• Beranda
  • Pemasangan Iklan
  • Kontak
  • Bagi Beritamu!
  • Tentang Kami
Saturday, March 7, 2026
  • Login
BaleBengong.id
  • Liputan Mendalam
  • Berita Utama
  • Opini
  • Travel
  • Lingkungan
  • Sosok
  • Budaya
  • Sosial
  • Teknologi
  • Gaya Hidup
  • Arsip
No Result
View All Result
  • Liputan Mendalam
  • Berita Utama
  • Opini
  • Travel
  • Lingkungan
  • Sosok
  • Budaya
  • Sosial
  • Teknologi
  • Gaya Hidup
  • Arsip
No Result
View All Result
BaleBengong
No Result
View All Result
Home Budaya

Satu Rasa Bali dan India

Luh De Suriyani by Luh De Suriyani
2 November 2009
in Budaya, Kabar Baru
0
0

Teks Luh De Suriyani, Foto Ilustrasi Potret Bali

Niveditha Parthasarathy, seorang guru tari perempuan India memperlihatkan sejumlah gerakan tari khas India yang enerjik, Kamis sore, di Indian Cultural Centre (ICC), Bali.

Dalam lima menit Niveditha menunjukkan sejumlah gerakan tari Pusphanjali, sebuah tari dari Tamilnadu, India Selatan. Tarian ini mempunyai karakter sama dengan tari Puspanjali, nama tarian Bali yang biasa ditarikan ketika menyambut tamu di ruang pertemuan.

Nama tariannya hampir sama, namun berbeda nuansa dengan perbedaan pakaian, postur tubuh, dan ritme. “Pushpanjali is one of the invacatory dance items in Bharathanatyam (kind of classic dance in India). In this dance, the dancer offers flowers and pays respect to the stage, deity, guru, and the audience,” Viveditha menjelaskan.

Ia memperlihatkan gerakan mengambil bunga, menyapa ibu pertiwi dengan meraupkan tangan di tanah lalu mengusapnya di dahi. Kerlingan mata dan hentakan tangan lebih kuat dibanding Puspanjali versi Bali. Apalagi ditambah hentakan kaki yang sangat kuat hingga menimbulkan ritme baru. Niveditha bisa menari dengan nyaman tanpa iringan musik.

“Tarian Bali dan India punya filosofi yang hampir sama, namun kita perlu terus belajar untuk saling memahami bagaimana ini bisa merekatkan persaudaraan,” ujar Bhuvneshwar Sharma, Deputy Director ICC Bali.

Inilah yang menjadi latar belakang dihelatkan Festival of India di Bali dan enam kota lain di Indonesia. Yakni Jakarta, Bandung, Medan, Jogjakarta, Surabaya, Pekanbaru, dan Mataram.

Di Bali, tak hanya dilaksanakan di Denpasar juga Ubud, Karangasem, Klungkung, dan Singapadu-Gianyar pada 1 November sampai 11 Desember ini.

Festival of India ini dihelat oleh Kedutaan Besar India, Kementrian Kebudayaan India, dan bekerja sama dengan komunitas alumni mahasiswa Bali di India.

Sekitar 90 penari profesional India akan mengadakan pementasan di 12 tempat di Bali. Sementara dari Bali, sekitar 100 juga akan memperlihatkan berbagai traian tradisi dan religius Bali. Tarian Bali dan India ini akan ditarikan di panggung yang sama,  secara bergantian. Jadi tidak ada kolaborasi khusus. Dimulai pada 1 November di Puri Saraswati, Ubud, akan berlangsung pertunjukkan tari Manganiars dan Kathak.

Sementara pada 3 November di Gedung Ksiraarnawa, Art Centre, Denpasar, pertujukan grup tari Bharathanatyam. Dilanjutkan di Ashram Gandhi Puri Klungkung, Puri Gede Karangasem, Ashram Ratu Bagus Karangasem, Bali Spirit Ubud, dan Geoks, Gianyar.

Semuanya merupakan tarian dan nyanyian klasik India. “cerita-cerita dalam tarian sangat akrab seperti Ramayana dan Mahabharata,” ujar Agus Indra Udayana, Koordinator Bali-India Friendship yang mengkoordinir pelaksanaan festival di Bali.

