• Beranda
  • Pemasangan Iklan
  • Kontak
  • Bagi Beritamu!
  • Tentang Kami
Saturday, May 30, 2026
  • Login
BaleBengong.id
  • Liputan Mendalam
  • Berita Utama
  • Opini
  • Travel
  • Lingkungan
  • Sosok
  • Budaya
  • Sosial
  • Teknologi
  • Gaya Hidup
  • Arsip
No Result
View All Result
  • Liputan Mendalam
  • Berita Utama
  • Opini
  • Travel
  • Lingkungan
  • Sosok
  • Budaya
  • Sosial
  • Teknologi
  • Gaya Hidup
  • Arsip
No Result
View All Result
BaleBengong
No Result
View All Result
Home Kabar Baru Kabar

Perayaan Malam Penutupan Charcoal for Children 2017/2018

Iin Valentine by Iin Valentine
17 March 2018
in Kabar
0
0
After the Show : Monyet Nishioka Mencari Pulau Baru by Kawamura Koheisai
Credit : I Gusti Made Dio Damalla Pratama

PlayPlay: Charcoal For Children 2017/18 telah berakhir.

Pertunjukan wayang kulit Kawamura Koheisai dari Jepang berjudul “Monyet Nishioka Mencari Pulau Baru” menutupnya di CushCush Gallery, Denpasar pada 25 Februari lalu. Pertunjukan itu mendapat tanggapan positif penonton.

Harumi, pendiri Rumah23, takjub setelah mengetahui bahwa setiap empat peran utama dimainkan oleh Kohey sendiri. Begitu pula improvisasi pencahayaan dan suara. “Pertunjukan luar biasa dengan cerita lucu dan menyentuh hati!” ujarnya.

Seniman Gede Tarmada menggambarkan pementasan tersebut sebagai perpaduan unik antara seni musik, teater, seni rupa, dan pengisahan cerita yang dengan terampil diolah menjadi pertunjukan wayang kontemporer yang menakjubkan.

Pementasan Kohey menandai berakhirnya pementasan dari total 12 pementasan, setengah di antaranya diadakan di akhir pekan sebelumnya oleh Papermoon Puppet Theater dari Yogyakarta dan Monez & Ninus dari Bali. Semua pementasan diilhami dari karya seni yang dihasilkan dari lokakarya Charcoal For Children edisi kedua yang diselenggarakan pada akhir tahun 2017.

Secara keseluruhan, acara ini sukses dengan total 657 penonton dan banyak menerima ulasan bagus. Para penonton terdiri dari masyarakat lokal serta ekspatriat dan wisatawan.

“Pementasan ini adalah kejutan yang luar biasa untuk ditonton selama saya tinggal di sini,” Michael yang berasal dari Ubud mengatakan setelah menonton “Dunia Putih Siwa & Malini” oleh Papermoon Puppet Theater pada akhir pekan pertama pementasan.

Sementara itu, Agus Wiratama dari Teater Kalangan terkesan dengan penampilan Monez & Ninus, berjudul “Sang Kala”, yang dilakukan pada akhir pekan Februari. “Beberapa kali di tempat pentas, saya merasa ditarik ke dimensi yang berbeda. Pemetaan dan gerakan di atas panggung disinkronisasi. Semua elemen saling melengkapi secara harmonis,” katanya.

“Sang Kala” membuat saya ingin berlama-lama di pusaran waktu dan bermain dengan monster lucu,” kata seniman Sidhi Vhisatya.

The Show: The White World Siwa & Malini by Papermoon Puppet Theater
Credit : Khusboo Harjani

LagiLagi telah mengundang 273 anak dari 14 berbagai organisasi, institusi, dan kelompok, termasuk Desa Abiansemal, Yayasan Panti Asuhan Gayatri Widya Mandala, Sanggar Anak Tangguh, Anak-anak Banjar Eka Sila, IALF (anak-anak dari Pegunungan Bintang Papua), Yayasan Peduli Kemanusiaan, Panti Asuhan Tat Twam Asi, Kursus Bahasa Inggris Prima Santhi, Panti Asuhan Elisama, Yayasan Kasih Peduli Anak, Anak-anak Banjar Carik Padang Tabanan, Yayasan Kanker Indonesia Cabang Bali, dan Panti Asuhan Tunas Bangsa Denpasar.

After the Show : Monez & Ninus with Children from Yayasan Kasih Peduli Anak
Credit: Ni Made Krisna Mahayuni

Suriawati Qiu, pendiri CushCush Gallery dan LagiLagi berterima kasih atas keberhasilan acara ini.

“Kami sangat diberkati untuk mendapatkan semua dukungan dari sponsor dan relawan. Terutama untuk Erich Hunziker dan Kwan Hon Weng, yang telah berbagi kebaikan dan kemurahan hati sehingga memicu efek positif dengan membawa kegembiraan kepada lebih dari 250 anak-anak Bali dengan sumbangan mereka yang memungkinkan anak-anak ini untuk datang dan menonton pertunjukan PlayPlay. Terima kasih dari lubuk hati kami,” katanya.

