• Beranda
  • Pemasangan Iklan
  • Kontak
  • Bagi Beritamu!
  • Tentang Kami
Friday, August 21, 2026
  • Login
BaleBengong.id
  • Liputan Mendalam
  • Berita Utama
  • Opini
  • Travel
  • Lingkungan
  • Sosok
  • Budaya
  • Sosial
  • Teknologi
  • Gaya Hidup
  • Arsip
No Result
View All Result
  • Liputan Mendalam
  • Berita Utama
  • Opini
  • Travel
  • Lingkungan
  • Sosok
  • Budaya
  • Sosial
  • Teknologi
  • Gaya Hidup
  • Arsip
No Result
View All Result
BaleBengong
No Result
View All Result
Home Kabar Baru

Permainan Papa Minta Saham yang Bikin Geram

Ida Bagus Abhimantara by Ida Bagus Abhimantara
8 December 2015
in Kabar Baru, Opini
0
0
credit: rakyatku.com
Kredit: Rakyatku.com

Saat ini mata kita dibuka lebar oleh salah satu menteri, Sudirman Said.

Dia melapor ke Komite Etik Dewan Kehormatan DPR terkait rekaman percakapan antara Ketua DPR Setya Novanto bersama petinggi PT Freeport Indonesia dan Rizal Chalid.

Riza adalah pengusaha besar yang dikenal sebagai mafia minyak di tanah air.

Sebagai mahasiswa hukum yang sedang belajar menjadi agent of change bangsa ini, saya terus berusaha mengikuti kasus yang tidak mengejutkan namun mampu meledakkan. Mengapa begitu karena dalam obrolan warung kopi pun kita sudah bisa menduga bagaimana permainan para politikus negeri ini. Mungkin memang begitu adanya namun tak pernah terbukti atau terangkat ke permukaan.

Kali ini datang sosok yang saya anggap sedikit gila karena dengan amat berani mengekspose kasus yang akan berdampak sangat luas, Sudirman Said. Saya tidak peduli apa motif Sudirman Said melaporkan ini. Namun, jika kita mendengar percakapan hasil rekaman tersebut, kita sebagai rakyat yang masih “waras” kita bisa menilai sendiri siapa yang “bermain” dalam kasus ini.

Saya mengikuti betul persidangan-persidangan MKD terhadap para saksi dan terakhir terhadap Setya Novanto sebagai terlapor yang sidangnya dinyatakan tertutup. Saya sendiri berharap justru sidang ini dilaksanakan secara terbuka. Logikanya, jika Setya Novanto benar maka inilah kesempatan dia untuk mengklarifikasi ke publik bahwa dia tidak melanggar kode etik sebagai pimpinan DPR.

Saya mulai berpikir bahwa yang dihadapi sang menteri bukanlah orang sembarangan. Dari apa yang saya telusuri memang ada beberapa kasus korupsi yang menyeret sang pimpinan DPR ini namun selalu lolos dari jerat hukum. Hal yang paling membuat saya menggelengkan kepala tentu pada saat sidang pemanggilan Setya Novanto sebagai terlapor. Sidang ini diwarnai pergantian salah satu anggota MKD. Pimpinan sidang pun diketuai oleh rekan satu partainya.

Jujur sebagai anak muda yang tak tahu menahu dunia politik saya bertanya, “Ada apa?” Nalar saya seperti tak bisa menerima kenapa pada saat Setya Novanto disidang banyak terjadi keganjilan mulai dari mundurnya sidang, digantinya salah satu anggota MKD, sidang dipimpin oleh anggota dari Fraksi Golkar yang notabene satu partai dengan Setya Novanto sampai sidang yang dinyatakan tertutup untuk umum.

Logika dan nalar saya sungguh tak bisa menerima apa yang saya saksikan melalui layar kaca maupun berita-berita dalam media elektronik. Jika ini sebuah konspirasi untuk menyelamatkan sang ketua DPR mengapa sangat terang benderang dan justru memperlihatkan kebobrokannya sendiri?

Saya heran melihat wakil-wakil kita di legislatif sampai rela mengorbankan kehormatan mereka hanya demi menyelamatkan satu orang rekannya. Dalam hal persidangan tertutup setahu saya dalam hukum beracara sidang dapat terututup jika terdapat unsur asusila dalam kasus tersebut namun entah dalam aturan-aturan beracara dalam sidang MKD.

