• Beranda
  • Pemasangan Iklan
  • Kontak
  • Bagi Beritamu!
  • Tentang Kami
Thursday, January 22, 2026
  • Login
BaleBengong.id
  • Liputan Mendalam
  • Berita Utama
  • Opini
  • Travel
  • Lingkungan
  • Sosok
  • Budaya
  • Sosial
  • Teknologi
  • Gaya Hidup
  • Arsip
No Result
View All Result
  • Liputan Mendalam
  • Berita Utama
  • Opini
  • Travel
  • Lingkungan
  • Sosok
  • Budaya
  • Sosial
  • Teknologi
  • Gaya Hidup
  • Arsip
No Result
View All Result
BaleBengong
No Result
View All Result
Home Berita Utama

Ritual Menghormati Kokokan di Petulu

Luh De Suriyani by Luh De Suriyani
9 April 2013
in Berita Utama, Budaya, Kabar Baru, Travel
0
8

odalan-petulu

Burung kokokan pun dihormati lewat ritual ini.

Ratusan warga Banjar Petulu Gunung, Desa Petulu, Ubud, Gianyar merayakan piodalan atau upacara penghormatan burung Kokokan. Ritual yang diisi dengan menghaturkan sesajen dan persembahyangan ini bertepatan dengan hari raya Kuningan, Sabtu lalu, di Pura Puseh lan Dalem setempat.

“Kokokan sudah dianggap sesuhunan kami sehingga dianggap sakral dan dihormati,” kata Made Mangku Tirta, salah satu pemangku pura yang mengurus ritual tiap enam bulan sekali ini.

Warga membawa sesajen berisi buah dan canang kemudian dihaturkan di sejumlah tugu dalam pura. Setelah itu digelar persembahyangan bersama. Mangku Tirta mengatakan tak ada sesajen khusus, warga menghaturkan apa yang dimilikinya secara iklas. Kemudian berdoa dan memohon habitat Kokokan di Petulu dilindungi sebagaimana burung-burung cantik berbulu putih itu memberi kesejahteraan dan ketenangan pada warga.

Di dalam pura yang berada di utara banjar Petulu Gunung ini memang tak ada simbol-simbol khusus soal Kokokan. Hanya ada satu tugu yang berisi dua patung burung mirip Kokokan, ukurannya kecil sehingga tak terlalu kelihatan dari kejauhan.

odalan-kokokan01

Di sekitar pura, burung-burung terbang dan hinggap di batang-batang pohon Bunut dan beringin sekitarnya. Pemandangan dan hawa di sekitar pura sangat indah dan mendamaikan. Pura ini, dan juga sebagian besar pemukiman warga diapit sawah.

Selain penghormatan secara spiritual, warga juga berusaha melindungi habitat dengan cara membuatkan hutan kecil sela persawahan.

Di utara dan selatan pura, baru beberapa tahun ini warga membuat hutan kecil untuk dijadikan rumah kokokan. Hutan ini direncanakan seluas 40 are di tanah pelaba atau milik pura.

Kokokan ada dua jenis, berkaki dan mulut hitam serta kaki dan mulut kuning. Selain itu ada dua jenis bangau lainnya yakni bango yang berkepala dan punggung cokelat kekuningan serta blekok yang berukuran lebih kecil berbulu cokelat dan hitam.

“Biar ada makin banyak rumah untuk burung, mereka adalah berkah buat kami,” kata Kadek Rawa, Kelihan Dinas banjar Petulu Gunung.

Ia menyebut sejumlah petanda keajaiban burung yang tiba-tiba datang pada 1965, sesaat setelah upacara besar 40 tahun sekali di desanya itu.

Pertama ada wisatawan yang datang. Kedua, warga yang dulu banyak merantau ke luar kembali dan menekuni pekerjaan mengukir kusen kayu. “Malah sekarang banyak yg dari Buleleng ke sini buat ukiran,” katanya tentang alternatif penghasilan selain bertani sebagian dari hampir 700 orang warganya itu.

I Made Surita, warga lokal yang menjadi guide tiap hari di sini mengatakan baru sedikit pohon di hutan bagian selatan yang mau dihinggapi. Kokokan memang sampai sekarang hanya suka hinggap dan bertelur di pepohonan pinggir jalan, depan rumah-rumah warga. Pepohonan sejenis di belakang rumah tak digemari.

Risikonya, tiap tahun ada pohon yang ditebang atau dirapikan dahannya. Sebagian pohon dipendekkan atau dipotong sejumlah dahannya tiap musim hujan angin dan badai seperti beberapa bulan lalu. Terutama yang berisiko mengenai rumah warga.

Sehingga saat musim bertelur pada musim hujan, Oktober sampai Desember, banyak telur jatuh dan pecah karena bisa puluhan burung berdesakan di satu batang pohon. Surita mengatakan hutan buatan ini di masa depan diharapkan menjadi rumah baru bagi burung sehingga tak lagi terganggu dengan aktivitas pemotongan dahan pohon.

Warga sudah menanam ratusan pohon yang disukai Kokokan. Misalnya pohon Bunutwot yang dianggap langka dan paling disenangi burung. Lalu beringin, pohon bunga desember, dan lainnya.

