• Beranda
  • Pemasangan Iklan
  • Kontak
  • Bagi Beritamu!
  • Tentang Kami
Wednesday, January 14, 2026
  • Login
BaleBengong.id
  • Liputan Mendalam
  • Berita Utama
  • Opini
  • Travel
  • Lingkungan
  • Sosok
  • Budaya
  • Sosial
  • Teknologi
  • Gaya Hidup
  • Arsip
No Result
View All Result
  • Liputan Mendalam
  • Berita Utama
  • Opini
  • Travel
  • Lingkungan
  • Sosok
  • Budaya
  • Sosial
  • Teknologi
  • Gaya Hidup
  • Arsip
No Result
View All Result
BaleBengong
No Result
View All Result
Home Kabar Baru

Bali Miliki Klinik Khusus Detoksifikasi Pecandu Narkoba

Luh De Suriyani by Luh De Suriyani
16 November 2008
in Kabar Baru
0
2

Oleh Luh De Suriyani

Ada satu pilihan lagi tempat detoksifikasi dan terapi bagi pecandu narkoba di Bali untuk mencoba mengurangi ketergantungannya. Selama ini kebanyakan detoksifikasi atau pembersihan badan dari zat narkoba ini dilakukan di rumah sakit, kini ada klinik swasta yang memberikan jasa itu yakni Klinik Psikiatri Harapan Baru, di Jalan Teuku Umar Denpasar.

Pembukaan klinik ini, Sabtu (15/11) kemarin diisi dengan diskusi seputar penanganan kasus narkoba dan pemulihannya. Hadir Ketua Pelaksana Harian Badan Narkotika Provinsi (BNP) Bali Dokter I Nyoman Sutedja, Kepala Sat Bimbingan dan Penyuluhan Direktorat Narkoba Polda Bali Ni Wayan Sri, perwakilan Rumah Sakit Jiwa Bangli, LSM yang bergerak di bidang pemulihan dan penjangkauan pecandu di Bali, pecandu narkoba, dan lainnya.

“Kami khusus melayani detoksifikasi dan pengobatan substitusi narkoba seperti subutex. Sementara terapi lanjutan seperti bersih jiwa dan sosialnya bekerja sama dengan LSM atau pihak lain. Kita tidak bisa keberja sendirian,” ujar Dokter Denny Thong, pendiri klinik ini.

Subutex adalah merek suatu obat buprenorphine yang bersifat subtitusi untuk mengurangi penggunaan heroin. Buprenorphine dipakai dengan cara sublingual, ditaruh di bawah mulut lalu ditelan dan reaksinya 24 jam sejak pertama kali mengkonsumsi.

Kalau subutex disalahgunakan dengan cara disuntikkan maka menjadi tindakan kriminal. Masalah pemulihan kecanduan ini menurut Denny Thong terlalu kompleks. “Prosesnya bersih badan lalu bebas jiwa dan kemudain bebas secara sosial. Kecanduan dibawa seumur hidup, maka kapan pun masih bisa kembali pakai. Bisa dikontrol dengan cara dukungan dari semua segi.”

Masalah yang besar dan mematikan adalah dampak buruk narkoba seperti HIV dan hepatitis C yang diakibatkan perilaku pecandu seperti menggunakan jarum suntik bergantian.

Salah satu pecandu heroin, sebut saja Riko mengatakan cocok dengan terapi subutex sehingga mulai bisa bekerja selama dua tahun terapi ini. Hampir sepuluh tahun sejak usia 19 tahun, Riko mengaku selalu berganti-ganti metode terapi namun selalu gagal mengatasi ketergantungannya pada heroin.

“Empat teman main saya dulu sudah meninggal. Saya yakin masih punya harapan baru,” ujarnya ketika testimoni.

Ketua BNP Dokter I Nyoman Sutedja mengakui pihaknya kini mulai menaruh perhatian pada program pengobatan dan pemulihan korban narkoba. “Berdasarkan riset Badan Narkoba Nasional tahun 2004, biaya sosial dan medis pemulihan lebih besar dibanding biaya beli narkoba,” katanya.

Selama ini BNP fokus di bidang pencegahan dengan cara penyuluhan atau tes narkoba cepat.

Kasus narkoba di Bali dan secara nasional pun makin meningkat tiap tahunnya. Ia menyebutkan secara nasional, pada 2002 dilaporkan 3751 kasus dari hasil penangkapan polisi saja. Pada 2007 melonjak menjadi 22.630 kasus. “Rata-rata 41 orang meninggal per hari karena narkoba, ini sama dengan angka kecelakaan lalu lintas,” tambahnya.

Sementara di Bali adalah 150 kasus per tahunnya atau meningkat rata-rata 28%.

Jumlah temuan kasus dari pemerintah dianggap masih jauh dari angka sebenarnya. Direktur Yayasan Hatihati, Yusuf Pribadi mengatakan sejak 2008, pihaknya bisa a menjangkau pecandu narkoba sekitar 250 orang per bulan, pemakai lama dan baru.

