• Beranda
  • Pemasangan Iklan
  • Kontak
  • Bagi Beritamu!
  • Tentang Kami
Monday, December 15, 2025
  • Login
BaleBengong.id
  • Liputan Mendalam
  • Berita Utama
  • Opini
  • Travel
  • Lingkungan
  • Sosok
  • Budaya
  • Sosial
  • Teknologi
  • Gaya Hidup
  • Arsip
No Result
View All Result
  • Liputan Mendalam
  • Berita Utama
  • Opini
  • Travel
  • Lingkungan
  • Sosok
  • Budaya
  • Sosial
  • Teknologi
  • Gaya Hidup
  • Arsip
No Result
View All Result
BaleBengong
No Result
View All Result
Home Kabar Baru

Melebur di Nol Kilometer Denpasar

Anton Muhajir by Anton Muhajir
10 April 2013
in Kabar Baru, Travel
0 0
0

nol-kilometer-dps01

Titik pusat kota juga tempat berkumpulnya warga tanpa sekat.

Pada 20 September 1906, ribuan rakyat Kerajaan Badung bersama pemimpinnya melawan pasukan Belanda hingga titik darah penghabisan. Perang besar meskipun berakhir dengan kekalahan ini dalam bahasa Bali disebut puputan, yang dalam makna lain juga berarti akhir dari sesuatu atau selesai.

Tempat puputan tersebut kini diberi nama Lapangan Puputan Badung I Gusti Ngurah Made Agung diambil dari nama raja yang memimpin perang besar pada saat itu. Namun, bagi sebagian besar warga, lokasi ini dikenal dengan nama Lapangan Puputan Badung. Sebagai penanda tersebut, di sisi utara lapangan terdapat patung tiga orang membawa tombak dan keris, melambangkan rakyat Badung yang saat itu melawan Belanda.

nol-kilometer-dps02

Mungkin tak banyak yang tahu pula bahwa tempat ini adalah sekaligus titik nol kilometer ibukota Provinsi Bali sejak 23 Juni 1960 tersebut. Ada sebuah tapal, patok dari semen, dengan tulisan DPS 0 di depan rumah jabatan Gubernur Bali di Jalan Surapati, Denpasar.

Sebagai titik nol kilometer Denpasar, di tempat ini pula sering diadakan beraneka kegiatan. Misalnya, sebagai pusat berkumpulnya aneka ogoh-ogoh saat pengerupukan di Denpasar. Atau sebagai lokasi pawai pembukaan Pesta Kesenian Bali (PKB) tiap tahun.

nol-kilometer-dps07Di sekitar nol kilometer ini pula terdapat beberapa tempat penting bagi Denpasar, Bali, dan sekitarnya. Misalnya pura terbesar di Denpasar Pura Jagatnatha, markas Kodam IX/Udayana, kantor Wali Kota Denpasar, hingga rumah jabatan Gubernur Bali. Terdapat pula Museum Bali di sisi timur lapangan ini.

Bagi warga umumnya, lapangan Puputan Badung adalah tempat untuk berkumpul, terutama pada akhir pekan atau hari libur. Ribuan warga memenuhi lapangan seluas sekitar dua kali luas lapangan sepak bola ini. Hampir tiap akhir pekan, ada pertunjukan tari pula di sisi selatan lapangan ini.

nol-kilometer-dps03

Tiap pagi dan sore, ratusan warga akan joging mengelilingi lapangan. Ada yang bersama pasangan, ada pula yang bersama keluarga. Sementara itu, di tengah lapangan, anak-anak dan orang dewasa bermain sepak bola dalam beberapa kelompok.

Minggu lalu, saya pun tumben olahraga pagi di sini. Padahal biasanya saya olahraga di Taman Kota Denpasar di kawasan Lumintang. Bagi saya sih lumayan juga olahraga di sini meskipun tetap lebih bagus yang di Lumintang.

nol-kilometer-dps06

Kelebihan tempat ini dibandingkan di Lumintang adalah karena banyaknya tempat bermain. Sejak tahun lalu, terdapat pula taman bermain bagi anak-anak. Aneka mainan tersebut, seperti jungkat jungkit, ayunan, prosotan, dan lain-lain. Semuanya gratis.

Karena itu, titik nol kilometer Denpasar memang bisa jadi tempat aktivitas apa saja: wisata, olahraga, bermain dengan keluarga, atau sekadar cuci mata. [b]

Tags: DenpasarTravel
Liputan Mendalam BaleBengong.ID
Anton Muhajir

Anton Muhajir

Jurnalis lepas, blogger, editor, dan nyambi tukang kompor. Menulis lepas di media arus utama ataupun media komunitas sambil sesekali terlibat dalam literasi media dan gerakan hak-hak digital.

Related Posts

Inilah Panduan Nyepi Tanpa Internet Tahun Ini

Tersingkir di Tanah Sendiri

12 November 2025
Ketimpangan Ruang dan Kelas di Pasar Badung

Ketimpangan Ruang dan Kelas di Pasar Badung

21 October 2025

Ancaman Kesehatan Pasca Banjir di Bali

8 October 2025
Mengelola Dana Darurat Banjir Bali: Antara Potensi dan Transparansi

Mengelola Dana Darurat Banjir Bali: Antara Potensi dan Transparansi

20 September 2025
Mendata Bencana Banjir dengan Crowdsourcing

Mendata Bencana Banjir dengan Crowdsourcing

17 September 2025
Pasar Badung Berwajah Mewah, Tukang Suun Kian Lelah, Perlindungan Susah

Pasar Badung Berwajah Mewah, Tukang Suun Kian Lelah, Perlindungan Susah

4 June 2025
Next Post
Pengaruh Suara Kemendikbud Terhadap Pilrek Unud

Pengaruh Suara Kemendikbud Terhadap Pilrek Unud

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Temukan Kami

Kelas Literasi BaleBengong
Melali Melali Melali
Seberapa Aman Perilaku Digitalmu? Seberapa Aman Perilaku Digitalmu? Seberapa Aman Perilaku Digitalmu?

Kabar Terbaru

Anak Muda Mengolah Limbah Organik di Tengah Macetnya Dukungan Investor

Anak Muda Mengolah Limbah Organik di Tengah Macetnya Dukungan Investor

15 December 2025
Begini Lho Cara Menjelajah Nusa Penida dengan Cara Berbeda

Perempuan dalam Sistem Pewarisan Adat Bali: Terikat Adat, Hak Terbatas

15 December 2025
Gagas Aksi Iklim Melalui Mangrove, Bendega Tanam Harapan di Pesisir

Gagas Aksi Iklim Melalui Mangrove, Bendega Tanam Harapan di Pesisir

14 December 2025
Para Perempuan di Balik Kerajinan Ate

Para Perempuan di Balik Kerajinan Ate

14 December 2025
BaleBengong

© 2024 BaleBengong Media Warga Berbagi Cerita. Web hosted by BOC Indonesia

Informasi Tambahan

  • Iklan
  • Peringatan
  • Kontributor
  • Bagi Beritamu!
  • Tanya Jawab
  • Panduan Logo

Temukan Kami

Welcome Back!

Sign In with Facebook
OR

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Liputan Mendalam
  • Berita Utama
  • Opini
  • Travel
  • Lingkungan
  • Sosok
  • Budaya
  • Sosial
  • Teknologi
  • Gaya Hidup
  • Arsip

© 2024 BaleBengong Media Warga Berbagi Cerita. Web hosted by BOC Indonesia