• Beranda
  • Pemasangan Iklan
  • Kontak
  • Bagi Beritamu!
  • Tentang Kami
Thursday, June 11, 2026
  • Login
BaleBengong.id
  • Liputan Mendalam
  • Berita Utama
  • Opini
  • Travel
  • Lingkungan
  • Sosok
  • Budaya
  • Sosial
  • Teknologi
  • Gaya Hidup
  • Arsip
No Result
View All Result
  • Liputan Mendalam
  • Berita Utama
  • Opini
  • Travel
  • Lingkungan
  • Sosok
  • Budaya
  • Sosial
  • Teknologi
  • Gaya Hidup
  • Arsip
No Result
View All Result
BaleBengong
No Result
View All Result
Home Berita Utama

Mereka yang Terlupakan di Panti Jompo

Anton Muhajir by Anton Muhajir
22 July 2014
in Berita Utama, Foto, Kabar Baru, Sosial
0
0

panti-jompo-wayan-tinggal

Tak mudah menjadi perempuan di Bali.

Setidaknya begitu pengalaman Made Semi (nama samaran). Setelah suaminya meninggal, perempuan dari Marga, Tabanan ini seperti kehilangan keluarga.

Dengan almarhum suaminya, dia punya empat anak. Tapi semuanya perempuan. Menurut adat Bali, keempat anak perempuannya harus ikut suami masing-masing.

“Anak saya tidak ada satu pun yang mau mengurusi saya,” kata Semi, pertengahan Juli lalu.

panti-jompo-ruang-isolasi

Maka, Semi pun dititipkan di Panti Jompo Wana Seraya, Denpasar. Sejak sekitar 10 tahun silam, Semi tinggal di panti yang dikelola Dinas Sosial Provinsi Bali ini. Saat ini, perempuan yang tidak tahu umur persisnya – dia hanya ingat ketika Jepang menjajah Indonesia, dia sudah berumur belasan tahun — menjadi satu dari 46 penghunti Panti Sosial Wana Seraya tersebut.

Perasaan terbuang dari keluarga tak hanya dirasakan Semi tapi juga Wayan Tinggal dari Gianyar dan Rini dari Jakarta. Tinggal mengaku harus tinggal di panti tersebut karena tak ada satu pun anaknya yang mau mengurusi.

Dia sendiri tak punya tanah dan rumah.

panti-jompo-buka-jendela

“Pernah ada yang mau membuatkan rumah tapi saya tidak punya tanah,” ujar Tinggal. Sejak dua tahun lalu dia tinggal di panti jompo bersama salah satu anaknya yang cacat mental.

Adapun Rini telantar di Bali setelah tidak berhasil mencari anaknya yang bekerja di Bali. Perempuan berumur 53 tahun ini pun tinggal di sana. Meski ada beberapa orang yang mengajaknya tinggal di rumah mereka, dia tetap tidak mau.

panti-jompo-sembahyang

“Saya khawatir malah tidak enak tinggal di rumah mereka. Saya sudah kerasan di sini,” kata Tinggal.

Sebagian besar lansia penghuni Panti Jompo Wana Seraya sudah berumur renta di atas 60 tahun. Sebagian malah sudah sakit-sakitan. Mereka yang sakit tinggal di gedung isolasi.

panti-jompo-ngobrol

Berbincang dengan teman di beranda menjadi kegiatan sehari-hari para lansia. Ada pula yang menyibukkan diri dengan membuat porosan, salah satu bahan untuk banten, sesaji umat Hindu Bali.

Para tamu yang datang menjadi hiburan bagi mereka. “Senang karena ada orang lain yang diajak ngomong kalau ada yang berkunjung,” kata Rini.

panti-jompo-kenangan

Foto-foto para pengunjung kadang kala disimpan menjadi pengganti anak-anak mereka sendiri yang tak pernah datang. [b]

Tags: BaliFotoSosialYang Tak Bersuara
Liputan Mendalam BaleBengong.ID
Anton Muhajir

Anton Muhajir

Jurnalis lepas, blogger, editor, dan nyambi tukang kompor. Menulis lepas di media arus utama ataupun media komunitas sambil sesekali terlibat dalam literasi media dan gerakan hak-hak digital.

Related Posts

Siapa yang Peduli Hilangnya Mataair dan Bulakan di Kota Denpasar?

Siapa yang Peduli Hilangnya Mataair dan Bulakan di Kota Denpasar?

11 June 2026
Abrasi yang tak Pernah Henti di Pantai Kuta

Hilangnya Pesisir Bali: Memahami Akar Krisis Abrasi dan Jalan Keluarnya

4 June 2026
Mai Memunyi!

Mai Memunyi!

30 May 2026
Merestorasi Mindset Ekologis di Bali: Belajar Dari Geguritan Selampah Laku Karya Ida Pedanda Made Sidemen

Merestorasi Mindset Ekologis di Bali: Belajar Dari Geguritan Selampah Laku Karya Ida Pedanda Made Sidemen

26 May 2026
Rekapitulasi Dampak Banjir 24 Februari 2026 di 76 Titik Kejadian

Kota Denpasar Memiliki Banyak Air Hujan tapi Kehilangan Kemampuan Menyimpan

21 May 2026
Danau Yeh Malet: Jejak Gunungapi Maar Purba di Karangasem

Danau Yeh Malet: Jejak Gunungapi Maar Purba di Karangasem

18 May 2026
Next Post
Rayuan Pulau Kelapa Nusa Penida

Mistik dan Turistik Bersisian di Nusa Penida

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Temukan Kami

Kelas Literasi BaleBengong
Melali Melali Melali
Seberapa Aman Perilaku Digitalmu? Seberapa Aman Perilaku Digitalmu? Seberapa Aman Perilaku Digitalmu?

Kabar Terbaru

Janji Menteri LH: Tindak Kerusakan Mangrove Hingga Benahi Tata Kelola Sampah

Janji Menteri LH: Tindak Kerusakan Mangrove Hingga Benahi Tata Kelola Sampah

11 June 2026
Siapa yang Peduli Hilangnya Mataair dan Bulakan di Kota Denpasar?

Siapa yang Peduli Hilangnya Mataair dan Bulakan di Kota Denpasar?

11 June 2026
Pembangunan Infrastruktur Energi tidak Responsif pada Masyarakat Rentan

Pembangunan Infrastruktur Energi tidak Responsif pada Masyarakat Rentan

10 June 2026
Ketika Sungai Mati Membawa Banjir dengan Material Pasir dan Batu

Perencanaan Desa Tangguh Bencana di Karangasem

10 June 2026
BaleBengong

© 2024 BaleBengong Media Warga Berbagi Cerita. Web hosted by BOC Indonesia

Informasi Tambahan

  • Iklan
  • Peringatan
  • Kontributor
  • Bagi Beritamu!
  • Tanya Jawab
  • Panduan Logo

Temukan Kami

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Liputan Mendalam
  • Berita Utama
  • Opini
  • Travel
  • Lingkungan
  • Sosok
  • Budaya
  • Sosial
  • Teknologi
  • Gaya Hidup
  • Arsip

© 2024 BaleBengong Media Warga Berbagi Cerita. Web hosted by BOC Indonesia