• Beranda
  • Pemasangan Iklan
  • Kontak
  • Bagi Beritamu!
  • Tentang Kami
Monday, January 19, 2026
  • Login
BaleBengong.id
  • Liputan Mendalam
  • Berita Utama
  • Opini
  • Travel
  • Lingkungan
  • Sosok
  • Budaya
  • Sosial
  • Teknologi
  • Gaya Hidup
  • Arsip
No Result
View All Result
  • Liputan Mendalam
  • Berita Utama
  • Opini
  • Travel
  • Lingkungan
  • Sosok
  • Budaya
  • Sosial
  • Teknologi
  • Gaya Hidup
  • Arsip
No Result
View All Result
BaleBengong
No Result
View All Result
Home Kabar Baru

Pak Ketut Setia Melakoni Tanpa Gengsi

Dewi Mahayanthi by Dewi Mahayanthi
21 June 2011
in Kabar Baru, Sosok
0
1
Ibarat menyelam sambil minum air. Sambil bersepeda juga bekerja. Foto Dewi Mahayanthi.

Sambil bekerja, dia mengurangi dampak buruk perilaku orang yang suka buang sampah sembarangan.

Peledakan bom di Bali pada tahun 2002 lalu telah menghilangkan profesi sebagian orang. Sektor pariwisata saat itu benar-benar terpuruk. Pemutusan hubungan kerja pun terjadi pada banyak orang. Demikian pula I Ketut Sudiarta yang saat itu bekerja sebagai cleaning service di Sari Club.

Pria berumur 36 tahun ini dipecat perusahaannya. Lalu, dia memilih pekerjaan sebagai pemungut botol sisa dan kardus. Dia mengaku tidak malu melakoni pekerjaan itu. Baginya, pekerjaan itu halal daripada tidak bekerja setelah tragedi tersebut.

Pak Ketut, panggilan akrabnya, selalu ada di setiap kegiatan bersepeda (fun bike) di Denpasar dan sekitarnya. Demikian pula Minggu kemarin. Dia tampak sibuk memungut botol sisa dan kardus di sela-sela keramaian orang.

Pak Ketut datang ikut bersepeda sambil melakoni tugasnya. Ibarat menyelam sambil minum air. Dari rumahnya di jalan Gatot Subroto VI Denpasar Utara dia setiap hari bersepeda mengelilingi kota mencari botol bekas. Sore harinya langsung di jual ke tempat penampungan di daerah Cargo, Ubung.

Botolnya dibeli Rp 2.000 per kilogram sedangkan kardus Rp 1.200 per kilogram. Rata-rata pendapatannya Rp 30.000 per hari.

Pekerjaan seperti yang dilakoni Pak Ketut lumayan mengurangi sampah botol di setiap acara-acara fun bike. Dia bisa mengurangi dampak buruk perilaku masyarakat yang kurang disiplin dan menyebabkan sampah berserakan di setiap acara fun bike itu.

Selain mendatangkan rezeki, pekerja ini juga membawa keberuntungan bagi Pak Ketut. Dulunya dia hanya memiliki sepeda tua. Tapi, karena rajin mengikuti acara fun bike, dia beruntung mendapat hadiah sepeda baru. Sepeda baru ini sering dia gunakan untuk mencari botol bekas. Demi keluarga, Pak Ketut menghilangkan semua rasa malu dan gengsinya.

Begitulah kisah seorang lelaki yang cinta bersepeda dan melakoni hidup sebagaimana mestinya. [b]

Tags: BaliKrama BaliProfilSosok
Liputan Mendalam BaleBengong.ID
Dewi Mahayanthi

Dewi Mahayanthi

Gadis yang terlahir sempurna dengan segala kekurangannya. mencoba sekeras hati melawan keterbatasan dengan mengikuti beberapa organisasi di dunia ini. Mencoba segala sesuatu yang belum pernah aku coba dalam kehidupan ini.

Related Posts

Tebe Modern hingga Inovasi Sumur Resapan untuk Menghadapi Banjir

Tebe Modern hingga Inovasi Sumur Resapan untuk Menghadapi Banjir

15 January 2026
Ruang Sipil di Bali di Bawah Tekanan: Ketika Kritik Dianggap Ancaman

Ruang Sipil di Bali di Bawah Tekanan: Ketika Kritik Dianggap Ancaman

5 January 2026
Siaga Banjir! Panduan Praktis untuk Warga Bali di Musim Hujan Ekstrem

Siaga Banjir! Panduan Praktis untuk Warga Bali di Musim Hujan Ekstrem

16 December 2025
Energi Terbarukan di Pulau Bali Hanya Bagus di Atas Kertas, tapi Kenapa Sulit Terwujud

Energi Terbarukan di Pulau Bali Hanya Bagus di Atas Kertas, tapi Kenapa Sulit Terwujud

26 November 2025
Pulau Surga yang Kehilangan Harmoni

Pulau Surga yang Kehilangan Harmoni

16 November 2025
Inilah Panduan Nyepi Tanpa Internet Tahun Ini

Tersingkir di Tanah Sendiri

12 November 2025
Next Post
Mencegah Pariwisata Jadi Anak Durhaka

Mencegah Pariwisata Jadi Anak Durhaka

Comments 1

  1. Bram says:
    15 years ago

    Tidak perlu malu atas pekerjaan kita sendiri, kalau seperti Malinda Dee itu baru harus malu.

    Mengenai sampah, pernah saya naik mobil dari Denpasar menuju Besakih. Kira-kira di daerah Karangasem saya melihat ada seorang wanita menyapu depan rumah lalu membuang sampah ke selokan. Saya betul-betul geram melihat tingkah laku ini.

    Reply

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Temukan Kami

Kelas Literasi BaleBengong
Melali Melali Melali
Seberapa Aman Perilaku Digitalmu? Seberapa Aman Perilaku Digitalmu? Seberapa Aman Perilaku Digitalmu?

Kabar Terbaru

Siwaratri sebagai Ruang Kontemplasi Menghadapi Krisis Batin Kehidupan Modern

18 January 2026
Petani Batur Datangi Kementerian Kehutanan dan Kementerian Investasi

Petani Batur Datangi Kementerian Kehutanan dan Kementerian Investasi

17 January 2026
Gender dan Kesetaraan Performatif di Bali

Gender dan Kesetaraan Performatif di Bali

17 January 2026
Literasi Digital dan Pencegahan Cyberbullying bagi Pelajar di Denpasar

Literasi Digital dan Pencegahan Cyberbullying bagi Pelajar di Denpasar

16 January 2026
BaleBengong

© 2024 BaleBengong Media Warga Berbagi Cerita. Web hosted by BOC Indonesia

Informasi Tambahan

  • Iklan
  • Peringatan
  • Kontributor
  • Bagi Beritamu!
  • Tanya Jawab
  • Panduan Logo

Temukan Kami

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Liputan Mendalam
  • Berita Utama
  • Opini
  • Travel
  • Lingkungan
  • Sosok
  • Budaya
  • Sosial
  • Teknologi
  • Gaya Hidup
  • Arsip

© 2024 BaleBengong Media Warga Berbagi Cerita. Web hosted by BOC Indonesia