• Beranda
  • Pemasangan Iklan
  • Kontak
  • Bagi Beritamu!
  • Tentang Kami
Wednesday, August 26, 2026
  • Login
BaleBengong.id
  • Liputan Mendalam
  • Berita Utama
  • Opini
  • Travel
  • Lingkungan
  • Sosok
  • Budaya
  • Sosial
  • Teknologi
  • Gaya Hidup
  • Arsip
No Result
View All Result
  • Liputan Mendalam
  • Berita Utama
  • Opini
  • Travel
  • Lingkungan
  • Sosok
  • Budaya
  • Sosial
  • Teknologi
  • Gaya Hidup
  • Arsip
No Result
View All Result
BaleBengong
No Result
View All Result
Home Budaya

Patung untuk Mempercantik Arsitektur Bali

I Dewa Gede Putra by I Dewa Gede Putra
13 February 2012
in Budaya, Kabar Baru, Opini
0
5

Dari zaman dahulu masyarakat Bali telah mewarisi karya arsitektur unik. Karya ini sarat dengan ornamen dan dihiasi patung-patung sesuai fungsi dan maknanya.

Awalnya keberadaan patung-patung sebagai simbol tertentu diletakkan sebagai pendukung arsitektur pura dan puri. Pura sebagai simbol penguasa alam niskala (tak kasat mata). Puri sebagai simbol penguasa secara sekala (terlihat oleh mata). Peletakan patungnya pun disesuiakan dengan fungsi tertentu. Misalnya pada Pura Dalem dan Pura Prajapati yang lebih dominan penggunaan patungnya adalah patung dengan karakter seram dan menakutkan.

Adapun pada jeroan pura cenderung menampilkan karakter patung lebih lembut, widyadara, widyadari atupun karakter dewa.

Pada arsitektur puri pun tokoh-tokoh seram sebagai penjaga pintu masuk (Dwarapala) sangat sering dapat dijumpai. Adapula yang mengambil tokoh parekan dalam pewayangan seperti Merdah dan Tualen.

Perletakan, fungsi dan makna patung terus mengalami perkembangan. Patung yang biasanya hanya ada di kawasan pura dan puri kini merambah ke tempat tinggal permukiman masyarakat. Contoh paling mudah dijumpai adalah penempatan patung pada kanan kiri pintu masuk (angkul- angkul), aling-aling, sampai pintu masuk merajan atau sanggah.

Patung yang digunakan, misalnya patung Ghorakala, Nawa Sura, dan Nawa Sari. Ada pula yang menempatkan karakter Merdah Tualen atau tokoh manusia sedang menabuh gambelan, membawa senjata, sampai karakter lucu.

Secara sekala, patung-patung tersebut dapat digunakan sebagai elemen estetis penata rumah. Selain itu dari segi niskala dapat digunakan sebagai sarana proteksi dari hal-hal negatif. Angkul-angkul, aling-aling dan patung Dwarapala menjadi kesatuan fungsi proteksi secara sekala dan niskala.

Gangguan
Sebagaian masyarakat ada yang meletakkan patung Ganesha pada aling-aling. Patung seperti Ganesha memberikan suatu filsafat lambang kebijaksanaan. Bhatara Gana sebutan lain beliau, juga ahli dalam tenung. Berdasarkan konsep tersebut kemudian diwujudkan pada aling-aling dengan harapan apabila ada gangguan negatif yang masuk, bisa dinetralisir.

Patung Nawa Sura & Nawa Sari biasanya diletakkan pada pintu masuk merajan atau sanggah, tempat sembahyang di rumah. Nawa Sura digambarkan dengan sosok raksasa dengan senjata berupa kapak atau pedang. Adapun Nawasari bersenjatakan bunga. Sama halnya pada angkul-angkul (pintu gerbang di rumah). Kedua patung ini mengapit pintu masuk sebelum menuju area merajan atau sanggah.

Sebelum berkembangnya penggunaan patung-patung oleh masyarakat umum, masyarakat biasanya menggunakan kelangsah (daun kelapa kering) atau kelabang mantri sebagai sarana proteksi dari kekuatan negatif. Ulat-ulatan dari daun kelapa tersebut diletakkan pada aling-aling.

Selain patung, pagar batas menjadi hal penting dalam arsitektur Bali. Ada kaitan makna yang erat antara pintu keluar masuk, patung, pagar (tembok) pembatas  pekarangan sebagai wujud proteksi (penjagaan secara fisik dan non fisik). Pada setiap sudut pagar pekarangan terdapat paduraksa yang mengikat pagar pekarangan agar tetap kokoh.

Dari segi filosofis, setiap sudut paduraksa tersebut memiliki nama dan makna tersendiri. Pada sudut kaja-kangin disebut Sri Raksa  yang berarti kemakmuran finansial. Pada sudut kelod-kangin disebut Aji Raksa berarti ilmu pengetahuan. Sedangkan pada paduraksa di sudut kelod kauh disebut Rudra Raksa yang bermakna kekuatan. Terakhir disebut Kala Raksa pada sisi kaja kauh yang berarti pengelolaan waktu.

Makna tersebut dijelaskan oleh pengajar Jurusan Arsitektur Universitas Udayana Bali, Ir. Wayan Meganada, M.Ars. Semua hal tersebut mempunyai nilai dan makna pada kehidupan sebuah rumah tangga.

