• Beranda
  • Pemasangan Iklan
  • Kontak
  • Bagi Beritamu!
  • Tentang Kami
Friday, March 13, 2026
  • Login
BaleBengong.id
  • Liputan Mendalam
  • Berita Utama
  • Opini
  • Travel
  • Lingkungan
  • Sosok
  • Budaya
  • Sosial
  • Teknologi
  • Gaya Hidup
  • Arsip
No Result
View All Result
  • Liputan Mendalam
  • Berita Utama
  • Opini
  • Travel
  • Lingkungan
  • Sosok
  • Budaya
  • Sosial
  • Teknologi
  • Gaya Hidup
  • Arsip
No Result
View All Result
BaleBengong
No Result
View All Result
Home Kabar Baru

Merayakan Meriahnya Usai Panen dengan Mural

Diah Dharmapatni by Diah Dharmapatni
28 November 2017
in Kabar Baru
0
0
Anak-anak sekitar Kulidan Kitchen & Space terlibat membuat mural. Foto: dokumen Mural Pasca Panen.

Dulu, perayaan pascapanen begitu riuh.

Komang Adi, pemilik Kulidan Kitchen & Space bercerita tentang perayaan yang digelar sesaat setelah panen raya di desanya. Bentuk perayaannya dulu berupa kesenian tradisional dan ritual di Pura Ulun Carik, Guwang, Sukawati.

Tapi, lima tahun belakangan ini, perayaan itu sudah tidak ada lagi.

Hal ini membuat Komang Adi bersama dua rekannya yang merupakan pemilik merek pakaian, Dewa Juana (Nothing Clothing) dan Gus De (Rutopia) mengadakan kembali perayaan pascapanen dalam kemasan ‘kekinian’, bertajuk Mural Pasca Panen.

Bentuk perayaannya adalah menggambar mural di tembok Kulidan Kitchen & Space yang berbatasan langsung dengan sawah. Mereka pun mengajak para seniman mural di Bali untuk terlibat, seperti Andre Yoga, Dxgo, Giri, Kuncir SV, Pansaka, Sidhi Vhisatya, Swoofone, Uncle Joy, Vonzealous, Zolalangor.

Mural karya Pansaka, The Uncle Joy dan Swoofone di Mural Pasca Panen

“Selain menghidupkan kembali perayaan sehabis panen, kami juga ingin mengenalkan seni mural kepada masyarakat sekitar,” jelas Komang Adi.

Mural dapat memperindah sudut-sudut ruang yang tampak menjemukan. Dewa Juana a.k.a Pansaka turut menambahkan mural bukanlah asal corat-coret yang bersifat vandalisme. Dalam proses pengerjaan mural, para seniman mural turut mengajak anak-anak setempat. Mereka tidak ikut langsung menggambar di tembok, melainkan menggunakan media papan.

Mural dikerjakan mulai Sabtu pagi, 25 November 2017 dan berakhir keesokan harinya. Tak hanya menyajikan mural saja, perayaan pasca panen ini semakin meriah dengan agenda hiburan musik pada Minggu, 26 November 2017.

Hari kedua Mural Pasca Panen dibuka oleh DJ Iguund. Kemudian, Pygmy Marmoset atau Pygmos juga hadir, sebagai bagian dari rangkaian penampilan mereka, mumpung Zenith lagi di Bali.

Setelah musik meneduhkan dari Pygmos, Man Angga ‘Nosstress’ dan FendyRizk memainkan beberapa lagu andalan dalam album ‘Ini Bukan Nosstress‘. Salah satu lagu yang dibawakan berjudul ‘Sampai Kapan’. Menurut Man Angga, lagu ini menjadi awal mula munculnya ide album ‘Ini Bukan Nosstress’.

Man Angga ‘Nosstress’ dan FendyRizk turut memeriahkan acara

“Lagu ini bercerita tentang teman-teman saya (Kupit dan Cok). Agak aneh kalau mereka ikut nyanyi,” ungkap Man Angga.

Rangkaian Mural Pasca Panen ditutup dengan DJ Saylow yang memainkan musik populer tahun 1980-an. Gus De, salah satu inisiator acara ini mengaku senang dapat berkolaborasi bersama Kulidan Kitchen Space dan Nothing Clothing. Sebelumnya, merek Rutopia lebih banyak menggelar acara di seputaran Canggu.

“Ini edisi pertama Mural Pasca Panen, semoga bisa diadakan lagi,” tutur Gus De. [b]

Tags: BudayaGianyarKulidan Kitchen & Space
Liputan Mendalam BaleBengong.ID
Diah Dharmapatni

Diah Dharmapatni

Bekerja di bidang sains dan teknologi.

Related Posts

Patologi Atensi: Kenapa Otak Dangkal dan Malas Kontemplasi

6 March 2026
Inilah Panduan Nyepi Tanpa Internet Tahun Ini

Tersingkir di Tanah Sendiri

12 November 2025
Sanggah Kemulan Bermakna Unik dari Susunan Bambu di Desa Pedawa

Sanggah Kemulan Bermakna Unik dari Susunan Bambu di Desa Pedawa

25 July 2025
Budaya Ngayah Makin Langah

Budaya Ngayah Makin Langah

13 June 2025
Gianyar dan Kekosongan Ruang Kolaborasi Kreatif

Kota Seni Gianyar dan Minimnya Ruang Kolaborasi Kreatif

5 June 2025

Bali Hampir Habis, Semenjana dan Tergantikan

4 January 2025
Next Post
Posko WALHI Bali dan ForBALI Salurkan Bantuan ke Pengungsi

Posko WALHI Bali dan ForBALI Salurkan Bantuan ke Pengungsi

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Temukan Kami

Kelas Literasi BaleBengong
Melali Melali Melali
Seberapa Aman Perilaku Digitalmu? Seberapa Aman Perilaku Digitalmu? Seberapa Aman Perilaku Digitalmu?

Kabar Terbaru

Benteng Terakhir Ruang Terbuka Hijau Kota adalah Kuburan

Benteng Terakhir Ruang Terbuka Hijau Kota adalah Kuburan

11 March 2026
Hapera Bali Buka Posko Pengaduan Tunjangan Hari Raya

Hapera Bali Buka Posko Pengaduan Tunjangan Hari Raya

10 March 2026
Rekomendasi Wisata Kano di Mangrove Tepi Kota Denpasar

Rekomendasi Wisata Kano di Mangrove Tepi Kota Denpasar

8 March 2026

Dinamika Nyepi di Bali: Imbas Tawur hingga Kesepakatan Nasional

8 March 2026
BaleBengong

© 2024 BaleBengong Media Warga Berbagi Cerita. Web hosted by BOC Indonesia

Informasi Tambahan

  • Iklan
  • Peringatan
  • Kontributor
  • Bagi Beritamu!
  • Tanya Jawab
  • Panduan Logo

Temukan Kami

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Liputan Mendalam
  • Berita Utama
  • Opini
  • Travel
  • Lingkungan
  • Sosok
  • Budaya
  • Sosial
  • Teknologi
  • Gaya Hidup
  • Arsip

© 2024 BaleBengong Media Warga Berbagi Cerita. Web hosted by BOC Indonesia