• Beranda
  • Pemasangan Iklan
  • Kontak
  • Bagi Beritamu!
  • Tentang Kami
Friday, April 17, 2026
  • Login
BaleBengong.id
  • Liputan Mendalam
  • Berita Utama
  • Opini
  • Travel
  • Lingkungan
  • Sosok
  • Budaya
  • Sosial
  • Teknologi
  • Gaya Hidup
  • Arsip
No Result
View All Result
  • Liputan Mendalam
  • Berita Utama
  • Opini
  • Travel
  • Lingkungan
  • Sosok
  • Budaya
  • Sosial
  • Teknologi
  • Gaya Hidup
  • Arsip
No Result
View All Result
BaleBengong
No Result
View All Result
Home Opini

Pelecehan terhadap Lingkungan saat Galungan

Hendra W Saputro by Hendra W Saputro
7 September 2016
in Opini
0
0
Selamat Galungan dan Kuningan. Mari merayakan perlawanan. Foto Bali Orange.
Selamat Galungan dan Kuningan. Mari merayakan perlawanan. Foto Bali Orange.

Genderang Galungan dan Kuningan berkumandang.

Ada perusahaan yang punya karyawan beragama Hindu memberikan libur untuk sembahyang dan mensyukuri kemenangan kebaikan (dharma) melawan kejahatan (adharma). Bayangkan kalau permintaan itu ditolak?

Bagaimana jika libur-libur perayaan agama lain juga ditolak oleh manajemen. Pasti ada pergolakan di antara umat yang menyatakan hal tersebut sebagai pelecehan!

Dari Galungan mari mengingat sisi lain perjuangan di Bali. Tentang pentingnya Teluk Benoa yang juga tempat persembahyangan umat Hindu untuk pemelestian dan mepekelem. Bayangkan jika 700 hektar dalam teluk itu direklamasi untuk kepentingan investor dan mereka melakukan penolakan terhadap kegiatan keagamaan itu? Tentunya itu pelecehan!

Yang terbaru pada 25 Agustus 2016 lalu, masyarakat Bali Tolak Reklamasi berkunjung ke rumah rakyat DPRD Bali untuk menyuarakan penolakan reklamasi. Namun, secara resmi tidak ditemui oleh pimpinan dan segenap anggota DPRD Bali.

Padahal masyarakat Bali secara resmi sebelumnya sudah bersurat, memberitahu akan datang. Kunjungan-kunjungan sebelumnya ke DPRD Bali sudah dilakukan dalam kurun waktu empat tahun tapi tidak sekalipun ditemui. Ini pelecehan!

Perjuangan menolak reklamasi oleh masyarakat Bali sudah berjalan empat tahun. Lebih dari 35 Desa Adat di wilayah sekeliling Teluk Benoa maupun desa-desa lain telah menyatakan resmi menolak reklamasi. Namun, suara-suara mereka dianggap percuma. Dianggap tiada guna, menyusahkan dan dikatakan upaya bunuh diri oleh representasi negara. Ini adalah pelecehan!

Saya yakin bahwa Presiden Joko Widodo tahu tentang suara penolakan dari masyarakat Bali Tolak Reklamasi.

Ahli dan cendekiawan lingkungan sudah membuat analisis dampak lingkungan untuk rencana reklamasi Teluk Benoa dan mereka semua menyatakan tidak layak. Namun oleh investor hal tersebut dianggap angin lalu. Ini pelecehan keilmuan!

Tokoh-tokoh agama Hindu di Bali, mengkritik rencana reklamasi Teluk Benoa. Mereka menilai kegiatan menimbunan laut di Teluk Benoa melanggar kepercayaan Hindu di Bali. Dalam lontar sudah jelas-jelas disebutkan jika reklamasi itu dilarang. Ada tertulis menguruk laut, loloan (muara), pangkung (jurang), paseh (laut) itu dilarang.

Namun, investor dan wakil rakyat serta representasi negara seolah mendiamkan itu. Lagi-lagi ini adalah pelecehan!

Kacung-kacung investor pun ramai berupaya jegal dan pidanakan pimpinan masyarakat Bali Tolak Reklamasi Wayan Gendo Suardana. Namun seolah-olah karena dalih ‘mendapat logistik dari tangan musuh’, mereka lakukan pengkhianatan berbalik menyerang aktivis Bali Tolak Reklamasi.

