• Beranda
  • Pemasangan Iklan
  • Kontak
  • Bagi Beritamu!
  • Tentang Kami
Monday, March 16, 2026
  • Login
BaleBengong.id
  • Liputan Mendalam
  • Berita Utama
  • Opini
  • Travel
  • Lingkungan
  • Sosok
  • Budaya
  • Sosial
  • Teknologi
  • Gaya Hidup
  • Arsip
No Result
View All Result
  • Liputan Mendalam
  • Berita Utama
  • Opini
  • Travel
  • Lingkungan
  • Sosok
  • Budaya
  • Sosial
  • Teknologi
  • Gaya Hidup
  • Arsip
No Result
View All Result
BaleBengong
No Result
View All Result
Home Kabar Baru Kabar

Meriahnya Pawai Ogoh-Ogoh Menyambut Nyepi

Herdian Armandhani by Herdian Armandhani
8 March 2019
in Kabar
0
0
Pawai ogoh-ogoh menjelang Nyepi dan Tahun Baru Caka 1941. Foto Herdian Armandhani.

Bahkan ada ogoh-ogoh yang bisa mengeluarkan cahaya dari matanya. Kok bisa?

Pawai Ogoh-ogoh lazim diselenggarakan sehari sebelum Umat Hindu Indonesia khususnya di Bali melaksanakan Nyepi dan Tahun Baru Caka. Nyepi tahun ini jatuh pada Kamis (7/3/2019).

Ogoh-ogoh merupakan salah satu kearifan lokal Bali. Dia berupa karya seni terbuat dari anyaman bambu yang dihias menjadi sebuah bentuk sangat artistik. Bentuk ogoh-ogoh kebanyakan berukuran besar, sedang maupun minimalis.

Karaktek ogoh-ogoh dibuat berasal dari cerita-cerita dalam Mitologi Dewa-Dewi Agama Hindu dan cerita Mahabarata. Bentuk paling banyak berwujud Bhutakala, raksasa yang memiliki sifat jahat dan sangat menakutkan.

Kesenian ogoh-ogoh sudah sejak lama ada di Bali. Umumnya satu banjar, setingkat dusun, di Bali membuat satu ogoh-ogoh untuk diarak pada prosesi pengrupukan sebelum Hari Raya Nyepi dan Tahun Baru Caka.

Pawai ogoh-ogoh dilakukan dengan membawa ogoh-ogoh yang sudah dihias mengelililingi areal desa, kecamatan maupun kota. Pawai ogoh-ogoh menjadi daya magnet warga lokal maupun wisatawan asing untuk menyaksikan kreasi karya seni pemuda-pemudi Bali.

Untuk menambah kemeriahan tradisi kesenian ogoh-ogoh, beberapa daerah di Pulau Dewata membuat kompetisi perlombaan dalam pawai ogoh-ogoh.

Salah satunya perlombaan pawai ogoh-Ogoh di Desa Tegal Kertha, Kecamatan Denpasar Barat, Kota Denpasar pada Rabu (6/3/2019) pukul 18.00 wita.

Mata Bercahaya

Puluhan ogoh-ogoh ikut berlomba dibawa berkeliling disaksikan ribuan warga. Ogoh-ogoh dihias dengan cantik. Bahkan ada beberapa ogoh-ogoh terlihat bergerak dengan ditambahkan mesin penggerak dan mengeluarkan cahaya dari kedua mata yang bersumber dari energi genset.

Ogoh-ogoh yang diarak ditempatkan di atas bilah bambu berbentuk bujur sangkar. Kemudian diangkat puluhan pemuda untuk digerakkan.

Kesenian ogoh-Ogoh yang diperlombakkan tidak sekadar dibawa berkeliling. Pengunjung dapat menyaksikan beberapa pemuda menari dan ada seorang penduduk desa yang membacakan cerita sembari mengolah kata mengenai latar belakang karakter ogoh-ogoh dibuat.

Beberapa pemuda-pemudi menyalakan kembang api untuk mencuri perhatian pengunjung yang menyaksikan pawai ogoh-ogoh.

Kesenian ogoh-ogoh tahun ini pun oleh pemerintah setempat dilarang menggunakan styrofoam sebagai bahan dasar. Hal ini untuk kampanye lingkungan.

Musik pengiring juga tidak boleh menggunakan tata suara dan musik modern. Musik pengiring harus murni dari gamelan Bali. Ogoh-ogoh yang sudah dibawa kelilingng desa, kecamatan maupun kota selanjutkan dibakar di setra (kuburan) sebagai simbol memusnahkan energi jahat di semesta. [b]

Tags: DenpasarNyepi 2019
Liputan Mendalam BaleBengong.ID
Herdian Armandhani

Herdian Armandhani

Blogger, Citizen Journalist, Traveller.

Related Posts

Inilah Panduan Nyepi Tanpa Internet Tahun Ini

Tersingkir di Tanah Sendiri

12 November 2025
Ketimpangan Ruang dan Kelas di Pasar Badung

Ketimpangan Ruang dan Kelas di Pasar Badung

21 October 2025

Ancaman Kesehatan Pasca Banjir di Bali

8 October 2025
Mengelola Dana Darurat Banjir Bali: Antara Potensi dan Transparansi

Mengelola Dana Darurat Banjir Bali: Antara Potensi dan Transparansi

20 September 2025
Mendata Bencana Banjir dengan Crowdsourcing

Mendata Bencana Banjir dengan Crowdsourcing

17 September 2025
Pasar Badung Berwajah Mewah, Tukang Suun Kian Lelah, Perlindungan Susah

Pasar Badung Berwajah Mewah, Tukang Suun Kian Lelah, Perlindungan Susah

4 June 2025
Next Post
[Cerpen] Menyepi di Desa

[Cerpen] Menyepi di Desa

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Temukan Kami

Kelas Literasi BaleBengong
Melali Melali Melali
Seberapa Aman Perilaku Digitalmu? Seberapa Aman Perilaku Digitalmu? Seberapa Aman Perilaku Digitalmu?

Kabar Terbaru

Perspektif Disabilitas Netra untuk Ruang Jalan Inklusif di Bali

Perspektif Disabilitas Netra untuk Ruang Jalan Inklusif di Bali

15 March 2026
Benteng Terakhir Ruang Terbuka Hijau Kota adalah Kuburan

Benteng Terakhir Ruang Terbuka Hijau Kota adalah Kuburan

11 March 2026
Hapera Bali Buka Posko Pengaduan Tunjangan Hari Raya

Hapera Bali Buka Posko Pengaduan Tunjangan Hari Raya

10 March 2026
Rekomendasi Wisata Kano di Mangrove Tepi Kota Denpasar

Rekomendasi Wisata Kano di Mangrove Tepi Kota Denpasar

8 March 2026
BaleBengong

© 2024 BaleBengong Media Warga Berbagi Cerita. Web hosted by BOC Indonesia

Informasi Tambahan

  • Iklan
  • Peringatan
  • Kontributor
  • Bagi Beritamu!
  • Tanya Jawab
  • Panduan Logo

Temukan Kami

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Liputan Mendalam
  • Berita Utama
  • Opini
  • Travel
  • Lingkungan
  • Sosok
  • Budaya
  • Sosial
  • Teknologi
  • Gaya Hidup
  • Arsip

© 2024 BaleBengong Media Warga Berbagi Cerita. Web hosted by BOC Indonesia