selain itu terdapat empat sub-tema dalam acara ini yaitu-demokrasi di ruang digital, inklusi dan kesetaraan di ruang digital, privasi dan keamanan digital, akses dan infrastruktur digital.

Nama festival ini sendiri diambil dari penggabungan nama dua event besar penggagasnya yaitu Combine Resource Institution (Jagongan Media Rakyat) dan SAFEnet (Festival Hak Digital) hingga tercetuslah “Jagongan Hak Digital”. Memilih Yogyakarta sebagai tempat diselenggarakannya acara menjadi salah satu upaya untuk melihat realita dari situasi yang terjadi saat ini di kota yang mendapat julukan Kota Gudeg.

Di tengah meningkatnya peran teknologi digital dalam kehidupan sosial dan politik Indonesia, ruang digital kini menjadi tempat berbagai narasi, kepentingan, dan informasi berinteraksi. Perdebatan publik mengenai berbagai isu—mulai dari kebijakan, demokrasi,hingga fenomena sosial seperti munculnya istilah “londo ireng”—menunjukkan bahwa ruang digital tidak lagi sekedar tempat berbagi informasi, tetapi juga menjadi arena pembentukan opini, perebutan pengaruh, dan negosiasi makna di masyarakat.

Dalam situasi tersebut, tantangan ruang digital semakin kompleks. Warga berhadapan dengan banjir informasi, disinformasi, polarisasi, manipulasi narasi, ancaman privasi,hingga kekhawatiran untuk menyampaikan pendapat secara terbuka. Di sisi lain, teknologi digital juga membuka peluang bagi warga untuk membangun solidaritas, memproduksi pengetahuan, dan memperjuangkan hak-haknya.

Karena itu, media memiliki peran penting bukan hanya sebagai penyampai informasi, tetapi sebagai bagian dari ekosistem demokrasi digital yang dapat: memperluas suara warga dan kelompok yang sering tidak terdengar; menghadirkan informasi yang kritis, berimbang, dan berbasis konteks; membantu publik memahami bagaimana teknologi, data, dan algoritma memengaruhi kehidupan sehari-hari; memperkuat literasi digital masyarakat dalam menghadapi kompleksitas informasi; mendorong percakapan publik mengenai ruang digital yang aman, adil, dan demokratis.

Melalui Jagongan Hak Digital 2026: Unmute Your Rights, media diajak menjadi bagian dari upaya memperluas percakapan publik tentang hak digital—bahwa kemampuan untuk mengakses informasi, berekspresi, merasa aman, dan berpartisipasi di ruang digital merupakan bagian penting dari hak warga.

Balqis, yang merupakan koordinator acara JHD dari SAFEnet, menuturkan bahwa hadirnya festival ini berangkat dari situasi hari ini di mana ruang sipil kita yang semakin menyempit. “Ini adalah momentum kolaborasi untuk merayakan dan mengingatkan bahwa kita masih punya hak untuk berekspresi serta berpendapat. Festival ini dibuat dengan harapan agar menjadi ruang kolaborasi berbagai jejaring, bertemu dan urun daya, serta urun ide untuk menciptakan ide-ide gerakan-gerakan masyarakat sipil kedepannya khususnya dengan kondisi saat ini,” ujar Balqis.

“Ini menjadi momentum bahwa kita tidak bisa berdiam diri terus-menerus. Kita harus menyadari bahwa aktivasi-aktivasi ruang perlawanan dan pentingnya berdiskusi, karenaitu JHD hadir di tengah banyaknya ruang-ruang lain yang terbatas,” tegas Balqis.

Koordinator acara JHD dari Combine Resource Institution, Aris, menyatakan bahwa Jagongan Hak Digital 2026 adalah sebuah agenda kolektif yang dirancang untuk mengkonsolidasikan masyarakat sipil. Di JHD 2026 semua kalangan akan saling berbagi pengalaman, kapasitas, dan sumber daya.

