• Beranda
  • Pemasangan Iklan
  • Kontak
  • Bagi Beritamu!
  • Tentang Kami
Tuesday, January 13, 2026
  • Login
BaleBengong.id
  • Liputan Mendalam
  • Berita Utama
  • Opini
  • Travel
  • Lingkungan
  • Sosok
  • Budaya
  • Sosial
  • Teknologi
  • Gaya Hidup
  • Arsip
No Result
View All Result
  • Liputan Mendalam
  • Berita Utama
  • Opini
  • Travel
  • Lingkungan
  • Sosok
  • Budaya
  • Sosial
  • Teknologi
  • Gaya Hidup
  • Arsip
No Result
View All Result
BaleBengong
No Result
View All Result
Home Berita Utama

Menampilkan Pelog di Festival Musik Tertua Korea

Saylow by Saylow
14 September 2016
in Berita Utama, Budaya, Musik
0
0

Indonesia akan menampilkan musisi-musisi dari Bali di ajang bergengsi.

Festival musik tertua di Korea Selatan bernama Cheoyong Music Festival akan berlangsung di Ulsan, Distrik Nam. Festival ini juga memiliki agenda lain, Asia Pacific Music Meeting (ApaMM).

Dalam dua ajang tersebut Indonesia bakal berpartisipasi sebagai salah satu negara berpengaruh dalam belantika musik Asia Pasifik.

Musisi yang akan tampil dalam festival itu adalah Gustu Brahmanta Trio & Sandrayati Fay. Keduanya dipilih Anom Darsana, inisiator Antida Music. Musisi-musisi tersebut merupakan delegasi penting yang akan menyuguhkan musik-musik Indonesia pada dunia.

Dalam ajang akbar yang berlangsung 30 September sampai 3 Oktober 2016 itu, Anom juga diundang sebagai pembicara panel. Dia akan membincangkan tema “Sustainability of Asian Music in the International Market”.

Gustu Brahmanta Trio, tiga sekawan Ida Bagus Putu Brahmanta (drum), Ida Bagus Indra Gupta (kontra bas), dan Made Subandi (gamelan) akan mendapat kesempatan tampil di panggung Festival Cheoyong. Mereka kemudian diikuti Sandrayati Fay yang di akhir pertunjukan akan berkolaborasi menyanyikan lagu Bali anak-anak zaman dulu.

Made Subandi akan membawa instrumen rindik khas Bali. Alat musik pukul ini terbuat dari bambu. Tangga nada yang dihasilkan rindik berbeda dengan alat musik konvensional seperti gitar ataupun piano. Larasnya terbatas pada nada-nada pentatonik. Dalam bahasa Bali disebut laras pelog.

Perpaduan ini yang membuat Antida memilih musisi-musisi di atas cukup mewakili Indonesia.

Antida Music terpilih berkat perannya sebagai pendiri dan organizer dari beberapa festival musik di Bali. Misalnya Bali World Music Festival, Ubud Village Jazz Festival, Bali Reggae Festival dan masih banyak acara musik komunitas lain. Hal ini ternyata cukup bergema hingga ke dunia internasional.

Dalam diskusi tersebut Antida akan beradasatu forum dengan musisi maupun praktisi kreatif hebat lain dari seluruh dunia yang juga menjadi panelis. Antara lain Ted Cohen dari TAG Strategy, Todd Puckhaber Senior Produser dari SXSW, Eric De Fontenay, pendiri Music Dish.

Asia Pacific Music Meeting adalah pasar musik terbesar di Korea yang diadakan di Ulsan setiap tahun. Banyak peserta, delegasi terkemuka dari berbagai negara telah mengambil bagian dalam APaMM. Mereka menampilkan pertukaran aktif dan terbaru tentang tren pasar musik serta diskusi-diskusi mendalam.

APaMM awalnya diadakan pada 2012. Kegiatan ini telah menjadi tempat yang terbuka dan menarik untuk berbagi pengalaman dan ide-ide dan mengembangkan kerja sama dan inspirasi bagi pasar musik di seluruh dunia.

Pertemuan musik se-Asia Pasifik ini juga memiliki sesi pertunjukan yang akan menampilkan 10-15 calon artis terpilih dari seluruh dunia yang tertarik dalam memperluas karier mereka ke panggung internasional dan mencari tahu bagaimana melakukan dan apa yang harus dilakukan.

