• Beranda
  • Pemasangan Iklan
  • Kontak
  • Bagi Beritamu!
  • Tentang Kami
Sunday, April 19, 2026
  • Login
BaleBengong.id
  • Liputan Mendalam
  • Berita Utama
  • Opini
  • Travel
  • Lingkungan
  • Sosok
  • Budaya
  • Sosial
  • Teknologi
  • Gaya Hidup
  • Arsip
No Result
View All Result
  • Liputan Mendalam
  • Berita Utama
  • Opini
  • Travel
  • Lingkungan
  • Sosok
  • Budaya
  • Sosial
  • Teknologi
  • Gaya Hidup
  • Arsip
No Result
View All Result
BaleBengong
No Result
View All Result
Home Kabar Baru

Pemilu Abaikan Hak Pilih Orang Sakit

Luh De Suriyani by Luh De Suriyani
8 April 2009
in Kabar Baru, Politik
0
2

Oleh Luh De Suriyani

Pemilu kali ini melakukan diskriminasi bagi orang sakit. Komisi Pemilihan Umum tidak menyediakan tempat pemungutan suara (TPS) keliling di rumah sakit negeri.

Di dua rumah sakit pemerintah di Denpasar saja, diperkirakan sekitar 500 orang akan hilang hak pilihnya. Belum lagi penunggu pasien yang biasanya lebih dari satu orang dan pasien-pasien di puluhan rumah sakit swasta lainnya.

Dokter gigi Triputro Nugroho, Direktur Umum dan Operasional RS Sanglah mengatakan tidak punya kebijakan khusus untuk memfasilitasi agar pasien bisa menggunakan hak pilihnya. “Ini kan tergantung KPU. Kami hanya memberikan izin sesaat bagi pegawai rumah sakit yang akan memilih,” ujarnya.

Pemilu 2004 lalu saja ada 500 orang pasien, pegawai, dan penunggu pasien yang menggunakan hak pilihnya di RS Sanglah.

Sementara untuk Pemilu kali ini diperkirakan terdapat 500 pasien yang dirawat inap di Sanglah pada saat pemilu. Rata-rata tingkat hunian 80 persen dari 700 tempat tidur. Jumlah pasien bayi dan anak-anak sekitar 100, artinya sekitar 400 pasien yang punya hak pilih.

Ia tidak bisa memastikan berapa persisnya jumlah pasien dan penunggu pasien saat Pemilu 9 April nanti. Sementara jumlah pegawai dan petugas medis sekitar 200 orang.

Sementara di RSUD Wangaya Denpasar, daftar calon pemilih per 7 April yang sedang dirawat sebanyak 104 orang.

Ketut Sutikayasa, Kepala Bagian Bina Program dan Publikasi RSUD Wangaya mengatakan pihaknya tidak melakukan koordinasi apapun terkait pemungutan suara. “Sebelumnya KPU mengirim surat soal pengadaan TPS di Wangaya tapi kemudian dibatalkan,” ujarnya.  Ia tidak tahu alasan KPU membatalkan TPS khusus di rumah sakit.

Ketua KPU Kota Denpasar Ray Misno mengatakan ditiadakannya TPS di Rumah sakit adalah kebijakan KPU nasional. “Sistem Pemilu saat ini menekankan keaktifan pemilih untuk mendaftar sendiri dan memilih di daerah pemilihannya masing-masing,” ujarnya.

Setiap calon legislatif dipilih oleh warga di daerah pemilihannya masing-masing. Misalnya ada daerah pemilihan di Denpasar Utara dan Denpasar Timur.

Karena itu,TPS yang dulu ada di RS Sanglah Denpasar misalnya kali ini ditiadakan. Tapi menurut Ray Misno, pasien dan keluarga yang mendampingi di rumah sakit bisa menggunakan hak pilihnya di TPS terdekat.

“Tapi pemilih harus bisa menunjukkan surat pengantar dari TPS asalnya kepada panitia pemungutan suara di TPS tempat ia akan memilih,” urai Ray Misno.

Ia mengakui ditiadakannya TPS khusus di rumah sakit berisiko tinggi pada makin meningkatnya suara golput. “Tapi kami tidak bisa membuat kebijakan baru. Kami harus ikuti,” tambahnya.

Nila Wahyuni, 26 tahun, pasien demam berdarah yang baru masuk RSUD Wangaya, Selasa mengaku kaget tidak ada TPS keliling lagi. “Saya dirugikan. Saya kan punya hak pilih,” ujarnya.

