• Beranda
  • Pemasangan Iklan
  • Kontak
  • Bagi Beritamu!
  • Tentang Kami
Tuesday, May 19, 2026
  • Login
BaleBengong.id
  • Liputan Mendalam
  • Berita Utama
  • Opini
  • Travel
  • Lingkungan
  • Sosok
  • Budaya
  • Sosial
  • Teknologi
  • Gaya Hidup
  • Arsip
No Result
View All Result
  • Liputan Mendalam
  • Berita Utama
  • Opini
  • Travel
  • Lingkungan
  • Sosok
  • Budaya
  • Sosial
  • Teknologi
  • Gaya Hidup
  • Arsip
No Result
View All Result
BaleBengong
No Result
View All Result
Home Berita Utama

Mereka yang Terlupakan di Panti Jompo

Anton Muhajir by Anton Muhajir
22 July 2014
in Berita Utama, Foto, Kabar Baru, Sosial
0
0

panti-jompo-wayan-tinggal

Tak mudah menjadi perempuan di Bali.

Setidaknya begitu pengalaman Made Semi (nama samaran). Setelah suaminya meninggal, perempuan dari Marga, Tabanan ini seperti kehilangan keluarga.

Dengan almarhum suaminya, dia punya empat anak. Tapi semuanya perempuan. Menurut adat Bali, keempat anak perempuannya harus ikut suami masing-masing.

“Anak saya tidak ada satu pun yang mau mengurusi saya,” kata Semi, pertengahan Juli lalu.

panti-jompo-ruang-isolasi

Maka, Semi pun dititipkan di Panti Jompo Wana Seraya, Denpasar. Sejak sekitar 10 tahun silam, Semi tinggal di panti yang dikelola Dinas Sosial Provinsi Bali ini. Saat ini, perempuan yang tidak tahu umur persisnya – dia hanya ingat ketika Jepang menjajah Indonesia, dia sudah berumur belasan tahun — menjadi satu dari 46 penghunti Panti Sosial Wana Seraya tersebut.

Perasaan terbuang dari keluarga tak hanya dirasakan Semi tapi juga Wayan Tinggal dari Gianyar dan Rini dari Jakarta. Tinggal mengaku harus tinggal di panti tersebut karena tak ada satu pun anaknya yang mau mengurusi.

Dia sendiri tak punya tanah dan rumah.

panti-jompo-buka-jendela

“Pernah ada yang mau membuatkan rumah tapi saya tidak punya tanah,” ujar Tinggal. Sejak dua tahun lalu dia tinggal di panti jompo bersama salah satu anaknya yang cacat mental.

Adapun Rini telantar di Bali setelah tidak berhasil mencari anaknya yang bekerja di Bali. Perempuan berumur 53 tahun ini pun tinggal di sana. Meski ada beberapa orang yang mengajaknya tinggal di rumah mereka, dia tetap tidak mau.

panti-jompo-sembahyang

“Saya khawatir malah tidak enak tinggal di rumah mereka. Saya sudah kerasan di sini,” kata Tinggal.

Sebagian besar lansia penghuni Panti Jompo Wana Seraya sudah berumur renta di atas 60 tahun. Sebagian malah sudah sakit-sakitan. Mereka yang sakit tinggal di gedung isolasi.

panti-jompo-ngobrol

Berbincang dengan teman di beranda menjadi kegiatan sehari-hari para lansia. Ada pula yang menyibukkan diri dengan membuat porosan, salah satu bahan untuk banten, sesaji umat Hindu Bali.

Para tamu yang datang menjadi hiburan bagi mereka. “Senang karena ada orang lain yang diajak ngomong kalau ada yang berkunjung,” kata Rini.

panti-jompo-kenangan

Foto-foto para pengunjung kadang kala disimpan menjadi pengganti anak-anak mereka sendiri yang tak pernah datang. [b]

Tags: BaliFotoSosialYang Tak Bersuara
Liputan Mendalam BaleBengong.ID
Anton Muhajir

Anton Muhajir

Jurnalis lepas, blogger, editor, dan nyambi tukang kompor. Menulis lepas di media arus utama ataupun media komunitas sambil sesekali terlibat dalam literasi media dan gerakan hak-hak digital.

Related Posts

Danau Yeh Malet: Jejak Gunungapi Maar Purba di Karangasem

Danau Yeh Malet: Jejak Gunungapi Maar Purba di Karangasem

18 May 2026
Sakit Hati dan Getir Setelah Pesta Babi

Sakit Hati dan Getir Setelah Pesta Babi

17 May 2026
Membaca di Ruang Publik jadi Aktivitas Sosial

Membaca di Ruang Publik jadi Aktivitas Sosial

15 May 2026
Mengadopsi AI untuk Membangun Peringatan Dini Bencana

Mengadopsi AI untuk Membangun Peringatan Dini Bencana

9 May 2026
Ketika Letusan Batur Lima Kali Lipat dari Gunung Agung: Bali Pernah Kosong dari Manusia?

Ketika Letusan Batur Lima Kali Lipat dari Gunung Agung: Bali Pernah Kosong dari Manusia?

3 May 2026
Generasi Muda Bali Mewarisi Utang dan Krisis Lingkungan

Generasi Muda Bali Mewarisi Utang dan Krisis Lingkungan

1 May 2026
Next Post
Rayuan Pulau Kelapa Nusa Penida

Mistik dan Turistik Bersisian di Nusa Penida

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Temukan Kami

Kelas Literasi BaleBengong
Melali Melali Melali
Seberapa Aman Perilaku Digitalmu? Seberapa Aman Perilaku Digitalmu? Seberapa Aman Perilaku Digitalmu?

Kabar Terbaru

Tiga Chef Muda Bali Bicara Tantangan Pangan Lokal

19 May 2026

TPA Suwung Ditutup, Apakah Bali Siap?

19 May 2026
Danau Yeh Malet: Jejak Gunungapi Maar Purba di Karangasem

Danau Yeh Malet: Jejak Gunungapi Maar Purba di Karangasem

18 May 2026
Sakit Hati dan Getir Setelah Pesta Babi

Sakit Hati dan Getir Setelah Pesta Babi

17 May 2026
BaleBengong

© 2024 BaleBengong Media Warga Berbagi Cerita. Web hosted by BOC Indonesia

Informasi Tambahan

  • Iklan
  • Peringatan
  • Kontributor
  • Bagi Beritamu!
  • Tanya Jawab
  • Panduan Logo

Temukan Kami

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Liputan Mendalam
  • Berita Utama
  • Opini
  • Travel
  • Lingkungan
  • Sosok
  • Budaya
  • Sosial
  • Teknologi
  • Gaya Hidup
  • Arsip

© 2024 BaleBengong Media Warga Berbagi Cerita. Web hosted by BOC Indonesia