Jika ditinjau lebih dalam, sebenarnya konsep hidup yang baik telah diwujudkan para leluhur masyarakat Bali melalui simbol-simbol yang secara fisik sangat sering kita jumpai. Apabila sebuah keluarga telah berada dalam tatanan tersebut, tentu dapat melahirkan keharmonisan dalam kehidupan berumah tangga.

Begitu juga halnya dengan keberadaan dan perletakan setiap patung di lingkungan rumah. Apabila bisa ditarik makna dan nilai filosfisnya dalam kehidupan tentu akan berdampak positif. Jika hanya dimaknai sebagai komponen pelengkap keindahan rumah tentu tidak salah pula. Tetapi alangkah baiknya jika setiap penataan yang kita lakukan diketahui nilai estetis dan filosofisnya sebagai sesuluh (cermin) dalam kehidupan. [b]

Tags: ArsitekturBaliOpini
Liputan Mendalam BaleBengong.ID
I Dewa Gede Putra

I Dewa Gede Putra

Related Posts

Pelestarian Nyoman dan Ketut VS Otonomi dan Hak Reproduksi dalam Kebijakan KB Krama Bali

Angka Perceraian bukan untuk Diturunkan, Apa yang Ada di Baliknya?

17 August 2026
Understanding the “Sulfur Burst” Phenomenon in Lake Batur and its Root Causes

Understanding the “Sulfur Burst” Phenomenon in Lake Batur and its Root Causes

12 August 2026
Jejak Gunung Api Bawah Laut: Menelusuri Lava Bantal Ponjok Batu, Kisah Geologi di Bali Utara

Jejak Gunung Api Bawah Laut: Menelusuri Lava Bantal Ponjok Batu, Kisah Geologi di Bali Utara

12 August 2026
Menguji Akses Publik di KEK Kura Kura Bali Hasil Reklamasi Serangan

Menilai Distribusi Ekonomi Mall Baru

10 August 2026
Merayakan Kesenian Tradisi Bali

Internalisasi Nilai “Eda Ngaden Awak Bisa”

30 July 2026
Memahami Fenomena “Semburan Belerang” di Danau Batur dan akar masalahnya

Memahami Fenomena “Semburan Belerang” di Danau Batur dan akar masalahnya

26 July 2026
Next Post
Talov, from Tabanan with Love

Talov, from Tabanan with Love

Comments 5

  1. kabarsitektur.com says:
    15 years ago

    bali emang salah satu pusat desain terutama bangunan yang keren di dunia.

    Thanks sharenya

    Reply
  2. I Dewa Gede Putra says:
    15 years ago

    iapp bnar sekali, ada keunikan pda arstktur bali. dgn nilai dn makna yg slalu mlekat di dlamnya.. kalo ad tulsan ato crta laen dr arsitktur.. mari berbagi.. thx alot

    Reply
  3. ngaceng ngawak says:
    14 years ago

    satu lagi masukan buat pemprov BALI,untuk lebih baiknya jika bangunan di BALI di wajibkan menggunakan arsitektur BALI yg berada di jalan2 utama untuk mempertegas nilai dan makna dr masyarakat BALI itu sendiri. apakah hal itu bisa di jadikan PERDA???

    Reply
  4. I Dewa Gede Putra says:
    14 years ago

    bukannya sudah ada yg mngatur itu,, Dr zaman pak Mantra gubernur jg sdh dpikirkan, dn actionnya mlalui perda no 2 thun 74, dan kni ada jg aturan tntng bangunan gedung, kalo tdak slah no 5 tahun 2005.. yg pnting skrang penegakannya.. Kita brapa bnyak si punya aturan? bnyak sekali tp yg jalan mungkin krang dr 50persennya.. ia begtulah indonesia.. bukan aturannnya tp jlan ato tdak aturnnya.. krn aturan sdh trllu bnyak adanya… trimms comentnya

    Reply
  5. ngurah Ica says:
    14 years ago

    Saya sedih se x melihat kondisi Kuta saat ini, terutama arsitekturnya,touristpun banyak yg mengeluhhhh. Tks

    Reply

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Temukan Kami

Kelas Literasi BaleBengong
Melali Melali Melali
Seberapa Aman Perilaku Digitalmu? Seberapa Aman Perilaku Digitalmu? Seberapa Aman Perilaku Digitalmu?

Kabar Terbaru

Penyebab Tanah Longsor di Desa Munduk

Penyebab Tanah Longsor di Desa Munduk

25 August 2026
Rekomendasi Wisata Air yang “Cukup Mudah” Diakses di Bali

Rekomendasi Wisata Air yang “Cukup Mudah” Diakses di Bali

25 August 2026

Permasalahan Penanggulangan Sampah Plastik di Desa Wisata

24 August 2026
Subak di Ambang Krisis, Ancaman Banjir dan Serbuan Tikus

Subak di Ambang Krisis, Ancaman Banjir dan Serbuan Tikus

23 August 2026
BaleBengong

© 2024 BaleBengong Media Warga Berbagi Cerita. Web hosted by BOC Indonesia

Informasi Tambahan

  • Iklan
  • Peringatan
  • Kontributor
  • Bagi Beritamu!
  • Tanya Jawab
  • Panduan Logo

Temukan Kami

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Liputan Mendalam
  • Berita Utama
  • Opini
  • Travel
  • Lingkungan
  • Sosok
  • Budaya
  • Sosial
  • Teknologi
  • Gaya Hidup
  • Arsip

© 2024 BaleBengong Media Warga Berbagi Cerita. Web hosted by BOC Indonesia