• Beranda
  • Pemasangan Iklan
  • Kontak
  • Bagi Beritamu!
  • Tentang Kami
Friday, January 23, 2026
  • Login
BaleBengong.id
  • Liputan Mendalam
  • Berita Utama
  • Opini
  • Travel
  • Lingkungan
  • Sosok
  • Budaya
  • Sosial
  • Teknologi
  • Gaya Hidup
  • Arsip
No Result
View All Result
  • Liputan Mendalam
  • Berita Utama
  • Opini
  • Travel
  • Lingkungan
  • Sosok
  • Budaya
  • Sosial
  • Teknologi
  • Gaya Hidup
  • Arsip
No Result
View All Result
BaleBengong
No Result
View All Result
Home Gaya Hidup Agenda

Pementasan Teater Multimedia “Electronic City”

Anton Muhajir by Anton Muhajir
7 November 2008
in Agenda, Budaya
0
2

Dikirim Komunitas Sahaja

Pada tanggal 13 November 2008, pukul 19.00 wita, bertempat di Wantilan Art Centre, Komunitas Sahaja bekerja sama dengan Mainteater Bandung akan menyelenggarakan sebuah pementasan teater multimedia. Kegiatan ini merupakan rangkaian dari pertunjukan keliling yang dilakukan oleh kelompok seni ini di tiga kota, yakni: Bandung, Jakarta, dan Surabaya yang diselenggarakan sejak bulan Oktober hingga November 2008.

Selain itu, guna memperluas wawasan para pelajar, guru, seniman, dan pecinta teater di Denpasar mengenai perkembangan serta berbagai kiat dalam seni pertunjukan, kami juga bermaksud untuk mengadakan sebuah acara workshop dengan menampilkan sutradara ”ELECTRONIC CITY”, yakni Wawan Sofwan selaku pembicara. Adapun jadwal kegiatan ini adalah pada tanggal 12 November 2008, pukul 15.00 – selesai, di Museum Sidik Jari, Toko Buku Togamas Denpasar.

Kelompok Mainteater, merupakan sebuah komunitas teater dari Bandung yang telah lama berkiprah dan terus berupaya melakukan eksplorasi kesenian dalam berbagai nomor pertunjukan antara lain: pementasan teater untuk anak-anak, penyajian monolog yang berangkat dari akar tradisi, pemanggungan naskah Indonesia dalam dua bahasa, serta pengadaptasian monolog ke dalam bentuk teater fiskal tiga bahasa (Indonesia, Inggris, dan Auslan), serta naskah-naskah baru yang belum pernah dipentaskan di Indonesia dan naskah lama dengan intrepretasi baru.

Sama seperti karya-karya sebelumnya oleh mainteater, proses berkarya akan dipusatkan pada proses latihan dan kerja tim; Karya ini akan dimainkan dengan mengkolaborasikan keahlian-keahlian yang dimiliki tim, menggunakan teks, penelitian dan dorongan lain sebagai titik keberangkatan. Merancang bentuk baru dengan bekerjasama dengan seorang filmmaker independent yang mengikutsertakan aspek video art dalam kesatuan utuh dalam panggung.

Kelompok ini berupaya untuk terus mengembangkan karya Electronic City, menemukan sisi pendayagunaan teknologi. kegunaan bahasa dan bentuk fisik untuk mendapatkan bentuk teater yang dapat berkomunikasi lintas budaya, bahasa, dan kepercayaan. Naskah ini menceritakan tentang Tom dan Joy. Mereka adalah produk dari keterikatan akan dunia komunikasi dan teknologi. Setiap langkah kehidupan mereka selalu bergantung pada media teknologi. Suatu hari alat teknologi yang biasa mereka gunakan mati. Dari sanalah segala permainan bermula.