Mereka kalangan terpelajar, tahu tentang definisi people power atas sebuah kebijakan. Namun tetap saja mereka masa bodoh. Ini pelecehan dan pengkhianatan!

Memangnya ada apa dengan kata PELECEHAN?

Menurut Wikipedia, pelecehan didefinisikan sebagai suatu pola perilaku menyerang yang tampak bertujuan tidak baik terhadap orang yang menjadi sasarannya, biasanya (tapi tidak selalu) dengan tujuan untuk mengancam atau mengintimidasi target utamanya.

Pelecehan/melecehkan menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia adalah memandang rendah (tidak berharga); menghinakan; mengabaikan;.

Menurut arti kata pelecehan, adalah berasal dari kata dasar leceh yang menjabarkan dari maksud hina, sepele, remeh, daif dan laif.

Semoga di hari raya Galungan dan Kuningan ini, rakyat Bali juga berdoa kepada Tuhan YME agar semua pihak yang loyal pada reklamasi mendapatkan pencerahan, hidayah dan ampunan serta mengenyahkan adharma pada diri mereka.

Selamat merayakan Galungan dan Kuningan sahabat! [b]

Tags: AgamaOpiniToleransi
Liputan Mendalam BaleBengong.ID
Hendra W Saputro

Hendra W Saputro

Seorang technopreneur & digital marketer bersama BOC Indonesia. Suka menulis di blog pribadi www.hendra.ws. Entrepreneurial Activist. Yuk onlinekan bisnismu dan mari berwirausaha!

Related Posts

Risiko Kesehatan ketika Marak Pembakaran Sampah Terbuka

Pemerintah Tanpa Modal, Masyarakatnya Dipenjara?

14 April 2026
Nyepi Jeda Sehari untuk Memberi Ruang pada Alam Bali

Nyepi Jeda Sehari untuk Memberi Ruang pada Alam Bali

17 March 2026
Ruang Healing di Pesisir yang Berubah

Mendamaikan Nyepi dan Takbiran di Bali 2026

16 March 2026

Patologi Atensi: Kenapa Otak Dangkal dan Malas Kontemplasi

6 March 2026
Pelestarian Nyoman dan Ketut VS Otonomi dan Hak Reproduksi dalam Kebijakan KB Krama Bali

Pelestarian Nyoman dan Ketut VS Otonomi dan Hak Reproduksi dalam Kebijakan KB Krama Bali

5 March 2026
Mesin Tap Trans Metro Dewata Sering Galat

Perang dan Ancaman bagi Mobilitas Disabilitas Indonesia

3 March 2026
Next Post
SBY, Batalkan Perpres tentang Reklamasi Segera!

Waspada Jebakan Gugatan Hukum Perpres Reklamasi

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Temukan Kami

Kelas Literasi BaleBengong
Melali Melali Melali
Seberapa Aman Perilaku Digitalmu? Seberapa Aman Perilaku Digitalmu? Seberapa Aman Perilaku Digitalmu?

Kabar Terbaru

[Matan Ai] Bali dan Pembusukan Pembangunan

Bali dan Histeria Festival

17 April 2026
Pulau Bali pun Rentan Tenggelam

El Niño “Godzilla”: Ketika Monster Iklim Mengancam Pulau Dewata

16 April 2026
Risiko Kesehatan ketika Marak Pembakaran Sampah Terbuka

Risiko Kesehatan ketika Marak Pembakaran Sampah Terbuka

15 April 2026
Sabtu Sketsa Merefleksikan Kejujuran Aku Kembali Pulang Dayu Sartika

Sabtu Sketsa Merefleksikan Kejujuran Aku Kembali Pulang Dayu Sartika

14 April 2026
BaleBengong

© 2024 BaleBengong Media Warga Berbagi Cerita. Web hosted by BOC Indonesia

Informasi Tambahan

  • Iklan
  • Peringatan
  • Kontributor
  • Bagi Beritamu!
  • Tanya Jawab
  • Panduan Logo

Temukan Kami

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Liputan Mendalam
  • Berita Utama
  • Opini
  • Travel
  • Lingkungan
  • Sosok
  • Budaya
  • Sosial
  • Teknologi
  • Gaya Hidup
  • Arsip

© 2024 BaleBengong Media Warga Berbagi Cerita. Web hosted by BOC Indonesia