Hal yang sama juga diungkapkan Jero Parwati, pasien dengan keluhan kram perut di RS Sanglah. “Saya sudah dapat surat panggilan untuk memilih, tapi sekarang saya tidak bisa memilih,” ujarnya.

Sementara kerabat pasien, I Kadek Asta Astawa mengatakan akan berbagi waktu dengan keluarganya yang lain agar bisa memilih. “Mestinya KPU menyediakan TPS di rumah sakit seperti Pemilu lalu. Jangan mendiskriminasikan orang sakit,” tambahnya. [b]

Tags: DenpasarPolitik
Liputan Mendalam BaleBengong.ID
Luh De Suriyani

Luh De Suriyani

Ibu dua anak lelaki, tinggal di pinggiran Denpasar Utara. Anak dagang soto karangasem ini alumni Pers Mahasiswa Akademika dan Fakultas Ekonomi Universitas Udayana. Pernah jadi pemimpin redaksi media advokasi HIV/AIDS dan narkoba Kulkul. Menulis lepas untuk Mongabay.

Related Posts

Banjar Saraswati Mengurai yang Tersisa, Menyemai yang Bermakna

Banjar Saraswati Mengurai yang Tersisa, Menyemai yang Bermakna

7 April 2026
Sidang Perdana Aktivis karena Konten Medsos

Sidang Perdana Aktivis karena Konten Medsos

26 March 2026
Ruang Healing di Pesisir yang Berubah

Mendamaikan Nyepi dan Takbiran di Bali 2026

16 March 2026
Demokrasi di Ujung Tanduk: Penangkapan Aktivis dan Normalisasi Represi

Demokrasi di Ujung Tanduk: Penangkapan Aktivis dan Normalisasi Represi

10 January 2026
Ruang Sipil di Bali di Bawah Tekanan: Ketika Kritik Dianggap Ancaman

Ruang Sipil di Bali di Bawah Tekanan: Ketika Kritik Dianggap Ancaman

5 January 2026
Aksi Protes Pemilik Sawah di Jatiluwih Pasang Seng dan Plastik

Konflik Pertanahan di Bali: Ketimpangan Petani Gurem dan Properti

10 December 2025
Next Post
Tumpuan Keluarga yang Terserang Tumor

Tumpuan Keluarga yang Terserang Tumor

Comments 2

  1. Belajar Komputer says:
    17 years ago

    Mungkin KPU berpikiran kalo orang sakit perlu istirahat dan tidak bole di ganggu.

    Reply
  2. Alex says:
    17 years ago

    Itu adalah tanda bahwa tidak siapnya KPU sebagai badan/lembaga yang melaksanakan pemilu

    Reply

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Temukan Kami

Kelas Literasi BaleBengong
Melali Melali Melali
Seberapa Aman Perilaku Digitalmu? Seberapa Aman Perilaku Digitalmu? Seberapa Aman Perilaku Digitalmu?

Kabar Terbaru

Compost Bag Dipilih sebagai Solusi Pengolahan Sampah Organik Rumah Tangga

Pemkot Denpasar Rencanakan Distribusi 176 Ribu Compost Bag pada 2026

19 April 2026
Pekerja Luar Ruangan Berisiko Tinggi Heat Stress ketika Panas Ekstrem

Pekerja Luar Ruangan Berisiko Tinggi Heat Stress ketika Panas Ekstrem

18 April 2026
[Matan Ai] Bali dan Pembusukan Pembangunan

Bali dan Histeria Festival

17 April 2026
Pulau Bali pun Rentan Tenggelam

El Niño “Godzilla”: Ketika Monster Iklim Mengancam Pulau Dewata

16 April 2026
BaleBengong

© 2024 BaleBengong Media Warga Berbagi Cerita. Web hosted by BOC Indonesia

Informasi Tambahan

  • Iklan
  • Peringatan
  • Kontributor
  • Bagi Beritamu!
  • Tanya Jawab
  • Panduan Logo

Temukan Kami

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Liputan Mendalam
  • Berita Utama
  • Opini
  • Travel
  • Lingkungan
  • Sosok
  • Budaya
  • Sosial
  • Teknologi
  • Gaya Hidup
  • Arsip

© 2024 BaleBengong Media Warga Berbagi Cerita. Web hosted by BOC Indonesia