Hatihati adalah salah satu NGO yang melakukan penjangkauan ke pecandu narkoba yang rentan terinfeksi HIV dan penyakit menular lainnya. “Sejak tahun 1999, kami menjangkau sekitar 1500 pecandu narkoba suntikan (injecting drug users) di Bali,” ujar Yusuf.

Ni Wayan Sri yang membacakan sambutan Dirnarkoba Polda Bali menyatakan gembira adanya klinik yang membantu penanggulangan penyalahgunaan narkoba. “Pemerintah sangat terbatas untuk menyelamatkan pengguna dan mengurangi dampak buruknya,” ujarnya.

Satu setengah bulan telah beroperasi, klinik Harapan Baru ini telah dikunjungi sekitar 90 pecandu narkoba. Tahun depan klinik ini berencana membuka studi S1 Kajian Adiksi. “Sebagian besar dokter dan aktivis belajar ke luar negeri untuk study adiksi narkoba. Bali sangat mungkin membuka study ini karena banyak yang berpengalaman dalam program ini,” terang Denny Thong, psikiater spesialis pemulihan adiksi narkoba ini. [b]

Tags: DenpasarKesehatanNarkoba
Liputan Mendalam BaleBengong.ID
Luh De Suriyani

Luh De Suriyani

Ibu dua anak lelaki, tinggal di pinggiran Denpasar Utara. Anak dagang soto karangasem ini alumni Pers Mahasiswa Akademika dan Fakultas Ekonomi Universitas Udayana. Pernah jadi pemimpin redaksi media advokasi HIV/AIDS dan narkoba Kulkul. Menulis lepas untuk Mongabay.

Related Posts

Inilah Panduan Nyepi Tanpa Internet Tahun Ini

Tersingkir di Tanah Sendiri

12 November 2025
Ketimpangan Ruang dan Kelas di Pasar Badung

Ketimpangan Ruang dan Kelas di Pasar Badung

21 October 2025

Ancaman Kesehatan Pasca Banjir di Bali

8 October 2025
Mengelola Dana Darurat Banjir Bali: Antara Potensi dan Transparansi

Mengelola Dana Darurat Banjir Bali: Antara Potensi dan Transparansi

20 September 2025
Mendata Bencana Banjir dengan Crowdsourcing

Mendata Bencana Banjir dengan Crowdsourcing

17 September 2025
Pasar Badung Berwajah Mewah, Tukang Suun Kian Lelah, Perlindungan Susah

Pasar Badung Berwajah Mewah, Tukang Suun Kian Lelah, Perlindungan Susah

4 June 2025
Next Post

Kasur Air untuk Bayi Prematur

Comments 2

  1. THOMAS says:
    17 years ago

    Perusahaan kami merupakan distributor tunggal Rapid test merk MONO yang ada Indonesia.Kami bermaksud menawarkan Rapid test MONO kepada perusahaan bapak dengan harga yang bersaing bahkan dibawah harga pasaran.Adapun jenis-jenis rapid test MONO yaitu:1.HBSAG (Card & Srtip)2.HIV (Card & Srtip)3.HCV (Card & Srtip)3.Malaria Card4.TB Card5.HBSAB (Card & Srtip)6.MOP (Card & Srtip)7.MET (Card & Srtip)8.Multi 3 & 69.COC (Card & Srtip)DllSebelumnya kami ucapkan terima kasih,kami sangat mengharapkan tanggapan dari bapak dan semoga kita bisa berkerjasama.CP.Thomas try cahyono081513277774021 97619479

    Reply
  2. Setia says:
    16 years ago

    Ini informasi yang cukup berguna.
    Mohon nomor telepon / alamat lengkap klinik tersebut. terima kasih

    Reply

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Temukan Kami

Kelas Literasi BaleBengong
Melali Melali Melali
Seberapa Aman Perilaku Digitalmu? Seberapa Aman Perilaku Digitalmu? Seberapa Aman Perilaku Digitalmu?

Kabar Terbaru

Para Perempuan Petani yang Perjuangkan Hak Tanah

Desa Bukan Ruang Kosong: Membaca Koperasi Merah Putih dari Bali

13 January 2026
Canggu: Puisi dan Kisah Perjalanan

Ubud vs Canggu sebagai Metafora Konflik Internal Diri

12 January 2026
Memulai Kawasan Rendah Emisi di Bali

Memulai Kawasan Rendah Emisi di Bali

11 January 2026
Subak kini Hanya Dilihat sebagai Objek Wisata bukan Sosio Ekologis

Subak kini Hanya Dilihat sebagai Objek Wisata bukan Sosio Ekologis

10 January 2026
BaleBengong

© 2024 BaleBengong Media Warga Berbagi Cerita. Web hosted by BOC Indonesia

Informasi Tambahan

  • Iklan
  • Peringatan
  • Kontributor
  • Bagi Beritamu!
  • Tanya Jawab
  • Panduan Logo

Temukan Kami

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Liputan Mendalam
  • Berita Utama
  • Opini
  • Travel
  • Lingkungan
  • Sosok
  • Budaya
  • Sosial
  • Teknologi
  • Gaya Hidup
  • Arsip

© 2024 BaleBengong Media Warga Berbagi Cerita. Web hosted by BOC Indonesia