Pepohonan ini terlihat sudah mulai meninggi namun belum banyak burung yang menjadikannya rumah. Ribuan burung yang memilih bermigrasi di luar musim kawin ini masih menyukai pepohonan pinggir jalan. Mereka terlihat mencuat di dedahanan atau mencari makan di sawah.

Warga juga sudah lama menyepakati aturan tak boleh menembak burung dan meminta petani tak menggunakan pestisida. Agar makanan burung di sawah tak beracun. [b]

Tags: BudayaGianyarLingkungan
Liputan Mendalam BaleBengong.ID
Luh De Suriyani

Luh De Suriyani

Ibu dua anak lelaki, tinggal di pinggiran Denpasar Utara. Anak dagang soto karangasem ini alumni Pers Mahasiswa Akademika dan Fakultas Ekonomi Universitas Udayana. Pernah jadi pemimpin redaksi media advokasi HIV/AIDS dan narkoba Kulkul. Menulis lepas untuk Mongabay.

Related Posts

Tebe Modern hingga Inovasi Sumur Resapan untuk Menghadapi Banjir

Tebe Modern hingga Inovasi Sumur Resapan untuk Menghadapi Banjir

15 January 2026
Krisis Sampah di Bali: Contoh Baik di Desa Ada, kenapa Pemerintah Pilih Bakar Sampah?

Krisis Sampah di Bali: Contoh Baik di Desa Ada, kenapa Pemerintah Pilih Bakar Sampah?

30 December 2025
Kemah Manja di Bali Jungle Camping Padangan

Terasering Subak sebagai Mitigasi Banjir Berbasis Lanskap

22 December 2025
Siaga Banjir! Panduan Praktis untuk Warga Bali di Musim Hujan Ekstrem

Siaga Banjir! Panduan Praktis untuk Warga Bali di Musim Hujan Ekstrem

16 December 2025
Energi Terbarukan di Pulau Bali Hanya Bagus di Atas Kertas, tapi Kenapa Sulit Terwujud

Energi Terbarukan di Pulau Bali Hanya Bagus di Atas Kertas, tapi Kenapa Sulit Terwujud

26 November 2025
Pulau Surga yang Kehilangan Harmoni

Pulau Surga yang Kehilangan Harmoni

16 November 2025
Next Post
Melebur di Nol Kilometer Denpasar

Melebur di Nol Kilometer Denpasar

Comments 8

  1. Islam Berkemajuan says:
    3 years ago

    ???????????????????????????????????????

    Reply
  2. UMJ BERKEMAJUAN says:
    3 years ago

    Thanks for sharing useful information
    UMJ berkemajuan

    Reply
  3. Lokasi UMJ says:
    3 years ago

    I am very interested in the information contained in this post. The information contained in this post inspired me to generate research ideas.
    Lokasi UMJ

    Reply
  4. kampus Tertua says:
    3 years ago

    Kampus Tertua
    Kampus Tertua

    Reply
  5. laila says:
    3 years ago

    Thank you for nice information. Please visit our web:
    http://www.uhamka.ac.id

    laila
    laila

    Reply
  6. ilham says:
    3 years ago

    Thank you for nice information. Please visit our web:
    http://www.uhamka.ac.id

    ilham
    ilham

    Reply
  7. adi says:
    3 years ago

    Thank you for nice information. Please visit our web:
    http://www.uhamka.ac.id

    adi mulia
    adi mulia

    Reply
  8. graliontorile says:
    2 years ago

    Hey very nice site!! Guy .. Excellent .. Amazing .. I’ll bookmark your site and take the feeds additionally…I am happy to seek out so many useful information right here within the submit, we want develop more techniques in this regard, thank you for sharing.

    Reply

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Temukan Kami

Kelas Literasi BaleBengong
Melali Melali Melali
Seberapa Aman Perilaku Digitalmu? Seberapa Aman Perilaku Digitalmu? Seberapa Aman Perilaku Digitalmu?

Kabar Terbaru

Ratusan Titik di Bali Alami Bencana

Menghitung Konversi Tutupan Lahan Bali Menjadi Lahan Terbangun

21 January 2026
[Matan Ai] Bali dan Pembusukan Pembangunan

Finansialisasi Desa-desa di Bali

20 January 2026
Mosi Tidak Percaya adalah Pemuda yang Bersuara

Aksi Agustus: Dewan Pers Menugaskan Ahli Pers Memantau Kasus Kekerasan pada Jurnalis di Bali

20 January 2026
Permasalahan Petani Hutan di Bali

Permasalahan Petani Hutan di Bali

19 January 2026
BaleBengong

© 2024 BaleBengong Media Warga Berbagi Cerita. Web hosted by BOC Indonesia

Informasi Tambahan

  • Iklan
  • Peringatan
  • Kontributor
  • Bagi Beritamu!
  • Tanya Jawab
  • Panduan Logo

Temukan Kami

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Liputan Mendalam
  • Berita Utama
  • Opini
  • Travel
  • Lingkungan
  • Sosok
  • Budaya
  • Sosial
  • Teknologi
  • Gaya Hidup
  • Arsip

© 2024 BaleBengong Media Warga Berbagi Cerita. Web hosted by BOC Indonesia