Festival ini melibatkan puluhan kolaborator yang turut berkontribusi menghadirkan ruang-ruang dialog, pertukaran pengetahuan, dan kolaborasi lintas sektor lainnya. Rangkaian kegiatan yang dihadirkan sangat beragam seperti, diskusi, workshop, pemutaran film pendek, performing art, booth-booth komunitas, pameran instalasi seni, dan masih banyak lagi.

Sebagai salah satu Gen-Z yang aktif menggunakan sosial media sebagai media untuk berekspresi dan menyuarakan berbagai hal, bagi Balqis festival ini adalah ruang yang mempertemukan warga sipil lintas generasi untuk kemudian bersama-sama mengenal dan belajar mengenai apa itu hak digital.

“Di tengah situasi hari ini siapa yang tidak merasa was-was, namun tiada ketakutan justruyang ditakutkan adalah terus merasa takut di situasi saat ini. Keberanian bukan datang dari Combine Resource Institution atau SAFEnet saja, tapi karena dukungan masyarakat, dan pastinya kolaborator di mana kami bersama-sama membangun acaranya ini. Tohdalam bentuk diskusi, dalam kegiatan yang diselenggarakan juga melarang segala bentuk kekerasan dan diskriminasi,” tegas Balqis.

“Ruang dan waktu sipil yang semakin sempit memerlukan sebuah respons kolektif. Masyarakat sipil harus mengambil langkah untuk mengonsolidasikan kekuatan rakyatuntuk merebut kembali demokrasi dan menegakkan HAM,” ujar Aris.

“Mari kita berkumpul, berbagi, dan bergerak untuk masa depan demokrasi yang lebih cerah,” tutup Aris dengan mengajak seluruh masyarakat serta semua pihak untuk ikut berpartisipasi dalam Jagongan Hak Digital 2026.

Tags: hak digitalJagongan hak digita
Liputan Mendalam BaleBengong.ID
Combine RI

Combine RI

Related Posts

Ruang Unmute Hak Digital

Ruang Unmute Hak Digital

2 July 2026
Malam AJW 2022: Merebut Ruang Digital untuk Rayakan Kebebasan Berekspresi Warga

Merebut Ruang Digital, Merayakan Ruang Aman

22 July 2022
Next Post
Ratusan Petani Kakao Jembrana Mampu Mengolah Biji agar jadi Cokelat Premium

Ratusan Petani Kakao Jembrana Mampu Mengolah Biji agar jadi Cokelat Premium

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Temukan Kami

Kelas Literasi BaleBengong
Melali Melali Melali
Seberapa Aman Perilaku Digitalmu? Seberapa Aman Perilaku Digitalmu? Seberapa Aman Perilaku Digitalmu?

Kabar Terbaru

Ratusan Petani Kakao Jembrana Mampu Mengolah Biji agar jadi Cokelat Premium

Ratusan Petani Kakao Jembrana Mampu Mengolah Biji agar jadi Cokelat Premium

4 August 2026
Merayakan Kebebasan Berekspresi di Tengah Represi Digital

Merayakan Kebebasan Berekspresi di Tengah Represi Digital

4 August 2026
Solidaritas Jurnalis Bali Aksi Teatrikal Mengecam Pernyataan Presiden “Londo Ireng”

Solidaritas Jurnalis Bali Aksi Teatrikal Mengecam Pernyataan Presiden “Londo Ireng”

3 August 2026
Cerita Penggemar dan Pengguna Transportasi Umum di Bali

Cerita Penggemar dan Pengguna Transportasi Umum di Bali

3 August 2026
BaleBengong

© 2024 BaleBengong Media Warga Berbagi Cerita. Web hosted by BOC Indonesia

Informasi Tambahan

  • Iklan
  • Peringatan
  • Kontributor
  • Bagi Beritamu!
  • Tanya Jawab
  • Panduan Logo

Temukan Kami

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Liputan Mendalam
  • Berita Utama
  • Opini
  • Travel
  • Lingkungan
  • Sosok
  • Budaya
  • Sosial
  • Teknologi
  • Gaya Hidup
  • Arsip

© 2024 BaleBengong Media Warga Berbagi Cerita. Web hosted by BOC Indonesia