• Beranda
  • Pemasangan Iklan
  • Kontak
  • Bagi Beritamu!
  • Tentang Kami
Thursday, April 23, 2026
  • Login
BaleBengong.id
  • Liputan Mendalam
  • Berita Utama
  • Opini
  • Travel
  • Lingkungan
  • Sosok
  • Budaya
  • Sosial
  • Teknologi
  • Gaya Hidup
  • Arsip
No Result
View All Result
  • Liputan Mendalam
  • Berita Utama
  • Opini
  • Travel
  • Lingkungan
  • Sosok
  • Budaya
  • Sosial
  • Teknologi
  • Gaya Hidup
  • Arsip
No Result
View All Result
BaleBengong
No Result
View All Result
Home Gaya Hidup Agenda

Merumuskan Draft Master Plan Pengelolaan Danau di Indonesia

Luh De Suriyani by Luh De Suriyani
15 November 2008
in Agenda
0
0

Oleh Luh De Suriyani

Kementrian Negara Lingkungan Hidup (KLH) akhirnya merumuskan draft master plan pengelolaan ekosistem danau di Indonesia setelah hampir semua danau mengalami ancaman kerusakan. Hal ini didiskusikan pada pertemuan teknis penyelamatan danau regional Bali, Nusa Tenggara dan Sulawesi di Kantor Pusat Regional Lingkungan Hidup di Denpasar, Jumat kemarin.

“Masalah ancaman kerusakan ekosistem danau di Indonesia sangat kompleks. Di antaranya ilegal logging, konversi lahan, pencemaran air, pendangkalan, dan lainnya. Karena itu perlu disusun rencana aksi tata kelola danau di tiap daerah,” ujar Antung Deddy Radiansyah, Asisten Deputi Pengendalian Sungai dan Danau Kementrian Negara Lingkungan Hidup.

Jumlah danau di Indonesia terdiri dari 521 danau besar dan kecil. Kerusakan ekosistem terjadi karena adanya pemanfaatan sumber daya air berlebihan dan polusi. Misalnya untuk pertanian, dimana banyak petani masih menggunakan pupuk kimia, eksploitasi perikanan tangkap dan budi daya, dampak pariwisata, serta sebagai sumber daya tenaga listrik.

KLH Menetapkan 10 danau yang mendapat prioritas penanganan karena ancaman kerusakan dan multifungsinya bagi warga sekitar. Yakni Danau Toba, Maninjau, Singkarak, di Sumatera, Danau Tempe, Tondano, Poso, Matano dan Maninjau di Sulawesi, Limboto di Gorontalo, Rawa Pening di Jawa Tengah, dan Danau Batur di Bali.

Contohnya ancaman kerusakan di Danau Batur yang berlokasi di Kabupaten Bangli, Bali. Salah satu masalah besar adalah pencemaran air akibat pembuangan limbah domestik langsung ke danau.  Kerusakan lingkungan sekitar adalah adanya penyempitan areal hutan, alih fungsi lahan, dan penyempitan sempadan danau akibat penguasaan lahan yang tak terkendali.

“Empat danau alam besar di Bali yaitu Danau Buyan, Tamblingan, Beratan, dan Batur berfungsi sebagai penyangga tata air. Bali sangat tergantung pada danau karena sumber-sumber air berasal dari danau. Kini erosi dan sedimentasi mengancam ketersediaan air danau,” ungkap Kepala Badan Lingkungan Hidup Bali Gede Putu Wardana membacakan sambutan Gubernur Bali Made Mangku Pastika.

KLH memberikan draft rencana induk pengelolaan ekosistem Danau Batur. Semua program perbaikan direncanakan ditargetkan selesai tahun 2018.

Misalnya untuk kawasan wisata sekitar danau Batur, masalahnya adalah pembangunan fasilitas pariwisata seperti hotel, villa yang terpencar dan padatnya bangunan fisik sehingga menghalangi view ke danau. Upaya pengelolaannya dengan menetapkan batas zonasi kawasan wisata yang boleh dibangun.

Untuk menanggulangi erosi dan sedimentasi, caranya dengan reboisasi lahan terbuka serta pembuatan tanggul pinggir danau.

Salah satu obyek wisata paling ramai sekitar Danau Batur adalah di area Panelokan, rest area dimana turis bisa melihat view langsung Danau dan Gunung Batur. Makin tak terkendalinya pembangunan pemukiman dan tempat wisata membuat pandangan terhalang.