Agus Indra menambahkan semua pertunjukkan gratis, dapat ditonton umum jika mengambil tiket sebelumnya di ICC Bali dan Ashram gandi Puri Klungkung. Festival ini bisa diunduh di www.jnicc.org atau www.indoindians.com.

“Semua seniman tidak dibayar, dan diharapkan warga Bali memanfaatkan festival ini sebagai dialog kebudayaan,” katanya.

Ia mengaku sedikit kecewa karena harus membayar gedung Ksirarnawa untuk pertunjukkan di Denpasar, berbeda dengan di lokasi lainnya. “Saya berharap festival of India pertama di India ini akan menjadi kalender rutin,” tambahnya.

Di Bali, kebanyakan pertunjukkan adalah tari, sementara di kota lain ada handicrafts exebition, a film week, food festifal, fashion shoe, and academic seminar.

Tags: Balifestival of indiatarian india
Liputan Mendalam BaleBengong.ID
Luh De Suriyani

Luh De Suriyani

Ibu dua anak lelaki, tinggal di pinggiran Denpasar Utara. Anak dagang soto karangasem ini alumni Pers Mahasiswa Akademika dan Fakultas Ekonomi Universitas Udayana. Pernah jadi pemimpin redaksi media advokasi HIV/AIDS dan narkoba Kulkul. Menulis lepas untuk Mongabay.

Related Posts

Salah Kaprah Mitologi Dewi Danu dalam Pemuliaan Air

Salah Kaprah Mitologi Dewi Danu dalam Pemuliaan Air

27 February 2026
Potensi Panas Ekstrem di Bali: Apakah Pulau ini Sudah Bersiasat Meredamnya?

Potensi Panas Ekstrem di Bali: Apakah Pulau ini Sudah Bersiasat Meredamnya?

18 February 2026
Udara Bersih saat G20, setelah itu Polusi kembali

Udara Bersih saat G20, setelah itu Polusi kembali

11 February 2026
Tebe Modern hingga Inovasi Sumur Resapan untuk Menghadapi Banjir

Tebe Modern hingga Inovasi Sumur Resapan untuk Menghadapi Banjir

15 January 2026
Ruang Sipil di Bali di Bawah Tekanan: Ketika Kritik Dianggap Ancaman

Ruang Sipil di Bali di Bawah Tekanan: Ketika Kritik Dianggap Ancaman

5 January 2026
Siaga Banjir! Panduan Praktis untuk Warga Bali di Musim Hujan Ekstrem

Siaga Banjir! Panduan Praktis untuk Warga Bali di Musim Hujan Ekstrem

16 December 2025
Next Post

Satu Hadiah untuk Semua

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Temukan Kami

Kelas Literasi BaleBengong
Melali Melali Melali
Seberapa Aman Perilaku Digitalmu? Seberapa Aman Perilaku Digitalmu? Seberapa Aman Perilaku Digitalmu?

Kabar Terbaru

Titik Berburu Takjil di Bali

Titik Berburu Takjil di Bali

6 March 2026

Patologi Atensi: Kenapa Otak Dangkal dan Malas Kontemplasi

6 March 2026
Pelestarian Nyoman dan Ketut VS Otonomi dan Hak Reproduksi dalam Kebijakan KB Krama Bali

Pelestarian Nyoman dan Ketut VS Otonomi dan Hak Reproduksi dalam Kebijakan KB Krama Bali

5 March 2026
Setahun Koster – Giri: Lebih dari 70 Regulasi Baru, Pusat Kebudayaan Bali, dan Teror Sampah

Setahun Koster – Giri: Lebih dari 70 Regulasi Baru, Pusat Kebudayaan Bali, dan Teror Sampah

4 March 2026
BaleBengong

© 2024 BaleBengong Media Warga Berbagi Cerita. Web hosted by BOC Indonesia

Informasi Tambahan

  • Iklan
  • Peringatan
  • Kontributor
  • Bagi Beritamu!
  • Tanya Jawab
  • Panduan Logo

Temukan Kami

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Liputan Mendalam
  • Berita Utama
  • Opini
  • Travel
  • Lingkungan
  • Sosok
  • Budaya
  • Sosial
  • Teknologi
  • Gaya Hidup
  • Arsip

© 2024 BaleBengong Media Warga Berbagi Cerita. Web hosted by BOC Indonesia