• Beranda
  • Pemasangan Iklan
  • Kontak
  • Bagi Beritamu!
  • Tentang Kami
Friday, October 16, 2026
  • Login
BaleBengong.id
  • Liputan Mendalam
  • Berita Utama
  • Opini
  • Travel
  • Lingkungan
  • Sosok
  • Budaya
  • Sosial
  • Teknologi
  • Gaya Hidup
  • Arsip
No Result
View All Result
  • Liputan Mendalam
  • Berita Utama
  • Opini
  • Travel
  • Lingkungan
  • Sosok
  • Budaya
  • Sosial
  • Teknologi
  • Gaya Hidup
  • Arsip
No Result
View All Result
BaleBengong
No Result
View All Result
Home Opini

Pelecehan terhadap Lingkungan saat Galungan

Hendra W Saputro by Hendra W Saputro
7 September 2016
in Opini
0
0
Selamat Galungan dan Kuningan. Mari merayakan perlawanan. Foto Bali Orange.
Selamat Galungan dan Kuningan. Mari merayakan perlawanan. Foto Bali Orange.

Genderang Galungan dan Kuningan berkumandang.

Ada perusahaan yang punya karyawan beragama Hindu memberikan libur untuk sembahyang dan mensyukuri kemenangan kebaikan (dharma) melawan kejahatan (adharma). Bayangkan kalau permintaan itu ditolak?

Bagaimana jika libur-libur perayaan agama lain juga ditolak oleh manajemen. Pasti ada pergolakan di antara umat yang menyatakan hal tersebut sebagai pelecehan!

Dari Galungan mari mengingat sisi lain perjuangan di Bali. Tentang pentingnya Teluk Benoa yang juga tempat persembahyangan umat Hindu untuk pemelestian dan mepekelem. Bayangkan jika 700 hektar dalam teluk itu direklamasi untuk kepentingan investor dan mereka melakukan penolakan terhadap kegiatan keagamaan itu? Tentunya itu pelecehan!

Yang terbaru pada 25 Agustus 2016 lalu, masyarakat Bali Tolak Reklamasi berkunjung ke rumah rakyat DPRD Bali untuk menyuarakan penolakan reklamasi. Namun, secara resmi tidak ditemui oleh pimpinan dan segenap anggota DPRD Bali.

Padahal masyarakat Bali secara resmi sebelumnya sudah bersurat, memberitahu akan datang. Kunjungan-kunjungan sebelumnya ke DPRD Bali sudah dilakukan dalam kurun waktu empat tahun tapi tidak sekalipun ditemui. Ini pelecehan!

Perjuangan menolak reklamasi oleh masyarakat Bali sudah berjalan empat tahun. Lebih dari 35 Desa Adat di wilayah sekeliling Teluk Benoa maupun desa-desa lain telah menyatakan resmi menolak reklamasi. Namun, suara-suara mereka dianggap percuma. Dianggap tiada guna, menyusahkan dan dikatakan upaya bunuh diri oleh representasi negara. Ini adalah pelecehan!

Saya yakin bahwa Presiden Joko Widodo tahu tentang suara penolakan dari masyarakat Bali Tolak Reklamasi.

Ahli dan cendekiawan lingkungan sudah membuat analisis dampak lingkungan untuk rencana reklamasi Teluk Benoa dan mereka semua menyatakan tidak layak. Namun oleh investor hal tersebut dianggap angin lalu. Ini pelecehan keilmuan!

Tokoh-tokoh agama Hindu di Bali, mengkritik rencana reklamasi Teluk Benoa. Mereka menilai kegiatan menimbunan laut di Teluk Benoa melanggar kepercayaan Hindu di Bali. Dalam lontar sudah jelas-jelas disebutkan jika reklamasi itu dilarang. Ada tertulis menguruk laut, loloan (muara), pangkung (jurang), paseh (laut) itu dilarang.

Namun, investor dan wakil rakyat serta representasi negara seolah mendiamkan itu. Lagi-lagi ini adalah pelecehan!

Kacung-kacung investor pun ramai berupaya jegal dan pidanakan pimpinan masyarakat Bali Tolak Reklamasi Wayan Gendo Suardana. Namun seolah-olah karena dalih ‘mendapat logistik dari tangan musuh’, mereka lakukan pengkhianatan berbalik menyerang aktivis Bali Tolak Reklamasi.