TemaAsia Pacific Music Meeting kali ini sangat sinergi dengan semangat Antida Music yang menginginkan adanya keberlanjutan upaya-upaya untuk tetap menyelenggarakan ajang-ajang musik sebagai wadah musisi dan seniman untuk mengekspresikan karyanya dan membawa mereka ke pasar yang lebih luas.

Keberangkatan delegasi dari Indonesia ini merupakan hal yang penting untuk menjaga hubungan budaya antara Korea Selatan dengan Indonesia khususnya Bali yang memang sudah terkenal memiliki kekayaan budaya.

Sayangnya untuk mewujudkan terjadinya hubungan tersebut biaya menjadi kendala sebab pihak panitia tidak menanggung pengeluaran yang diperlukan untuk memberangkatkan 4 musisi yang berkiprah di Bali. Oleh karena itu, Antida dan tim berinisiatif untuk menggalang dana patungan demi mewujudkan impian tersebut melalui kitabisa.com Antida optimis inisiatif tersebut bisa tercapai.

Partisipasi Indonesia dalam festival ini adalah bukti bahwa musik di Indonesia memiliki tempat di mata internasional khususnya Korea Selatan yang saat ini dipandang sebagai salah satu kiblat musik pop dunia. [b]

Tags: Asia Pacific Music MeetingMusik
Liputan Mendalam BaleBengong.ID
Saylow

Saylow

Saylow, putra asli Karangasem tepatnya Dusun Tanahampo. Berlatar belakang ilmu teknologi informasi dan desain, memilih managemen seni dan pertunjukan sebagai jawaban atas kebutuhan kesehatan mental dan menyandarkan kepulan asap dapur dengan melakukan usaha dagang parcel buah rumahan.

Related Posts

Sandrayati - arise*

Sandrayati Rilis ‘Arise’, Single Jelang Album Baru ‘INHABIT’

3 August 2025
Perjalanan Penyanyi Bali Legendaris Dealot

Perjalanan Penyanyi Bali Legendaris Dealot

17 June 2025
Gede Robi dan Segala Daya Mainstreaming Isu Lingkungan

Gede Robi dan Segala Daya Mainstreaming Isu Lingkungan

29 June 2024
Klub Menulis Musik bersama Made Adnyana: Sisi Lain Dunia Musik

Klub Menulis Musik bersama Made Adnyana: Sisi Lain Dunia Musik

13 September 2023
Gemuruh di Bali Utara: Hulutara, Irama Utara, Beluluk (Bagian 1)

Gemuruh di Bali Utara: Hulutara, Irama Utara, Beluluk (Bagian 1)

4 September 2023
Mairakilla: Energi dan Interaksi Panggung Underground

Mairakilla: Energi dan Interaksi Panggung Underground

3 September 2023
Next Post
Alumni Unud Ini Calon Orang Terlucu di Dunia

Alumni Unud Ini Calon Orang Terlucu di Dunia

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Temukan Kami

Kelas Literasi BaleBengong
Melali Melali Melali
Seberapa Aman Perilaku Digitalmu? Seberapa Aman Perilaku Digitalmu? Seberapa Aman Perilaku Digitalmu?

Kabar Terbaru

Para Perempuan Petani yang Perjuangkan Hak Tanah

Desa Bukan Ruang Kosong: Membaca Koperasi Merah Putih dari Bali

13 January 2026
Canggu: Puisi dan Kisah Perjalanan

Ubud vs Canggu sebagai Metafora Konflik Internal Diri

12 January 2026
Memulai Kawasan Rendah Emisi di Bali

Memulai Kawasan Rendah Emisi di Bali

11 January 2026
Subak kini Hanya Dilihat sebagai Objek Wisata bukan Sosio Ekologis

Subak kini Hanya Dilihat sebagai Objek Wisata bukan Sosio Ekologis

10 January 2026
BaleBengong

© 2024 BaleBengong Media Warga Berbagi Cerita. Web hosted by BOC Indonesia

Informasi Tambahan

  • Iklan
  • Peringatan
  • Kontributor
  • Bagi Beritamu!
  • Tanya Jawab
  • Panduan Logo

Temukan Kami

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Liputan Mendalam
  • Berita Utama
  • Opini
  • Travel
  • Lingkungan
  • Sosok
  • Budaya
  • Sosial
  • Teknologi
  • Gaya Hidup
  • Arsip

© 2024 BaleBengong Media Warga Berbagi Cerita. Web hosted by BOC Indonesia