• Beranda
  • Pemasangan Iklan
  • Kontak
  • Bagi Beritamu!
  • Tentang Kami
Monday, June 29, 2026
  • Login
BaleBengong.id
  • Liputan Mendalam
  • Berita Utama
  • Opini
  • Travel
  • Lingkungan
  • Sosok
  • Budaya
  • Sosial
  • Teknologi
  • Gaya Hidup
  • Arsip
No Result
View All Result
  • Liputan Mendalam
  • Berita Utama
  • Opini
  • Travel
  • Lingkungan
  • Sosok
  • Budaya
  • Sosial
  • Teknologi
  • Gaya Hidup
  • Arsip
No Result
View All Result
BaleBengong
No Result
View All Result
Home Budaya

Perjuangan Made Sudi si Penjual Canang

Anton Muhajir by Anton Muhajir
11 June 2010
in Budaya, Kabar Baru, Sosok
0
0

Teks Mei Rismawati, Ilustrasi Bali Travel Portal

Nasib baik tidak berpihak pada Ni Made Sudi. Ia seorang pedagang canang yang saya temui di perempatan jalan Noja, Denpasar timur pekan lalu. Hari itu dia sedang berjualan canang.

Ia memiliki seorang suami dan dua orang putra. Sambil melihat beberapa kendaraan yang melintas di jalan raya, saya mulai mendekati Made dan menanyakan beberapa hal ringan.

Ia berasal dari Abiansemal, Kabupaten Badung dan tinggal di Noja. Saat saya bertemu dengan Made, ia didampingi putra sulungnya yang bernama Wayan. Wayan selalu membantu ibunya berjualan, karena ia juga tidak memiliki pekerjaan.

Suami Made juga tidak bekerja. Dia tidak bisa mengendarai sepeda motor ataupun sepeda gayung. Jadi, susah bagi suami Made untuk mencari pekerjaan lain, selain menjadi tukang bangunan di dekat rumahnya.

Sebelum bekerja menjadi pedagang canang, Made pernah bekerja di sebuah proyek menjadi seorang tukang bangunan. Selain itu, Made juga pernah bekerja menjadi pembantu rumah tangga. Semua pekerjaan itu ia lakukan dengan penuh suka cita karena tidak ada pekerjaan lain yang bisa ia lakukan lagi.

Dengan harapan tersisa, ia mencoba untuk bertahan dan berusaha menghidupi keluarganya meskipun dengan keadaan serba kekurangan. Dia memulai pekerjaannya menjadi seorang pedagang canang dengan modal Rp 100.000. Uang bantuan itu diberikan oleh kepala desa kepada warga yang kurang mampu di lingkungannya.

Hingga, akhirnya, Made mampu membuka sebuah kios kecil di perempatan jalan.

Ia memulai pekerjaannya tiap hari mulai pukul tiga pagi. Made memasak nasi dan lauk pauk seadanya untuk keluarganya. Setelah pekerjaan dapur selesai, ia beranjak mengerjakan pekerjaan rumah seperti membersihkan halaman di rumahnya.

Pukul tujuh pagi ia bersama putra sulungnya membuka kios kecil. Sambil menunggu pelanggan setia yang akan membeli canang, ia duduk-duduk sambil ngobrol bersama putranya. Sore hari ia ke Pasar Badung bersama putranya untuk membeli berbagai perlengkapan untuk membuat canang.

Cerita itu membuat saya tertegun dan larut di dalamnya. Ternyata, seperti itulah kehidupan sehari-hari seorang pedagang canang yang bernama Made.

Dengan pendapatan Rp 30.000 setiap hari, ia selalu cukupkan untuk kebutuhan hidupnya.

“Apa ibu tak pernah bosan bekerja seperti ini selama sembilan tahun?” tanya saya.

“Jika saya bosan dan berhenti dari pekerjaan ini, saya akan makan apa?” jawabnya sambil memperlihatkan wajah sedih. Ia berharap suatu saat pemerintah dapat membantu pedagang kaki lima seperti Made. Ia juga berharap mendapat pekerjaan yang lebih baik dari pada sekarang.

Itulah obrolan saya bersama seorang pedagang canang yang selalu mensyukuri semua yang telah didapatnya. [b]

Tags: AgamaBaliBudayaDenpasarSosok
Liputan Mendalam BaleBengong.ID
Anton Muhajir

Anton Muhajir

Jurnalis lepas, blogger, editor, dan nyambi tukang kompor. Menulis lepas di media arus utama ataupun media komunitas sambil sesekali terlibat dalam literasi media dan gerakan hak-hak digital.

Related Posts

Menelusuri Asal Muasal Sumber Air Empat Danau Vulkanik Di Bali

Menelusuri Asal Muasal Sumber Air Empat Danau Vulkanik Di Bali

22 June 2026

Dari Kebun hingga Pasar, Menyusuri Rantai Ekonomi Galungan di Bali

19 June 2026
Ngobrolin Krisis Iklim Bersama Climate Freask dan Kenapa Bali Perlu Versi Lokalnya

Ngobrolin Krisis Iklim Bersama Climate Freask dan Kenapa Bali Perlu Versi Lokalnya

15 June 2026
Siapa yang Peduli Hilangnya Mataair dan Bulakan di Kota Denpasar?

Siapa yang Peduli Hilangnya Mataair dan Bulakan di Kota Denpasar?

11 June 2026
Abrasi yang tak Pernah Henti di Pantai Kuta

Hilangnya Pesisir Bali: Memahami Akar Krisis Abrasi dan Jalan Keluarnya

4 June 2026
Mai Memunyi!

Mai Memunyi!

30 May 2026
Next Post
Keluarga Korban Bom Bali Merintis Toleransi

Keluarga Korban Bom Bali Merintis Toleransi

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Temukan Kami

Kelas Literasi BaleBengong
Melali Melali Melali
Seberapa Aman Perilaku Digitalmu? Seberapa Aman Perilaku Digitalmu? Seberapa Aman Perilaku Digitalmu?

Kabar Terbaru

Rentetan Peristiwa Demo Agustus 2025: Kasus Kekerasan Jurnalis ke Tahap Penyidikan

Rentetan Peristiwa Demo Agustus 2025: Kasus Kekerasan Jurnalis ke Tahap Penyidikan

29 June 2026
Lahan Basah sebagai Ginjal Bumi

Lahan Basah sebagai Ginjal Bumi

28 June 2026
Di Balik Proyek PSEL Bali: Hantu Kegagalan Masa Lalu dan Ancaman Masa Depan

Di Balik Proyek PSEL Bali: Hantu Kegagalan Masa Lalu dan Ancaman Masa Depan

26 June 2026

Ketahanan Pangan Bali Bertumpu pada Kearifan Lokal tapi ya Begitulah

25 June 2026
BaleBengong

© 2024 BaleBengong Media Warga Berbagi Cerita. Web hosted by BOC Indonesia

Informasi Tambahan

  • Iklan
  • Peringatan
  • Kontributor
  • Bagi Beritamu!
  • Tanya Jawab
  • Panduan Logo

Temukan Kami

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Liputan Mendalam
  • Berita Utama
  • Opini
  • Travel
  • Lingkungan
  • Sosok
  • Budaya
  • Sosial
  • Teknologi
  • Gaya Hidup
  • Arsip

© 2024 BaleBengong Media Warga Berbagi Cerita. Web hosted by BOC Indonesia