• Beranda
  • Pemasangan Iklan
  • Kontak
  • Bagi Beritamu!
  • Tentang Kami
Saturday, February 14, 2026
  • Login
BaleBengong.id
  • Liputan Mendalam
  • Berita Utama
  • Opini
  • Travel
  • Lingkungan
  • Sosok
  • Budaya
  • Sosial
  • Teknologi
  • Gaya Hidup
  • Arsip
No Result
View All Result
  • Liputan Mendalam
  • Berita Utama
  • Opini
  • Travel
  • Lingkungan
  • Sosok
  • Budaya
  • Sosial
  • Teknologi
  • Gaya Hidup
  • Arsip
No Result
View All Result
BaleBengong
No Result
View All Result
Home Budaya

Multikuluralisme Karya Ayu Laksmi

Redaksi BaleBengong by Redaksi BaleBengong
24 November 2013
in Budaya, Kabar Baru, Sosok
0
0

Ayu Laksmi

Ayu Laksmi dan kelompoknya, Svara Semesta, mewakili Indonesia dalam International World Ethnic Music Festival.

Acara ini diselenggarakan pada 25 dan 26 November di Panggung Terbuka Ardha Candra, Art Center, Denpasar. Mereka tidak sendiri. Dalam kegiatan yang merupakan salah satu rangkaian World Culture Forum 2013 tersebut, Ayu Laksmi-Svara Semesta juga akan oleh diperkuat Magic Finger Balawan.

Keberadaan Ayu Laksmi-Svara Semesta memang tidak perlu diragukan lagi. Meskipun masih terhitung begitu muda, Ayu Laksmi-Svara Semesta telah mampu menjadi magnet dengan ciri khasnya yang kental.

Sejak terbentuk pada penghujung tahun 2010 silam, Svara Semesta yang digerakkan Ayu Laksmi telah berhasil membuktikan diri sebagai salah satu kekuatan dalam khasah world music. Tidak hanya di tanah air, melainkan juga dalam pergaulan internasional.

Ayu Laksmi menjelaskan, tidak hanya Svara Semesta saja yang akan mengawal dirinya dalam pertunjukan itu. Beberapa maestro musik tradisi nusantara menyertainya pula, seperti I Made Subandi, I Ketut Lanus, Sutendri Yusuf, dan Saat Borneo (Mochammad Saat Syah), termasuk Magic Finger Balawan.

Seperti diketahui, Balawan adalah seorang gitaris yang sangat berbakat dengan gaya permainan yang sangat khas, yang di kenal dengan teknik “Touch Tapping Style”. Sebuah permainan yang memanfaatkan ke delapan jari untuk memainkan tap pada fretboard. Sekilas permainan ini terlihat seperti permainan piano: permainan bass, chord dan melody, semuanya dimainkan jari kiri dan jari kanan, nyaris tanpa dipetik.

Konsep berkesenian Ayu Laksmi-Svara Semesta adalah membuka dan memberi ruang bagi siapa saja, dan tentu sungguh membahagiakan. “Ini merupakan hadiah yang begitu megah dari Sang Maha karena kebetulan di saat penyelenggaraan festival ini, saya genap berusia 46 tahun. Terpilihnya kami mewakili Indonesia dalam kegiatan ini juga menjadi hadiah bagi grup Svara Semesta yang ketiga,” ucap Ayu Laksmi.

Beberapa karya original Ayu Laksmi yang terangkum dalam album musikal Svara Semesta akan dinyanyikan. Selain itu, mereka juga akan memainkan komposisi ciptaan Balawan yang begitu kental dengan nuansa dinamis Bali.

Multikultur
Meskipun secara hitungan usia Svara Semesta masih terbilang begitu muda, namun secara kualitas kelompok ini sungguh bertolak belakang. Svara Semesta merupakan komunitas kreatif yang selama ini mengisi dinamika berkesenian di Bali. Hampir seluruhnya merupakan orang-orang yang kompeten di bidangnya. Mereka memiliki ciri dan karakteristik yang khas yang mampu memberi warna dan keberagaman dalam musikalitas.

Ayu Laksmi rupanya mampu mengikat mereka dengan berbagai perbedaan dan keberagaman tersebut. Hal ini tentu tak lepas dari sosoknya yang multikultur. Ia sungguh terbuka akan keragaman seni dan kesenian yang beragam. Dengan demikian, bukanlah sesuatu yang baru jika mereka selalu menyajikan sebuah pertunjukan yang segar dan dalam, dengan dinamika yang terjaga. Mereka terbiasa memadukan berbagai bentuk kesenian: musik, sastra (puisi), teater, tari, dalam satu pertunjukan sederhana yang jalin-menjalin, saling rangkai, utuh, dan padu.

