• Beranda
  • Pemasangan Iklan
  • Kontak
  • Bagi Beritamu!
  • Tentang Kami
Monday, February 9, 2026
  • Login
BaleBengong.id
  • Liputan Mendalam
  • Berita Utama
  • Opini
  • Travel
  • Lingkungan
  • Sosok
  • Budaya
  • Sosial
  • Teknologi
  • Gaya Hidup
  • Arsip
No Result
View All Result
  • Liputan Mendalam
  • Berita Utama
  • Opini
  • Travel
  • Lingkungan
  • Sosok
  • Budaya
  • Sosial
  • Teknologi
  • Gaya Hidup
  • Arsip
No Result
View All Result
BaleBengong
No Result
View All Result
Home Kabar Baru

Pesatnya Bisnis Media, Pudarnya Independensi Wartawan

Angga Wijaya by Angga Wijaya
2 July 2017
in Kabar Baru, Opini
0
0
Salah satu tuntutan buruh Bali dalam aksi May Day dengan meminta dimasukkannya biaya upacara. Foto Metro Bali.

Ketika bisnis media berkembang pesat, independensi wartawan justru sekarat.

Bisnis media massa di Tanah Air dari hari ke hari semakin melaju dengan pesat. Namun, tuntutan komersial secara tidak langsung telah membunuh independensi wartawan. Pemilik modal telah menempatkan para wartawan sebagai alat mendapatkan keuntungan yang melampaui kompetensinya.

Metha Madonna, konsultan media yang juga sebagai pemakalah di International Conference of Communication Industry and Community (ICCIC) di Inna Grand Bali Beach Denpasar pada Maret 2016 mengatakan, kebanyakan pemilik modal telah melakukan komodofikasi wartawan, mulai dari mediator, agen, marketing hingga broker pencari iklan.

Dampak tekanan dari perusahaan media agar wartawan juga menjadi pencari iklan, pastinya akan menggerus idealisme dan independensi wartawan. Maka pada saat menyampaikan informasi pertimbangan untung rugi, kesinambungan hubungan dengan pemasangan iklan yang juga narasumber menjadi beban.

Dosen Fakultas Komunikasi Universitas Bhayangkara Jakarta itu sangat menyesalkan intervensi pemilik modal atau perusahaan yang telah mengkomodifikasi peran wartawan sekaligus pencari iklan. Hal ini sangat bertentangan dengan kode etik jurnalistik dan memanipulasi informasi.

Pers nasional semakin jauh dari kejujuran dan diwarnai para pemburu kekuasaan.

Menurut mantan wartawan sebuah harian nasional ini, hal demikian dialami banyak wartawan termasuk dirinya sendiri. Jika tidak mendapatkan iklan dari narasumber atau minimal membantu memperlancar kinerja marketing, nasib wartawan di redaksi akan terancam.

Namun pada perkembangannya fenomena komodifikasi wartawan yang jadi penelitiannya dalam tesis magisternya, bukan saja tekanan dari pihak perusahaan tapi juga kebutuhan akan hidup si wartawan.

Maka dalam seminar international ICCIC yang dihadiri pembicara dari berbagai negara. Metha mengungkapkan jika komodifikasi jurnalis bukan saja kebutuhan komersial tapi juga menjadi kebutuhan berpolitik si pemilik modal.

“Tapi ini masih perlu diteliti lebih jauh di mana indepensi jurnalis yang dikungkung kepentingan politik pemilik modal, namun pastinya kondisi ini mengakibatkan pers nasional semakin jauh dari kejujuran dan diwarnai para pemburu kekuasaan,” tegasnya. [b]

Tags: MediaOpini
Liputan Mendalam BaleBengong.ID
Angga Wijaya

Angga Wijaya

Bernama lengkap I Ketut Angga Wijaya. Lahir di Negara, Bali, 14 Februari 1984. Menyukai dunia literasi sejak SMA. Pernah kuliah Prodi Antropologi Fakultas Sastra Universitas Udayana. Bekerja sebagai wartawan di Denpasar.

Related Posts

Perlawanan Kebijakan Politik dalam Karya Seni Ogoh-Ogoh 2025

Banjar, Ogoh-ogoh, dan “Gaya gagah, pesu kapah, mani mati kanggoang kremasi”

6 February 2026

Siwaratri sebagai Ruang Kontemplasi Menghadapi Krisis Batin Kehidupan Modern

18 January 2026
Tebe Modern hingga Inovasi Sumur Resapan untuk Menghadapi Banjir

Tebe Modern hingga Inovasi Sumur Resapan untuk Menghadapi Banjir

15 January 2026
Para Perempuan Petani yang Perjuangkan Hak Tanah

Desa Bukan Ruang Kosong: Membaca Koperasi Merah Putih dari Bali

13 January 2026
Bus Sekolah Gratis di Desa Tembok Barter Sampah Plastik

Kenapa Kita (Ayah) Takut Mengambil Rapor Anak?

23 December 2025
Kemah Manja di Bali Jungle Camping Padangan

Terasering Subak sebagai Mitigasi Banjir Berbasis Lanskap

22 December 2025
Next Post
Habis Narsis Terbitlah Duit

Habis Narsis Terbitlah Duit

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Temukan Kami

Kelas Literasi BaleBengong
Melali Melali Melali
Seberapa Aman Perilaku Digitalmu? Seberapa Aman Perilaku Digitalmu? Seberapa Aman Perilaku Digitalmu?

Kabar Terbaru

Respon Anak Muda soal Museum Bali dan Asesmen Nol Kilometer Kota di Jalan Jalin

Respon Anak Muda soal Museum Bali dan Asesmen Nol Kilometer Kota di Jalan Jalin

8 February 2026
Clicktivism: Memaknai Kembali Demokrasi di Ruang Digital

Clicktivism: Memaknai Kembali Demokrasi di Ruang Digital

7 February 2026
Ahli Tegaskan Bahaya Pengecualian Wajib Amdal dalam Sidang Gugatan Petani Batur

Ahli Tegaskan Bahaya Pengecualian Wajib Amdal dalam Sidang Gugatan Petani Batur

7 February 2026
Perlawanan Kebijakan Politik dalam Karya Seni Ogoh-Ogoh 2025

Banjar, Ogoh-ogoh, dan “Gaya gagah, pesu kapah, mani mati kanggoang kremasi”

6 February 2026
BaleBengong

© 2024 BaleBengong Media Warga Berbagi Cerita. Web hosted by BOC Indonesia

Informasi Tambahan

  • Iklan
  • Peringatan
  • Kontributor
  • Bagi Beritamu!
  • Tanya Jawab
  • Panduan Logo

Temukan Kami

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Liputan Mendalam
  • Berita Utama
  • Opini
  • Travel
  • Lingkungan
  • Sosok
  • Budaya
  • Sosial
  • Teknologi
  • Gaya Hidup
  • Arsip

© 2024 BaleBengong Media Warga Berbagi Cerita. Web hosted by BOC Indonesia