Antara tahun 1997-2007 disebutkan telah terjadi perubahan yang signifikan dalam penggunaan lahan di Kecamatan Kintamani, lokasi Danau Batur ini. Peningkatan penggunaan lahan mengakibatkan pengurangan luas hutan rakyat sebesar 973 hektar (12%). Pemanfaatan lahan didominasi pemukiman dan penunjang pariwisata.

Kegiatan strategis dan paling mendesak menurut analisa KLH adalah sertifikasi kewenangan pengelolaan danau. “Sertifikasi ini belum ada sehingga tidak jelas kewenangan pengelolaannya di tingkat kabupaten atau provinsi,” ujar Antung.

Rencana aksi lainnya adalah penataan batas terluar dan sempadan danau, pembentukkan kelembagaan danau, penataan ruang danau sesuai daya dukungnya seperti zona green belt atau ecotourism. Tertulis juga soal rehabilitasi catchment area danau seperti pembuatan sumur resapan dan bak penampung. Upaya penurunan beban pencemaran danau dilakukan mislanya dnegan membuat septic tank komunal bagi warga sekitar mnjadikan danau sebaga pembuangan limbah domestik. Pemanfaatan eceng gondok dan kotoran ternak sebagai biogas.

Rencana aksi lain adalah pengerukan sedimen danau dan dimanfaatkan untuk batu bata atau pupuk organi, serta pemberdayaan masyarakat sekitar danau. [b]

Tags: AgendaBaliLingkungan
Liputan Mendalam BaleBengong.ID
Luh De Suriyani

Luh De Suriyani

Ibu dua anak lelaki, tinggal di pinggiran Denpasar Utara. Anak dagang soto karangasem ini alumni Pers Mahasiswa Akademika dan Fakultas Ekonomi Universitas Udayana. Pernah jadi pemimpin redaksi media advokasi HIV/AIDS dan narkoba Kulkul. Menulis lepas untuk Mongabay.

Related Posts

Sampah Plastik Ancam Padang Lamun Bali

Sampah Plastik Ancam Padang Lamun Bali

22 April 2026
Bencana Sunyi: Penurunan Muka Tanah Akibat Eksploitasi Airtanah di Bali

Bencana Sunyi: Penurunan Muka Tanah Akibat Eksploitasi Airtanah di Bali

20 April 2026
Reklamasi Sekali, Abrasi Berkali-kali

Reklamasi Sekali, Abrasi Berkali-kali

20 April 2026
Compost Bag Dipilih sebagai Solusi Pengolahan Sampah Organik Rumah Tangga

Pemkot Denpasar Rencanakan Distribusi 176 Ribu Compost Bag pada 2026

19 April 2026
Banjar Saraswati Mengurai yang Tersisa, Menyemai yang Bermakna

Banjar Saraswati Mengurai yang Tersisa, Menyemai yang Bermakna

7 April 2026
Patahan Tektonik dan Keyakinan: Jembatan Jawa–Bali bukan Solusi

Patahan Tektonik dan Keyakinan: Jembatan Jawa–Bali bukan Solusi

24 March 2026
Next Post

Bali Miliki Klinik Khusus Detoksifikasi Pecandu Narkoba

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Temukan Kami

Kelas Literasi BaleBengong
Melali Melali Melali
Seberapa Aman Perilaku Digitalmu? Seberapa Aman Perilaku Digitalmu? Seberapa Aman Perilaku Digitalmu?

Kabar Terbaru

Sampah Plastik Ancam Padang Lamun Bali

Sampah Plastik Ancam Padang Lamun Bali

22 April 2026
Usai Aksi FSSB, Sampah Organik Kembali Diizinkan ke TPA Suwung

Usai Aksi FSSB, Sampah Organik Kembali Diizinkan ke TPA Suwung

22 April 2026
Ekowisata di Subak Sebagai Solusi atau Ancaman Baru?

Plastik Makin Mencemari Pertanian

21 April 2026
Sampah tak Terpilah, Subsidi Pupuk Organik bikin Jengah

Cara Leluhur Bali Memilah Sampah

21 April 2026
BaleBengong

© 2024 BaleBengong Media Warga Berbagi Cerita. Web hosted by BOC Indonesia

Informasi Tambahan

  • Iklan
  • Peringatan
  • Kontributor
  • Bagi Beritamu!
  • Tanya Jawab
  • Panduan Logo

Temukan Kami

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Liputan Mendalam
  • Berita Utama
  • Opini
  • Travel
  • Lingkungan
  • Sosok
  • Budaya
  • Sosial
  • Teknologi
  • Gaya Hidup
  • Arsip

© 2024 BaleBengong Media Warga Berbagi Cerita. Web hosted by BOC Indonesia