Dalam karya-karya originalnya, secara tak langsung, Ayu Laksmi menegaskan pilihan dan sikap hidupnya tersebut. Ia menciptakan komposisi yang sungguh mencerminkan ke-bhinneka-an dalam dirinya, yang diramunya secara sederhana.

Kesederhanaan memang begitu terasa: entah itu secara lirik maupun musikalitas atau kekuatan bunyi. Namun, ia berani menyampaikan kisah dalam musik dan lagu dengan menabrak barikade dan aturan yang berlaku secara umum. Dengan kejujuran, keluguan, kesederhanaan, dan penjelajahan tanpa batas itulah, Ayu Laksmi akhirnya bisa benar-benar mewakili imaginasi dan khayalan manusia yang memang tanpa batas.

Karya musikal yang terangkum dalam album Svara Semesta ini merupakan ruang kontemplatif bagi dirinya sendiri. Dalam ruang itu ada pergulatan, ada kerinduan, ada keindahan, juga ada perbedaan. Dengan demikian, bisa dikatakan bahwa Svara Semesta merupakan renungan terdalam Ayu Laksmi tentang perjalanan hidupnya.

“Hidup ini mengagumkan, dan selalu mengagumkan. Kita tidak pernah tahu apa yang akan diberikan semesta kepada kita. Maka, saya hanya ingin menjalaninya dengan sederhana dan bahagia. Itu saja,” pungkasnya. [b]

Teks dan foto dari Manajemen Ayu Laksmi.

Tags: BudayaMusikSosok
Liputan Mendalam BaleBengong.ID
Redaksi BaleBengong

Redaksi BaleBengong

Menerima semua informasi tentang Bali. Teks, foto, video, atau apa saja yang bisa dibagi kepada warga. Untuk berkirim informasi silakan email ke kabar@balebengong.id

Related Posts

Inilah Panduan Nyepi Tanpa Internet Tahun Ini

Tersingkir di Tanah Sendiri

12 November 2025
Sandrayati - arise*

Sandrayati Rilis ‘Arise’, Single Jelang Album Baru ‘INHABIT’

3 August 2025
Sanggah Kemulan Bermakna Unik dari Susunan Bambu di Desa Pedawa

Sanggah Kemulan Bermakna Unik dari Susunan Bambu di Desa Pedawa

25 July 2025
Perjalanan Penyanyi Bali Legendaris Dealot

Perjalanan Penyanyi Bali Legendaris Dealot

17 June 2025
Budaya Ngayah Makin Langah

Budaya Ngayah Makin Langah

13 June 2025

Bali Hampir Habis, Semenjana dan Tergantikan

4 January 2025
Next Post
Korelasi Social Media dan Blog

Korelasi Social Media dan Blog

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Temukan Kami

Kelas Literasi BaleBengong
Melali Melali Melali
Seberapa Aman Perilaku Digitalmu? Seberapa Aman Perilaku Digitalmu? Seberapa Aman Perilaku Digitalmu?

Kabar Terbaru

Imagine: Never Called by My Name Mewakili Kegelisahan Perempuan

Imagine: Never Called by My Name Mewakili Kegelisahan Perempuan

14 February 2026
Dari Bali ke Bangkok, Morbid Monke dan Bab Awal Feel Alive Tour

Dari Bali ke Bangkok, Morbid Monke dan Bab Awal Feel Alive Tour

14 February 2026
Sekolah Pembaharu Ashoka: Kelola Sampah sampai Ekskul Agro

Sekolah Pembaharu Ashoka: Kelola Sampah sampai Ekskul Agro

13 February 2026
Investasi WNA di Bali: Meningkat, Didominasi Rusia, Usahanya dari Real Estate sampai Rental Motor

Investasi WNA di Bali: Meningkat, Didominasi Rusia, Usahanya dari Real Estate sampai Rental Motor

12 February 2026
BaleBengong

© 2024 BaleBengong Media Warga Berbagi Cerita. Web hosted by BOC Indonesia

Informasi Tambahan

  • Iklan
  • Peringatan
  • Kontributor
  • Bagi Beritamu!
  • Tanya Jawab
  • Panduan Logo

Temukan Kami

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Liputan Mendalam
  • Berita Utama
  • Opini
  • Travel
  • Lingkungan
  • Sosok
  • Budaya
  • Sosial
  • Teknologi
  • Gaya Hidup
  • Arsip

© 2024 BaleBengong Media Warga Berbagi Cerita. Web hosted by BOC Indonesia