Mereka kalangan terpelajar, tahu tentang definisi people power atas sebuah kebijakan. Namun tetap saja mereka masa bodoh. Ini pelecehan dan pengkhianatan!

Memangnya ada apa dengan kata PELECEHAN?

Menurut Wikipedia, pelecehan didefinisikan sebagai suatu pola perilaku menyerang yang tampak bertujuan tidak baik terhadap orang yang menjadi sasarannya, biasanya (tapi tidak selalu) dengan tujuan untuk mengancam atau mengintimidasi target utamanya.

Pelecehan/melecehkan menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia adalah memandang rendah (tidak berharga); menghinakan; mengabaikan;.

Menurut arti kata pelecehan, adalah berasal dari kata dasar leceh yang menjabarkan dari maksud hina, sepele, remeh, daif dan laif.

Semoga di hari raya Galungan dan Kuningan ini, rakyat Bali juga berdoa kepada Tuhan YME agar semua pihak yang loyal pada reklamasi mendapatkan pencerahan, hidayah dan ampunan serta mengenyahkan adharma pada diri mereka.

Selamat merayakan Galungan dan Kuningan sahabat! [b]

Tags: AgamaOpiniToleransi
Liputan Mendalam BaleBengong.ID
Hendra W Saputro

Hendra W Saputro

Seorang technopreneur & digital marketer bersama BOC Indonesia. Suka menulis di blog pribadi www.hendra.ws. Entrepreneurial Activist. Yuk onlinekan bisnismu dan mari berwirausaha!

Related Posts

Bali dan Banjir: Apakah Kita Serius Menata Kota?

Kesalahpahaman dalam Penganggaran Mitigasi Bencana di Bali

25 September 2026
Napak Tilas Konflik Tanah Desa Adat Bugbug

Bugbug, Wilayah Frontier, dan Tubuh yang Dikorbankan

17 September 2026
Negara yang Meminta Kami Terus Beradaptasi

Negara yang Meminta Kami Terus Beradaptasi

16 September 2026
Inilah Kunci Kemewahan Sejati Primo Chocolate Bali

Gotong Atas, Royong Bawah

8 September 2026
Tumpek Uye: Manusia bukan Satu-satunya Mahluk di Bumi tapi Paling Invasif Merusak

Tumpek Uye: Manusia bukan Satu-satunya Mahluk di Bumi tapi Paling Invasif Merusak

6 September 2026
Warisan Budaya Kolonial Dulu dan Kini

Warisan Budaya Kolonial Dulu dan Kini

27 August 2026
Next Post
SBY, Batalkan Perpres tentang Reklamasi Segera!

Waspada Jebakan Gugatan Hukum Perpres Reklamasi

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Temukan Kami

Kelas Literasi BaleBengong
Melali Melali Melali
Seberapa Aman Perilaku Digitalmu? Seberapa Aman Perilaku Digitalmu? Seberapa Aman Perilaku Digitalmu?

Kabar Terbaru

Ketika BBM Langka dan Rasa Aman Warga Dipertaruhkan

Ketika BBM Langka dan Rasa Aman Warga Dipertaruhkan

14 October 2026
Membaca Samarasa Lewat Citta, Rasa dan Karsa di UWRF 2026

Membaca Samarasa Lewat Citta, Rasa dan Karsa di UWRF 2026

13 October 2026
Rekonstruksi Perempuan Bali dalam Sejarah 1965

Rekonstruksi Perempuan Bali dalam Sejarah 1965

13 October 2026
Konservasi Ruang Airtanah Berbasis Ruang Kesakralan: Sebuah Kontemplasi Eco-Sosial-Religius di Bali

Infrastruktur Komputasi vs. Neraca Air: Mengukur Jejak Ekologis Data Center di Bali

12 October 2026
BaleBengong

© 2024 BaleBengong Media Warga Berbagi Cerita. Web hosted by BOC Indonesia

Informasi Tambahan

  • Iklan
  • Peringatan
  • Kontributor
  • Bagi Beritamu!
  • Tanya Jawab
  • Panduan Logo

Temukan Kami

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Liputan Mendalam
  • Berita Utama
  • Opini
  • Travel
  • Lingkungan
  • Sosok
  • Budaya
  • Sosial
  • Teknologi
  • Gaya Hidup
  • Arsip

© 2024 BaleBengong Media Warga Berbagi Cerita. Web hosted by BOC Indonesia