Falk Richter, penulis naskah ini, mempelajari penyutradaraan pada with Jürgen Flimm, Manfred Brauneck, Christof Nel, Jutta Hoffmann, dan Peter Sellars di Hamburg University. Kemudia bekerja sebagai pengarang freelance, penerjemah, sutradara, dsb, di the Hamburg Schauspielhaus and the Hamburg Staatsoper$, the Berlin Schaubühne, the Düsseldorf Schauspielhaus, Toneelgroep Amsterdam, dan Seven Stages Atlanta.

Dari tahun 2000 sampai 2004 Richter menyutradarai di the Zürich Schauspielhaus dan sekarang freelance reguler di the Deutsches Schauspielhaus di Hamburg dan the Schaubühne di Berlin, menyutradarai naskah hasil karyanya dan pengarang lain. Termasuk karyanya tetralogi ”The System” di Berlin. Mendapat penghargaan Invitation to the Berlin Theatre Encounter 2000 dengan karya ”Nothing Hurts”, German Academy of Arts Radio-Play Prize, Invitation to the 2004 Mülheim Theatre Days dengan karya ”Electronic City”.

Sedangkan Wawan Sofwan, sempat menyutradari berbagai macam naskah, antara lain, ‘King Lear’, Impian di Tengah Musim, Julius Caesar, Doa Carlos dan lain-lain. Ia mulai mendalami monolog pada tahun 1994. Monolog yang sudah dipentaskannya adalah Oknum, Dam, Laporan untuk Akademi, Zarathustra, Indonesia Menggugat,Kontrabass dan ” The Story of Tiger”. Di samping itu, Wawan Sofwan juga mendapat beasiswa dari Goethe Institut Jerman untuk belajar Bahasa Jerman dan mempelajari Research Theater dari tahun 1995 hingga 1996.

Kemudian, antara tahun 1996-2000, ia mulai mengikuti berbagai festival di Australia lalu bergabung dengan main teater Melbourne, dan mendapat anugerah “The Melbourne Fringe Theater Award” serta dicalonkan sebagai “Green Room Award Australia”. Pada tahun 2000, ia mengikuti pertemuan atau kursus “International Forum for Theater Worker” di Berlin, Jerman. Tahun 2005, mendapat beasiswa dari International Theater Institut Germany untuk magang di kelompok Theater musical “Triebwerk Theater-Hamburg” selama 4 bulan. Pada tahun 2004, ia mengikuti The London International Festival of Theater.

Ia juga pernah mengikuti bengkel-bengkel workshop seperti Dramatugi (Manfred Bachmayer& Manfred Linke), Stage Design (Wolf Wanninger), Voice dan Jogling, Puppet, Commedia del Arte(Allesandro Marchetti) dan Acting di Bandung, Jakarta, Melbourne dan Berlin. Sekarang ia mengajar di Voice Training di Jakarta, Acting for Singer di Gita Svara, Acting for Film and TV di Tikar School of Acting,Creative team di Tikar Production dan menjadi Sutradara Teater di mainteater Bandung.

Dunia teater, baik yang tradisional maupun kontemporer sesungguhnya mampu menjadi media apresiasi yang strategis. Selain sebagai sarana pembelajaran, salah satu cabang seni ini juga dapat difungsikan menjadi sarana guna mencerminkan kepedulian sosial terhadap kondisi masyarakat, misalnya seperti tragedi kemanusiaan, kritik terhadap politik, dan sebagainya. Maka tak heran, bila selama ini muncul banyak kelompok anak muda penggiat teater dengan berbagai aliran dan gayanya masing-masing.

Teater-teater sekolah pun tidak ketinggalan untuk ikut serta berpartisipati dalam berbagai ajang kesenian. Mengingat pentingnya menumbuhkembangkan seni pertunjukan, khususnya teater di Bali terutama bagi teater-teater sekolah, maka kami  mencoba untuk menampilkan sebuah nomor pertunjukan teater yang berjudul “ELECTRONIC CITY”, produksi Mainteater Bandung.    .