Dari “permainan” dalam kasus “papa minta saham” ini banyak pertentangan dari para pembela Setya Novanto. Mereka mempertanyakan legal standing pelapor. Jika dilihat dari hukum beracara dalam MKD, mungkin saja eksekutif tidak dapat melaporkan anggota legislatif ke MKD. Dari sudut pandang formil mungkin ada kesalahan. Namun, saya sendiri berpegang pada aliran utilitarianisme dalam hukum yang berpandangan hukum yang baik adalah hukum yang dapat bermanfaat bagi masyarakatnya.

Dalam kaitan dengan kasus ini, tentu kita sebagai masyarakat lebih mementingkan substansi dari kasus ini tidak hanya menilik dari sisi formilnya.

Apapun hasil yang akan diputuskan nantinya, rakyatlah yang akan mampu menilai siapa sebenarnya yang merusak dan menggadaikan bangsa ini. Karena sejujurnya saya telah putus asa ketika melihat kecurangan yang terang benderang. Sehebat dan sepintar apapun mereka menutupi dan membela, pengadilan rakyatlah pengadilan yang sebenarnya! [b]

Tags: DPRMKDOpiniSetya NovantoSudirman Said
Liputan Mendalam BaleBengong.ID
Ida Bagus Abhimantara

Ida Bagus Abhimantara

Finished a Bachelor of Law at Udayana University, Bali. i'm an introvert person with idealism and free thinker. reading the books and writing something about what i think are my hobbies. my dream, one day i will can be useful to our country.

Related Posts

Pelestarian Nyoman dan Ketut VS Otonomi dan Hak Reproduksi dalam Kebijakan KB Krama Bali

Angka Perceraian bukan untuk Diturunkan, Apa yang Ada di Baliknya?

17 August 2026
Menguji Akses Publik di KEK Kura Kura Bali Hasil Reklamasi Serangan

Menilai Distribusi Ekonomi Mall Baru

10 August 2026
Merayakan Kesenian Tradisi Bali

Internalisasi Nilai “Eda Ngaden Awak Bisa”

30 July 2026
Lelaki yang Berdiri 150 Meter dari Kawah: Mengenang Stehn dan Letusan Batur 1926

Lelaki yang Berdiri 150 Meter dari Kawah: Mengenang Stehn dan Letusan Batur 1926

20 July 2026
Memperjelas Persepsi Risiko Berwisata ke Bali

Rahasia di Bawah Gunung Agung: Ketika Batu Lava Membongkar Identitas Asli Pulau Bali

6 July 2026
Renungan untuk Hari Disabilitas

Kenapa Jalur Disabilitas tidak untuk Semua Ragam Disabilitas? 

30 June 2026
Next Post
Cine Club AF Bali: Laut Bercermin

Cine Club AF Bali: Laut Bercermin

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Temukan Kami

Kelas Literasi BaleBengong
Melali Melali Melali
Seberapa Aman Perilaku Digitalmu? Seberapa Aman Perilaku Digitalmu? Seberapa Aman Perilaku Digitalmu?

Kabar Terbaru

Penurunan Debit Air Sumber Mata Air di Desa Pedawa akibat Berkurangnya Pohon Penyimpan Air

Penurunan Debit Air Sumber Mata Air di Desa Pedawa akibat Berkurangnya Pohon Penyimpan Air

21 August 2026
Krisis Iklim dan Naiknya Pengeluaran di Denpasar

Krisis Iklim dan Naiknya Pengeluaran di Denpasar

21 August 2026
sewa kantor jakarta pusat

Menerka Kepentingan Pusat Finansial Internasional di Bali

20 August 2026
KJW Desa Adat Guliang Kangin, Desa Penuh Sejarah

KJW Desa Adat Guliang Kangin, Desa Penuh Sejarah

20 August 2026
BaleBengong

© 2024 BaleBengong Media Warga Berbagi Cerita. Web hosted by BOC Indonesia

Informasi Tambahan

  • Iklan
  • Peringatan
  • Kontributor
  • Bagi Beritamu!
  • Tanya Jawab
  • Panduan Logo

Temukan Kami

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Liputan Mendalam
  • Berita Utama
  • Opini
  • Travel
  • Lingkungan
  • Sosok
  • Budaya
  • Sosial
  • Teknologi
  • Gaya Hidup
  • Arsip

© 2024 BaleBengong Media Warga Berbagi Cerita. Web hosted by BOC Indonesia