PlayPlay mendapat dukungan dari 43 sukarelawan dari berbagai latar belakang profesional, kebanyakan dari bidang kreatif, dan komunitas teater lokal yang meminjamkan peralatan, keterampilan, dan pengetahuan mereka. Mereka adalah Teater Kalangan, Komunitas Cemara Angin, Teater Orok, Teater Seribu Jendela, Teater Lajose, dan Teater Sangsaka.

“Saya pikir PlayPlay: Charcoal For Children 2017/18 merupakan perayaan kreativitas untuk segala umur. Melalui pementasan mereka, ketiga kelompok seniman tersebut menginspirasi penonton anak-anak dan dewasa, menyampaikan kisah-kisah hangat tentang merangkul perbedaan dan merayakan budaya kita,” kata Suriawati.

After the Show: Children from Abiansemal Village
Credit : Ida Ayu Triyana Saraswati

Suriawati juga mengajak masyarakat bersiap untuk Charcoal For Children 2019 yang diklaimnya akan mendapatkan “sentuhan para desainer” karena para arsitek dan desainer akan diundang untuk melakukan workshop langsung dengan peserta anak-anak. Yang bertemakan: ‘Hands-On’!

‘LagiLagi’ adalah inisiatif sosial yang dimulai oleh CushCush, studio desainer dan lokakarya di Bali yang mengkhususkan diri dalam mendesain furnitur kontemporer unik, aksesoris, dan karya seni. LagiLagi dimaksudkan untuk membawa kesadaran lingkungan CushCush dan misi sosial untuk menyampaikan kebaikan kreativitas kepada generasi penerus, yang dimulai dari usia dini. [b]

Tags: CushCush GalleryDenpasarPertunjukanteater
Liputan Mendalam BaleBengong.ID
Iin Valentine

Iin Valentine

seorang penikmat buku, musik, dan penggemar foto.

Related Posts

Merestorasi Mindset Ekologis di Bali: Belajar Dari Geguritan Selampah Laku Karya Ida Pedanda Made Sidemen

Merestorasi Mindset Ekologis di Bali: Belajar Dari Geguritan Selampah Laku Karya Ida Pedanda Made Sidemen

26 May 2026
Rekapitulasi Dampak Banjir 24 Februari 2026 di 76 Titik Kejadian

Kota Denpasar Memiliki Banyak Air Hujan tapi Kehilangan Kemampuan Menyimpan

21 May 2026
Membaca di Ruang Publik jadi Aktivitas Sosial

Membaca di Ruang Publik jadi Aktivitas Sosial

15 May 2026
Sampah Plastik Ancam Padang Lamun Bali

Sampah Plastik Ancam Padang Lamun Bali

22 April 2026
Bencana Sunyi: Penurunan Muka Tanah Akibat Eksploitasi Airtanah di Bali

Bencana Sunyi: Penurunan Muka Tanah Akibat Eksploitasi Airtanah di Bali

20 April 2026
Banjar Saraswati Mengurai yang Tersisa, Menyemai yang Bermakna

Banjar Saraswati Mengurai yang Tersisa, Menyemai yang Bermakna

7 April 2026
Next Post
Catatan Mingguan Men Coblong: Pancang

Catatan Mingguan Men Coblong: Pancang

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Temukan Kami

Kelas Literasi BaleBengong
Melali Melali Melali
Seberapa Aman Perilaku Digitalmu? Seberapa Aman Perilaku Digitalmu? Seberapa Aman Perilaku Digitalmu?

Kabar Terbaru

matan AI

Penghancuran Kemandirian Desa-desa di Bali

29 May 2026
Melali Cokelat dan Sastra di Bali Barat

Bali Hari Ini: Mana Desa, Mana Kota?

29 May 2026
Peristiwa 1965, Akar Tri Hita Bencana

Peristiwa 1965, Akar Tri Hita Bencana

28 May 2026

Mall Baru akan Bermunculan, Warga Bali Khawatir Ruang Hidup Kian Sesak

27 May 2026
BaleBengong

© 2024 BaleBengong Media Warga Berbagi Cerita. Web hosted by BOC Indonesia

Informasi Tambahan

  • Iklan
  • Peringatan
  • Kontributor
  • Bagi Beritamu!
  • Tanya Jawab
  • Panduan Logo

Temukan Kami

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Liputan Mendalam
  • Berita Utama
  • Opini
  • Travel
  • Lingkungan
  • Sosok
  • Budaya
  • Sosial
  • Teknologi
  • Gaya Hidup
  • Arsip

© 2024 BaleBengong Media Warga Berbagi Cerita. Web hosted by BOC Indonesia