Dengan adanya pementasan teater “Electronic City” dan workshop yang menghadirkan Wawan Sofwan (sutradara), kami berharap dapat memberi iklim baru bagi dunia teater di Bali, terutama teater sekolah. Adanya suasana yang berbeda tentu mampu menumbuhkan ruang – ruang ekspresi bagi penggiat teater di Bali, sehingga dapat menjadi inspirasi untuk melakukan eksplorasi terhadap naskah – naskah drama, monolog, dan sebagainya. Semoga.

Info lebih lanjut dan pemesanan tiket, hubungi:
Rastiti (081916724550)
Widiarta    (085739151726)

Tags: AgendaBudayaJaringan
Liputan Mendalam BaleBengong.ID
Anton Muhajir

Anton Muhajir

Jurnalis lepas, blogger, editor, dan nyambi tukang kompor. Menulis lepas di media arus utama ataupun media komunitas sambil sesekali terlibat dalam literasi media dan gerakan hak-hak digital.

Related Posts

Inilah Panduan Nyepi Tanpa Internet Tahun Ini

Tersingkir di Tanah Sendiri

12 November 2025
Sanggah Kemulan Bermakna Unik dari Susunan Bambu di Desa Pedawa

Sanggah Kemulan Bermakna Unik dari Susunan Bambu di Desa Pedawa

25 July 2025
Budaya Ngayah Makin Langah

Budaya Ngayah Makin Langah

13 June 2025

Bali Hampir Habis, Semenjana dan Tergantikan

4 January 2025
Lebih dari Sekadar Wastra, Ragam Ekspresi di Roman Muka

Lebih dari Sekadar Wastra, Ragam Ekspresi di Roman Muka

22 July 2024
Napak Tilas Konflik Tanah Desa Adat Bugbug

Napak Tilas Konflik Tanah Desa Adat Bugbug

23 October 2023
Next Post

Warga Lamongan di Bali Malu Akibat Isu Terorisme

Comments 2

  1. personalartworkers says:
    17 years ago

    Terima Kasih, dan sukses selalu untuk Komunitas Sahaja

    Reply
  2. Halo Indonesia says:
    11 years ago

    tulisan yang menarik tentang pementasan teater multimedia electronic city. tulisan ini akan menambah pengetahuan tentang pementasan teater yang diselenggarakan.

    Saya juga mempunyai tulisan yang sejenis yang bisa anda kunjungi di Informasi Seputar Indonesia

    Reply

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Temukan Kami

Kelas Literasi BaleBengong
Melali Melali Melali
Seberapa Aman Perilaku Digitalmu? Seberapa Aman Perilaku Digitalmu? Seberapa Aman Perilaku Digitalmu?

Kabar Terbaru

Ratusan Titik di Bali Alami Bencana

Menghitung Konversi Tutupan Lahan Bali Menjadi Lahan Terbangun

21 January 2026
[Matan Ai] Bali dan Pembusukan Pembangunan

Finansialisasi Desa-desa di Bali

20 January 2026
Mosi Tidak Percaya adalah Pemuda yang Bersuara

Aksi Agustus: Dewan Pers Menugaskan Ahli Pers Memantau Kasus Kekerasan pada Jurnalis di Bali

20 January 2026
Permasalahan Petani Hutan di Bali

Permasalahan Petani Hutan di Bali

19 January 2026
BaleBengong

© 2024 BaleBengong Media Warga Berbagi Cerita. Web hosted by BOC Indonesia

Informasi Tambahan

  • Iklan
  • Peringatan
  • Kontributor
  • Bagi Beritamu!
  • Tanya Jawab
  • Panduan Logo

Temukan Kami

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Liputan Mendalam
  • Berita Utama
  • Opini
  • Travel
  • Lingkungan
  • Sosok
  • Budaya
  • Sosial
  • Teknologi
  • Gaya Hidup
  • Arsip

© 2024 BaleBengong Media Warga Berbagi Cerita. Web hosted by BOC Indonesia