• Beranda
  • Pemasangan Iklan
  • Kontak
  • Bagi Beritamu!
  • Tentang Kami
Sunday, April 19, 2026
  • Login
BaleBengong.id
  • Liputan Mendalam
  • Berita Utama
  • Opini
  • Travel
  • Lingkungan
  • Sosok
  • Budaya
  • Sosial
  • Teknologi
  • Gaya Hidup
  • Arsip
No Result
View All Result
  • Liputan Mendalam
  • Berita Utama
  • Opini
  • Travel
  • Lingkungan
  • Sosok
  • Budaya
  • Sosial
  • Teknologi
  • Gaya Hidup
  • Arsip
No Result
View All Result
BaleBengong
No Result
View All Result
Home Berita Utama

Prosesi Unik Kaul di Gunung Batur

Luh De Suriyani by Luh De Suriyani
9 December 2011
in Berita Utama, Budaya, Kabar Baru
0
2

Kain sepanjang 17 kilometer terlihat masih melilit di pinggang Gunung Batur, Kintamani, Bangli, awal Desember ini. Prosesi ini bagian dari ritual unik Nawur Saud Atur dan Megat Sot Ida Bhatara Panji Sakti di Pura Ulun Danu Batur Oktober lalu.

Kain dengan lebar sekitar satu meter itu dililitkan oleh lebih dari 1000 warga di bebatuan vulkanik dan kebun di pinggang gunung berapi ini. “Sejak pukul 7 pagi, sekitar 1500 warga kami bergotong royong melilitkan kain kasa putih di Gunung Batur,” ujar I Nengah Dama, pengurus Desa Batur dan pengurus pura yang menjadi lokasi puncak acara kaul ini.

Upacara ini dilakukan oleh Pemerintah Kabupaten Buleleng sebagai kaul dan symbol persaudaraan serta perdamaian karena melakukan sesuatu yang meresahkan warga Batur ketika perang Bangli, antara Raja Panji Sakti dan warga desa Batur.

“Iringan panjang warga Buleleng yang memercikkan arak berem dengan mobil tangki sampai Pura Batur,” tambah Dama. Arak berem dinilai sebagai symbol penyucian dan penyeimbangan alam. Setelah itu akan digelar upacara serta tari-tarian.

Menurut informasi dari Humas Pemkab Buleleng yang dituliskan di website-nya, prosesi upacara ini akan diawali di Pura Pamereman Pajenengan Ida Bhatara di Desa Panji Kecamatan Sukasada, Buleleng.

Di desa ini digelar kesenian Megoak-goakan yang mengisahkan permainan para prajurit Teruna Goak bersama Raja Panji Sakti sebelum melaksanakan ekspedisinya ke Blambangan. Sesudah itu lanjut upacara tabur tuak disepanjang perjalanan ke Pura Ulun Danu Batur.

“Upacara berupa tabur tuak di sepanjang perjalanan prosesi upacara dan melingkari gunung Batur dengan kain putih itu merupakan kaul Raja Panji Sakti kala itu yang belum dilaksanakan hingga kini,” jelas Jro Gde Batur Alitan, Pemangku Parahyangan Pura Ulun Danu Batur.

Karena itu kaul ini dilaksanakan Bupati Buleleng Putu Bagiada bersama para pengelingsir puri di Kabupaten Buleleng. Sebelumnya pada tahun 1997, pada masa kepemimpinan Bupati Wiratha Sindhu, Pemkab Buleleng telah melaksanakan kewajiban kaul Ida Bethara Panji Sakti dengan menghaturkan satu ekor kerbau bertanduk warna emas kehadapan Ida Bethara ring pura Puncak Sinunggal.

Setelah itu pada tahun 2009, Bupati Buleleng Putu Bagiada dengan menghaturkan lagi lima ekor kerbau bertanduk emas. [b]

Liputan Mendalam BaleBengong.ID
Luh De Suriyani

Luh De Suriyani

Ibu dua anak lelaki, tinggal di pinggiran Denpasar Utara. Anak dagang soto karangasem ini alumni Pers Mahasiswa Akademika dan Fakultas Ekonomi Universitas Udayana. Pernah jadi pemimpin redaksi media advokasi HIV/AIDS dan narkoba Kulkul. Menulis lepas untuk Mongabay.

Related Posts

Pekerja Luar Ruangan Berisiko Tinggi Heat Stress ketika Panas Ekstrem

Pekerja Luar Ruangan Berisiko Tinggi Heat Stress ketika Panas Ekstrem

18 April 2026
[Matan Ai] Bali dan Pembusukan Pembangunan

Bali dan Histeria Festival

17 April 2026
Pulau Bali pun Rentan Tenggelam

El Niño “Godzilla”: Ketika Monster Iklim Mengancam Pulau Dewata

16 April 2026
Risiko Kesehatan ketika Marak Pembakaran Sampah Terbuka

Risiko Kesehatan ketika Marak Pembakaran Sampah Terbuka

15 April 2026
Sabtu Sketsa Merefleksikan Kejujuran Aku Kembali Pulang Dayu Sartika

Sabtu Sketsa Merefleksikan Kejujuran Aku Kembali Pulang Dayu Sartika

14 April 2026
Risiko Kesehatan ketika Marak Pembakaran Sampah Terbuka

Pemerintah Tanpa Modal, Masyarakatnya Dipenjara?

14 April 2026
Next Post
Peringati HAM, ARDHAM Tolak BIP

Peringati HAM, ARDHAM Tolak BIP

Comments 2

  1. viar says:
    14 years ago

    fotonya dong 🙂

    Reply
  2. tiara says:
    14 years ago

    Bali memang selalu indah dan menarik.tapi mengapa tdk ada fotonya?

    Reply

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Temukan Kami

Kelas Literasi BaleBengong
Melali Melali Melali
Seberapa Aman Perilaku Digitalmu? Seberapa Aman Perilaku Digitalmu? Seberapa Aman Perilaku Digitalmu?

Kabar Terbaru

Pekerja Luar Ruangan Berisiko Tinggi Heat Stress ketika Panas Ekstrem

Pekerja Luar Ruangan Berisiko Tinggi Heat Stress ketika Panas Ekstrem

18 April 2026
[Matan Ai] Bali dan Pembusukan Pembangunan

Bali dan Histeria Festival

17 April 2026
Pulau Bali pun Rentan Tenggelam

El Niño “Godzilla”: Ketika Monster Iklim Mengancam Pulau Dewata

16 April 2026
Risiko Kesehatan ketika Marak Pembakaran Sampah Terbuka

Risiko Kesehatan ketika Marak Pembakaran Sampah Terbuka

15 April 2026
BaleBengong

© 2024 BaleBengong Media Warga Berbagi Cerita. Web hosted by BOC Indonesia

Informasi Tambahan

  • Iklan
  • Peringatan
  • Kontributor
  • Bagi Beritamu!
  • Tanya Jawab
  • Panduan Logo

Temukan Kami

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Liputan Mendalam
  • Berita Utama
  • Opini
  • Travel
  • Lingkungan
  • Sosok
  • Budaya
  • Sosial
  • Teknologi
  • Gaya Hidup
  • Arsip

© 2024 BaleBengong Media Warga Berbagi Cerita. Web hosted by BOC Indonesia